
Jack dan Dimitri masih berusaha menahan tawa mereka. Melihat ekspresi wajah Reno yang terkesan polos setengah konyol jika di banding dengan seorang Michael Xavier yang di kenal dengan jiwa iblisnya.
"Sudah tau Chania istriku! beraninya kau memujinya cantik, seksi di depanku! Bicara belahan dada pula! apalagi menggoda dan menggairahkan. Menggairahkan kepalamu, hah!" sembur Michael tanpa jeda.
"Hehehe!" Reno tersenyum kikuk salah tingkah. Ia hampir lupa jika sahabat lama di depannya itu hampir seperti siluman. Atau manusia setengah vampir, yang tak ragu mengambil nyawa manusia lainnya. "Aku hanya..."
"APA!" sentak Michael membuat senyuman kikuk Reno menghilang dalam sekejap.
"Kau bisa tidak bicara lebih pelan!" sentak Reno tak kalah tinggi. "Kau mafia dan aku bukan! jadi kurangi volume suara dan ekspresi mu yang menyebalkan itu ketika bicara denganku!" protes Reno. "Kau tau, wajahmu itu hampir seperti malaikat maut!"
"Hah!" membuang nafas kasar. "Kau tau, kalau saja pemilik ponsel ini bukan Reno kau, sudah pasti saat ini aku sudah mencicang habis tubuhmu!" ucap Michael. "Mencolok kedua bola matamu menggunakan garpu khusus milikku! Sebagai balasan karena sudah berani melihat istriku sampai kau berani jatuh cinta padanya!"
Reno menelan ludahnya melihat tangan Michael yang seolah mempraktekkan gerakan mencolok mata.
"Memotong jari - jari tangan yang selalu kau gunakan untuk mengirim pesan pada istriku!"
Ekspresi wajah Reno semakin mengerikan. Melihat kedua tangannya, membayang jari jemari itu di potong satu persatu. Belum selesai bayangan itu, Michael sudah menambah kalimat horor lagi.
"Aku juga akan merobek mulutmu yang kau gunakan untuk bicara pada Chania ku!" ucapnya. "Menyobek pipi kanan dan kiri, sampai dagu mu menggelantung..." lanjutnya dengan nada semakin mencekam.
Ludah semakin sulit masuk kek kerongkongan, mata membulat sempurna menatap wajah Michael yang terlihat begitu santai mengucapkan kalimat brutal seperti itu.
"Terakhir aku akan mengirim pecahan tubuhmu ke laut lepas. Agar binatang di dalam laut itu bisa mencicipi daging mu yang... gurih..." ucap Michael tersenyum penuh kemenangan, melihat ekspresi Reno yang terlihat begitu lucu. "Dan sisa - sisa..."
"STOP!" potong Reno mengarahkan telapak tangannya ke wajah Michael. Hingga tubuh Michael terdorong dan jatuh bersandar pada sandaran kursi.
"Cuuih!" Michael menyingkirkan kasar telapak tangan Reno yang mendarat di wajahnya.
Sementara Jack dan Dimitri lagi - lagi di buat menahan tawa mereka. Tak sanggup lagi mengartikan hubungan apa yang sebenarnya terjalin antara bos dan mangsa yang baru saja di tangkap anak buahnya. Kenapa begitu terlihat menggelitik untuk seorang Michael Xavier yang terkenal buas pada musuh - musuhnya.
"Sudahlah, Michael! jangan menakuti ku dengan kegilaan mu itu!" ucap Reno. "Aku hanya ingin kau mempertemukan aku dengan Carina. Aku ingin mengucapkan salam perpisahan secara langsung. Jika dia terlihat menyedihkan aku akan merebutnya darimu! Apa dia disini? atau sudah kau bawa ke Roma?"
"Tentu saja sudah ku bawa Roma! Aku tak ingin istriku dekat - dekat dengan orang sepertimu!" jawab Michael. "Aku takut kedua calon anakku terkontaminasi virus menyebalkan yang tertanam dalam tubuhmu."
"Cihh!" decih Reno kesal akan sikap Michael. "Begini saja! kita ambil keadilan, alias jalan teng..."
"Tidak perlu!" potong Michael.
"Tch!" kesal Reno menggebrak meja pelan. "Kita main catur seperti dulu!"
Michael tampak berpikir sesaat. Menimbang - nimbang tawaran Reno. Sebelum akhirnya ia tersenyum misterius, dan membuat keputusan.
"Baiklah, dua kali permainan!" tantang Michael. "Satu permainan jika kau menang kau lolos dari hukumanku atas kekurang ajaran mu pada istriku. Permainan kedua jika kau kembali menang, aku akan mempertemukan mu dengan istriku dengan satu syarat! Tidak ada sentuhan fisik dan tatapan mata lebih dari 5 detik!"
"What!" pekik Reno. "Hanya melihat 5 detik pun tak boleh?" tanya nya tak percaya.
"Kau pikir 5 detik tidak berharga?" ketus Michael. "Kau bahkan sudah melakukan kesalahan dengan memandanginya bebas selama empat bulan tanpa sepengetahuanku!"
"Haaah... baiklah! yang penting aku bisa mengusahakan untuk bertemu dengan Carina!"
__ADS_1
"Hemm." Michael mengangguk. "Jack ambilkan catur!"
"Siap, Tuan!" jawab Jack.
Tak butuh banyak waktu, Jack kembali dengan papan catur yang biasa di gunakan para pengawal saat bersantai dan sedang tidak sedang bertugas.
Jack dan Dimitri bersamaan menata buah catur untuk segera dimainkan Michael dan Reno di atas meja. Dan.. permainan di mulai.
"Kau ingat? kau tidak pernah menang bermain denganku." ucap Reno tersenyum penuh kemenangan saat berhasil mendapatkan 4 buah catur milik Michael.
"Sebaiknya jangan menebar petir jika kau tak tau akan benar bisa menurunkan hujan!" balas Michael tersenyum sinis sembari mengambil buah catur Reno yang berhasil ia dapatkan.
"Cih! baru juga dua!" sahut Reno kembali menjalankan buah catur miliknya.
Begitu juga dengan Michael. Mereka saling bergantian menjalankan buah catur masing - masing, dan mengambil buah lawan yang berhasil mereka dapatkan.
"Sebaiknya kau lupakan hukuman yang sudah kau siapkan untukku! karena aku pasti menang!" lanjut Reno saat ia sudah mendapatkan separuh buah catur Michael.
"Oh, ya?" jawab Michael sinis.
"Hemm..!" Reno mengangguk santai. "Kau tidak ingat, kau tak pernah sekalipun menang dariku!"
Permainan pertama terus berlanjut. Michael tampak sangat fokus untuk memenangkan permainan pertama. Jika dia tidak bisa mencincang pria yang mendekati istrinya, setidaknya pria itu akan mendapatkan hukuman dari dua orang di balik pintu.
Michael menyeringai penuh kemenangan, saat buah catur yang ia dapatkan melebihi perolehan Reno.
"Fvck!" umpat Reno kesal karena ia mulai merasa akan di kalahkan oleh Michael.
"Cih! sialan!" umpat Reno berkali - kali.
"YEAAAHHH!" teriak Michael saat mengambil buah catur terakhir yang dimiliki Reno.
"Aahhh... brengsek kau, Michael!" ucap Reno menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi.
"Hahahaha!" Michael tertawa lepas. "Siapkan dirimu sebaik mungkin, Reno..." menyeringai penuh kemenangan.
"Hah! permainan kedua pasti membawaku untuk bertemu dengan Carina Octarin. Istri sahabat lamaku yang cantik dan seksi bak bidadari surga..." tersenyum penuh harap.
TuKkk!
Lagi - lagi sebuah anak catur mendarat tepat mengenai hidung mancungnya.
"Haaahh! Michael! kenapa kau ini menyebalkan!" sentak Reno menatap tajam Michael yang tersenyum culas.
"Sudah kubilang jangan membayangkan istriku kalau kau masih ingin otak mu berada di tempatnya!"
"Huh! pelit!" dengkus Reno.
"Sudah siap, Tuan!" ucap Jack setelah menata ulang buah catur. Membuat keduanya kembali fokus pada papan catur.
__ADS_1
"Ok! kali ini aku pasti menang!" seru Reno yakin.
"Berdoa dan bermimpilah sesuka hatimu!" jawab Michael.
"Kau tau? Margareth dulu aku buat menjauh dari mu, karena aku tau satu rahasia Margareth yang tak kau ketahui!" ucap Reno santai.
"Apa peduliku!"
"Margareth adalah anak seorang pengusaha dari Perancis! dia memiliki adik angkat bernama... San..." Reno tampak berfikir ulang. "San... siapa yaa? Sandra, Sanju, San... San... Ah entahlah aku lupa! Yang jelas Margareth sangat jahat pada adiknya itu! Itulah yang membuat aku yakin jika sebenarnya ia hanya mengincar hartamu!" ucap Reno sembari terus menjalankan buah catur.
"Dari mana kau tau dia sangat jahat pada adiknya?"
"Aku pernah melihatnya sekali waktu itu! dia bersama dengan seorang pria! Dan pria itu memperlakukan Margaret bukan seperti seorang ayah dan anak. Lebih seperti pasangan. Aku yakin Margareth terlibat hubungan yang sama seperti dia dengan dirimu pada masa itu!"
"Ngarang cerita kamu!" jawab Michael menghentak buah catur di papannya.
"Ngarang bagaimana? aku melihat dengan kepala mataku sendiri! waktu itu, aku sedang makan malam bersama keluarga besar ku!"
"Tapi aku sudah tidak peduli!"
"Baguslah, memang seharusnya tidak perlu peduli padanya!"
"Hem..!"
"Oh! aku ingat!" ucap Reno. "Adik Margareth namanya Sania!"
"Kamu yakin?"
"Ya! Margareth memanggil nama Sania dengan sangat kasar!"
"Nama lengkapnya?"
"Ya mana aku tau bodoh! memangnya aku detektif!"
Spontan Jack dan Dimitri saling melempar pandang. Ia ingat akan suatu hal.
"Tuan, kalau boleh tau... Dimana Nona Margareth sekarang tinggal?" tanya Jack pada Reno.
"Di Perancis lah!" jawab Reno. "Tapi aku tidak tau dimana tepatnya mereka tinggal!"
Michael tau apa yang ada di benak kedua anak buahnya. Michael mengangguk pelan. Sebagai pertanda menyetujui rencana apapun yang akan di ambil oleh Jack.
Jack pun membalas dengan sebuah anggukan, sembari mengeluarkan ponselnya. Ia segera mengirim pesan pada Antonio, ketua tim pencarian saudara kembar Chania.
Permainan terus berlanjut, karena fokus yang teralihkan oleh percakapan yang seolah mengarah pada penemuan saudara kembar Chania, membuat Michael tertinggal jauh. Buah caturnya hampir habis di ambil oleh Reno.
"Yeah! aku menang!"
🪴🪴🪴
__ADS_1
Happy reading 🌹🌹🌹