SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 78


__ADS_3

Satu langkah, dua langkah, tiga langkah...


Maka terlihatlah oleh Michael siapa pemilik perut buncit yang menuruni tangga. Desiran rindu merasuki relung hati terdalam dan mengoyak - oyak seluruh isinya.


Meskipun rambut Chania terlihat lebih panjang dari sebelumnya, dan pipi lebih chubby ia tetap yakin jika itu adalah Chania, istrinya.


Kecantikan natural tetap terpancar dari pemilik rambut asli pirang kecoklatan itu. Meskipun kini rambut itu lurus, selurus lurusnya dan di warnai menjadi hitam pekat.


Michael semakin tenggelam dalam rindu, saat melihat wajah dan perut Chania secara bergantian. Rasanya tidak sabar untuk ingin memeluk tubuh rapuh yang berpura tegar itu. Mencium setiap inchi dari wajahnya. Dengan mengakui dirinya telah jatuh cinta.


Michael menghapus air mata yang menetes. Sesungguhnya cukup memalukan ia menangis di depan bodyguard. Kemudian melangkahkan kakinya ke arah pintu untuk segera menghampiri wanita yang berhasil menguasai hatinya itu.


"Jangan dulu, Tuan!" seru Dimitri. "Nyonya muda akan semakin menghindar jika Tuan langsung mendekat. Karena secara tidak langsung Nyonya Chania pergi akibat rasa takutnya pada anda. Dan tempat ini kurang tepat untuk bisa Tuan bertemu dan bicara dengan Nyonya muda."


"Lalu kapan aku harus menemuinya!" sentak Michael sudah tidak lagi sabar.


"Biarkan Jack bicara terlebih dulu dengan Nyonya muda, Tuan." jawab Dimitri. "Kita ikuti mereka dari belakang. Yang paling penting adalah kita temukan dulu dimana tempat tinggal Nyonya."


"Tch!" Michael berdecih frustasi. "Istriku sudah di depan mata, kenapa masih harus ada drama!" teriak Michael frustasi.


"Sabar, Tuan." Dimitri menunduk.


Merasa ucapan Dimitri benar, Michael kembali mendekati kaca dimana memperlihatkan dengan jelas bahwa Jack dan Chania sedang terlibat percakapan serius.


Michael meremas tangannya sendiri, memperlihatkan otot - otot kekarnya. Merasa geram dengan keadaan. Ia sudah tak sabar ingin menemui dan memeluk istrinya. Namun bodyguardnya benar.


Chania pasti akan mencari banyak alasan untuk menghindari dirinya. Dengan nama yang di ganti pun dia sudah bisa menebak. Jika Chania berusaha menghilang bak di telan Bumi.


***


"Maafkan saya jika saya tidak sopan, Tuan." ucap Chania pada Jack dengan sopan namun terdengar sangat ketus. "Tapi apa yang anda lakukan sangat mengganggu kenyamanan saya. Jadi, saya mohon bergeserlah. Saya harus bekerja!"


"Dan maafkan saya, saya tidak akan bergeser sebelum kita membuat kesepakatan untuk bicara, Nyonya."


Tersenyum culas, "Saya tekankan sekali lagi ya, Tuan. Saya bukan Nyonya anda. Nama saya Carina." tegas Chania menyebut nama Carina.


Chania menggeser paksa tubuh kekar Jack dengan lengannya, dan melewati Jack begitu saja.


Jack mau bergeser bukan karena tidak sanggup menahan tangan Chania. Melainkan ia menghindari sentuhan Nyonya mudanya lebih dari sebuah interaksi percakapan.


Chania berjalan ke arah meja kasir, untuk mengambil tasnya. Sedangkan Jack terus mengikuti langkah Chania dan menunggunya di balik meja kasir.


"Selamat siang, Tuan!" sapa Gia pada Jack dengan berdiri sopan. "Kartu kredit Tuan sudah di bawa Tuan berbaju hitam."


"Hm!" jawab Jack cuek.


"Kamu kenapa, Carina?" tanya Gia beralih menatap Chania yang mengemasi ponsel dan beberapa barang miliknya.


"Aku harus pulang sekarang, ada urusan!" jawab Chania datar.

__ADS_1


"Hah! tumben - tumbenan mendadak begini?" tanya Gia melihat Chania heran. Kemudian melihat Jack yang tak henti mengamati gerak - gerik Chania.


"Kamu mengenal Tuan itu?" bisik Gia pada Chania.


"Sama sekali tidak!" jawab Chania tegas. "Tapi dari tadi dia mengusikku!"


Tanpa peduli dengan keberadaan Jack, Chania melangkahkan kaki melewati Jack. Seolah pria itu tak ada di sana.


Hal itu tentu membuat Gia bertanya - tanya dalam hati. Seberani itu Chania mengacuhkan tamu VIP room.


' Ada apa di antara mereka? '


Batin Gia di penuhi rasa penasaran. Pandangannya tak lepas untuk mengikuti Chania yang berjalan keluar dengan di ikuti Jack di belakangnya.


Dan semakin terkejut manakala melihat salah satu dari tiga orang berpakaian hitam yang memesan meja di luar mendekat dan memberi hormat pada Jack dan Chania.


' Jadi mereka bertiga bodyguard tamu VIP? Apa hubungan Carina dengan mereka? sampai - sampai mereka mengangguk hormat untuk sekedar menyapa Carina. '


Gia menggelengkan kepalanya heran. Namun ia juga enggan terlibat urusan Chania lebih jauh lagi, meskipun ia penasaran.


Tak lama kemudian dua orang keluar dari VIP room, tentu itu tak luput dari pantauan Gia. Semakin tertegun dengan keadaan. Mengingat, Chania tadi bilang jika mantan suaminya kaya raya.


' Apa mungkin salah satu di antara mereka bertiga adalah mantan suami Carina? Atau bahkan Bosnya itu mantan suami Carina? '


Gia menghela nafas, ia akan bertanya lebih intens tentang sosok Carina esok. Ia harus tau siapa Carina sebenarnya.


Itu yang ada di dalam benaknya.


***


"Berhenti mengikuti saya, Tuan!" sentak Chania membalikkan badannya dengan tatapan yang tajam. "Saya tidak mengenal siapa anda! dan saya tidak tau apapun yang anda maksud!" lanjutnya.


"Saya harap Nyonya muda berhenti untuk berakting!" ucap Jack.


"Apa urusan anda? berhenti mengikuti saya!" sentak Chania tegas.


Di sisi lain Michael dan Dimitri tengah memantau mereka dari jarak cukup aman. Dan mendengar percakapan mereka melalui alat komunikasi di telinga Jack.


Mendapati Chania yang memberontak, Michael tak lagi menggubris peringatan Dimitri. Ia melangkah ke arah di mana Jack dan Chania yang tengah bersitegang.


"Satu langkah lagi anda mengikuti saya, saya akan menabrakkan diri pada mobil yang melintas, dan saya pastikan anda yang akan di jadikan tersangka! anda jelas tau saya sedang hamil itu artinya anda hendak membunuh saya dan calon bayi saya!"


Ancam Chania setegas mungkin.


Sontak Michael berhenti melangkah, begitu juga dengan Dimitri.


"Hentikan, Jack!" perintah Michael dalam sepersekian detik dari ancaman Chania. Ia masih berada di antara tiang restauran.


Melihat Jack yang diam bagai patung, Chania tersenyum dalam hati. Merasa menang dengan ancamannya. Setelah memberi tatapan tajam dan penegasan pada Jack, Chania membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya meninggalkan Jack yang membeku.

__ADS_1


"Malik, Ikuti Nyonya muda secara diam - diam." perintah Jack lirih pada salah satu bawahannya melalui alat komunikasi khusus.


"Siap, Tuan!"


Segera bodyguard bernama Malik berjalan mengikuti arah Chania dan berpura menjadi pengunjung pantai untuk bisa mengikuti Chania tanpa ketahuan.


Sedangkan Michael meninju tiang restauran untuk melampiaskan keresahan di dalam dadanya.


Kenapa dia takut akan ancaman Chania! Bukankah ia hanya harus berlari dan membawa Chania pergi? Selanjutnya cukup membujuk Chania untuk bicara baik - baik.


"Fvck! Fvck! Fvck!" umpat Michael pada dirinya sendiri.


"Tenangkan diri anda, Tuan." ucap Jack sudah berada di sampingnya. "Sebaiknya kita bersiap untuk menemui Nyonya muda di tempat tinggalnya."


Tanpa menjawab mereka semua berjalan ke arah mobil. Namun Dimitri di buat kaget akan laporan bawahan, ketika baru saja duduk di balik kemudi.


"Tuan, laporan mata - mata mengatakan jika Deborah mulai curiga akan menghilangnya Tuan muda dan Nyonya Chania dari perusahaan. Di tambah Nyonya Chania menyelesaikan sisa hutangnya empat bulan lalu. Tim nya menyelidiki apakah Tuan dan Nyonya sudah menikah!"


"Fvcking **!*!" umpat Michael dalam tajam, namun tanpa sebuah teriakan.


"Nyonya muda sudah masuk ke dalam sebuah rumah, Tuan!" tiba - tiba suara Malik dari alat komunikasi membuat Michael lebih fokus pada sambungan suara.


"Share lokasi!" tegas Michael tanpa peduli lagi dengan apa yang akan di lakukan Deborah. Deborah bisa di atasi pikirnya. Tapi Chania? ia sudah hampir gila menemukannya.


# # # # # #


Michael dan yang lainnya sudah berdiri di sebuah rumah kecil, yang menurutnya sangat tidak layak huni. Dengan hati teriris, sepasang mata yang terlihat sayu, seolah melihat kotoran sapi yang bertumpuk.


Mendadak tubuhnya terasa panas dingin, membayangkan istri dan calon bayinya tinggal di tempat sekumuh itu.


"Rumah macam apa ini? kenapa lebih buruk dari rumah anjing pelacak milikmu, Jack." lirih Michael membayangkan kehidupan Chania selama empat bulan di rumah sekecil itu.


Jack mengulum senyum, bisa - bisanya orang yang tidak pernah hidup susah itu membandingkan rumah orang dengan rumah anjing.


"Kau yakin istriku tinggal disini?" tanya Michael melirik Malik.


"Yakin, Tuan." jawab Malik. "Nyonya masih di dalam, beliau tidak keluar sama sekali sejak pulang dari restauran."


Menghela nafas, langkah demi langkah Michael saat mendekati pintu terasa begitu berat. Mendekati rumah rapuh, bahkan sudah sudah usang itu. Demi apa Michael mau masuk ke dalam sana.


Tok tok tok!


Michael sendiri yang mengetuk pintu. Meninggalkan semua bodyguard di tepi jalan yang tak jauh dari rumah itu..


Tok tok tok!


🪴🪴🪴


See you tomorrow 🥰

__ADS_1


Kira - kira kalimat apa yang akan di ucapkan Michael saat berhadapan dengan istri tercinta? 😉


Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_2