SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 39


__ADS_3

🍄 Satu bulan kemudian . . .


Chania duduk di depan meja rias saat jam dinding menunjukkan pukul enam pagi. Untuk merias diri agar terlihat lebih cantik dan segar. Semenjak berstatus sebagai istri, Chania lebih memperhatikan penampilannya dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Clek!


Pintu walk in closed terbuka, memperlihatkan Michael dengan muka bantalnya bersandar di daun pintu. Pria itu baru tidur jam tiga pagi tadi. Karena adanya aktivitas malam di luar rumah.


Tentu saja mengenai sisi gelapnya sebagai ketua klan Black Hold Mafia.


"Kok sudah bangun?" tanya Chania menoleh pada Michael yang tetap terlihat tampan apapun keadaannya.


Michael tak menjawab, ia berjalan dengan mata ngantuk miliknya, mendekati Chania. Kemudian sedikit menunduk, dengan menumpukan tangan kanannya di meja rias, tangan kiri di punggung Chania.


Chup!


"Morning!" sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Chania, di lanjut dengan ucapan selamat pagi.


"Morning too, honey!" balas Chania menahan leher Michael agar tetap menunduk. Lalu membalas kecupan Michael dengan kecupan di seluruh wajah. tak terkecuali hidung dan bibir Michael.


"Mau mandi?" tanya Chania kemudian.


Michael hanya mengangguk pelan. Michael segera berjalan ke kamar mandi dengan mata yang masih menahan kantuk.


Chania segera merapikan rambutnya, dan menyiapkan baju kerja sang suami. Jas kerja lengkap beserta **********.


Chania meletakkan semua itu di lengan kirinya. Kemudian menghadap cermin besar yang menempel pada pintu almari besar. Menatap dirinya dari unung kaki hingga ujung rambut, juga baju milik Michael di lengannya.


' *Entah nyata atau hanya berpura, yang jelas aku bahagia karena selama sebulan ini Michael bersikap begitu manis dan perhatian padaku saat kami hanya berdua.


Tuhan, aku tidak bisa membedakan, dia tulus melakukan itu padaku. Atau hanya untuk menuruti keinginanku waktu itu. Tapi jika hanya bohong, biarkan aku bahagia dengan kebohongan sampai sisa perjanjian, Setidaknya saat aku mati, aku pernah merasakan di perlakukan dengan baik oleh pria yang ku cintai*. '


Ucap Chania dalam hati.


Di sisi lain hatinya, ia merasa bangga karena menyandang status sebagai Nyonya muda Xavier. Meskipun hanya Jack dan Dimitri yang memanggilnya seperti itu.


Beberapa saat berlalu, Michael keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggang serta rambut basah yang meneteskan air di setiap ujungnya. Pesona Michael Xavier meningkat 10 kali lipat akibat rambut basah itu.


Chania sigap mengambil handuk kecil dan membantu Michael untuk mengeringkan rambutnya.


Michael masih berdiri dengan menarik pinggang Chania untuk menempel pada perutnya. Sedangkan Chania masih terus mengusap rambut kepala Michael dari arah depan.


"Sudah!" ucap Chania.


Tak pernah lupa, Chania selalu membantu Michael untuk memakai baju kerja beserta dasi dan jasnya. Terakhir Michael menyisir sendiri rambutnya, lalu menyemprotkan parfum beraroma woody di sekujur tubuhnya.


"Suamiku memang paling tampan!" seru Chania berdiri tepat di depan tubuh Michael.

__ADS_1


Michael membalas dengan sebuah kecupan di bibir Chania yang di olesi lipstik berwarna peach.


Mereka keluar dari kamar, dan menuruni tangga dengan bergandengan tangan. Di sambut Oliver dan beberapa maid di bawah.


' Kenapa sampai detik ini aku belum juga bisa menyingkirkan pelacur ini! Apa Michael jatuh cinta padanya? gila! ini benar - benar gila!


Aku pun tak kunjung menemukan gadis pendonor itu! dimana Michael menyimpannya? '


Gerutu Oliver dalam hati. Sesekali giginya mengerat karena kesal.


# # # # # #


🍄 Satu minggu kemudian . . .


Chania tengah asyik menemani Michael yang tengah menyelesaikan sisa pekerjaan kantornya di meja kerja yang berada di salah satu sudut kamar mewahnya.


Tiba - tiba alarm dari ponsel yang tengah asyik ia mainkan berdering saat menunjukkan pukul delapan malam. Chania segera meminum obat kontrasepsi miliknya yang berada di nakas samping tempat tidurnya.


Setelah meneguk air Chania mengamati beberapa kaplet yang tersisa di dalam kantong yang ia dapat dari dokter.


"Kok masih banyak sih?" gumam Chania lirih. "Bukannya dokter bilang tanggal 14 besok waktunya kembali karena obat hanya cukup sampai tanggal 13, yang artinya... seharusnya malam ini obat ini habis?"


Chania masih terpaku menatap kaplet obat yang hampir di penuhi obat - obat berbentuk bulat kecil itu.


Setelah menemukan jawaban yang sesuai, Chania mendekati Michael yang tampak masih serius di sana.


"Honey?" panggil Chania yang langsung bersandar di meja kerja Michael, tepat di samping pria itu.


"Dokter bilang, besok aku sudah harus kembali, karena malam ini obat ini akan habis!" ucap Chania.


"Lalu?" tanya Michael.


"Ini masih banyak!" Chania menunjukkan obat itu pada Michael.


Michael menerimanya, dan ikut mengamati.


"Apa kamu sering lupa minum?"


"Emm.. entahlah!" jawab Chania dengan entengnya. "Perasaan sih tidak!"


"Apa mungkin dokter menghitung kelebihan? Tidak sesuai dengan hitungan kalender!."


"Bisa jadi!" jawab Chania mengangkat kedua pundaknya. "Jadi kapan enaknya aku menemui dokter lagi?"


"Terserah kamu"


"Besok, atau nunggu obatnya habis?"

__ADS_1


"Tunggu obatnya habis juga tidak masalah!"


"Gitu ya?"


"Hm!" Michael mengangguk dengan seulas senyum tipis yang langsung di sambar oleh bibir Chania.


Senyuman manis seorang Michael memang cukup memabukkan untuk Chania di setiap harinya.


Michael tak menarik leher belakang Chania, saat Chania hendak menjauhkan kepalanya. Akhirnya kecupan berubah menjadi ciuman panas dan menuntut. Michael menarik pinggang Chania untuk duduk di pangkuannya dengan menghadapkan Chania pada tubuhnya. Dua kaki Chania menekuk di sisi kanan dan kiri pahanya.


semakin lama ciuman mereka, maka semakin nakal pergerakan tangan Michael di sekujur tubuh Chania yang hanya tertutup lingerie model kimono.


Tali kimono sudah jatuh di lantai, membuat Michael semakin mudah untuk menyingkapnya. Dan berlanjut dengan aksi - aksi nakal di tubuh putih, mulus dan seksi itu.


Permainan di dada Chania sangat mendominasi, hingga membuat kimono itu sudah tanggal dari tubuh Chania dalam waktu singkat. Di susul dengan br* yang terlepas hanya dengan satu tarikan tangan Michael di tali belakang.


Michael mendorong sedikit tubuh Chania kebelakang, hingga punggungnya menempel pada meja.


Kemudian memberikan hisapan - hisapan dari bibir Michael di puncak dada, membuat Chania melenguh dan meremas rambut kepala Michael bagian belakang. Seolah mendorongnya agar semakin dalam melakukan aksinya.


Semakin kuat remasan tangan itu artinya semakin tak berdaya tubuhnya menahan rangsangan yang di berikan Michael. Tentu saja Michael semakin suka.


Chania mendongakkan kepalanya ke atas dengan mata yang terpejam. Disusul ******* yang terdengar sangat indah di telinga Michael.


Satu tangan melingkar di pinggang rapi dan meliuk seolah tak ada lemah jahat di sana. Satu lagi memainkan satu gundukan. Puas dengan itu, Michael meremas keduanya dan bibirnya meraih bibir manis Chania.


Sudah tak tertahankan lagi, Michael mengangkat bokong Chania dan mendudukkan ia di meja kerja. Mendorong ke belakang, hingga Chania menggunakan dua siku untuk menahan tubuhnya.


Ia tarik kain segitiga yang tersisa hingga terlepas dari kaki jenjang tanpa bulu itu. Kemudian membuka dua paha Chania, dan menatap lapar pada apa yang ada di antaranya. Sudah basah, namun tak membuat Michael mengurungkan niatnya untuk memainkan lidah di sana.


Tekanan, hisapan dan gerakan lidah Michael membuat Chania semakin ingin mengeluarkan apa yang ia tahan.


"Michael.. aku tidak tahan! Ahh!" ucap Chania cepat.


Dan....


Kupu - kupu seolah berterbangan di perutnya. Tubuhnya bergetar hebat. Cairan putih keluar dari lubang intim.


Michael pun melancarkan aksinya setelah tubuh ramping itu kembali rileks. Bersama melintasi cakrawala. Menikmati surga dunia yang begitu indah.


Tanpa di sadari dengan perlakuan lembut seperti itulah, membuat Michael mengukir nama Chania di hatinya. Bahkan tanpa di sadari oleh dirinya sendiri.


.


.


🪴🪴🪴

__ADS_1


**Happy reading 🌹🌹🌹


Maaf telat up 🥰**


__ADS_2