
Perjalanan menuju tepi kota di lakukan secara berbondong - bondong. Satu mobil Hummer di kemudikan Dimitri, untuk membawa Tuan besar dan Tuan Muda Xavier. Di samping Dimitri ada Jack yang memasang wajah garang. Dibelakang Michael dan Jio ada tiga bodyguard di bawah kepemimpinan Jack.
Selalu seperti itu formasi saat berada di dalam Hummer untuk menuju medan perang.
Di depan mobil pemimpin, ada Hummer yang di dalamnya membawa Noel dan para anak buahnya. Di depan Hummer Noel ada Jeep berisi bodyguard yang masuk secara acak.
Di belakang Hummer Pemimpin, ada Hummer yang di kemudikan seorang bodyguard di bawah kepemimpinan Xiaoli. Dan Xiaoli sendiri ada di kursi penumpang bagian depan. Di belakangnya ada beberapa anak buahnya.
Kemudian di susul dengan rentetan Jeep yang berisi pasukan khusus tempur juga pasukan acak.
Semakin dekat dengan titik yang di infokan oleh anak buah yang mengejar musuh, maka persiapan di dalam mobil seluruh pasukan pun mulai di persiapkan.
Setiap orang sudah memegang senjata andalan masing - masing. Telinga pun sudah terpasang alat komunikasi khusus yang tersambung secara khusus. Michael dan Jio hanya tersambung dengan pasukan inti saja. Sementara pasukan inti bisa tersambung dengan anak buah masing - masing.
Noel yang berada di depan pun, sudah siap dengan Bazooka kesayangannya. Michael dan Jio saat ini sama - sama memegang senjata Glock, sedang di punggung mereka sudah ada samurai andalan masing - masing yang siap memakan korban. Bedanya Jio sembari mengamati rute jalanan melalui layar ponselnya. Sementara yang Ayah mengamati sekitar secara langsung.
Jack dengan pelontar bom nya, dan berbagai senjata tersembunyi. Xiaoli sendiri membawa senjata jenis M15, tak lupa berbagai senjata juga tersembunyi di beberapa bagian tubuhnya. Sebuah pedang pemberian sang Ayah, untuk pertama kali akan ia pakai untuk pertempuran malam ini.
"Persiapkan diri kalian, kita semakin dekat dengan lokasi musuh! Kita sudah memotong jalan mereka!" ucap Michael dingin melalui saluran telepon khusus yang menempel di telinga para punggawanya.
"Itu mobil anak buah kita, Tuan!" seru Noel menunjuk arah depan. Dimana sebuah Jeep melaju cepat setelah berbelok dari sisi kiri dan kemudian maju lurus. Di susul dengan Jeep berlogo Black Hold.
Terlihat orang - orang di dalam kedua Jeep itu saling menembakkan peluru masing - masing. Hingga kaca bagian depan mobil Jeep anak buah Black Hold retak di mana - mana. Begitu juga kaca bagian belakang mobil musuh.
"Lebih cepat!" seru Michael sudah tak sabar.
"Xiaoli! di depan ada pertigaan! jika musuh lurus, maka kamu harus belok kanan! Jika musuh belok kanan, maka kamu harus lurus. Kita akan mengepung mereka di pertigaan selanjutnya!" perintah Jio khusus untuk Xiaoli dan pasukannya.
"Siap, Tuan Muda!" jawab Xiaoli dengan sigap.
Sesuai dengan perkiraan Jio, mobil musuh ternyata maju lurus. Maka mobil Xiaoli pun belok ke kanan sesuai perintah dengan di ikuti dua Jeep di bawah komandonya. Dan akan bertemu di pertigaan berikutnya.
Barisan pepohonan hutan menjadi pagar pembatas antara pasukan Black Hold yang terbelah. Gelap malam di tengah hutan menjadi saksi pecahnya pertempuran malam ini.
Noel yang memegang bazoka segera keluar dari jendela dan naik ke atas kap mobil Hummer yang membawanya. Dan dengan perhitungan yang cukup, ia menembakkan senjata itu ke arah mobil Jeep paling depan.
"Satu...dua....GO!" seru Noel.
Peluru dari Bazoka melesat cepat bagai kecepatan cahaya. Menimbulkan suara yang khas ketika hutan yang sunyi dibisingkan oleh suara deru mobil - mobil dan di tambah suara bazoka yang melesat cepat.
Namun sial, rupanya orang - orang yang ada di dalam Jeep musuh bukanlah sebarang musuh. Lebih tepatnya pengemudinya bukan sembarang pengemudi. Mereka berhasil meloloskan diri di detik terkahir. Sehingga Bazoka yang di tembakkan Noel justru masuk ke dalam hutan, dan meledak di dalam sana.
"Aaah! F*ck!" umpat Noel kesal.
Suara tembakan senjata sesekali saling bersahut -sahutan dari dalam hutan.
"Coba lagi, Noel!" perintah Michael. "Patikan kali ini tepat dan presisi. Lebih bagus jia langsung masuk ke dalam mesin mobilnya!"
"Siap, Tuan!"
Noel kembali membidik mobil musuh. Kali ini ia harus membuat perhitungan yang lebih presisi. Bagian belakang mobil menjadi sasaran picingan matanya.
Belum sempat ia membidik, cahaya terang, sangat terang menyorot ke arah pasukan Black Hold. Hingga membuat mata Noel yang hendak membidik menjadi silau, bahkan tak dapat melihat apapun yang ada di depan sana.
__ADS_1
"Brengsek!" umpak Noel.
"Fu*k!" sahut Michael yang tahu kenapa Noel mengumpat dengan keras.
Ternyata pasukan musuh muncul dari arah berlawanan. Dengan membawa sebuah sorot lampu yang sangat terang. Nyaris seperti lampu untuk menyinari lapangan sepak bola. Namun hanya satu dengan cahaya yang sangat besar dan mengarah ke arah mata pasukan Black Hold. Membuat pandangan semua pasukan Black Hold menjadi silau.
Beruntung Xiaoli dan pasukan sudah berada di sana. Xiaoli yang sudah mengetahui kedatangan rombongan musuh dengan membawa lampu sorot berukuran besar itu pun memilih untuk bersembunyi di antara gelap malam, dengan mematikan lampu kendaraan.
Yang di sorot musuh, hanyalah pasukan dari arah Michael. Tidak dari arah Xiaoli yang berada di bawah pekat malam.
"Saya akan bergerak dengan senyap, Tuan..." lapor Xiaoli sembari memakai kaca mata night vision. Guna melihat di dalam gelap.
"Hm!" jawab Michael dingin. Ia sudah geram dengan apa yang ada di depan mata. Sudah tak sabar ingin memapras habis kepala pimpinan musuh.
Dan satu yang membuatnya murka. Apa alasan mereka mengebom pipa gas miliknya. Dunia hitam memang rumit. Bukan hanya penyelundupan senjata dan hal ilegal saja yang di permasalahkan. Melainkan menyerempet bisnis murni yang bersangkut paut dengan negara.
Mobil Jeep musuh berputar dengan cepat, hingga yang semula menghadap Klannya sendiri, kini menghadap mobil Jeep Black Hold yang mengejarnya. Dan pertigaan pun menjadi penengah antara dua Klan.
Berbagai jenis mobil khas pertempuran ada di dalam satu garis jalan raya. Jalanan utama di tengah hutan itu tampak sangat lengang. Hanya suara dedaunan yang tertiup angin saja yang menimbulkan suara seperti sedang di hempaskan jauh dan berbunyi gemeretak di bagian batangnya.
Berhenti dengan saling membawa senjata masing - masing, seolah menunjukkan kekuatan masing - masing. Lalu terlihat dua orang keluar dari mobil Jeep di barisan ke tiga.
Sementara Michael dan Jio sudah memakai kaca night vision miliknya. Kemudian memantau berbagai jenis kendaraan yang di gunakan oleh pihak lawan.
Jio justru mengeluarkan drone berbentuk pesawat kecil untuk memastikan jajaran musuh di depan sana. Yang tak bisa terlihat jelas akibat silau cahaya lampu.
"Ledakkan saja mobil yang membawa lampu itu, Noel! Kita bertempur di tengah gelap malam!" ujar Michael. "Picu pertempuran, dan aku akan fokus menangkap orang yang ada di mobil Hummer! aku yakin di dalam sana ada pemimpin penyerangan malam ini!" Michael masih bisa menerawang meski dalam keadaan silau sekalipun.
"Daddy benar! pemimpin ada di mobil Hummer hitam!" sahut Jio setelah melihat hasil dari bidikan drone miliknya.
"Xiaoli, persiapkan diri! Bergerak dengan senyap! Hancurkan ketika mereka hendak membalas!" ujar Jio pada Xiaoli.
"Siap, Tuan Muda!" jawab Xiaoli berbisik.
Noel mengambil ancang - ancang untuk segera melesakkan bazoka ke arah musuh. Sedangkan Xiaoli dan beberapa pasukan senyap mulai berjalan merayap di antara pepohonan mendekati Hummer hitam yang di maksud Tuan mereka.
Bazoka kedua meluncur dari pundak Noel ke arah jeep yang membawa lampu sorot. Namun bersamaan dengan itu, sebuah bom ternyata juga meluncur dari kubu lawan ke arah Jeep paling depan. Dan itu terdeteksi oleh Xiaoli.
"Keluar dari mobil! musuh melempar bom ke arah pasukan kita!" seru Xiaoli dari persembunyiannya.
"F*ck!" umpat Michael segera ikut melakukan hal yang sedang di lakukan oleh tiga mobil di depannya. "Keluar Jio!"
Bersamaan dengan teriakan Michael, suara ledakan terdengar begitu kencang dari mobil musuh. Dan seketika cahaya lampu dari musuh mati, sehingga suasana menjadi lebih gelap.
Kemudian 2 detik berikutnya ganti mobil pasukan Black Hold yang meledak. Hingga kepingannya berhamburan di udara.
Jika dalam sebuah film, pasti ini akan menjadi adegan slow motion yang sangat mendebarkan. Karena menanti siapa yang selamat dan siapa yang menjadi korban.
Semua sudah berhasil melompat keluar mobil. Noel pun langsung melompat dan memijak tanah dengan bazoka yang masih ada di pundaknya.
Michael berdiri dengan terengah menatap Jeep pasukannya yang meledak. Kemudian dengan mata kepalanya sendiri ia melihat salah satu anak buahnya yang terkena ledakan, hingga membuat pria itu menjerit akibat punggungnya yang seperti terbakar dan tertancap kepingan besi mobil. Cepat - cepat yang lain menolong dan membawanya mendekati tepian hutan.
"Brengsek!" umpat Michael. "Kalian semua akan mati malam ini!" teriak Michael membuat semua pasukan bersiap untuk menyerang. Dan semangat mereka selalu ikut terbakar jika TUan Besar sedemikian emosi menghadapi musuh.
__ADS_1
Sedangkan kubu lawan yang di lontari bazoka pun mengalami hal yang sama. Justru ada satu yang tewas di dalam mobil karena tidak siap dengan serangan.
Dan satu orang yang melempar bom pun sudah tewas karena di tembak Xiaoli menggunakan M15 yang sudah di beri peredam. Dan apa yang di lakukan Xiaoli membuat pasukan musuh terkesiap.
"Kita serang sekarang!" teriak Michael menggelegar di antara gelap malam.
"SERRAAAANG!!!" teriak kubu lawan yang juga ikut maju untuk menyerang.
"Dunia Mafia memang kelam, Michael! Dan aku ingin kau tewas malam ini! aku sungguh membenci mu sampai keturunanmu!" ucap seorang pria di dalam Hummer hitam. Menatap tajam dan penuh kebencian pada semua pasukan Black Hold.
"Tidak semudah itu membunuhku juga keturunanku, Brengsek!" ucap Michael seolah gumaman pria itu sampai di telinga Sang Mafia. Michael terus memicingkan matanya, sembari berlari mencari Hummer hitam yang ia yakini sebagai kendaraan pemimpin pasukan musuh.
Tangan kiri memegang Glock, tangan kanan memegang pedang yang sudah turun temurun. Dengan sangat lihai Michael memainkan pedang dengan ukiran naga di kedua sisi. Setiap anak buah musuh yang menghalanginya, pasti mereka akan mati di tempat karena sabetan pedang yang teramat tajam itu.
Jio, sang putra mahkota pun melakukan hal yang sama. Setelah mengemasi semua alat drone nya, ia segera berlari menuju pertahanan musuh dengan senjata yang sama dengan sang Ayah.
Dua lelaki Xavier yang sama - sama memiliki kekuatan penuh. Dengan keunggulan masing - masing. Dan Jio yang memiliki tubuh lebih ringan dari sang Ayah, bisa melesat dengan mudah di udara. Ia gunakan pundak para anak buah Black Hold sebagai pijakan untuk terbang dan bisa sampai lebih cepat di hadapan musuh.
Gerakan bapak dan anak yang sangat kompak, juga dengan bala bantuan bodyguard inti membuat musuh lebih cepat habis dan tewas di tepat.
Sedangkan Xiaoli yang bergerak senyap, memilih untuk mengintai seorang pria yang tidak turun dari Hummer, meski keadaan di luar sangat genting. Xiaoli berjaga - jaga agar mobil itu tidak kabur begitu saja.
' Dasar pengecut! beraninya sembunyi di ketiak anak buah! '
Gumam Xiaoli dalam hati, dari balik sebuah pohon besar di dalam hutan. Mata sang bodyguard muda memicing penuh amarah pada pria berusia setara Michael Xavier, 50 tahun.
' Kau perlu belajar pada Tuan ku, dialah satu - satunya pemimpin yang maju lebih dulu untuk menghabisi lawan! '
' Atau kalau kau malu, biar aku yang mengajari mu! '
Xiaoli terkekeh mengejek pada pria yang tak ia kenal itu. Pria berperawakan besar dan memakai topi ala detektif.
' Karena kau hanya menonton, bagaimana kalau ganti Tuanku yang menonton atraksi kita? '
Xiaoli menebar seringai kebencian.
Melangkahlah sang bodyguard muda, setelah melihat sang Tuan Besar masih berusaha membabat habis anak buah musuh bersama Tuan Muda.
Xiaoli sudah berada sangat dekat dengan mobil Hummer. Namun ia masih berada di baik pohon. Memastikan penjagaan musuh lengah terlebih dahulu.
"Sniper! berjalanlah ke utara! habisi mereka dari belakang!" perintah Xiaoli pada anak buahnya yang ia tugasi sebagai sniper.
"Siap, Tuan Xiaoli!"
"Bagus, Xiaoli!" puji Michael yang mendengar perintah Xiaoli pada anak buahnya.
Tidak berbesar hati, Xiaoli hanya tersenyum samar, meski sang Tuan Besar tentu tidak tahu ia sedang tersenyum untuk menghormati pujian yang ia berikan.
"Tunggu aku, Xiaoli! aku akan lewat sisi kiri! kita tangkap bersama pria itu!" ujar Jio dengan seringai.
"Siap, Tuan Muda!"
"Jangan lupakan Daddy, boy!" seru Michael yang akan berjalan di sisi kanan mobil.
__ADS_1
Dan saat langkah Jio, Michael sudah melintas di barisan mobil musuh, dan Xiaoli pun bersiap untuk muncul. Tiba - tiba dua anak panah meluncur dari dalam hutan di sebrang yang berpencar dan mengarah pada Jio dan Xiaoli yang fokus memastikan semua aman.
...🪴Bersambung ... 🪴...