
Di ruang tengah utama yang biasa di gunakan untuk berkumpul keluarga besar dari Michael dan Chania, seperti keluarga Oliver dan Sania berkumpul saat ini tengah di isi oleh Michael, dua bodyguard terbaiknya, sang putra mahkota dan keponakan laki-laki yang menjadi satu-satunya anak dari saudara ipar dan sahabatnya, Darrel Harcourt dan Oliver Harcourt.
Selain mereka, juga ada satu orang lagi yang saat ini tengah bersimpuh di lantai karena hendak mengakui sebuah kesalahan yang sudah ia lakukan selama ini.
Semua yang ada di dalam ruangan sudah berwajah tegang, karena menanti apa yang akan di akui oleh laki-laki berusia 22 tahun itu. Dari semua yang berwajah tegang, tentu tidak ada nama Jio yang termasuk.
Pemuda satu itu tetap berwajah datar, ketika Xiaoli berdiri dan hendak mengatakan sesuatu yang pasti akan membuat sang Tuan besar mengangkat glock di atas meja.
Jio mengamati jarak dan posisi Glock sang Ayah. Sang Ayah bisa mengambil dan melepas pelatuk glock itu tak lebih dari satu detik.
Meski Xiaoli bisa bergerak dengan cepat untuk menghindar, Jio yakin jika pemuda satu itu tidak akan berani melarikan diri.
Jio tersenyum penuh seringai. Baginya lebih baik semua tau sekarang, daripada terlambat dan semua akan semakin merasa kecewa. Dan lagi, ia tak mau sang adik yang baru pertama kali jatuh cinta mengalami trauma akan cinta.
Jio melirik pada dinding pembatas yang tidak ada pintu untuk menutupi jalan lebar keluar masuk untuk berpindah ruangan. Jio tau, sejak kedatangan Xiaoli, ada detak jantung juga yang berdebar di balik dinding. Meski tidak bisa melihat wajahnya, namun Jio dapat memperkirakan dengan pasti, siapa yang ada di sana.
"Kesalahan apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Michael dengan nada tidak terlalu tinggi, namun terdengar sangat dingin dan merobek jantung sang bodyguard muda.
Jellow, Dimitri dan Jack menatap lekat pada Xiaoli yang masih menunduk dalam. Menunggu jawaban apa yang terlontar dari mulut sang bodyguard.
"Maafkan saya, Tuan besar! Maafkan saya!" ulang Xiaoli kini semakin merasa bersalah karena sudah mengencani putri Tuannya. Suara sang bodyguard bergetar seolah penuh dengan penyesalan.
Dengan dirinya yang di panggil untuk kemudian di berikan sebuh jabatan yang tidak main-main adalah satu wujud dari kepercayaan sang Tuan besar kepadanya.
Dan itu menandakan jika selama ini ia memiliki dedikasi yang bagus dalam bertugas, sehingga di pilih secara khusus untuk menggantikan posisi seorang Jack Black pada generasi ke empat Black Hold.
"CEPAT KATAKAN!" sentak Michael sudah tidak sabar ingin segera tau, pengkhianatan macam apa yang sudah di lakukan oleh bodyguard yang ia percaya akan bekerja tak kalah baik dari seorang Jack Black.
__ADS_1
Bisa di bilang, kaki Xiaoli saat ini mulai gemetar meski tak terlihat. Rasa takut muncul begitu saja, tapi di tabrak langsung oleh tekad yang tak lagi ingin menjadi pengkhianat.
Di ruang sebelah, justru sudah ada gadis cantik yang seluruh tubuhnya mulai gemetar. Jantungnya sudah berpacu dengan kecepatan sekian ratus km/jam jika itu sebuah kendaraan.
Sedikit banyak tentu ia tau seperti apa bringasnya seorang Michael Xavier ketika marah karena seorang pengkhianat. Di sisi lain, ia juga tidak tau harus berbuat apa untuk mengontrol emosi sang Ayah.
Yang ia tau, hanya Mommy Chania yang bisa meredakan emosi sang Ayah dalam kondisi apapun juga. Karena kekuatan cinta mereka tidak perlu di uji lagi.
Ruangan masih sangat sepi, meski sebuah bentakan sudah terdengar memekak telinga siapa saja. Michael yang memang tidak sabaran dalam urusan penghakiman, seketika bangkit dari posisi santainya dengan sebuah tarikan nafas yang panjang dan kasar. Ia tidak suka ada yang bertele-tele dengan dirinya.
Tangan bergerak secepat kilat meraih glock yang ada di atas meja. Dan itu membuat yang ada di dalam ruangan membulatkan mata mereka meskipun sudah terbiasa melihat sang mafia mengongkang senjata.
Dengan sangat presisi, Michael mengarahkan ujung senjata tepat ke arah Xiaoli yang masih berjongkok memohon ampun. Sedang yang lain masih menanti jawaban dari sang bodyguard.
"Aku hitung sampai lima jika tidak segera bicara, aku akan mengirim jasad mu ke rumah orang tua mu!" ancam Michael sembari membuka kunci glock di tangannya. Yang mana jika sampai timah panas dari dalamnya meluncur, pasti akan jatuh tepat di tengah dahi pemuda itu.
Kalimat yang terlontar dari bibir Michael membuat Jia mendelik dengan mulut yang terbuka lebar. Posisinya yang sedang menguping itu membuatnya ingin sekali muncul dan ikut bersimpuh bersama Xiaoli. Berjuang bersama untuk mendapatkan restu dari sang Ayah.
' Mommy! Aku harus mencari Mommy! '
Gumam Jia segera melepas sepatu dengan pelan dan berjalan mengendap menaiki tangga tanpa alas kaki untu menemukan sang Ibu.
"Dan nilai terakhir yang kau dapatkan adalah pengkhianat!" desis sang Mafia. "Bayangkan! Betapa malu Ayahmu yang sangat setia itu sudah mengirim mu ke sini untuk menggantikan dirinya?" tanya Michael.
"Satu!" ucap Michael dengan sangat dingin.
Sementara lidah Xiaoli tercekat dengan angka yang ucapkan sang Tuan besar.
__ADS_1
"Dua!" suara Michael semakin dingin ketika menyebut angka yang kedua.
Sementara Jellow mulai duduk dengan tegap, menarik punggung dari sandaran sofa empuk dengan bahan terbaik.
"Tiga!" Michael semakin menatap tajam anak buah yang bekerja belum genap satu tahun itu.
"Em..."
"Saya telah membohongi Tuan besar dan juga seluruh penghuni istana! Saya berkhianat, Tuan! Saya berkhianat!" ucap Xiaoli masih menunduk dalam.
"Kebohongan apa yang sudah kau perbuat? cepat katakan! sebelum kesabaran ku habis, brengsek!" ujar Michael dengan gigi yang mengerat.
Pria satu ini sangat benci dengan pengkhianatan. Semua pengkhianat klan wajib mati di tangannya.
"Saya mencintai seorang gadis, Tuan!" jawab Xiaoli dengan suara tegas dan serius.
Michael, Jellow, Jack dan Dimitri mengerutkan kening mereka. Apa hubungannya mencintai seseorang dengan pengkhianatan? Sementara Michael tidak pernah melarang anak buahnya untuk menjalin hubungan dengan gadis manapun asal bukan gadis yang mencurigakan. Seperti perempuan yang menjadi suruhan musuh.
"Apa hubungannya mencintai seorang gadis dengan menjadi pengkhianat ku?" tanya Michael mewakili Jack, Jellow dan Dimitri. "Aku tidak pernah melarang kalian untuk menjalin hubungan dengan siapapun!" lanjut Michael hendak menurunkan senjatanya.
"Ya! Uncle Michael tidak pernah mempermasalahkan hal semacam itu, Xiaoli. Kenapa kamu sangat takut dan menganggap dirimu sebagai pengkhianat?" tanya Jellow dengan wajah tak percaya jika masalah sang bodyguard hanyalah masalah sepele.
XIaoli masih diam tak melanjutkan kalimatnya. Ia butuh watu untuk mengatur nafas dan keberanian untuk kalimat selanjutnya yang bisa saja akan membuat lehernya terpotong hari ini juga.
Sementara Jio tersenyum miring mendengar kalimat sepupunya. Karena Jellow memang tidak tau apa-apa tentang Xiaoli dan Jia.
Michael menghela nafas datar, seolah melepas emosi yang hendak terbakar namun tidak jadi keluar. Ia kunci kembali glock yang sudah terbuka. Membalikkan badan untuk kembali duduk di kursi khusus yang hanya boleh di duduki oleh sang Tuan besar Xavier.
__ADS_1
"KARENA GADIS ITU ADALAH NONA MUDA, TUAN!"
...🪴 Bersambung ... 🪴...