SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 37


__ADS_3

Pagi harinya, Chania yang belum sadar akan kesalahannya semalam tengah sibuk mencari - cari berkas miliknya di koper yang sudah dua bulan tak pernah ia buka.


Meskipun tak kunjung menemukan apa yang ia cari, gadis itu tetap bersemangat untuk menemukannya dengan duduk bersila di lantai.


Beberapa berkas mulai berserakan. Sampai akhirnya ia menemukan beberapa identitas keluarganya dan juga berkas yang ia butuhkan.


Chania tersenyum puas saat semua telah lengkap di tangannya. Kemudian ia merapikan kembali ke tempat semula, dan saat itulah ia kembali menemukan diary sang Mama yang hampir terlupakan.


"Sudah berbulan - bulan, kenapa aku selalu lupa untuk membacanya!" gerutu Chania.


Akhirnya gadis itu menepi, bersandar pada etalase besar. Tempat dimana Michael menyimpan arloji, kaca mata dan berbagai benda mewah miliknya.


Chania membuka halaman pertama, sebuah nama yang sangat ia kenal tertera di sana.


...🖤 Kimberly Reana 🖤...


Chania berlanjut membuka halaman selanjutnya setelah mengusap nama dengan gambar lover dari pena hitam itu.


Sebuah untaian kata tertuang di kertas yang sedikit usang itu. Namun tak membuat tulisan tangan seorang wanita memudar.


Sebaris tanggal tulisan itu tertera di bagian pojok kanan atas. Dimana jika hitung, maka tulisan itu di buat sekitar 23 tahun yang lalu


Dunia seakan berubah . . .


Saat aku melangkahkan kaki, meninggalkan rumah itu..


Rumah penuh luka.. penuh duka dan air mata..


Dimana rumah itu membuat ku merasa menjadi manusia paling kotor di muka bumi ini..


Rumah itu..


Dimana sebuah kesalahan aku lakukan..


Sampai aku pergi dengan membawa sebuah cinta suci..


Sepasang mata Chania melirik ke atas, seolah memikirkan arti dari tulisan pendek namun penuh dengan teka teki itu.


Saat hendak membuka halaman selanjutnya untuk mengartikan rangkaian kata yang ambigu. Suara pintu terbuka mengalihkan pandangannya.


"Belum ketemu?" tanya Michael yang sudah berpakaian rapi.


"Eh, sudah kok!" jawab Chania kembali memasang raut bahagia.


"Ayo cepat! kita sudah di tunggu!"


"Iya..iyaa! maaf!"


Chania segera merapikan semua dan mengembalikan ke dalam koper, termasuk buku diary sang Mama. Menunda rasa penasaran yang sempat merasuki hatinya.


Segera ia mengambil berkas yang dia butuhkan. Lalu beranjak mendekati Michael yang menunggunya di ambang pintu.


"Ini!" seru Chania memberikan berkas - berkas penting itu.


"Ganti baju mu!" perintah Michael saat melirik baju Chania kurang sesuai dengan keinginannya.


"Baiklah." jawab Chania antusias.


Michael memperhatikan data Chania yang kini berada di tangannya. Ada perasaan aneh, namun mau tak mau ia akan melakukan rencananya semalam.


"Ayo!" sargas Michael menarik tangan Chania.


Bibir Chania tak sedikitpun lepas dari senyuman. Seolah hari ini adalah hari yang sangat ia tunggu - tunggu selama hidupnya.


Michael dan Chania bersama menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi dan formal. Membuat Oliver yang tengah mengawasi para maid bekerja di buat terheran - heran.


Pasalnya hari ini adalah hari sabtu, dimana biasanya Michael libur bekerja. Dan keluar hanya saat urgent saja.


"Selamat pagi, Tuan muda Xavier." Sapa Oliver sedikit menunduk.

__ADS_1


"Hm!" jawab Michael cuek.


Oliver menatap tidak suka pada Chania yang seolah mengejeknya dengan sengaja merangkul lengan Michael dengan manja.


Dan semakin jelas saat melewati tubuh Oliver yang meremang. Chania menyempatkan kepalanya untuk menoleh ke belakang dengan sedikit menjulurkan lidahnya pada Oliver.


Oliver yang begitu muak, membalas dengan tatapan membunuh. Namun ia masih memiliki keyakinan, bahwa Michael Xavier sang Mafia, tidak mungkin menyukai Chania lebih dari saat di atas ranjang.


Namun tatapan membunuh seketika meredup, mengingat Chania yang memiliki jangka kontrak hingga satu tahun. Jauh dari sekretaris sebelumnya.


Tatapan Oliver terputus, ketika Michael dan Chania memasuki limousine mewah milik Michael Xavier.


Sepanjang perjalanan, tak hentinya Chania memeluk lengan Michael, bersandar di lengannya dan tersenyum pada Michael yang terlihat datar.


"Setidaknya selama sepuluh bulan ini, berpura - puralah mencintaiku." ucap Chania tiba - tiba dengan senyum yang tak ragu sama sekali.


Membuat Michael mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa gadis itu berfikiran seperti itu.


🌹 Flashback On . . .


"Morning?" sapa Michael yang sedari tadi sudah menatap lekat wajah cantik Chania yang masih terlelap di balik selimut tebal.


Mendapat sapaan yang baru pertama kali ia dapatkan selama ini, jantung Chania seketika berdebar.


Ada apa gerangan dengan pria buas itu? Kerasukan jin? Salah makan? Atau apa?


Namun apapun yang ada dalam pikirannya, Chania tetap tak sanggup untuk menahan senyum.


"Morning too!" balas Chania antusias sembari mengecup singkat bibir Michael.


"Tidurmu nyenyak?" tanya Michael.


Chania yang belum pernah mendapat pertanyaan itu pun seketika terpaku. Seolah mendapatkan rejeki nomplok yang luar biasa.


"Iya!" akhirnya hanya kata singkat itu yang keluar dari lidahnya yang mendadak kelu.


"Weekend bukan?" tanya Chania bingung. "Kenapa tidak siap? bukankah hari ini tidak ada meeting penting?"


Michael menggeleng pelan.


"Lalu? siap untuk apa?"


"Kita akan menikah hari ini!"


Chania mendelik, dengan mulut yang membentuk huruf O besar. Ia usap matanya beberapa kali. Meyakinkan diri jika dia memang sudah benar - benar bangun tidur. Saat kembali menoleh ke samping, benar! Michael masih menatapnya dengan tatapan serius seperti sebelumnya.


"Apa ini mimpi?"


"No!"


"Kamu bilang... em...kita akan menikah!" ucap Chania ragu. "Apa aku salah dengar?"


Michael menggeleng dengan senyuman samar. Sontak Chania terduduk dan berputar menghadap Michael yang masih terbaring.


"Kita menikah?" tanya Chania.


"Hemm!" Michael memejamkan matanya singkat sebagai perwakilan akan jawaban iya.


"Serius! kamu tidak sedang mengerjai ku kan?"


"Tidak! tapi dengan syarat!" ucap Michael.


"Syarat?"


"Iya!"


"Syarat apa?"


"Pertama, jangan beri tau siapa pun jika kita terikat dalam tali pernikahan! Termasuk seisi rumah ini! hanya kau, aku, Jack dan Dimitri yang tau!"

__ADS_1


"Kenapa begitu?"


"Apa kau tidak tau, seberapa bahaya menjadi istri seorang Mafia! bisa saja di luaran sana mereka menganggap kau orang yang sangat berharga bagiku, lalu berusaha menjadikan mu sebagai senjata untuk mengalahkan aku?"


"Senjata?"


"Menculik mu misalnya!"


Chania mengangguk pelan. Baiklah, untuk syarat pertama ia akui itu memang harus ia lakukan. Ia pun takut jika tiba di culik, atau bahkan mungkin di bunuh di tempat.


"Ok!" Chania kembali tersenyum, karena syaratnya cukup masuk akal. Mengingat Oliver tak menyukainya. Bisa saja kan wanita itu akan membayar orang untuk membunuhnya.


"Yang kedua, kita menikah sepanjang sisa kontrak mu!"


Senyum di bibir Chania seketika menghilang. Seolah pernikahan memang hanya sebuah permainan bagi seorang Michael Xavier.


Memang suatu kesalahan mengungkapkan perasaan pada seorang Michael Xavier. Mana mungkin pria berkuasa itu membalas cinta seorang budak sepertinya.


"Maksud kamu kita nikah kontrak?" tanya Chania sekuat hati.


"Iya!" jawab Michael datar.


"Kenapa begitu?" wajah Chania masih mendung.


Michael tersenyum tipis sembari membenahi posisi tidurnya menjadi bersandar pada kepala ranjang, sebelum menjawab pertanyaan Chania.


"Kau tau kan siapa aku? aku ini seorang Mafia!" jawab Michael. "Aku belum pernah mengenal cinta sebelumnya, apalagi menikah! Tapi jika dalam sisa kontrakmu kau bisa membuatku mencintai mu, maka pernikahan kita akan terus berlanjut! dan aku akan memperjuangkan dirimu!"


"Maksud kamu?" tanya Chania yang tak paham kalimat terakhir Michael.


"Bukan apa - apa!"


Chania terlihat belum bisa mempercayai jawaban Michael sepenuhnya. Namun ia berfikir, baiklah! setidaknya di sisa hidupnya ia pernah menyandang gelar Nyonya. Apalagi sebagai Nyonya muda Xavier.


Namun lagi - lagi pikirannya bahagianya di tepis oleh perjanjian yang tak di perbolehkan untuk memberi tahu siapa pun.


' Baiklah Chania! setidaknya kau akan menjadi istri pertama seorang Michael Xavier! dan hanya kau sekretaris yang pernah di nikahi nya selama ini! '


Batin Chania menyemangati dirinya sendiri.


' Dan jika aku beruntung, selama sepuluh bulan ini aku akan berusaha membuatmu mencintaiku! jika kamu mencintai ku, aku yakin kamu tidak akan keberatan memberiku tiga milyar untuk membayar hutang! Tiga milyar bagi mu hanya debu yang berkeliaran bukan? '


Lanjut Chania dalam hati.


"Setuju?" tanya Michael mengulurkan tangan untuk di jabat.


"SETUJU!" jawab Chania yakin menerima uluran tangan Michael.


"Sekarang mandilah! lalu siapkan berkas mu!"


"Okey!" jawab Chania tersenyum beranjak dari ranjang.


🌹 Flashback Off . . .


Dan jadilah mereka saat ini berada di pengadilan agama untuk melangsungkan pernikahan secara private.


.


.


🪴🪴🪴


Happy reading 🌹🌹🌹


See you tomorrow . . .


Jangan lupa tinggalkan like, komentar dan dukungannya ya kakak 🤩


Lebih - lebih mampir di novel Othor yang lain 🥰

__ADS_1


__ADS_2