SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 133


__ADS_3

Menggendong di depan dada seorang wanita yang malam ini dan seterusnya akan menjadi Ratunya, Michael menguar tersenyum saat memasuk kamar paling mewah di hotel itu. Sebuah kamar yang sudah di hias dengan berbagai macam dekorasi khas pengantin dan juga taburan kelopak bunga mawar merah di atas bedcover.


Mereka bukanlah pengantin baru. Tapi karena dunia baru mengetahui status mereka, sehingga Madalena, Oliver dan Selena sepakat menyiapkan kamar pengantin dan waktu yang benar - benar di khususkan untuk mereka.


Tak dibiarkan Chania ataupun Michael di sibukkan dengan baby twins mereka. Baby twins berada dalam pengawasan Madalena saat ini.


Mendudukkan Chania di sisi ranjang dengan pelan. Kemudian Michael segera berjongkok tepat di depan sang istri. Menjadikan satu lututnya sebagai penopang beban tubuhnya.


"Apa dulu ini yang kamu inginkan, Baby?" tanya Michael menatap sendu pada sang istri. "Mengucap janji suci pernikahan di hadapan banyak tamu undangan, kemudian malam harinya kita berpesta dan di lanjut dengan malam pertama yang indah..."


Chania tersenyum, hatinya terenyuh menatap suami yang dikenal sebagai Tuan Mafia kejam itu. Betapa pemandangan yang menakjubkan, melihat pria itu bersimpuh di depan kakinya, meremas lembut jemari lentiknya. Dengan mengucapkan rangkaian pertanyaan yang dulu ia impikan.


Hah... Dunia serasa milik Chania seorang.


"Dulu, sebelum aku mengenal Tuan muda Mm Michael Xavier, aku memimpikan sebuah pernikahan yang suci, yang sakral, dan berlangsung penuh rasa bahagia seperti hari ini." jawab Chania membelai wajah tampan. "Dan setelah pesta usai, maka malam itu akan menjadi malam pertama untuk ku. Memberikan yang terbaik dari diriku untuk suamiku." lanjutnya sendu.


Michael tersenyum dan sedikit geli pada dirinya sendiri. Dia memang mendapatkan kesucian itu. Tapi tidak di malam pertama setelah pengungkapan janji suci. Mereka justru mengikat janji suci setelah insiden yang tak pernah di bayangkan Michael sebelumnya.


"Maafkan aku, Baby..." lirih Michael mengecup lembut dan lama punggung tangan istrinya. Sepasang mata terpejam, menghirup aroma yang memabukkannya dari kulit halus sang istri.


"Tidak ada yang perlu di maafkan, Honey..." jawab Chania. "Dulu kamu tidak mencintaiku, jadi mana mungkin hal seperti ini akan terjadi. Dulu aku yang memaksamu untuk menikahi ku. Dan bagiku, mengkhayalkan apa yang aku mimpikan saat kita mengucap janji di gereja saja sudah cukup."


"Kalau begitu... malam ini kita mulai dari awal! kita lakukan apa yang dulu kamu mimpikan!" ucap Michael tersenyum tipis.


"Mana mungkin!" seru Chania. "Sekarang aku bukan lagi perawan! sudah beranak dua. Jelas rasanya sudah berbeda! hihihi!" kikik Chania. "Kamu bisa leluasa keluar masuk!"


"Hahahah!" gelak Michael. "Bagaimana kalau berperan seperti waktu itu, ha?" tanya Michael menggoda?"


"Memangnya waktu itu apa yang kamu rasakan?"


"Aku hampir gila, karena kesulitan menembus tubuhmu!" dengkus Michael.


"Hahaha!" tawa Chania meledak. "Kalau sekarang sudah seperti jalan tol, betul?"

__ADS_1


"Yaa.. mungkin itu benar. Tapi kamu lupa? hampir dua bulan kita tidak..." Michael menggantung kalimatnya. Ia naik turunkan kedua alisnya. "Pasti rasanya berbeda!"


"Hahaha!" Chania tergelak, meskipun Michael tanpa menjelaskan dengan detail kalimatnya, ia tahu apa yang akan di ucapkan suaminya.


"Mandi bersama, ya?" tawar Michael tersenyum nakal.


"Mana mungkin pengantin baru mandi bersama?" ucap Chania. "Si wanita pasti malu - malu! jangankan untuk mandi bersama, pakai lingerie saja sudah pasti malu setengah mati." Chania kembali tergelak.


Michael ikut tergelak kali ini, ia berdiri dan menarik tangan istrinya untuk berdiri.


"Kalau begitu, kita pakai mode pengantin lapuk!" ucap Michael sembari meraba resleting di punggung istrinya. Dengan perlahan ia turunkan kepala resleting hingga sampai di atas bokong. Dengan satu gerakan kecil, maka gaun pengantin ala Cinderella jatuh di lantai.


Michael tersenyum nakal, melihat istrinya yang kini hanya memakai ****** ***** berbalut celana shot ketat yang hanya sampai 5 cm di bawah gumpalan bokong saja.


Sedangkan bagian dada sudah menggelantung payudara ibu menyusui, yang jelas ukurannya lebih besar dari biasanya. Tidak ada br*, karena br* sudah menyatu dengan gaun.


Michael mundur satu langkah. Pria yang masih memakai tuksedo itu mengamati istrinya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Menatap nakal dengan sorot lapar.


"Honey! ini memalukan!" ucap Chania menutupi dada dengan menyilangkan tangan di dada.


Kemudian dengan sigap mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar mandi.


Michael melepas sisa kain yang menempel di tubuh istrinya, kemudian CD satu - satunya yang menutupi tubuhnya.


Berdua, berendam di dalam bathub dengan air hangat bertabur kelopak mawar asli yang sudah di siapkan oleh pihak WO. Melepas lelah, melunturkan keringat dan sisa make up pengantin.


Waktu terus berjalan, detik berubah menjadi menit, menit terus berputar hingga tanpa terasa satu jam sudah berlalu. Kini dua tubuh telanjang itu ada di atas tempat tidur berukuran king size.


Bergelung dan meraih nikmat dunia bersama. Bibir saling bertaut, tangan sang pria bergerilya di hamparan kulit mulus nan putih sang wanita. Sedang sang wanita, bergerak tak beraturan, menggeliat kecil. Menikmati desiran yang sulit untuk di ungkapkan.


Bibir tipis Sang Mafia mulai turun, menyisir area leher, hingga mendaki bukit kembar sang wanita. Membelai dengan sapuan lidahnya. Menggoyang puncak yang menegang dengan gerakan lidah mulai dari tempo pelan sampai cepat. Mengulumnya, menghisap hingga menyedot seperti bayi kelaparan.


Jika lidah fokus pada satu bagian, maka bagian satunya berada dalam genggaman sang pria. Sesekali jemari kekar memainkan puncak sensitif istrinya.

__ADS_1


Terus seperti itu, dan di lakukan secara bergantian. Hingga tubuh di bawah Sang Mafia bergerak naik turun. Kedua tangan meremas rambut hitam legamnya dengan khidmat.


"Aaahhh..."


Lenguhan panjang terdengar begitu menggairahkan di telinga Tuan Mafia.


Sesuatu telah meledak di bawah sana. Yang membuat sang wanita menggelinjang nikmat. Bukan kali pertama merasakan hal itu. Tapi rasanya selalu lebih nikmat dari sebelumnya.


Tubuh sang wanita kembali normal, terasa sedikit lemas tapi tak ingin semua itu berakhir. Justru semakin terpacu dengan apa yang baru saja ia rasakan.


Sang pria mulai menuruni bukit, dan semakin turun hingga sampai di bulatan kecil. mencium beberapa kali, sebelum akhirnya ia sampai di lembah inti yang sudah basah.


Menyisir sekitarnya dengan sapuan lidah yang basah, membuat sang wanita seperti tak lagi sanggup bernafas. Melihat ke bawah ada kepala sang suami yang asyik menyapu lembah curam, terjal namun selalu ingin di raih oleh sang pria.


Sang wanita memejamkan mata, saat tangan sang pria mulai membuka kakinya. Seolah memintanya untuk menunjukkan apa yang ia sembunyikan di balik lipatan.


Begitu terbuka lebar, tak butuh berfikir dua kali untuk si pria menurunkan kepala, menyusup di antara dua paha. Menjulurkan lidah dan bermain - main di sana.


Menggerakkan kepala dan ke kanan, seolah tak sanggup menerima deburan yang di berikan sang suami. Hingga tanpa tubuhnya kembali bergetar untuk kedua kalinya.


Tersenyum puas, Michael kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya. Mengecup beberapa kali wajah cantik itu.


"Baby, maukah kamu mengulum milikku?" tanya Michael penuh harap.


Tanpa menjawab, Chania mengangkat punggungnya untuk duduk. Meminta sang suami untuk berdiri menggunakan dua lututnya sebagai tumpuan, maka ia kerjakan apa yang di minta oleh Sang Mafia.


"You good, Baby..." desis Michel melihat bibir ranum sang istri menenggelamkan kejantanannya sampai tak terlihat.


Malam semakin larut, dua tubuh telanjang semakin larut dalam buaian surga dunia. Sampai pada akhirnya dua tubuh anak manusia kembali menyatu untuk kesekian kali semenjak mereka bertemu.


Sudah tak dapat lagi mereka hitung, berapa kali mereka bercinta, bercumbu dalam gelora asmara yang memabukkan. Yang jelas malam ini, adalah malam pengantin mereka, malam pertama mereka bisa kembali bercinta setelah sang wanita melahirkan.


...ðŸŠī Happy reading ðŸŠī...

__ADS_1


Othor mau kasih saran aja... Yang jomblo jangan baper, yang pasangannya tidak ada di samping jangan terlalu mendalami deh... takut nggak kuat.. hehehe 🙏😉


Salam, Lovallena 😘


__ADS_2