
Hari telah berlalu, pagi itu adalah pagi yang cerah ketika Xiaoli Chen melajukan mobil sekelas Alphard untuk menjemput Tuan Muda Harcourt, anak tunggal dari pasangan Oliver dan Darrel.
Sebelum berangkat ia sempat mengirim pesan pada sang kekasih yang mungkin masih tidur. Karena weekend adalah waktu terbaik untuk Mahasiswa maupun pekerja kantor mengistirahatkan diri dan otak mereka.
Mobil yang di kemudikan oleh Xiaoli berhenti di tempat parkir khusus. Xiaoli dan Antonio setia menunggu private jet yang membawa Tuan Muda Harcourt dari Perancis. Mereka sengaja sampai satu jam lebih cepat dari jadwal yang di tentukan.
Duduk dengan tegap ponsel Xiaoli Chen berbunyi dan di sanalah nama Jia muncul. Sebuah nama yang di sematkan khusus oleh Xiaoli, yaitu Bao Bao dengan sebuah emoticon love merah di sisi kanan.
Bao Bao adalah bahasa Mandarin untuk memanggil anak kecil. Tapi juga biasa di gunakan untuk memanggil pasangan atau kekasih, untuk menunjukkan perhatian lebih dan rasa gemas.
Tidak mungkin jika ia menyematkan nama Jia di sana. Tentu Xiaoli takut jika ada teman bodyguard yang iseng membaca pesan atau membuka ponsel miliknya.
Meskipun foto profil Jia bisa diketahui oleh bodyguard yang menyimpan nomor sang Nona Muda, setidaknya resiko itu tidak sebesar jika ia menuliskan nama Jia di daftar kontak.
Padahal emoticon love yang di sematkan Xiaoli bisa mengundang rasa penasaran bodyguard yang membacanya. Tentu merea akan penasaran seperti apa kekasih seorang Xiaoli Chen. Bodyguard baru yang cukup di unggulkan di Klan Balck Hold. Dan cukup di andalkan oleh sang Taun Besar.
"Pagi, Amore mio! Sudah sampai Bandara?"
Amore mio adalah bahasa Italia yang artinya CINTAKU. Setidaknya nama Amore adalah nama yang di sematkan oleh Jia untuk nama Xiaoli di ponselnya sejak semalam. Emoticon mencium, menjadi teman untuk nama Amore yang ia sematkan.
Sederhana namun romantis. Karena serasa mendapatkan perhatian lebih, ketika nama kita di sematkan nama panggilan yang khusus. Apalagi di sertai emoticon khusus. Karena memilih emoticon juga tidak mungkin sembarangan, bukan?
"Sudah, Bao Bao!"
Balas Xiaoli dengan mengulum senyum, ketika membaca panggilan baru yang ia dapatkan pagi itu. Dunia serasa milik mereka yang baru merajut cinta. Dan yang lain hanya di anggap serpihan noda yang tak terlihat oleh mereka.
Sampai Xiaoli tidak sadar jika Antonio sedari tadi mengamati teman bodyguard yang berusia jauh di bawahnya itu.
"Kamu punya kekasih?" tanya Antonio datar dengan mata yang memicing. Baru kali ini ia melihat Xiaoli tersenyum samar melihat layar ponsel.
Sadar di ajak bicara oleh Antonio, Xiaoli melirik bodyguard senior yang sudah di anggap bagai saudara sendiri oleh Xiaoli.
"Paman mau tau saja!" jawab Xiaoli memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jaket. Lalu kembali menatap ke arah pintu keluar dimana Tuan Muda Harcourt di kabarkan akan keluar dari sana.
__ADS_1
Antonio tersenyum miring, sebagai senior ia sudah hafal dan katam dunia yang di lakoni oleh para dara muda.
"Xiaoli?" panggil Antonio dengan nada yang penuh makna. "Kamu ini tampan juga baru 21 tahun, dan 22 tahun minggu depan. Untuk apa mengikat hati dengan seorang gadis?" tanya Antonio.
"Memangnya kenapa?" tanya Xiaoli heran. Ia baru berbahagia mendapatkan cinta Nona Muda, tapi kenapa sudah ada kalimat seperti ini muncul di pendengarannya.
Menghela nafas panjang, Antonio menepuk pundak Xiaoli, lalu berbisik.
"Kamu baru saja keluar dari kuil, bukan?" tanya Antonio, yang kemudian di angguki oleh Xiaoli. "Sebelum kamu mengikat diri dengan seorang gadis, sebaiknya kamu menjajal gadis - gadis di luaran sana! sangat menyenangkan kau tau!" ucap Antonio penuh dengan seringai.
"Kamu tinggal pilih, ada yang sudah berpengalaman, juga ada yang masih perawan." lanjut Antonio. "Saran ku, karena kamu masih perjaka, coba dengan yang berpengalaman. Mereka bisa mengajarimu dengan sangat sempurna. Setelah kamu lihai, baru jajal perawan!" ucap Antonio tergelak nakal.
"Apa itu harus?" tanya Xiaoli datar.
"Ya... setidaknya coba dulu... kalau kamu mau, coba tanya Andreas. Sepertinya dia masih sering ke club malam untuk bermain - main." ucap Antonio masih dengan berbisik. "Di sana banyak gadis cantik yang bisa kamu kencani di hotel! Gaji mu sebagai bodyguard inti berlimpah, bukan?"
Mendengar kalimat Antonio memang terdengar menggiurkan, tapi Xiaoli justru serasa ingin muntah, membayangkan diri mengkhianati Jia dengan melakukan hal semacam itu dengan gadis lain. Di saat kekasihnya jauh lebih mahal dan lebih dari segalanya.
Xiaoli menatap heran pada Antonio, tapi juga tidak menyangkal jika usia muda memang sangat di penuhi dengan hawa nafsu. Ia sendiri setiap dekat dengan sang kekasih selalu bereaksi. Hanya saja ia tak ingin bodoh dengan mengikuti hawa nafsu yang membutakan mata hati.
"Jadi bagaimana?" tanya Antonio. "Tidak usah malu... semua bodyguard selalu menghabiskan waktu di club maupun di panti pijat saat libur kerja."
"Tidak perlu, paman. Terima kasih." pungkas Xiaoli tak ingin membahas hal itu lebih jauh dan lebih lama dengan seniornya.
Antonio terkekeh mendengar penolakan Xiaoli, "Kalau tidak kamu manfaatkan gaji mu yang besar itu untuk bersenang - senang, sepertinya kamu akan jadi bodyguard paling kaya di mess!" celetuk Antonio. "Bahkan mungkin Tuan Jack dan Tuan Dimitri kalah kaya nanti!" kekeh Antonio.
Menghela nafas panjang, Xiaoli berucap, "Karena kekasih ku bukan sembarang kekasih, Paman! aku perlu banyak uang untuk menggapainya!"
Sontak Antonio menoleh pada Xiaoli, ia seolah tak percaya dengan apa yang di sampaikan Xiaoli. Ia tatap lekat wajah bodyguard muda yang ia akui jauh lebih tampan darinya itu.
"Maksud kamu, kekasih mu anak konglomerat?" tanya Antonio dengan mata terbelalak.
Xiaoli mengangguk, mengiyakan pertanyaan Antonio.
__ADS_1
"Dia tau kalau kamu seorang bodyguard?" tanya Antonio memicingkan matanya.
Xiaoli kembali mengangguk, "Dia sangat tau jika aku seorang bodyguard. Dia juga tau seberapa besar gajiku. Dan dia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu." ucap Xiaoli.
"Okay, dia tidak mempermasalahkannya. Tapi orang tuanya?" Antonio memicingkan matanya.
Kali ini Xiaoli terdiam. Kemudian menarik nafas panjang dan dalam. Lalu terakhir ia menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku belum berani menghadap kedua orang tuanya, Paman. Dan dia juga melarang ku untuk melakukan hal itu. Setidaknya tidak dalam waktu dekat ini." jawab Xiaoli lalu kembali terdiam.
Antonio terdiam untuk sesaat. Ia seolah tengah berpikir berat untuk masa depan Xiaoli. Anak ini masih terlalu muda dan minim pengalaman untuk berhubungan dengan keluarga konglomerat di kota sebesar ini.
Antonio saja masih membayangkan, seperti apa kelak pemuda yang berani mendekati Nona Muda Xavier. Tentu tidak mudah untuk bisa menjadi menantu laki - laki di keluarga Xavier. Karena orang kaya banyak rahasia.
Berbeda dengan Jio dan Gerald yang bebas memilih gadis mana saja, asal mereka pandai menjaga rahasia.
Contohnya tidak jauh darinya, Tuan Besar Michael yang di ketahui orang hanya sebagai orang kaya nomor satu di Italia dengan bisnis besar yang menggurita, nyatanya juga berhubungan dengan dunia hitam yang tidak bisa lepas begitu saja. Meski Tuannya sudah berusaha untuk tidak bermusuhan dengan pihak manapun.
' Lalu Xiaoli? '
' Orang kaya seperti apa yang menjadi orang tua kekasihnya? '
Antonio menatap resah pada Xiaoli. Pemuda itu memang tampan. Bahkan prestasi di dunia bela diri dan pertempuran tidka perlu di ragukan lagi. Bahkan lebih gesit di banding dirinya saat muda dulu.
Tapi yang di miliki Xiaoli hanya itu. Soal harta?
Sedikit banyak tentu Antonio mengenal Ayah Xiaoli yang merupakan pensiunan bodyguard Klan Black Hold.
***
Sementara di sebrang sana, Jia juga senyum - senyum tidak jelas, ketika membaca panggilan yang di sematkan oleh Xiaoli. Ia baru saja searching, apa arti dari kata Bao Bao.
...🪴 Bersambung ... 🪴...
__ADS_1