
Hati sudah bergemuruh. Ingin marah, tapi pada siapa? Chania tidak sepenuhnya bersalah jika selama mereka berpisah dan ia dekat dengan laki - laki lain.
Tapi, apa semudah itu dirinya di lupakan oleh gadis lugu yang berani menyatakan cinta lebih dulu padanya itu?
Apa semudah itu, Chania melupakan cinta pertamanya?
Apa semudah itu, Chania melupakan pria yang sudah merengambil kesuciannya?
Apa semudah itu Chania melupakan malam - malam panjang yang mereka lalui dengan pergumulan?
Apa semudah itu, Chania melupakan siapa ayah biologis dari janin yang di kandungnya?
Dan lebih herannya lagi, kenapa ada pria yang mau mendekati wanita hamil? Apa saking cantiknya sang istri?
"Aku yakin tidak akan semudah itu kamu melupakan aku, Chania..." lirih Michael meyakinkan bahwa dirinya tetap sebagai satu - satunya penghuni lubuk hati Chania yang terdalam.
Dengan gundah ia mulai membuka pesan chat dari Reno. Dan tangannya berselancar dari atas ke bawah, guna mencapai chat pertama.
Terlihat tanggal chat pertama Reno lebih dari tiga bulan lalu. Lebih tepatnya saat ia masih pusing - pusingnya mencari Chania.
' Enak sekali kamu bisa ber chatting ria dengan istriku, sementara aku di buat pusing mencarinya! '
Gerutu Michael kesal.
π© Chef Reno
~ Selamat sore, Carina... ini aku, Reno. Simpan nomor ku, ya!
Michael mencibir pesan pertama yang di kirim Reno dengan gerakan bibirnya. Namun kemudian ekspresinya berubah, saat membaca pesan balasan Chania.
β’β’β’ Oh, halo, Chef!
Terima kasih atas bantuannya ya, Chef.. Saya jadi punya ponsel lagi βΊοΈ
Emoticon senyum manis yang berada di belakang membuat Michael menarik nafas dalam dan membuangnya berat.
~Tidak sedang sibuk?
β’β’β’ Tidak, Chef! ada yang bisa saya bantu?
~Makan malam bersama, mau?
β’β’β’ Maaf, Chef.. tapi saya tidak bisa.
~Kenapa, Carina?
β’β’β’ Saya janji untuk makan malam bersama Gia, Chef.
~Dimana?
β’β’β’ Di rumah Gia
~Oh.. ya sudah kalau begitu βΊοΈ
β’β’β’ Ya, Chef!
~See you, Carina π
β’β’β’ See you too, Chef.
Ekspresi Michael berubah - ubah membaca banyaknya pesan yang berada di bawahnya. Meskipun sebenarnya tak banyak balasan Chania untuk Reno.
Pesan yang tertanggal hari itu adalah chat yang paling membuat Michael penasaran. Hingga ia fokuskan untuk membaca.
~Carina, aku dengar kamu resign mendadak! ada apa dengan mu?
__ADS_1
~Kamu kenapa? ada masalah? bukankah kamu gigih akan terus bekerja untuk biaya kamu melahirkan nanti.
~Carina, ceritakan padaku apapun masalah yang sedang kamu hadapi!
~Carina, baca pesanku, please! atau ada masalah dengan kandungan kamu sampai kamu harus pergi mendadak begini?
~Carina...??
~Aku sekarang di depan rumahmu, tapi rumahmu sepi. Sebenarnya kamu dimana?
~Kata orang sekitar kamu pergi bersama seorang laki - laki yang di kawal banyak bodyguard! apa itu suamimu yang brengsek itu?
β’β’β’ Maaf, Chef! aku tidak pamit dengan Chef juga teman - teman tapi aku harus kembali.
β’β’β’ Ya, aku pergi bersama suamiku.
~Bukankah suami mu b*jing*n? kenapa kamu mau kembali padanya?
~Carina, apa kamu meragukan ketulusanku? aku serius menyukaimu, Carina. Bukankah aku sudah bilang, aku akan menerima anak kembar mu! Aku akan mengaggap mereka seperti anakku sendiri.
β’β’β’ Maaf, Chef! aku rasa mereka akan lebih baik jika bersama ayah kandungnya.
~Ayah kandung macam apa yang meninggalkan istrinya yang tengah hamil demi wanita lain?
β’β’β’ Sebenarnya...
~Apa?
β’β’β’ Sebenarnya tidak seperti itu, Chef. Maafkan saya sudah berbohong π
~Carina! bicaralah yang jujur! aku menerima dirimu apa adanya.
β’β’β’ Maaf, Chef! Sebaiknya Chef jangan menghubungi saya lagi. Suami saya bukan orang sembarangan. Saya tidak ingin membahayakan orang lain.
~Aku tidak takut dengan pria brengsek, Carina!
~Kita bertemu, ya?
β’β’β’ Tidak, Chef. Saya akan mengirimkan ponsel ini dalam bentuk ke restauran.
β’β’β’ Terima kasih, sudah meminjamkan ponsel mahal ini untuk saya.
~Aku tidak membutuhkan ponsel itu, Carina. Aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu.
β’β’β’ Aku pasti baik - baik saja, Chef. Chef jangan khawatir.
~Aku takut jika suami mu menyakitimu lagi, Carina...
~Carina.. kenapa tidak membalas pesanku?
Tangan Michael mengepal erat. Ingin rasanya ia meninju pemilik nama Reno yang kini seolah menjadi musuh keluaran terbaru.
Bukan dari dunia hitam, bukan pula karena urusan bisnis. Melainkan karena hadir dalam hidup sang istri.
"Jadi ponsel ini bukan murni milik Chania?" lirihnya mengamati benda pipih itu dan kemudian meremasnya kuat. Ingin rasanya melempar benda itu sekencang mungkin. Jika perlu menghantam manusia bernama Reno.
Sepertinya rasa bosan membaca chat belum datang. Bahkan ia meminta urusannya di handle oleh Jack. Mengalihkan panggilan telpon demi mengetahui seluruh isi chat dalam ponsel.
Namun ia merasa tak tenang, sebelum membereskan nama Reno. Ia ambil ponselnya sendiri kemudian menghubungi nomor sang tangan kanan.
"Jack! cari yang bernama Reno di restauran tempat Chania bekerja!" perintah Michael dengan lirih agar Chania tak bangun. "Bawa dia menemui aku besok siang!" perintah Michael.
Jawaban tegas Jack, terdengar dari sebrang panggilan. Membuat Michael mengakhiri saluran telfonnya. Kemudian melirik Chania yang masih terlelap. Michael beralih pada Chat bernama Gia.
Obrolan yang ia tangkap dari chat antara Chania dan Gia, tak begitu membuat Michael berubah mood. Hanya saja ia terfokus pada chat yang masuk hari itu.
__ADS_1
π© Gia
~Carina, kenapa resign? siapa yang setia menjaga meja kasir kalau bukan kamu?
~Kenapa kamu Off terus sih? aku dengar dari management, yang mengajukan kamu resign suami kamu. Suami mu orang kaya, ya? sampai bisa dengan mudah membuat status mu resign dalam sekejap.
~Kamu tau, aku tidak percaya jika ternyata sebenarnya kamu itu Nyonya besar.
~Tapi bagaimana dengan Chef Reno? dia sedari pagi kebingungan. Bahkan dia tadi keluar untuk ke rumah mu.
β’β’β’ Iya, Gia. Maafkan aku, semua berjalan begitu cepat. Aku tidak menyangka suami ku bisa menemukan aku.
~Carina, jika suamimu berkhianat lagi, katakan padaku. Aku akan menghajarnya!
β’β’β’ Hahaha... sayangnya kamu belum tau siapa suamiku.
~Aku tau, suami mu pasti putra konglomerat. Minimal seperti tamu VIP yang aku ceritakan kemarin.π€ Tampan, gagah, dan kaya raya. Hanya saja ekspresinya terlihat menyeramkan.
β’β’β’ π
~Aaahh.... atau jangan - jangan dia benar suamimu!
~Aku sempat lihat, kamu di kejar oleh bodyguard tamu VIP!
~Apa itu benar, Carina? aku yakin IYA!
~Oh, my God π±π± aku seperti tidak percaya kau adalah istri seorang Michael Xavier! π²
β’β’β’ Apa yang kamu bicarakan, Gia.
~Carinaaa... jangan berbohong! please!
~Pantas saja kamu selalu menolak Chef Reno. π€
β’β’β’ Bukan begitu, Gia!
~Iya!
β’β’β’ Tidak!
~IYA!
β’β’β’ TIDAK!
~Terserah kamu! yang jelas aku mendukungmu kembali menjadi Nyonya Xavier. π₯°
β’β’β’ Hemm.. π
~Carina, jika kau tidak keberatan, bolehlah kenalkan aku pada konglomerat juga!
~Carina?
~Carina?
~Carina! balas chat ku!
~Pasti tidur! π
Michael menghela nafas. Ia merasa cemburu. Kedekatan Chania dengan Reno ternyata bukan hanya melalui chat. Tapi sampai di ketahui karyawan lainnya.
' Baiklah, kita lihat! apa kau masih berani menghubungi Chania, setelah kau tau siapa suaminya! '
desis Michael dalam hati dengan tangan yang terkepal. Seolah mempersiapkan tinjuan paling kuat yang ia miliki.
πͺ΄πͺ΄πͺ΄
__ADS_1
Happy reading πΉπΉπΉ