
"Aku ingin tau, sejauh apa dirimu bertahan untuk tidak melawanku!! desis sang Mafia.
Bertempur sudah menjadi keahliannya sejak usia belasan tahun. Dan itu membuatnya sanggup melawan maupun menyerang tanpa ancang-ancang sekalipun.
Tanpa aba-aba, Michael melangkah lebar bersiap untuk menendang sang bodyguard dengan kekuatan penuh sebagai akhir dari penghakiman kali ini.
Satu tendangan yang di sengaja Michael kali ini memang di rencanakan untuk menendang dada sang bodyguard dengan sangat kencang tanpa menahan diri seperti sebelumnya. Ia bahkan sudah bersiap untuk mengeluarkan tenaga dalam yang ia miliki.
Jika sampai terkena, ya.. mungkin Xiaoli akan wassalam jika ia tidak berusaha untuk menghindar minimal dua langkah untuk mengurangi tekanan yang akan ia terima.
Tiga orang yang berdiri di tepi an gedung, saling melirik satu sama lain. Ketiganya berbicara melalui sorot mata yang bisa dengan mudah di baca oleh yang lain. Dan kembali menatap dua orang beda usia di tengah ruangan, setelah ketiganya mengangguk misterius.
Entah apa yang sedang di rencanakan oleh mereka.
Dua langkah lagi telapak kaki Daddy Michael akan sampai di dada Xiaoli, namun di detik yang sama pintu terbuka dengan sangat lebar disertai dengan hentakan daun pintu pada dinding yang terdengar cukup keras.
Sebuah teriakan kencang dari seorang gadis yang berhasil menghalau salah satu bodyguard utama klan Black Hold satu detik kemudian.
"DADDY STOOOPPP!!!!"
Sontak semua mata yang ada di dalam ruangan menoleh ke arah Xiaoli Chen dengan mata yang terbelalak lebar. Di mana suara teriakan itu berasal dari posisi Xiaoli Chen berdiri.
"Jia!" pekik Xiaoli lirih, menatap rambut hitam sang gadis dengan nafas naik turun.
Tepat di depan sang bodyguard, Jia berdiri tanpa rasa takut. Ia seolah bersiap untuk menerima tendangan dari sang Ayah demi melindungi Xiaoli yang berdiri di belakangnya dengan mata terbuka lebar, karena tidak percaya dengan apa yang di lakukan sang kekasih untuknya.
Lalu bagaimana dengan tendangan Michael yang mengarah pada dada sang bodyguard?
Terkejut oleh suara pintu, siapa sangka suara seorang gadis yang sangat ia kenali sudah terdengar dari jarak yang sangat dekat. Dan dengan mata tajamnya ia juga melihat gerakan Jia yang teramat sangat cepat.
Ia tak pernah menyangka jika Jia bisa bergerak sedemikian cepat, hingga kini sudah berada di depan tubuh Xiaoli Chen. Melindungi sang bodyguard dari tendangan mematikannya.
Reflek michael mengalihkan apa yang ingin ia lakukan. Dengan tanpa perencanaan ia mengarahkan kaki yang sudah berayun, untuk jatuh di atas lantai. Menghentak kuat dan keras pada lantai.
__ADS_1
Bersamaan dengan suara tapak kaki sang Mafia menghantam lantai, maka bergetar lah seluruh bangunan itu. Hingga semua terkesiap karena takut jika bangunan yang di bangun dengan kokoh itu tiba-tiba ambruk akibat emosi yang terlampau meluap dari sang Mafia, di tambah dengan keterkejutan akibat kemunculan putrinya secara tiba-tiba.
Jack, Jellow dan Jio terlibat aksi saling pandang untuk kesekian kalinya, setelah khawatir bangunan akan ambruk. Ketiganya terkesiap, dan nyaris saja berlari untuk menarik orang-orang yang ada di tengah ruangan. Namun ketika teringat bangunan itu di bangun anti gempa, maka ketiganya kembali bernafas lega, setelah baru saja menahan nafas mereka.
Semetara di ambang pintu, ada Mommy Chania yang berpegangan erat pada kusen. Sang istri mafia sangat terkejut, ketika hendak masuk mengikuti langkah putrinya, namun tiba-tiba getaran seperti gempa bumi menggoyahkan tubuhnya.
"Apa yang terjadi?" gumam Mommy Chania yang tidak terlalu memahami tenaga dalam sang suami.
"Tidak apa-apa, Nyonya..." ucap Dimitri dari posisi nya berdiri.
Michael, pelaku dari getaran yang terjadi, terengah hebat dengan posisi yang kembali berdiri menjejak tanah. Hampir saja tendangannya akan mengenai putrinya sendiri.
Jika sampai tendangan itu mengenai putrinya, sudah pasti ia akan menjadi orang yang paling menyesal di muka bumi ini. Apalagi jarak Cla setengah langkah lebih dekat dari posisi Xiaoli Chen.
"F*CK!!" dengkus sang Mafia merasakan dirinya hampir saja gagal mengendalikan diri.
"Apa yang kamu lakukan, Jia!" tanya sang mafia dengan berdesis.
Sementara itu, di arah pintu masuk Mommy Chania berjalan mendekati sang putra mahkota, bertanya tanpa suara tentang apa yang terjadi. Namun Jio hanya menjawab dengan sebuah kode untuk memperhatikan terlebih dahulu.
Mommy Chania mengangguk untuk saat ini. Tapi sungguh, ia sudah tak sabar untuk segera mendekati sang suami supaya berhenti membentak putrinya yang di rasa sudah menahan rasa takut.
Tersenyum miring, "Ya! Kamu benar! Daddy sudah tau semuanya! Betapa selama ini Daddy seperti mainan untuk kalian berdua. Ya! Itulah yang Daddy tau!" ujar sang mafia dengan gigi yang mengerat kejam.
Jia menggelengkan kepalanya, tidak setuju dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ayah.
"Bukan begitu, Daddy..." lirih Jia masih menunduk.
"Kalau bukan begitu, lalu apa namanya?" tanya Michael. "Kalian secara sadar menjalin hubungan dengan cara sembunyi-sembunyi dariku. Lalu apa tujuan kalian jika tidak untuk mempermainkan Daddy?" tanya Michael. "Menyepelekan Daddy dan Mommy seenak kalian!" geram sang mafia.
Mommy Chania membuka mulutnya lebar dan reflek menutup mulutnya menggunakan jemari lentiknya. Ia belum bisa percaya sepenuhnya dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami. Tapi melihat putrinya berdiri di depan XIaoli, rasanya sudah lebih dari cukup untuk menjadi bukti jika apa yang di ucapkan sang suami adalah benar.
"Maafkan Jia, Daddy... Jia hanya takut Daddy akan menolak hubungan kami..." lirih Jia dengan air mata yang sudah tidak sanggup untuk di tahan lagi.
__ADS_1
"Jia..." ucap sang Mommy dengan nafas sedikit terengah. Karena tak percaya ternyata sang putri berani menjalin hubungan dengan bodyguard tanpa sepengetahuan keluarga.
Semua menoleh pada Mommy Chania yang terlihat sangat shock, termasuk Jia yang melihat melalui ekor matanya. Karena belum berani mengangkat kepalanya.
Hingga Jio dan Jellow reflek memeluk pundak sang Ibu dari sisi kiri dan kanan.
"Menyingkir lah! Aku akan membuat perhitungan pada laki-laki yang sudah berani mengencani mu secara diam-diam!" desis Michael pada putrinya. "Aku paling benci di khianati! Dan aku paling benci di perlakukan seperti badut seperti ini.
"Tidak.... Daddy..." lirih Jia menggelengkan kepalanya pelan dengan menahan isakan. "Jangan sakiti Xiaoli..." pintanya dengan air mata yang sudah menetes.
"MINGGIR JIA!" bentak Michael sambil menyingkirkan lengan Jia secara kasar dan bersiap untuk kembali menyerang sang bodyguard dengan cara yang sudah gagal tadi.
Reflek Mommy Chania dan tiga laki-laki di sekitarnya berlari menghampiri tiga orang di tengah ruangan. Mommy Chania berada di depan dada sang suami.
Sedangkan Jio berada di depan Xiaoli sebagai perisai. "Stop, Daddy!"
Lalu Jellow menangkap tubuh Jia yang terhuyung ke arah kanan. "Kamu sungguh keterlaluan, Jia..." lirih sang sepupu.
Lalu ada Jack di belakang Tuannya, menahan agar sang Tuan besar tidak lagi melanjutkan emosinya.
"Stop, Honey! Stop!" ucap Mommy Chania menahan tubuh kekar itu untuk maju menghampiri sang bodyguard.
"Menyingkir lah, Baby... Aku tidak suka putri ku sendiri mengkhianati ku!" pinta Michael dengan dada yang masih bergemuruh, tapi air yang selalu menyurutkan amarahnya tiba-tiba sudah berada di depannya.
"Jia tidak mengkhianati, Daddy..." sahut Jia yang kini berada di dalam pelukan Jellow dengan tangis yang sudah tidak tertahan, ketika melihat wajah tampan Xiaoli babak belur hingga mengeluarkan sedikit darah. "Jia hanya mencintai dia, Daddy... Kami ingin bersama..."
Mommy Chania yang masih berusaha meredam amarah sang suami, menoleh dan menatap putrinya dengan tatapan iba.
Haruskah ia merestui hubungan yang di awali dengan sembunyi-sembunyi itu?
Tapi ia sendiri tidak suka anak-anaknya menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi. Apalagi masih berada di lingkungan yang sama.
...🪴 Bersambung ... 🪴...
__ADS_1