SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 85


__ADS_3

Ada getaran tersendiri di dalam dada. Ketika kembali mengingat di mana akan ada seorang anak yang memanggilnya dengan sebutan yang belum pernah ia dapatkan yaitu, Daddy.


"Ya... begitulah!" jawab Chania memutar bola mata bingung, saat mendapatkan pertanyaan yang menggetarkan hatinya. "Dia akan memanggil kamu Daddy jika kamu menganggapnya anak."


Lanjut Chania membuat Michael mengerutkan keningnya hingga mendongak sang istri dengan tatapan mengintimidasi.


"Kenapa kamu berfikir aku tidak menganggapnya anak?" tanya Michael bernada protes.


"Bukankah Tuan Muda Michael Xavier tidak ingin memiliki anak?" sindir Chania langsung pada inti terdalam dari kalimat yang pernah di ucapkan Michael kala itu. Satu kalimat yang membuat Chania ragu untuk mengaku sedang hamil.


Michael tertawa lepas dengan mendongakkan kepalanya ke langit - langit kamar.


"Hahahaha!" tawa Michael mendominasi ruangan itu. "Sorry, Baby..." ucapnya kemudian menciumi perut Chania. "Jadi karena itu kamu tidak memberitahuku tentang kehadirannya?"


"Hemm!" Chania mengedipkan mata pelan sebagai jawaban.


Tersenyum hambar, "Dulu aku pikir tidak ada yang istimewa dengan adanya seorang anak. Tapi setelah aku menemukan...." Michael merogoh saku celananya. "Ini!" menunjukkan empat buah testpack Chania.


"Kapan kamu menemukan itu?" tanya Chania sedikit terbelalak. Tak menyangka benda itu ada di saku Michael. Itu artinya pria itu membawanya sejak sebelum bertemu dengannya.


Desiran aneh kembali merasuki hati Chania, yang memang sebenarnya sudah luluh sejak beberapa saat yang lalu. Kecepatan detak jantung pun sedikit bertambah saat Michael mengecup benda itu. Terlihat jika pria itu begitu jatuh hati dengan kehamilannya.


"Sudah lama." jawab Michael kembali mengamati benda itu. "Sejak aku menemukan ini... aku jadi berubah pikiran. Ada sesuatu lain yang menyusup ke dalam hati kecilku, saat Jack mengatakan jika pemilik benda ini tengah hamil."


"Jack?" tanya Chania.


"Ya... Hahah!" Michael terkekeh mengingat kebodohannya. "Awalnya aku tidak tau benda apa ini. Kemudian aku tanya pada Jack yang saat itu berada di kamarku. Dan dia bilang, ini alat tes kehamilan. Dan hasil dari benda ini adalah positif, yang artinya sang pemilik tengah hamil."


"Hahahaha!" Chania tertawa lepas. "Ternyata Jack lebih peka dari pada Tuannya!"


"Beraninya kamu bilang Jack lebih unggul dariku!" dengkus Michael memicingkan matanya.


"Kenyataannya dia tau, kamu tidak!" ucap Chania. "Padahal kalian sama - sama penikmat wanita!" gerutunya lagi, namun kali ini merasa sedikit sesak. Seolah ada rasa cemburu yang ikut menyusup.


"Apapun alasannya, aku tidak suka ada yang lebih dariku di matamu!" Desis Michael penuh penekanan sembari meletakkan testpack di atas bantal.


"Hihihi! dasar Tuan Mafia!" celetuk Chania memukul lengan Michael.


Tersenyum sinis, Michael mulai bergerak mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya. Dan tanpa permisi mencoba meraih bibir istrinya.


"Eits!" ucap Chania menutup mulut Michael dengan tangannya. Padahal dua senti meter lagi dua bibir akan bertabrakan. "Aku mau tanya satu hal!"


"Hm!" jawab Michael yang tak bisa bicara karena terhalang tangan Chania.


"Pernahkah saat kita bercinta, lalu yang ada di benak kamu, adalah wanita lain?"


Michael menarik paksa tangan Chania, "pertanyaan gila!" sembur Michael kesal.

__ADS_1


"Hahah!" Chania terkekeh. "Aku kan penasaran."


"Sebaiknya kamu mulai membayar hutangmu." dengkus Michael.


"Ta... ummmh!"


Entah kalimat apa yang akan di ucapkan Chania. Karena Michael sudah terlanjur menyambar bibirnya. Memainkan bibir manis itu dengan berbagai macam gerakan lembut pada bibir tipis yang memabukkan.


Memaksakan lidahnya untuk bisa merengsak masuk ke dalam mulut Chania. Dan mengobrak - abrik isinya dengan aksi liar Michael.


Aa... sorry sorry, bukan liar. Karena sepertinya dia sedang dalam mode manis - manis manja. Mengingat istrinya yang sedang hamil. 😀


Dan untuk pertama kalinya seorang Michael akan menyatukan tubuh dengan wanita berbadan dua yang perutnya sudah membuncit. Aa... seperti apa rasanya?


"Tidak ada larangan untuk bercinta kan?" tanya Michael.


"Ada!"


"Jangan membohongi aku lagi!" sembur Michael lagi, sebelum Chania berhasil menjalankan aktingnya. "Dia harus tau siapa Daddy nya!"


"Hahah!" Chania terkekeh.


Dan Michael kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Chania. Sedangkan tangannya mulai mencari kenikmatan lain dari tubuh istrinya.


Merengkuhkan telapak tangannya pada gumpalan di dada, Michael tampak sangat menikmati remasannya. Namun ia belum puas jika tidak menyentuh secara langsung. Sehingga tangan Michael bergerak cepat untuk melepas pengait br* di punggung.


Dalam hitungan detik, bagian dada sudah tak terhalang oleh apapun.


"Jangan di lihat begitu!" protes Chania menutup mata Michael. Namun dengan cepat tangan itu di tepis oleh Michael.


"Payudara mu terlihat semakin berisi, Baby..."


"Memalukan..." lirih Chania.


"Hahaha! sejak kapan kamu malu?"


"Sudah lama tidak pernah telanjang begini di depanmu, tentu saja aku malu!" Chania menutupi dadanya.


Michael terkekeh geli. Ya, istrinya tetap sama. Ia yakin selama kabur tak ada yang menyentuh bagian terdalam Chania.


Kedua tangan Michael merayap, menyingkirkan tangan Chania dan meraih masing - masing satu buah. Meremasnya dengan lembut dan penuh hasrat.


"Hemm!" desisnya di tengah tubuhnya yang memanas akibat meremas benda paling kenyal di dunia. Apalagi saat memainkan puncaknya. Bukan hanya tubuh istrinya yang menegang. Melainkan ular piton nya ikut menegang.


"Jangan rakus - rakus, itu untuk calon Baby nanti!" goda Chania.


"Sebelum dia tau rasanya, sebaiknya aku merasakan lebih dulu!" seru Michael dan langsung melahap puncak dada Chania.

__ADS_1


"Aahh!" lenguh Chania menggigit bibir bawahnya, tak tahan saat Michael dengan rakusnya menghisap puncak dada dan memainkannya bergantian.


Lidah Michael begitu lincah bermain di puncak yang sudah mengeras itu. Bergerak ke kanan dan kiri, atas dan bawah. Sedang jari lainnya asyik menggerak - gerakkan puncak satunya. Membuat Chania ikut terbakar nafsu. Tubuhnya memanas, menginginkan sang suami melakukan aktifitas itu lebih lama atau bahkan lebih dari itu.


Akibat sudah empat bulan lamanya tak pernah bercinta, hanya butuh beberapa saat Michael bermain di dadanya, tubuh Chania sudah bergetar. Ia angkat tubuhnya sedikit dengan mata terpejam, dengan mencengkeram sprei, ia mendapatkan pelepasan pertamanya.


Michael merasa puas, karena Chania mendapatkan apa yang ia inginkan. Michael bergerak turun ke bawah, menciumi perut buncit hingga sampai di pangkal paha.


Menciumi sekitarnya, sembari menurunkan kain segitiga yang menyembunyikan surga dunia miliknya.


Dengan penuh kerinduan, ia hirup bau yang berasal dari bagian itu. Seolah menghirup bau bunga sakura yang sedang bersemi. Untuk kemudian mengikuti naluri bercinta. Melakukan hal - hal yang mungkin memalukan jika di lihat orang lain. Namun memabukkan bagi mereka yang sudah terbakar nafsu birahi.


Waktu terus berjalan, dua kali sudah tubuh Chania bergetar. Pergerakan Michael begitu membawanya terbang hingga di cakrawala tertinggi.


Sampai pada akhirnya, dua bagian inti yang basah saling bertemu. Bertatap muka dan saling bergesekan.


Chania menyiapkan tubuhnya, menguatkan pinggul jika sewaktu - waktu inti lawan merasukinya.


Dan... dengan penuh kelembutan, Michael menusukkan benda keras miliknya ke dalam lorong inti yang di penuhi ****** *****.


Entahlah, ******* seperti apa yang keluar dari masing - masing bibir. Yang jelas, di ruangan itu, kamar mewah itu, dua tubuh manusia tengah bersatu dalam ikatan suci.


Dinding - dinding kedap suara menjadi saksi bisu ******* yang beradu. Menjadi pelindung agar tak ada siapapun yang mendengar hentakan keras dari dua bagian tubuh.


Ada rasa tersendiri dalam percintaan mereka malam ini. Rasa rindu, rasa bangga karena saling memiliki beradu menjadi satu.


Meskipun tak banyak gaya yang bisa mereka lakukan, nyatanya keduanya bisa mendapatkan pelepasan secara bersamaan.


Michael mendaratkan kecupan dalam pada kening sebagai tanda terima kasih untuk segalanya. Lalu di ikuti kecupan - kecupan lembut di sekitar wajah. Terakhir mendaratkan kecupan pada perut Chania.


Momen romantis itu belum berakhir. Karena Michael mengangkat tubuh lengket Chania ke dalam bathub. Membawanya untuk mandi bersama. Membayar kerinduan - kerinduan yang terpendam. Menepiskan rasa kecewa, dan kini tinggalkan benih - benih cinta yang kembali bermekaran.


***


"Kapan mereka kembali ke Roma?"


"Kami tidak mendapatkan kabar tentang itu, Nyonya. Yang jelas..."


"Apa?"


"Gadis itu..."


"Kenapa gadis itu? cepat katakan!"


"Hamil, Nyonya!" jawab cepat seorang pria berpakaian pengawal dengan menunduk dalam.


"Apa!!"

__ADS_1


🪴🪴🪴


Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_2