
Di sisi lain, Bening diam-diam mengambil handphone Nando yang beberapa menit yang lalu baru saja terlelap. Wanita itu dengan hati-hati membuka kunci layar handphone Nando dengan menggunakan sidik jari Nando.
"Akhirnya terbuka juga. Kenapa aku nggak kepikiran dari dulu untuk mencari tahu nomor handphone Dimas dari handphone Nando?"gumam Bening lirih.
Perempuan itu merasa lega bisa membuka layar kunci handphone Nando. Bergegas membuka kontak handphone Nando mencari nama Dimas.
"Kenapa nggak ada nama Dimas di handphone Nando? Apa dia menyimpan nomor Dimas dengan nama lain?"gumam Bening masih terus men-scroll layar handphone Nando menerka-nerka, kira-kira Nando menyimpan nama Dimas dengan nama apa. Tapi Bening tidak menemukan nama yang kira-kira adalah nama Dimas.
"Apa mungkin, dia tidak mempunyai nomor
telepon Dimas? Ah, aku coba cari nomor telepon Ayana saja. Nanti aku bisa menanyakan nomor telepon Dimas melalui nomer telpon Nando ini. Jadi Ayana tidak curiga kalau aku yang meminta nomor telepon Dimas nanti,"gumam Bening lirih.
Bening kembali men-scroll layar handphone Nando untuk mencari nama Ayana atau mungkin nama lain yang dipakai Nando untuk menyimpan nomor telepon Ayana. Tapi hasilnya nihil.
"Dia tidak memiliki nomer telepon Ayana maupun Dimas? Menyebalkan sekali. Saudara macam apa dia?"gerutu Bening, menatap kesal pada Nando yang tidur dengan lelap.
"Nggak mungkin aku nanya ke papa atau mama, nomor telepon nya Ayana. Akhirnya-akhir ini saja, Ayana menunjukkan ketidak kesukaannya padaku. Apalagi kalau aku nanya nomor telepon Dimas pada mereka. Bisa bertambah curiga mereka padaku,"gumam Bening membuang napas kasar.
Namun saat kembali menatap layar handphone Nando, Bening tiba-tiba mengernyitkan dahinya saat melihat sebuah kontak yang di simpan Nando dengan nama Noval.
"Noval? Aku seperti pernah mendengar nama ini? Siapa, ya, dia? Aku seperti pernah mendengar Nando menyebut nama Noval ini,"gumam Bening mencoba mengingat-ingat siapa orang yang bernama Noval. Wanita itu nampak berpikir keras untuk mengingat siapa orang yang bernama Noval itu.
"Tak"
Bening menjentikkan jari jempol dan telunjuknya dengan senyum sumringah yang menghiasi bibirnya saat bisa mengingat sesuatu tentang orang yang bernama Noval.
"Aku ingat. Nando mengatakan bahwa pria yang bernama Noval ini adalah orang yang pernah ingin dijodohkan dengan Ayana oleh keluarga Nando. Dan orang ini juga yang waktu itu datang ke pesta pernikahan ku dan Nando. Waktu itu trauma Ayana kambuh saat ada pria yang bernama Noval ini. Ya. Benar. Itu dia. Sepertinya aku bisa memanfaatkan pria ini untuk menyingkirkan Ayana. Aku merasa jika waktu itu trauma Ayana kambuh karena pria yang bernama Noval ini. Aku melihat papa seperti tidak suka saat berbicara dengan Noval waktu itu. Aku juga melihat, waktu itu Dimas menatap tajam pada pria bernama Noval ini. Bahkan waktu itu Dimas juga mengatakan agar Noval tidak mendekati Ayana lagi. Akhirnya... aku menemukan cara untuk menyingkirkan Ayana. Aku akan membuat trauma Ayana kambuh dengan melihat Noval. Lalu dia akan masuk rumah sakit jiwa karena terkena gangguan mental,"gumam Bening dengan senyuman licik di bibirnya.
__ADS_1
Bening segera menyalin kontak Noval dan mengirimnya ke handphonenya. Setelah itu Bening menghapus pesan di handphone Nando yang baru saja di kirimnya ke handphonenya. Dan mengembalikan handphone Nando ke atas nakas. Bening berbaring di samping Nando dengan wajah yang terlihat bahagia. Menemukan ide untuk menyingkirkan Ayana dari Dimas.
Bening ingin memiliki Nando yang lebih kaya dari Dimas, tapi juga ingin memiliki Dimas yang lebih tampan, gagah, berkarisma, berwibawa dan lebih cerdas dari Nando. Intinya, bagi Bening, Nando hanya memiliki keunggulan lebih kaya dari Dimas. Sedangkan Dimas adalah sosok yang sempurna bagi Bening jika saja Dimas tidak jatuh miskin. Perempuan itu tidak sadar diri, jika yang menyebabkan Dimas jatuh miskin adalah dirinya. Dan dengan tega dan egoisnya meninggalkan Dimas di saat Dimas terpuruk.
Keesokan harinya setelah sarapan, Bening bersiap-siap untuk pergi. Pagi ini Bening nampak sangat bersemangat setelah mendapatkan ide untuk menyingkirkan Ayana dari Dimas.
"Kamu mau kemana?"tanya Nando yang melihat Bening sudah berpakaian rapi. Saat ini Nando sedang berada di ruang tamu seraya membaca majalah bisnis.
"Aku mau pergi mengunjungi ibu, sayang. Sudah beberapa hari aku tidak bertemu dengan ibu. Aku rindu pada ibu,"ujar Bening beralasan,"Boleh, ya!"bujuk Bening agar Nando mengijinkan dirinya pergi.
"Kamu mau kemana?"tanya Hilda saat melewati ruangan tamu dan melihat Bening sudah berpakaian rapi. Tidak memakai pakaian yang biasa di pakai sehari-hari di rumah.
"Aku ingin mengunjungi ibu, ma. Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan ibu. Aku rindu pada ibu,"ujar Bening beralasan sama seperti alasannya pada Nando tadi.
"Kamu tidak akan lama, 'kan, mengunjungi ibu kamu? Kamu ingat, 'kan, jika hari ini ada jadwal Nando untuk fisioterapi?"tanya Hilda menatap Bening lekat.
Semua itu karena Bening terlalu senang saat mendapatkan ide untuk menyingkirkan Ayana dari Dimas. Berharap setelah menyingkirkan Ayana, dirinya bisa mendekati Dimas dengan leluasa tanpa ada Ayana yang menghalangi dirinya. Sampai-sampai Bening lupa kalau hari ini harus menemani suaminya melakukan fisioterapi.
"Mama dengar dari pelayan, akhir-akhir ini kamu suka keluar rumah lama. Bahkan setiap sore pasti keluar rumah. Kamu keluyuran ke mana saja? Kamu mama suruh berhenti bekerja agar kamu bisa fokus merawat Nando dan papa. Bukan keluyuran nggak jelas. Lagi pula, kamu itu sedang hamil, tidak baik jika terlalu sering bepergian. Kalau kelelahan bisa membahayakan kandungan kamu,"cerocos Hilda terdengar tidak suka.
Akhir-akhir ini Hilda memang selalu bertanya pada pelayan di rumahnya tentang kegiatan Bening. Entah mengapa semakin lama Hilda semakin curiga jika Bening berniat untuk mendekati Dimas. Karena itu, setiap hari Hilda selalu menanyakan tentang Bening pada pelayan di rumahnya.
Sedangkan Nando hanya bisa menghela napas, diam tanpa berkomentar apapun. Karena apa yang dikatakan oleh mamanya adalah benar.
"Aku hanya ngidam makan sesuatu dari tempatnya langsung, ma. Jadi harus keluar rumah,"ujar Bening beralasan. Menunjukkan wajah yang memelas.
"𝙇𝙖𝙢𝙖-𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙘𝙚𝙠𝙞𝙠 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙞𝙣𝙞, 𝙞𝙗𝙪 𝙢𝙚𝙧𝙩𝙪𝙖. 𝙎𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙘𝙚𝙧𝙚𝙬𝙚𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙟𝙖. 𝙆𝙚𝙨𝙚𝙡 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙞𝙖,"geram Bening dalam hati.
__ADS_1
Akhir-akhir ini Bening sibuk mencari tahu di mana alamat rumah kontrakan Dimas yang baru. Bahkan mencoba membuntuti Dimas yang pulang dari perusahaan Geno. Namun karena Dimas mengendarai motor dengan kecepatan di atas rata-rata dan menyelip serta menyalip beberapa kendaraan, Bening jadi selalu kehilangan jejak Dimas.
"Ya sudah. Usahakan jangan terlalu sering keluar rumah, apalagi kalau sore hari. Tidak baik untuk kesehatan kamu dan janin yang ada di dalam kandungan kamu. Lagi pula, kalau sore itu lalu lintas selalu macet, otomatis kamu akan lama berada di jalan dan akan lama duduk di dalam mobil. Nggak baik seorang ibu hamil terlalu lama duduk. Mama mau berangkat ke butik dulu. Kamu jaga baik-baik Nando dan papa,"ujar Hilda.
"Iya, ma,"sahut Bening tersenyum tipis, tepatnya senyum yang dipaksakan.
Hilda beralih menatap Nando,"Mama pergi dulu, Nan!"pamit Hilda pada Nando.
"Iya, ma,"sahut Nando.
...🌟"Jangan mencari pasangan yang sempurna, karena tidak akan pernah ada. Carilah pasangan yang bisa membuat mu merasa sempurna." 🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
Notebook :
Fisioterapi adalah terapi yang digunakan untuk mempertahankan kekuatan serta kelenturan otot dalam kondisi medis jangka panjang, seperti stroke, artritis, hingga cedera patah tulang. Selain membantu pemulihan fisik, manfaat fisioterapi adalah mencegah risiko cedera yang berkelanjutan.
.
To be continued
__ADS_1