
Keesokan harinya, Dimas ke kantor polisi bersama psikolog Ayana untuk memberi keterangan. Video tentang Ayana dan Bu Nur yang memukuli Noval dan pria berambut gondrong pun menjadi viral di televisi dan media sosial.
Sedangkan Dimas menghindar dari para wartawan, tidak ingin hubungannya dengan Ayana di ketahui publik. Mengingat Ayana yang masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah atas. Hanya psikolog Ayana yang berbicara di depan para wartawan tentang trauma yang di alami oleh Ayana. Menjelaskan mengenai Ayana yang brutal menghajar Noval adalah sugesti yang di berikan oleh psikolog itu.
Psikolog itu mengatakan, bahwa Ayana tidak akan berbuat brutal seperti itu, jika orang itu tidak punya maksud buruk pada dirinya. Bu Nur juga memberikan keterangan yang mengatakan bahwa Noval dan pria berambut gondrong itulah yang memotong, sekaligus menghadang motornya, hingga dirinya dan Ayana jatuh. Bahkan beberapa orang teman Ayana yang melihat pria berambut gondrong itu menghampiri Ayana juga ikut bersaksi. Kesaksian teman-teman Ayana pun di dukung dengan rekaman cctv dari sekolahnya.
"Dasar tidak berguna! Menculik seorang gadis saja tidak becus. Malah sampai babak belur di hajar anak kecil dan emak-emak lagi. Dan parahnya lagi, sampai dilaporkan ke polisi. Untung saja waktu itu aku tidak mengatakan identitas ku kepada-nya. Kalau tidak, aku pasti akan terseret juga dalam masalah ini. Dan si Dimas ini, kenapa dia selalu saja datang menjadi pahlawan buat Ayana, sih! Jika dia tidak datang, pasti Ayana akan masuk penjara karena membunuh Noval,"gerutu Bening setelah menonton video Ayana yang sangat brutal menghajar Noval. Bening juga melihat pemberitaan tentang Ayana yang viral di televisi dan di media sosial itu.
Bening merasa sangat kecewa karena rencananya tidak berhasil. Padahal Bening sudah sangat berharap, jika Ayana akan masuk ke rumah sakit jiwa karena traumanya akan kambuh saat bertemu dengan Noval. Atau masuk penjara karena menganiaya Noval dengan brutal sampai Noval meninggal. Namun kenyataannya, semua yang terjadi tidak sesuai ekspektasi Bening.
"Pa, Ayana viral di televisi dan media sosial, pa. Semua orang jadi tahu tentang trauma Ayana, pa,"ujar Hilda yang tergopoh-gopoh menghampiri Geno dengan wajah panik.
"Apa maksud mama?"tanya Geno yang terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Hilda, apalagi melihat ekspresi panik Hilda.
"Papa lihat ini!"ucap Hilda seraya menyodorkan handphonenya pada Geno.
Geno melihat video yang di putar Hilda di handphonenya. Geno nampak sangat geram setelah menonton video dan pemberitaan tentang Ayana di handphone Hilda.
"Beraninya dia ingin berbuat macam-macam pada Ayana! Dia berprilaku seperti pemuda terhormat, tapi ternyata tidak lebih dari seorang bajingan,"geram Geno setelah melihat video dan pemberitaan tentang Ayana yang viral di televisi dan media sosial.
"Mama menyesal karena telah menjodohkan Ayana dengan dia, pa,"ujar Hilda dengan wajah penuh penyesalan.
__ADS_1
"Papa juga salah, ma. Tapi semuanya ada hikmahnya. Jika tidak ada kejadian seperti itu, Ayana tidak akan bertemu dan menikah dengan Dimas,"ujar Geno yang merasa sedikit tenang saat mengingat, karena kejadian itu, dirinya bisa memiliki menantu seperti Dimas.
"Mama juga menyesal, karena dulu mama suka menghina dan merendahkan Dimas. Ternyata dia pemuda yang baik, bertanggung jawab, dan cerdas. Dia bisa menjaga dan mendidik Ayana lebih baik dari kita. Ayana menjadi wanita yang bisa menjadi istri yang baik untuk Dimas, atas bimbingan Dimas. Aku malu pada anak itu, pa,"ujar Hilda menghela napas panjang. Tergurat jelas penyesalan di wajahnya yang masih terlihat cantik di usianya yang mendekati lima puluh tahun.
"Mama benar. Papa juga malu. Tapi papa juga merasa bersyukur dan bahagia bisa memiliki menantu seperti Dimas. Papa tidak menyangka jika papa bisa memiliki menantu seperti Dimas. Pemuda yang tenang, bijaksana, dewasa, dan sangat bisa diandalkan. Baru bekerja selama sekitar satu bulan di perusahaan kita, tapi sudah bisa membuat gebrakan di perusahaan kita. Satu minggu yang lalu, dia bahkan memproduksi secara besar-besaran produk yang baru saja kita luncurkan. Papa yakin, kali ini perusahaan kita akan meraup banyak keuntungan,"ujar Geno antusias.
"Papa benar. Kita sangat beruntung memiliki menantu seperti Dimas,"sahut Hilda penuh syukur.
"Tapi papa tidak habis pikir, kemarin-kemarin Noval tidak melakukan hal ini? Kenapa tiba-tiba sekarang dia melakukan hal ini?"gumam Geno merasa ada yang janggal dengan peristiwa yang terjadi pada Ayana.
"Iya, ya, pa. Mama juga merasa aneh,"ujar Hilda menimpali.
"Oh, ya. Kita telepon Dimas dulu. Papa ingin tahu bagaimana keadaan Ayana,"ujar Geno seraya meraih handphonenya.
Geno menghubungi Dimas dan mengaktifkan mode loud speaker agar Hilda bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Halo, pa,"sahut Dimas dari sambungan telepon.
"Halo, Dim! Bagaimana keadaan Ayana?"tanya Geno cepat. Pria paruh baya itu nampak sudah tidak sabar ingin tahu keadaan putrinya.
"Ayana sudah lebih baik, pa. Papa tidak perlu khawatir! Setelah kejadian kemarin, aku langsung membawanya ke psikolog,"ujar Dimas yang sebenarnya baru saja ingin menemui Geno untuk membicarakan masalah tentang Ayana itu.
__ADS_1
"Syukurlah. Papa dan mama sangat terkejut melihat Vidio itu. Papa akan menuntut orang yang bernama Noval itu. Kita harus memberikan pelajaran padanya,"ujar Geno yang menjadi sangat geram pada Noval.
"Iya, pa. Sebenarnya aku baru saja ingin menemui papa untuk membicarakan soal itu. Papa tahu sendiri, untuk saat ini, aku tidak mungkin menuntut dia. Karena, jika aku menuntut dia, publik akan tahu bahwa Ayana sudah menikah. Dan itu tidak akan baik, mengingat Ayana masih sekolah. Saat ini, aku hanya bisa mengaku sebagai tunangan Ayana. Aku benar-benar minta tolong pada papa soal masalah ini. Aku akan mencari pengacara terbaik di kota ini untuk menangani kasus ini. Aku tidak ingin orang itu mengulangi perbuatannya suatu hari nanti,"ujar Dimas panjang lebar.
"Kamu jangan khawatir! Papa pasti akan menuntut dia. Papa akan usahakan agar dia meringkuk di jeruji besi,"ujar Geno dengan mata yang berkilat tajam.
"Jika kamu ingin bekerja, bawa saja Ayana ke sini, Dim! Mama akan menjaganya,"tawar Hilda tulus.
"Terimakasih, ma. Ayana sudah lebih baik, kok. Cuma, hari ini terpaksa belum bisa sekolah. Biar Ayana benar-benar merasa tenang dulu. Di sekolahnya, Ayana pasti jadi perbincangan hangat teman-temannya. Jadi, untuk sementara waktu, aku akan meminta izin agar Ayana bisa belajar di rumah,"ujar Dimas memutuskan.
"Baiklah, terserah apa kata kamu. Papa dan mama yakin, kamu lebih tahu apa yang terbaik untuk Ayana dan pada papa dan mama. Kalau begitu, papa akan segera membuat tuntutan atas masalah ini,"ujar Geno yang kali ini benar-benar bertekad untuk menjebloskan Noval ke penjara,
"Iya, pa. Terimakasih!"ucap Dimas tulus.
"Kamu tidak perlu berterimakasih kepada papa. Ini memang tugas papa sebagai orang tua. Seharusnya, papa dan mama yang berterimakasih padamu, karena kamu telah menjaga dan membimbing Ayana dengan baik. Melakukan hal yang tidak bisa kami lakukan selama ini,"ujar Geno jujur adanya.
"Aku hanya berusaha sebaik yang aku bisa, pa,"sahut Dimas yang tidak pernah bersikap sombong.
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued