SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
111. Licik


__ADS_3

Bening menatap kesal ke arah mertuanya. Kedua tangannya mengepal menahan kekesalannya.


"𝘿𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙣𝙚𝙣𝙚𝙠 𝙨𝙞𝙝𝙞𝙧! 𝙈𝙖𝙠 𝙡𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧! 𝘼𝙣𝙖𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙗𝙪 𝙨𝙖𝙢𝙖-𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣. 𝘿𝙞𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙠𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪. 𝘼𝙠𝙪 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡 𝙢𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙚𝙧𝙩𝙪𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙙𝙞𝙖,"gerutu Bening dalam hati.


Padahal semua yang dikatakan oleh Hilda itu adalah benar dan untuk kebaikannya. Namun karena akhir-akhir ini Bening merasa Hilda mengekang dirinya, Bening menjadi benci pada Hilda. Apalagi semua yang disarankan Hilda itu menghalangi dirinya untuk mendekati Dimas. Dari melarang dirinya kembali bekerja di kantor dan sekarang malah di larang sering-sering keluar rumah.


Hari itu Bening mengantarkan Nando untuk melakukan fisioterapi. Setelah pulang dari menemani Nando fisioterapi, Bening mengantarkan Nando ke kamar dan membantu Nando berbaring. Nando sudah bisa sedikit-sedikit berjalan dengan bantuan tongkat.


"Kamu mau kemana?"tanya Nando saat Bening hendak keluar dari dalam kamar mereka.


"Aku ingin minum jus buah. Aku akan membuatnya dulu. Apa kamu mau?"tanya Bening memasang senyuman manis di bibirnya.


"Boleh,"sahut Nando.


"Baiklah. Kamu tunggu di sini dulu, ya!"pinta Bening masih dengan senyum manisnya.


"Hum,"sahut Nando.


Bening keluar dari dalam kamar itu dengan senyuman yang memudar. Tidak ada lagi wajah manis penuh senyuman tadi, yang ada hanya wajah yang terlihat kesal.


"Kapan, sih, dia sembuh? Merepotkan sekali. Aku berasa bukan jadi istrinya, tapi jadi baby sister nya,"gerutu Bening seraya melangkah menuju dapur.


"Bik! Buatkan aku jus buah dua gelas! Kalau sudah selesai, taruh di sini dulu. Nanti aku ambil. Ingat! Aku tidak mau rasa jus buahnya asam! Bikin yang satu gelas nggak terlalu manis, dan yang satunya manis!"ujar Bening dengan suara.ketus.


"Iya, non,"sahut pelayan yang biasa memasak dan selalu membantu Ayana memasak saat Ayana pulang ke rumah itu.


Bening keluar dari dapur itu menuju ke arah kolam renang. Sedangkan pelayan tadi menatap Bening dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


"Jadi menantu saja sok banget. Non Ayana yang jelas-jelas putri Tuan dan nyonya saja nggak sombong kayak dia. Mana kalau minta di bikinin apa-apa suka rewel lagi. Kemarin minta di bikinin jus buah udah manis, masih dibilang kurang manis. Dasar dia nya aja yang asem. Makanya sudah dibikinin yang manis juga masih kerasa asem di mulut dia,"gerutu pelayan itu sambil membuat jus buah yang di minta oleh Bening.


"Ada apa, Bik? Kok, ngedumel gitu?"tanya seorang pelayan perempuan yang lebih muda.


"Itu, tuh, non Bening. Minta dibikinin jus buah. Mana kalau minta di bikinin apa-apa suka rewel lagi. Kurang ini lah, kurang itu, lah! Rewel"curhat pelayan yang lebih tua.


"Iya, Bik. Bibi benar. Dia itu rewel banget kalau minta dibikinin apa-apa. Kemarin minta di bikinin teh, padahal sudah manis sesuai standar, tapi malah katanya masih kurang manis. Padahal, 'kan, nggak bagus ibu hamil mengkonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis,"sahut pelayan yang lebih muda.


"Biarkan saja. Nanti kalau lahiran baru tahu rasa. Mana lagaknya sudah seperti nyonya besar lagi. Kalau ada tuan dan nyonya, sikap dan tingkah lakunya sok lemah lembut, bicaranya halus seperti putri solo. Tapi begitu nggak ada siapa-siapa, sikapnya itu sudah seperti Mak lampir. Memandang kita rendah dan bicaranya ketus,"sahut pelayan yang lebih tua, merasa kesal.


"Iya, tuh. Mana suka curi-curi pandang sama Tuan Dimas lagi. Suaminya ada di sampingnya saja berani melirik pria lain, apalagi kalau nggak ada suaminya. Mana yang di lirik suami orang lagi. Sudah punya suami juga pengen jadi pelakor. Ihh... amit-amit dah,"sahut pelayan yang lebih muda bergidik ngeri.


Sedangkan Bening yang sudah berada di tepi kolam renang menatap ke arah sekelilingnya. Mengamati ada orang atau tidak di sekitar tempat itu. Kemudian mengambil handphonenya dari saku bajunya dan menghubungi seseorang.


"Halo!"suara seorang pria dari ujung telepon terdengar di pendengaran Bening.


"Benar. Ini siapa, ya?"tanya Noval yang merasa tidak mengenal suara orang yang menelpon dirinya. Apalagi nomor yang menghubunginya itu tidak ada kontaknya di handphonenya.


"Tidak perlu tahu siapa aku. Aku hanya ingin bertanya, apa kamu tidak merasa di bohongi keluarga Geno?"tanya Bening yang tidak lagi bicara formal, tapi tetap dengan gaya lemah lembutnya.


Wanita itu tidak mau mengungkapkan identitasnya untuk berjaga-jaga melindungi dirinya agar tidak terseret jika nantinya terjadi sesuatu pada Ayana yang sebenarnya sangat diharapkannya.


"Apa maksud kamu?"tanya Noval seraya mengernyitkan keningnya.


"Bukankah dulu kamu di jodohkan dengan Ayana?"tanya Bening menggiring Noval ke inti permasalahan.


"Iya, memang benar. Tapi tiba-tiba mereka seperti menyembunyikan Ayana dari aku. Aku sudah beberapa kali datang ke rumah mereka, tapi mereka selalu banyak alasan jika aku ingin bertemu dengan Ayana,"jelas Noval.

__ADS_1


"Kau mau tahu apa sebabnya?"tanya Bening lagi tersenyum licik.


"Apa kamu tahu?"tanya Noval yang semakin penasaran dengan orang yang menelponnya itu. Noval masih sangat penasaran dengan Ayana dan ingin memiliki Ayana.


"Itu karena Ayana sudah menikah,"sahut Bening.


Sebenarnya keluarga Geno menyembunyikan pernikahan Ayana dan Dimas dari publik karena Ayana masih sekolah. Tapi Bening malah memberitahu Noval.


"Kamu bercanda.Ayana itu masih sekolah. Tidak mungkin dia sudah menikah,"sahut Noval sambil tertawa karena tidak percaya dengan kata-kata Bening.


"Aku serius. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa menyelidikinya. Tapi setahu aku, mereka masih menikah secara siri,"jelas Bening sesuai yang diketahuinya dari Nando. Tanpa tahu jika Dimas sudah mengurus akte pernikahannya dengan Ayana. Saat ini Ayana sudah menjadi istri sah Dimas secara hukum dan agama.


"Kenapa kamu memberitahu aku soal ini?"tanya Noval penasaran. Tidak mengerti maksud wanita yang menelponnya.


"Kamu tahu, 'kan? Geno dan anaknya itu mengalami kecelakaan dan tidak bisa mengurus perusahaan? Karena itu, mereka menjerat pacar ku untuk menggantikan mereka mengurus perusahaan. Mereka memaksa Ayana menikah dengan pacarku. Pacarku sangat cerdas, tapi mereka menjadikannya sebagai budak untuk mengurus perusahaan Geno,"dusta Bening seraya menghela napas panjang untuk meyakinkan Noval, menutupi kebohongannya.


"Jadi, apa maksud kamu menghubungi aku?"tanya Noval.


"Aku ingin kamu kembali mendekati Ayana. Tapi dia akan pura-pura takut dan histeris saat kamu dekati, dan semua itu atas perintah kedua orang tuanya. Anak itu ditindas dan di paksa oleh kedua orang tuanya untuk menikah dengan pacarku. Kasihan Ayana, kamu harus membantu dia. Dan sekaligus kamu juga bisa membantu aku. Walaupun kamu tidak mengenal aku. Tapi, anggap saja ini demi Ayana,"ujar Bening dengan suara memelas. Padahal saat ini sedang tersenyum licik.


"Bagaimana caranya aku menolong dia?"tanya Noval tersenyum licik.


"Caranya, culik dia!"


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2