SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
195. Saksi Kunci?


__ADS_3

Diky menghela napas berkali-kali sebelum memulai bicara. Pemuda itu nampak berat untuk berbicara.


"Jika saya tahu pekerjaan yang diberikan istri anda akan membuat saya dalam posisi yang sulit seperti ini. Saya tidak akan menerimanya. Sekarang saya harus memilih antara pekerjaan dan sahabat. Dan saya tidak bisa memilih satu dari keduanya. Dua-duanya sangat berarti bagi saya. Karena itu, jalan satu-satunya untuk mengatasi dilema saya ini, saya hanya bisa mendatangi anda,"ujar Diky kembali menghela napas.


"Maksud anda?"tanya Buston semakin tidak mengerti dengan maksud dan tujuan Diky mendatangi dirinya.


"Saya sudah tahu, jika Dimas adalah putra biologis anda. Dan anda menyembunyikan nya dari istri anda,"ujar Diky menatap serius wajah Buston yang nampak terkejut, namun Buston langsung mengelola mimik wajahnya agar kembali terlihat tenang.


"Lalu, apa yang anda inginkan dari saya?"tanya Buston tenang.


"Saya tidak ingin identitas sahabat saya sebagai putra dari istri siri anda, terbongkar. Selama ini Dimas sudah banyak menderita. Jika sampai identitas Dimas di ketahui keluarga anda, saya tidak yakin jika hidup Dimas akan tenang seperti saat ini. Saya tidak yakin jika istri anda bisa menerima Dimas. Apalagi anak-anak anda. Saya tidak yakin mereka tidak akan membenci Dimas jika mereka tahu Dimas adalah saudara satu ayah mereka. Apalagi jika mereka mengetahui bahwa Dimas lebih tampan dan lebih berbakat di bidang bisnis dari pada mereka berdua. Saya tidak ingin keterangan dan kebahagiaan yang baru di dapatkan Dimas akan terusik, atau mungkin akan hilang karena keluarga anda. Saya tidak mau dia di cap sebagai anak haram dan ibunya dicap sebagai wanita penggoda. Karena almarhum ibu Dimas memang bukan wanita penggoda. Ibu Dimas adalah wanita baik-baik. Jadi, biarkan Dimas seperti ini. Menganggap kedua orang tua kandungnya sudah meninggal Jadi jangan biarkan keluarga anda tahu siapa Dimas sebenarnya. Setidaknya, jika anda tidak bisa membuat Dimas bahagia, minimal jangan membuat Dimas menderita!"ucap Diky serius dan penuh penekanan.


"Lalu, anda inginkan saya bagaimana?"tanya Buston setelah menghela napas berkali-kali.


"Saya ingin kita menemui istri anda dan menceritakan semuanya pada istri anda. Tapi saya tidak ingin anda membongkar identitas Dimas di depan istri anda. Saya tidak ingin anda menyeret Dimas dalam keluarga anda. Saya yakin Dimas tidak butuh harya warisan dari anda. Karena Dimas bukanlah orang yang serakah akan harta. Jika Dimas mau, saya sangat yakin kalau Dimas bisa kaya raya melebihi anda dengan bakat yang dimilikinya. Kebenaran dirinya adalah anak yang hadir karena kejadian yang tidak diinginkan, hanya akan melukai hatinya. Tidak bisakah anda membiarkan dia hidup damai dan bahagia seperti saat ini?"tanya Diky setelah bicara panjang lebar.


"Saya juga tidak bermaksud mengusik kebahagiaan Dimas. Saya menyembunyikan kebenaran ini karena saya juga memikirkan apa yang anda pikirkan. Melihat Dimas bahagia sudah cukup bagi saya. Saya bersedia berterus terang pada istri saya di depan anda. Agar masalah ini tidak membuat anda menjadi dilema. Mungkin memang sudah waktunya saya jujur pada istri saya. Katakan saja dimana kita akan bertemu. Saya pasti akan datang,"sahut Buston memutuskan.


"Terimakasih! Saya harap, anda tidak akan mengecewakan saya,"ujar Diky penuh harap.


"Saya akan berusaha,"sahut Buston serius.


Selama puluhan tahun Buston menyembunyikan rahasia besar ini dari istrinya. Dan Buston selalu dihantui rasa bersalah. Karena itu, kali ini Buston akan berterus terang pada istrinya.


Setelah menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya, Diky pun pamit pada Buston dan Saman.


Buston menghela napas panjang setelah kepergian Diky. Tidak menyangka jika istrinya akan menyewa detektif ternama seperti Diky untuk menyelidiki dirinya.

__ADS_1


"Tuan muda memiliki sahabat-sahabat yang sangat peduli padanya. Mereka selalu ada di sisi Tuan muda dalam suka dan duka,"ujar Saman setelah Diky pergi.


"Itu karena dia sama seperti ibunya. Rendah hati dan selalu baik pada semua orang. Sedangkan Axell dan Delvin sudah terbiasa hidup mewah sedari kecil. Mereka tidak memiliki banyak teman karena kebanyakan yang ingin berteman dengan mereka hanya karena ingin mencari keuntungan dari mereka. Jadi mereka tidak terlalu dekat dengan siapapun,"sahut Buston.


"Saya dengar, detektif itu dan sahabat Tuan muda yang bernama Toyib sudah memiliki banyak uang karena menitipkan uang mereka pada Tuan muda untuk di investasikan dan bermain di pasar modal,"


"Karena itulah persahabatan mereka semakin erat. Mereka saling mendukung dalam suka dan duka. Saat mendapatkan peluang yang bagus pun tidak melupakan sahabat mereka,"


"Tuan benar. Mereka benar-benar sahabat sejati,"


"Iya,, sahabat sejati. Di jaman sekarang ini, sulit sekali mencari sahabat sejati,"


"Tuan benar. Tuan, apa tuan benar-benar sudah siap mengungkap masalah ini di depan nyonya?"


***


"Maaf! Anda sudah menunggu lama, ya?"tanya Liliana nampak tidak enak hati.


"Tidak juga, nyonya. Saya juga baru datang. Silahkan pesan makanan anda,"ucap Diky sopan.


"Terimakasih. Nanti biar saya saja yang membayar semua yang kita makan. Dan jangan menolak traktiran saya! Saya akan merasa tidak enak hati jika anda yang membayar makanan dan minuman kita nanti,"ucap Liliana serius.


"Baiklah. Saya menurut,"ucap Diky, tersenyum tipis,"Lumayan, makan siang gratis di restoran,"gumam Diky dalam hati, yang sebenarnya merasa senang di traktir oleh Liliana.


Keduanya memesan makanan dan minuman. Setelah makanan dan minuman datang, mereka berdua makan dengan tenang tanpa membicarakan apapun. Setelah selesai makan, Liliana pun mulai bertanya.


"Jadi, apa anda menemukan sesuatu tentang suami saya?"tanya Liliana yang sedari tadi menahan rasa penasarannya.

__ADS_1


"Sudah. Tapi sebelum kita bicara soal itu, sebaiknya kita tunggu seseorang dulu,"ucap Diky seraya melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Menunggu seseorang? Apa maksud anda? Saya tidak ingin masalah ini di ketahui oleh orang lain. Kenapa anda malah ingin kita menunggu seseorang?"tanya Liliana terdengar tidak suka.


"Orang ini adalah saksi kunci dalam masalah yang kita bicarakan,"ucap Diky membuat Liana terkejut.


"Saksi kunci?"tanya Liliana tidak percaya.


"Benar,"sahut Diky seraya kembali melirik arlojinya.


"Aku harap, Tuan Buston tidak mengingkari janji dan datang ke sini,"gumama Diky dalam hati.


"Saksi kunci? Siapa yang di maksud detektif ini saksi kunci?"gumam Liliana dalam hati


Untuk beberapa menit, kedua orang itu terdiam. Liliana yang penasaran dengan siapa orang yang di maksud Diky. Dan Diky yang harap-harap cemas menunggu Buston datang. Diky takut jika Buston tidak datang, Karena Diky tidak ingin membongkar identitas Dimas pada Liliana.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Dilema (bahasa Inggris: dilemma) adalah istilah umum yang merujuk kepada suatu kondisi yang menyulitkan yaitu munculnya sebuah masalah yang menawarkan dua kemungkinan, di mana keduanya sama-sama sulit untuk diterima. Karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.


•Ekspresi wajah atau mimik adalah hasil dari satu atau lebih gerakan atau posisi otot pada wajah. Mimik wajah merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal, dan dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2