SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
200. Cukup!


__ADS_3

Setelah membantu Risna masuk ke dalam mobil, Diky pun berniat kembali ke unit apartemennya.


"Dia belum pergi? Aku kira, dia sudah pergi. Apa sebenar yang dilakukan gadis itu?"gumam Diky dalam hati saat tanpa sengaja melihat Wulan masih berada di lobby apartemen yang kali ini cukup ramai.


Diky kembali ke unit apartemen miliknya. Tidak mau mengingat Wulan lagi. Diky sudah terlalu merasa kecewa pada Wulan hari ini. Diky merasa Wulan hanya punya sedikit cinta untuk dirinya, karena Wulan sama sekali tidak cemburu dengan apa yang diperlihatkannya hari ini. Walaupun masih terbersit tanda tanya di hati Diky kenapa gadis itu terus mengikuti dirinya. Namun Diky tidak mau ambil pusing lagi karena hari ini sudah terlanjur kecewa.


Sebagai detektif, Diky juga belajar psikologi, namun soal cinta, Diky memang agak lemah dalam memahaminya. Apalagi Wulan yang sangat minim bicara padanya dan selalu menyembunyikan perasaannya dengan rapat.


"Wulan terus mengikuti aku, mungkin untuk mencari bukti bahwa aku berselingkuh. Agar Wulan bisa memberikan bukti perselingkuhan ku pada kedua orang tuanya. Lalu bisa meminta kedua orang tuanya membatalkan pertunangan kami. Karena pada dasarnya Wulan memang tidak mencintai aku. Dan menerima lamaran ku karena terpaksa. Karena jika Wulan mencintai aku, dia pasti cemburu melihat aku bersama Risna hari ini. Dan jika dia benar-benar mencintai aku, dia pasti langsung mau aku ajak nikah,"


Pemikiran itulah yang sekarang ada di kepala Diky setelah semua yang terjadi hari ini. Karena itu, Diky benar-benar menyerah untuk mempertahankan hubungannya dengan Wulan. Setelah tenang nanti, Diky bermaksud untuk bicara dengan Wulan untuk membatalkan pertunangan mereka. Tepatnya memutuskan hubungan mereka. Karena setelah ini, Diky tidak ingin lagi berhubungan dengan Wulan. Agar dirinya bisa segera melupakan Wulan. Karena tidak bisa dipungkiri, Diky sangat mencintai Wulan.


Terlepas dengan segala kekurangan yang dimiliki Wulan, Diky bisa menerima semuanya. Tapi Diky tidak bisa menerima satu hal dari Wulan. Yaitu jika Wulan tidak mencintai dirinya.


Diky membuang napas kasar. Pria itu melepas kemeja yang dipakainya dan melemparkannya asal hingga tersangkut di sandaran sofa. Dada bidang dan perut bak roti sobek milik Diky pun terekspos sempurna. Latihan olahraga memperkuat fisik dan latihan ilmu beladiri yang ditekuni Diky lah penyebab pemuda itu memiliki tubuh yang begitu indah.


Sebagai detektif yang sering turun ke lapangan dan menyelidiki kasus-kasus yang sering kali berbahaya, Diky harus memiliki fisik yang kuat dan ilmu beladiri yang mumpuni. Jika tidak, akan sulit untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.


Diky menghempaskan tubuhnya di sofa panjang ruang tamu itu dan berkali-kali menghela napas. Hingga suara bel yang berbunyi menandakan ada tamu di luar sana membuat Diky beranjak dari tempatnya berbaring. Diky berjalan menuju pintu dan menghela napas panjang saat melihat siapa yang bertamu di unit apartemennya.


"Kamu?"tanya Diky seraya mengernyitkan keningnya menatap Wulan yang sedang berdiri di depannya.


Wulan sangat terkejut saat pintu apartemen itu terbuka dan melihat penampilan Diky yang bertelanjang dada. Pria itu hanya memakai celana Levis, hingga dada bidangnya terekspos sempurna. Sebagai seorang wanita normal, tentu saja Wulan mengagumi bentuk tubuh pemuda di depannya itu. Matanya tidak berkedip hingga kesulitan menelan salivanya sendiri saat melihat betapa indahnya pemandangan di depan matanya itu.


"Masuklah!"ucap Diky terdengar datar. Membuka lebar pintu apartemennya mempersilahkan Wulan masuk. Diky baru menyadari jika dirinya hanya bertelanjang dada saat melihat arah tatapan mata Wulan.


"Astagaaaaa..! Malunya.! Aku ketahuan mengagumi bentuk tubuhnya. Ya, Tuhan.. aku tidak menyangka jika bang Diky memiliki tubuh seindah itu. Bentuk tubuhnya sangat mirip dengan para model iklan pakaian dalam pria,"gumam Wulan dalam hati.


Wulan melangkah masuk ke dalam unit apartemen Diky seraya menundukkan kepalanya dengan wajah yang memerah karena merasa malu. Wulan ketahuan mengagumi tubuh tunangannya sendiri.


"Ini yang bikin aku gemes dan suka sama dia. Pipinya yang memerah saat malu itu. Tapi sayang dia tidak mencintai aku seperti aku mencintai dia,"gumam Diky dalam hati.

__ADS_1


"Duduklah!"ucap Diky seraya menutup pintu, kemudian menyusul Wulan yang sudah duduk lebih dulu dengan wajah yang tertunduk. Tidak berani menatap Diky yang saat ini duduk tepat di depannya.


"Ada apa kamu jauh-jauh datang kemari?"tanya Diky menatap Wulan yang masih setia menundukkan kepalanya.


Diky duduk bersandar di sofa dengan kedua tangan yang terentang di atas sandaran sofa. menaikkan paha kanannya di atas paha kirinya.


"A.. aku .. aku hanya ingin bertanya. Kenapa nomor handphone Abang tidak aktif selama satu bulan ini?"tanya Wulan yang tergagap. Memberanikan diri untuk bertanya dengan kedua jemari tangan yang saling memilin di atas kedua pahanya yang terkatup rapat.


"Tidak apa-apa. Toh, kau juga tidak perduli aku datang ke rumah kamu atau tidak. Kamu juga tidak pernah punya inisiatif untuk menghubungi aku terlebih dahulu, 'kan? Kecuali untuk hal-hal yang penting saja. Hanya aku yang selalu ingin tahu kabar kamu dan bertemu dengan kamu. Tapi kamu tidak,"sahut Diky terdengar datar.


Wulan merasa tertohok dengan jawaban Diky. Memang benar, selama ini dirinya tidak pernah berinisiatif untuk menghubungi Diky terlebih dahulu. Kecuali jika ada hal penting saja. Diky lah yang selalu menghubungi terlebih dahulu.


"Bapak dan ibu bertanya, kanapa sebulan terakhir ini Abang tidak datang ke rumah,"ucap Wulan masih menundukkan kepalanya.


"Oh, hanya bapak dan ibu saja yang bertanya? Katakan saja aku sedang sibuk,"sahut tersenyum masam mendengar hanya bapak dan ibu Wulan yang bertanya tentang dirinya. Sedangkan Wulan tidak.


"Apa.. apa Abang marah padaku?"tanya Wulan pelan.


"Menurut mu?"Diky tidak menjawab pertanyaan Wulan tapi malah balik bertanya.


Diky membuang napas kasar memalingkan wajahnya dari Wulan. Melihat Wulan yang menggigit bibirnya sendiri itu membuat Diky teringat saat dirinya mencium bibir berwarna pink milik Wulan itu. Membuat Diky menelan salivanya kasar jika mengingat betapa nikmatnya bibir berwarna pink itu.


"Aku tidak marah. Tapi, lebih tepatnya, aku kecewa,"sahut Diky jujur adanya.


"Bang, aku tidak bermaksud membuat Abang kecewa. Aku.. aku hanya ingin fokus pada..."


"Cukup, Lan!"ucap Diky memotong kata-kata Wulan dengan suara agak tinggi karena merasa muak dengan alasan Wulan.


Sedangkan Wulan nampak terkejut mendengar nada bicara Diky yang agak tinggi itu. Selama ini tidak pernah Wulan mendengar Diky bicara dengan nada yang agak tinggi seperti itu. Wajah gadis itu semakin tertunduk. Tangannya berkeringat dingin.


"Aku tidak ingin lagi mendengar alasan kamu itu. Jika memang kamu tidak ingin menikah dengan aku, tidak perlu menggunakan alasan itu. Ayana sudah menikah sebelum lulus SMU. Tapi dia tetap bisa fokus dengan sekolahnya, walaupun harus mengurus suami, rumah, dan aku serta Toyib. Jika kamu tidak mencintai aku, tidak perlu memaksakan diri untuk melanjutkan hubungan kita ini,"

__ADS_1


"Bu.. bukan seperti itu, bang. Aku.. aku.."Wulan begitu sulit melanjutkan kata-katanya. Begitu sulit untuk mengungkapkan isi hatinya.


"Sudahlah! Tidak perlu memberikan alasan apapun lagi. Aku sudah tidak ingin lagi melanjutkan hubungan kita ini. Kita akhiri saja semuanya sampai di sini. Soal semua yang pernah aku berikan padamu, kamu tidak perlu mengembalikannya,"


"Deg"


Rasanya jantung Wulan berhenti berdetak mendengar kata-kata Diky barusan. Wulan mengangkat wajahnya, menatap Diky yang ekspresi wajahnya terlihat kecewa. Mata gadis itu nampak berkaca-kaca dan bibirnya nampak bergetar.


"Ma.. mana boleh seperti itu!"


...Mencintai ...


...Mencintai itu bukan perkara yang mudah. Mencintai itu perkara yang sulit dan melelahkan....


...Karena kamu harus belajar mengartikan marahnya sebagai perhatian....


...Mengartikan gelisah nya sebagai kekhawatiran....


...Dan mengartikan kecemburuannya sebagai rasa sayang....


...Apalagi untuk mencintai orang yang tidak balik mencintaimu....


...Membuat orang lain mencintai mu itu lebih susah....


...Karena kamu harus belajar apa artinya berjuang. ...


...Dan harus belajar iklhas jika pada akhirnya perjuangan mu terhempas, karena perasaan mu tidak terbalas....


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2