
Delvin yang merasa pundaknya di tepuk pun melepaskan earphone nya dan menatap ke arah mana kedua temannya menatap. Delvin melihat Ayana yang celingukan seperti sedang mencari seseorang.
"Ayana sepertinya mencari seseorang,"ujar si gimbal.
"Iya. Jangan-jangan Ayana mencari cowok yang di bicarakan para mahasiswi tadi,"imbuh di gisul.
Ayana tersenyum lebar saat melihat Dimas yang duduk di atas motornya dengan mata yang fokus pada handphonenya. Sedangkan Delvin nampak tertegun melihat senyuman Ayana yang belum pernah di lihatnya sebelumnya itu.
"Kakak benar-benar menjemput aku?"gumam Ayana dengan senyuman lebar bergegas menghampiri suaminya itu.
"Eh, lihat, senyuman Ayana manis sekali! Aku belum pernah melihat Ayana tersenyum semanis itu. Aihh.. aku bisa kena diabetes jika terlalu sering melihat Ayana tersenyum,"ujar si keriting saat melihat Ayana tersenyum.
"Iya, senyum nya manis sekali,"timpal si gisul dengan mata yang fokus pada Ayana.
"Lebay!"ketus Delvin yang rasanya tidak rela ada pria lain yang melihat senyuman manis Ayana. Walaupun itu temannya sendiri.
"Eh, kok sepertinya Ayana menghampiri cowok yang yang dibicarakan para mahasiswi tadi, ya?"ujar si gisul saat mengamati kemana arah pandangan mata dan langkah kaki Ayana.
Seketika si keriting dan si gisul pun terdiam. Dengan penuh konsentrasi mereka mengamati pergerakan Ayana. Jantung mereka berdua berdegup kencang menanti apa yang akan terjadi jika benar Ayana menghampiri cowok ganteng yang dibicarakan para mahasiswi tadi.
Delvin mengernyit kening menatap sekilas pada kedua orang teman, lalu kembali fokus menatap Ayana. Delvin melihat Ayana begitu bahagia, berjalan cepat, bahkan sedikit berlari ke arah sebatang pohon yang terlihat rindang.
Ayana berjalan pelan saat sudah dekat dengan Dimas. Senyuman manis masih tersemat di bibirnya yang bervolume.
"Greb"
"Cup"
Tiba-tiba Ayana memeluk leher Dimas lalu mencium bibir suaminya itu sekilas. Dimas sempat terkejut dengan aksi istrinya itu. Namun akhirnya tersenyum manis.
"Dasar nakal!"ucap Dimas seraya mencubit hidung Ayana gemas. Memeluk pinggang Ayana hingga tubuh istrinya itu menempel padanya.
"Kakak sudah lama menunggu?"tanya Ayana masih melingkarkan kedua tangannya di leher Dimas.
"Lumayan. Mau langsung pulang?"tanya Dimas menatap Ayana.
"Hum,"sahut Ayana mengangguk kecil.
Dimas memakaikan helm di kepala Ayana, kemudian memakai helm nya sendiri. Setelah itu,. Ayana bergegas naik ke atas boncengan motor Dimas. Ayana nampak memeluk Dimas dengan mesra dan terlihat bahagia.
"Astagaa.! Ternyata cowok ganteng itu cowok Ayana,"
__ADS_1
"Pantesan, Ayana menolak kak Delvin. Cowoknya Ayana ternyata lebih ganteng dari kak Delvin.
"Tapi, apa bener itu cowok suaminya Ayana?"
"Mungkin saja. Lihat aja! Mereka mesra banget,"
"Ayana benar-benar mencium cowok itu,"
Kasak-kusuk mahasiswi yang tidak senagaja melihat kebersamaan Ayana dan Dimas.
Sedangkan Delvin nampak mengepalkan kedua tangannya. Melihat Ayana mencium, bermesraan, dan nampak bahagia dengan pria lain dengan mata kepalanya sendiri membuat Delvin merasa. cemburu, iri, sekaligus patah hati.
"Ternyata Ayana sudah memiliki pria yang dicintainya,"gumam Delvin dalam hati melihat Ayana memeluk mesra Dimas semakin membuat hatinya terasa sakit. Dengan langkah gontai, Delvin berjalan menuju parkiran.
Si gisul dan si keriting saling menatap setelah melihat reaksi dan ekspresi Delvin mereka berdua menjadi kasihan melihat Delvin.
"Bos! Mau kemana?"tanya si keriting.
"Jangan ikuti aku! ucap Delvin datar.
Si keriting dan si gisul hanya bisa menghela napas panjang menatap Delvin yang berjalan menuju parkiran.
"Kasihan si bos. Sepertinya patah hati,"ujar si gisul menatap Delvin yang semakin menjauh dari tempat itu.
"Aku rasa, si bos beneran suka, deh, sama Ayana. Tapi sayang, sudah ada yang punya,"ujar si gisul setelah melihat bagaimana reaksi dan ekspresi wajah Delvin tadi. Mirip ekspresi orang yang patah hati.
"Sepertinya cowok Ayana memang orang kantoran,"ujar si keriting yang melilit Dimas memakai stelan jas, dasi dan kemeja.
"Kayaknya, sih, gitu. Ini yang namanya harta buatkan segalanya. Karena nyatanya, walaupun si bos anak orang terkaya di negeri ini, bos tidak bisa membeli cinta dengan hartanya,"sahut si gisul menghela napas panjang.
"Kamu benar,"sahut si keriting ikut menghela napas panjang.
Di dekat tempat itu, semua orang tidak menyadari kehadiran seseorang yang berada di dalam mobil yang tidak jauh dari tempat Dimas berteduh tadi. Orang yang sedari tadi mengamati semuanya yang terjadi.
"Aku harap, setelah ini Delvin tidak akan berharap lagi pada Ayana. Jika setelah ini dia masih berani mendekati, apalagi mengejar- ngejar Ayana, aku akan mengadukan dia pada Tuan Buston,"gumam orang yang tidak lain adalah Diky. Pria itu kemudian meninggalkan tempat itu
Delvin mengendarai mobilnya dengan hati yang terasa kacau dan hancur. Ternyata gadis yang di cintainya sudah ada yang punya. Bahkan lebih tampan dari dirinya. Delvin terus melajukan mobilnya hingga memasuk ke tempat parkir sebuah gedung. Setelah memarkirkan mobilnya, Delvin bergegas masuk ke dalam gedung itu. Pemuda itu memasuki lift dan tak lama kemudian tiba di lantai paling atas, lalu menuju ke sebuah ruangan.
"Apa kakak ku ada?" tanya. Delvin pada seorang wanita cantik di depan sebuah ruangan.
"Ada, Tuan,"sahut wanita itu sopan.
__ADS_1
Delvin mengetuk ruangan di depan wanita itu dan bergegas masuk setelah orang di dalam sana menyuruhnya masuk.
Pria yang sedang duduk di dalam ruangan itu nampak mengernyitkan keningnya saat melihat Delvin.
"Hei, tumben sekali kamu ke sini? Dan wajahmu itu, kenapa terlihat kusut sekali?"tanya sosok yang tidak lain adalah Axelle, kakak kandung dari Delvin.
"Apa kakak nanti malam ada waktu?"tanya Delvin seraya duduk di sofa. Tidak menjawab pertanyaan Delvin.
"Kebetulan nanti malam aku tidak ada kegiatan. Ada apa?"tanya Axelle.
"Kita pergi ke klub malam, yuk, kak!"ajak Delvin.
"Apa yang membuat kamu seperti ini? Sepertinya kamu sedang tidak baik-baik saja,"tanya Axelle seraya beranjak dari kursi kerjanya, lalu mendekati adiknya.
"Aku menyukai seorang Maba. Tapi ternyata dia sudah ada yang punya. Mana mesra banget lagi sama cowoknya,"curhat Delvin.
"Gitu saja galau. Selama janur kuning belum melengkung, masih ada kesempatan untuk memilikinya,"sahut Axelle memotivasi adiknya yang terlihat tidak sedang baik-baik saja itu.
"Dia mengaku kalau dia sudah menikah. Tapi, aku tidak yakin jika dia sudah menikah. Soalnya, usianya baru sekitar delapan belas tahun,"
"Jadi, maksud kamu datang kemari ingin meminta aku untuk menyelidiki gadis itu?"tanya yang akhirnya tahu kemana arah pembicaraan adiknya itu.
"Hum,"sahut Delvin terlihat lesu, persis seperti orang yang lemas karena kurang makan.
"Siapa nama gadis itu?"tanya Axelle yang menjadi penasaran, seperti apa gadis yang membuat adiknya itu galau.
"Ayana. Dia mengambil jurusan bisnis dan manajemen,"sahut Delvin.
"Tenang saja! Aku akan mencari informasi tentang dia secepatnya. Tapi, jika dia benar-benar sudah menikah, lebih baik kamu lupakan dan jauhi dia. Jangan menghancurkan nama baikmu dan keluarga kita untuk seorang wanita,"ujar Axelle menasehati Delvin.
Delvin hanya diam. Tidak menanggapi perkataan kakaknya. Jujur, Delvin tidak siap jika harus mendengar berita bahwa Ayana benar-benar sudah menikah.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Lebay, bermakna berlebihan, merupakan ungkapan lain dari kata alay
•Di Kamus Bahasa Indonesia Lebay diartikan sebagai Alay sebagai bahasa bakunya.
.
__ADS_1
To be false