SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
71. Jalan-jalan


__ADS_3

"Kak, apa kakak mencintai aku?"tanya Ayana dengan suara pelan.


Dimas terdiam mendengar pertanyaan Ayana. Pertanyaan Ayana itu membuat Dimas teringat pada kejadian tiga tahun yang lalu.


Saat itu, di sebuah gudang, dirinya diikat di kursi, begitu pula dengan wanita yang dicintainya.


"Cepat! Tanda tangani surat pernyataan ini! Jika tidak, kami akan menikmati tubuh pacar mu ini bergantian di depan matamu!"ancam seorang pria.


"Dim! Jangan biarkan mereka menyentuh aku, Dim! Kamu mencintai aku, 'kan, Dim?"tanya wanita yang dicintai Dimas waktu itu berurai air mata.


"Jika kamu tidak segera menandatangani surat pernyataan ini, kami akan segera menikmati perempuan itu di depan matamu,"ancam seorang pria sambil memberi isyarat kepada teman-temannya untuk mendekati kekasih Dimas.


Saat itu, Dimas sangat bimbang. Jika dirinya menandatangani surat pernyataan itu, maka karirnya akan hancur untuk selamanya. Tapi jika tidak menandatangani surat pernyataan itu, maka kekasihnya akan digilir sepuluh orang pria di depannya.


"Dim! Dimas! Kamu bilang mencintai aku! Jangan biarkan mereka melecehkan aku, Dim! Jika kamu membiarkan mereka melecehkan aku, aku akan bunuh diri di depanmu, Dim!"teriak kekasih Dimas dengan wajah yang sudah basah oleh air mata.


Waktu itu, akhirnya Dimas terpaksa menandatangani surat pernyataan yang menyatakan dirinya melakukan korupsi besar-besaran di perusahaan tempatnya bekerja. Hingga akhirnya nama Dimas di blacklist, dan tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerima Dimas bekerja. Semua aset yang dimilikinya habis untuk mengembalikan uang perusahaan yang tidak pernah diambilnya. Hingga akhirnya, sisa uang yang dimilikinya dipakainya untuk modal mengais rezeki dengan menjadi sales pakaian keliling. Karena kejadian itu pula, Dimas enggan mengucapkan kata cinta. Karena cinta telah membuat karir cemerlang yang susah payah dicapainya di dunia bisnis hancur dalam sekejap.


Setelah peristiwa itu, hanya Ayana yang bisa membuat hati Dimas yang dingin menjadi hangat. Kehadiran Ayana dalam hidupnya membuat Dimas memiliki tujuan hidup. Dan Dimas tidak ingin kehilangan Ayana.


"Apa Kakak tidak mencintai aku sedikit pun?"tanya Ayana lagi dengan suara pelan, membuyarkan lamunan Dimas.


"Tidurlah! Sudah malam!"ucap Dimas tanpa menjawab pertanyaan Ayana. Mengeratkan pelukannya pada Ayana, seolah takut kehilangan.


Ayana terdiam dalam pelukan Dimas. Ada rasa sedih dan kecewa di hatinya saat Dimas tidak mau menjawab pertanyaannya. Namun Ayana juga tidak bisa jauh dari Dimas. Hanya bersama pria ini Ayana merasa nyaman dan terlindungi. Mungkin dengan berjalannya waktu, Dimas akan mencintai dirinya. Itulah harapan Ayana.


***


Waktu terus berputar. Hingga tibalah saatnya Ayana bertanding dalam permainan bola voli. Wulan juga ada di dalam tim Ayana. Selama naik ke kelas 12, Ayana selalu memakai masker dan hanya membuka maskernya saat makan dan berolahraga saja. Hari ini Ayana membuka maskernya karena mengikuti pertandingan voli. Tentu saja hal itu banyak mengundang mata para siswa laki-laki untuk menatap wajah Ayana yang cantik itu.


Begitu banyak siswa yang mendekati Ayana, tapi tidak satupun yang bisa menarik perhatian Ayana. Membuat semakin banyak yang penasaran pada Ayana.


Dimas menyaksikan pertandingan voli yang baru saja dimulai itu. Seperti suporter lainnya, Dimas memegang balon tepuk untuk mensupport Ayana. Begitulah jika memiliki pasangan yang lebih muda apalagi masih sekolah. Sedikit alay memang, tapi Dimas berasa menjadi muda lagi.


Ada rasa cemburu di hati Dimas saat para siswa laki-laki meneriaki nama Ayana setiap kali Ayana dan tim nya mencetak angka. Belum lagi memang permainan Ayana memang sangat diperhitungkan lawan. Karena Ayana begitu pintar mencetak angka dengan kekompakan tim nya.


Set pertama telah usai dengan perolehan 25 rally point untuk tim Ayana. Melihat perolehan point di set pertama, dan keterampilan tim Ayana dalam permainan, kemungkinan tim Ayana untuk menang sangat besar.


Di sela-sela pertandingan, Ayana menoleh pada Dimas dan tersenyum lebar setiap kali Dimas mengangkat tangannya yang terkepal sebagai isyarat agar Ayana semangat. Senyuman manis Ayana yang tidak pernah dilihat para siswa laki-laki itu pun membuat para siswa laki-laki yang duduk di sekitar Dimas menjadi heboh karena merasa Ayana tersenyum pada mereka.

__ADS_1


Set kedua selesai dan tim Aryana menang telak. Sorak-sorai pun terdengar riuh karena kemenangan tim Ayana. Belum lagi kecantikan dan kelincahan Ayana dalam pertandingan semakin mencuri hati para penonton dan suporter. Terutama suporter laki-laki.


Ayana dan Wulan menghampiri Dimas yang membawakan minuman untuk mereka berdua. Hal itu pun menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi. Para siswa memperhatikan Ayana yang cantik dan para siswi memperhatikan Dimas yang gagah dan tampan.


Dimas menyeka peluh di wajah Ayana membuat para siswa dan siswi cemburu dengan keromantisan keduanya.


"Kakak nggak lupa, 'kan janji kakak?"tanya Ayana yang duduk di sebelah Dimas. Sedangkan Wulan duduk di sebelah Ayana.


"Tentu saja tidak,"sahut Dimas dengan seulas senyum merapikan rambut Ayana yang sedikit berantakan, membuat semua orang semakin terfokus pada keduanya. Menatap iri dengan keuwuan Ayana dan Dimas.


"Ternyata sudah ada yang punya


Pantesan sulit didekati,"


"Mana ganteng banget lagi. Kita-kita mah, lewat,"


"Hati ku patah menjadi dua,"


"Kalah sebelum berperang,"


"Kirain tuh, cowok masih singel, nggak taunya pacar Ayana,"


"Memang cocok, ganteng sama cantik,"


"Mana cowoknya dewasa dan perhatian lagi,"


"Dimana, ya, Ayana ketemu makhluk Tuhan yang setampan itu? Aku mau satu,"


"Kalau ada lagi, aku juga mau,"


Itulah kasak-kusuk siswa-siswi yang melihat Ayana dan Dimas.


Setelah pertandingan selesai, Dimas pun mengendarai motornya dengan membonceng Ayana. Gadis itu memeluk erat perut rata suaminya dari belakang, hingga dadanya yang montok menempel sempurna di punggung Dimas.


"Mau jalan-jalan?"tanya Dimas menoleh pada Ayana sebentar.


"Mau!"sahut Ayana antusias.


"Oke, kita akan bersenang-senang hari ini,"ujar Dimas dengan senyuman di balik helm nya.

__ADS_1


Dimas membawa Ayana ke sebuah pantai. Keduanya nampak bahagia. Bermain air laut, saling memercikkan air dan saling mengejar. Makan di warung pinggir pantai. Lalu melihat sunset di pantai. Dimas duduk dibelakang Ayana, memeluk Ayana dari belakang dengan dagu yang disandarkan di pundak Ayana, menatap langit senja yang berwarna keemasan. Sesekali mengecup pipi Ayana, hingga akhirnya..


"Cup"


Saat Dimas hendak mengecup pipi Ayana, Ayana menoleh ke arah Dimas, hingga akhirnya Dimas bukan mengecup pipi Ayana, tapi mengecup bibir Ayana. Keduanya sempat terkejut namun akhirnya malah saling memagut, menyesap dan mengulum. Ciuman yang awalnya lembut menjadi agresif. Dimas melepaskan pagutannya dengan sedikit menarik bibir Ayana.


"Jadi hadiahnya adalah pergi ke pantai?"tanya Ayana menatap Dimas.


"Hum. Apa kamu senang? Atau ingin hadiah lain?"tanya Dimas.


"Aku senang. Tidak ingin hadiah yang lain lagi. Tapi..apa lain kali kakak bisa membawa aku ke pantai lagi?"pinta Ayana.


"Tentu saja. Lain kali, kita akan pergi ke pantai lagi dan melihat sunset.Kita pulang sekarang?"tanya Dimas.


"Hum,"sahut Ayana dengan seulas senyum.


Bahagia. Itulah yang dirasakan Ayana. Walaupun hanya diajak Dimas ke pantai, tapi kebersamaan mereka lah yang sangat berarti bagi Ayana.


Dimas melajukan motornya ke rumah kontrakannya.Malam mulai menyapa saat mereka meninggalkan pantai itu. Ayana memeluk erat tubuh suaminya menyadarkan kepalanya di punggung suaminya. Hingga satu setengah jam kemudian, mereka tiba di rumah kontrakan mereka.


"Kak, ini mobil papa,"ucap Ayana saat mereka baru saja tiba. Melihat mobil Geno yang terparkir di depan rumah kontrakan mereka.


"Ayo masuk!"ajak Dimas seraya merangkul pinggang Ayana.


"Assalamu'alaikum!"ucap Dimas dan Ayana bersamaan.


"Wa'alaikumus salam,"sahut suara dari dalam rumah.


Setelah masuk ke dalam rumah, Ayana nampak terkejut saat melihat siapa yang datang bersama papanya.


...🌟"Bagaimana kamu bisa bahagia, hanya dirimu sendiri yang mengetahuinya."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2