SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
148. Orang-orang Misterius


__ADS_3

Dimas, Ayana, Toyib dan Diky baru saja pulang. Kebetulan hari ini mereka tidak pulang terlalu sore. Mereka berkumpul, dan duduk di ruang keluarga.


"Dim, ceritakan pada kami tentang kejadian kemarin!"pinta Diky.


"Iya, Dim. Aku juga penasaran,"timpal Toyib.


"Kakak juga belum bercerita padaku,"sahut Ayana yang ikut menimpali. Wanita itu duduk bersandar di bahu kiri Dimas seraya memeluk lengan Dimas.


Dimas menghela napas panjang mengingat kejadian kemarin,"Aku keluar dari kantor bersama pak Adit. Awalnya aku merasa biasa saja saat mengendarai motor ku. Namun, saat melewati jalanan sepi, aku mulai menyadari jika aku sedang diikuti oleh seorang pengendara bermotor. Dan tiba-tiba aku di hadang sebuah mobil hingga aku terpaksa mengerem mendadak. Empat orang pria keluar dari mobil itu mengepung aku bersama pengendara motor yang mengikuti aku. Mereka meminta aku untuk ikut bersama mereka secara baik-baik. Tentu saja aku menolak untuk ikut bersama mereka. Dari gelagat mereka saja sudah menunjukkan jika mereka mempunyai maksud buruk padaku. Apalagi mereka menghadang aku di jalan. Aku bertanya siapa yang menyuruh mereka, tapi mereka tidak mau menjawab.


Karena aku tidak mau mengambil risiko untuk melawan mereka yang belum tentu menang. Aku langsung melarikan diri, melajukan motorku dengan kencang, Tapi aku terjatuh dari motor saat menghindari kucing yang tiba-tiba menyeberang. Mereka berhasil mengejar aku dan kembali mengepung aku. Mau tak mau, aku melawan mereka. Tapi anehnya, mereka terus menghindar tanpa mau melawan aku. Hingga akhirnya mereka berhasil melumpuhkan aku. Saat aku terbangun, aku berada di dalam mobil yang sedang melaju. Orang yang berada di dalam mobil bersama aku mengatakan mereka mendapatkan tugas untuk mengantarkan aku pulang. Karena sebelumnya aku di culik lima orang pria yang kata orang itu adalah orang suruhan Bening. Katanya, aku di bawa ke hotel xx di pinggir kota. Hanya itu yang aku tahu,"ujar Dimas.


"Lalu siapa orang-orang yang membantu kamu kemarin?"tanya Diky.


"Aku tidak tahu. Aku tidak mengenal mereka. Aku juga tidak sempat bertanya siapa mereka,"sahut Dimas yang memang waktu itu tidak bisa berpikir dengan baik karena pengaruh obat perangsang yang Dimas sendiri tidak tahu siapa yang telah memasukkan ke dalam tubuhnya.


"Orang-orang itu sepertinya melindungi kamu, Dim. Mereka sepertinya juga mengenali orang-orang ku. Bahkan mereka mau memberikan bukti dan informasi pada orang-orang ku tanpa di minta. Sampai sekarang, aku belum tahu siapa sebenarnya mereka. Aku merasa sangat penasaran sekali pada mereka, karena mereka begitu terlatih dan misterius. Tapi, apa kamu benar-benar tidak tahu, siapa kira-kira mereka itu, Dim?"tanya Diky yang semakin penasaran dengan orang yang sepertinya melindungi Dimas.


"Waktu itu, aku tidak terlalu memperhatikan mereka. Karena aku terpengaruh obat. Aku bahkan lupa mengucapkan terima kasih pada mereka,"sahut Dimas merasa tidak enak hati karena tidak mengucapkan terima kasih pada orang yang telah menolong nya.


"Atau mungkin, kamu akhir-akhir ini dekat dengan seseorang mungkin? Sepertinya, orang yang berada di balik orang-orang yang menyelamatkan kamu kemarin adalah orang yang mempunyai latar belakang yang tidak biasa,"ujar Diky.


Dimas nampak berpikir setelah mendengar penuturan Diky. Mengingat-ingat siapa yang kira-kira perduli dan dekat dengan dirinya.


"Apa mungkin Tuan Buston?"tanya Dimas yang merasa Tuan Buston lah orang yang kemungkinan perduli pada dirinya dan akhir-akhir ini mereka juga menjalin hubungan kerjasama yang sangat baik.


"Tuan Buston? Dia orang terkaya di negara ini. Wajar jika memiliki orang-orang yang terlatih untuk melindungi keluarga dan properti yang mereka miliki. Tapi, apa alasannya hingga dia sangat peduli padamu?"tanya Diky semakin penasaran.


"Saat ini, kami sedang menjalin kerjasama. Dan hampir sekitar satu tahun yang lalu, aku menyelamatkan Tuan Buston dan seluruh keluarganya dalam sebuah kecelakaan. Waktu itu, mereka akan tewas terpanggang di dalam mobil jika aku tidak mengeluarkan mereka dari dalam mobil. Aku bahkan menyumbangkan darah ku pada putranya. Waktu itu dia memberiku cek sebagai tanda terimakasih. Sejak saat itu, kami tidak pernah bertemu lagi, hingga tiba-tiba perusahaannya mengajukan kerjasama dengan perusahaan papa Geno,"ujar Dimas mengingat semuanya.

__ADS_1


"Wajar jika Tuan Buston peduli padamu. Ternyata, kamu memang berjasa besar bagi keluarganya,"ujar Diky.


"Ngomong-ngomong, aku tidak menyangka jika perempuan itu nekat mengeluarkan uang delapan puluh juta untuk bisa bercinta dengan kamu, Dim,"ujar Toyib tersenyum miris. Mengetahui bukti-bukti yang di dapatkan dari orang-orang misterius yang menyelamatkan Dimas.


"Maksud kamu?"tanya Dimas tidak mengerti.


"Dia membayar lima orang pria itu sejumlah delapan puluh juta untuk membawa kamu ke hotel agar dia bisa bercinta dengan kamu. Dia menyiapkan kamera untuk merekam saat kalian bercinta. Bahkan dia sudah memakai lingerie seksi untuk menggoda kamu. Tapi sialnya, dia malah di tiduri oleh orang suruhannya sendiri,"ujar Diky tertawa, menertawakan kesialan Bening.


"Dia ingin menculik kak Dimas dengan tujuan agar bisa bercinta dengan kak Dimas?"tanya Ayana terlihat sangat terkejut.


"Iya, Ay,"sahut Diky.


"Menjijikkan sekali,"ucap Ayana bergidik ngeri.


"Gila aja, videonya hot banget, Dim. Sepertinya dia benar-benar jablai yang sudah sangat kegatelan. Dia terlihat sangat menikmati saat bercinta dengan lima orang pria sekaligus,"ujar Toyib bergidik ngeri.


"Video apa?"tanya Dimas tidak mengerti. Begitu pula dengan Ayana yang nampak tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Toyib dan Diky.


"Nonton nya di kamar saja, Dim. Biar kalau kepengen langsung gas pol,"ujar Toyib kemudian terkekeh. Membuat Dimas dan Ayana penasaran.


"By the way, apa kamu akan memberitahu kak Nando tentang kejadian kemarin malam, Dim?"tanya Diky setelah mengirim video pada Dimas.


"Aku juga bingung. Bagaimana menurut kamu, Ay?"tanya Dimas.


"Aku juga bingung, kak,"sahut Ayana.


"Menurut ku, sebaiknya kalian jujur pada kak Nando, Om dan Tante. Cepat atau lambat, semuanya pasti akan terbongkar. Untuk apa menyembunyikannya lebih lama? Walaupun kalian sembunyikannya, semuanya tidak akan berubah menjadi lebih baik. Dan mungkin akan semakin menyakitkan bagi keluarga kalian. Terutama bagi kak Nando,"ujar Toyib memberikan pendapatnya.


"Aku rasa, pendapat Toyib ada benarnya. Lari dari kenyataan tidak akan menyelesaikan masalah atau pun mengubah keadaan. Hari ini atau besok, mau tak mau harus kita hadapi,"timpal Diky.

__ADS_1


"Kalian benar. Aku sependapat dengan kalian. Jika keluarga kami tahu dari orang lain, mungkin akan memunculkan salah paham di antara kami. Bagaimana menurut kamu, Ay?"tanya Dimas lagi.


"Iya, aku setuju dengan kalian. Lalu, kapan kita akan memberitahu mereka?"tanya Ayana.


"Bagaimana kalau malam ini? Apa kamu tidak ada pekerjaan malam ini, Dik?"tanya Dimas karena jam kerja Diky yang tidak menentu,"Karena aku rasa akan lebih baik jika kita semua kesana bersama-sama untuk menjelaskannya,"ujar Dimas.


"Kebetulan tidak ada. No problem jika harus ke sana malam ini,"sahut Diky.


...๐ŸŒŸ"Hadapilah kenyataan! Karena lari dari kenyataan tidak akan pernah bisa mengubah keadaan."๐ŸŒŸ...


..."Nana 17 Oktober"...


...๐ŸŒธโค๏ธ๐ŸŒธ...


.


Taqabbalallaahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Wa jaโ€™alanallaahu wa iyyakum minal โ€˜aidin wal faizin wal maqbulin, kullu โ€˜ammin wa antum bi khair.(Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Ramadhan kita, wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah. Dan semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali suci dan orang-orang yang menang, serta diterima amal ibadahnya. Semoga kita senantiasa dalam kebaikan setiap tahunnya). Aamiin.


Dengan segala kerendahan hati, saya mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Mohon maaf lahir dan batin.๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Sedikit berbagi pengetahuan yang saya ketahui :


โ€ขMinal Aidin Wal Faizin artinya semoga termasuk orang-orang yang kembali ke fitrah (suci) dan semoga menjadi orang-orang yang menang. BUKAN "Mohon maaf lahir dan batin." seperti anggapan sebagian orang.


Dan bila ada yang mengucapkan "Minal Aidin Wal Faizin" seharusnya kita menjawab "Aamiin ya Rabbal 'aalamiin" yang artinya kabulkan lah doa kami Ya Allah Tuhan semesta alam.


Atau kita juga bisa menjawab "kullu 'aamin wa antum bi khair." yang artinya semoga Anda berada dalam kebaikan sepanjang tahun.


Jadi jangan sampai salah mengartikan, ya! ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


To be continued


__ADS_2