SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
154. Berpura-pura


__ADS_3

Bening menghela napas panjang, melihat Nando yang seperti mengacuhkan dirinya. Wanita itu kemudian berjalan menuju kamar mandi.


"Ishh.. menyebalkan sekali! Kalau bukan karena uangnya, sudah lama aku meninggalkan dia,"gerutu Bening di dalam kamar mandi, merasa sangat kesal karena Nando bersikap acuh pada dirinya.


Nando membuang napas kasar setelah Bening masuk ke dalam kamar mandi.


"Jijik sekali aku melihat dia. Dia benar-benar sudah menginjak-injak harga diriku sebagai seorang suami. Jika tidak ingin melihat bagaimana aktingnya saat bertemu dengan Dimas nanti, sudah aku lempar semua bukti-bukti perbuatan bejatt nya itu di wajahnya yang seolah tanpa dosa itu. Dan aku ceraikan saat ini juga. Aku usir dari rumah ini saat ini juga,"gumam Nando yang benar-benar merasa jijik dan geram pada Bening


Setelah mengetahui siapa Bening dan melihat video saat Bening ditiduri lima orang pria secara bergantian dan seluruh tubuh Bening di gerayangi lima pria itu. Apalagi saat Bening terdengar menjerit dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat menikmati bercinta dengan lima orang pria itu. Nando benar-benar merasa jijik pada Bening.


Sebagai seorang suami, Nando merasa harga dirinya di injak-injak oleh Bening. Selama berhubungan dengan Bening, Nando selalu mencukupi kebutuhan Bening, bahkan kebutuhan ibu Bening. Namun saat dirinya dalam keadaan sakit seperti ini, Bening malah berniat berselingkuh, mencari pria lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Dan mirisnya lagi, Bening malah nekat mengeluarkan uang puluhan juta untuk menculik mantan pacarnya agar bisa di jadikan nya teman bercinta.


Entah bagaimana lagi perasaan Nando jika mengetahui bahwa uang yang diberikan nya pada mertuanya melalui istrinya itu tidak di berikan sepenuhnya hingga ibu mertuanya terpaksa bekerja untuk mencukupi kebutuhannya sendiri.


Sementara itu, Dimas, Ayana dan Toyib baru saja sampai di rumah Geno. Hilda pun menyambut mereka penuh senyuman.


"Mana Diky?"tanya Hilda saat tidak melihat Diky.


"Diky sebentar lagi juga akan segera tiba, ma. Dia dari tempat kerjanya langsung kesini,"sahut Dimas.


"Oh, begitu. Ya sudah, ayo, masuk!"ajak Hilda seraya menggandeng tangan Ayana masuk ke dalam rumah,"Bik, tolong panggil Nando ke ruangan makan, ya!"pinta Hilda pada seorang pelayan yang melintasi. Namun baru beberapa langkah keempat orang itu berjalan ke dalam rumah, terdengar suara motor masuk ke dalam pekarangan rumah.


"Itu pasti babang,"ujar Ayana menghentikan langkahnya.


Keempat orang itu membalikkan tubuh mereka menatap ke arah asal suara motor. Dan benar saja, yang baru saja datang adalah Diky. Keempat orang itu pun menunggu Diky untuk masuk ke dalam rumah bersama-sama.


Sementara itu, saat Bening keluar dari dalam kamar mandi, Nando tetap fokus pada laptopnya. Semenjak Dimas sering mengajari dan menjelaskan tentang pekerjaan di kantor, Nando menjadi semakin senang mempelajari tentang bisnis lebih dalam lagi.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu tidak lelah terus bekerja dari tadi?"tanya Bening mencoba mencari perhatian dari Nando. Bening duduk di sebelah Nando, tapi Nando seolah tidak menganggap kehadiran dirinya.


"Apa kamu tidak bisa diam dan berhenti menganggu aku?"Nando malah bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan Bening. Pria itu masih tetap fokus pada layar laptopnya.


Bening merasa sikap Nando semakin berubah semenjak dirinya pulang. Pertama datar, lalu malah berangsur menjadi dingin.


"Tok! Tok! Tok!"


"Tuan, sudah di tunggu di ruang makan,"ujar seorang pelayan di rumah itu setelah mengetuk pintu.


"Iya, Bi,'sahut Nando, kemudian menutup laptopnya.


Bening mendorong kursi roda Nando keluar dari kamar menuju ruang makan. Nando tidak mengatakan apapun, hanya diam saja saat Bening mendorong kursi rodanya.


Bening nampak terkejut saat melihat Dimas, Ayana, Toyib, dan Diky sudah berada di ruang makan.


Tanpa bicara apapun, semua orang memulai makan. Seperti biasa, Ayana mengambilkan makanan untuk Dimas, Toyib dan Diky. Hilda mengambilkan makanan untuk Geno dan Bening mengambilkan makanan untuk Nando.


Seperti biasanya pula, Bening selalu mencari kesempatan untuk mencuri pandang pada Dimas. Namun setelah beberapa kali mencuri pandang pada Dimas, tanpa di duga Bening, Dimas tiba-tiba menatapnya. Namun tatapan Dimas padanya terkesan dingin dan tajam, membuat Bening menunduk karena merasa tidak nyaman dengan tatapan Dimas itu. Bening tidak sadar jika gerak geriknya dari tadi di perhatikan semua orang yang ada di meja makan itu.


"𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝘿𝙞𝙢𝙖𝙨 𝙢𝙖𝙣𝙖𝙩𝙖𝙥 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪? 𝙎𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖 𝘿𝙞𝙢𝙖𝙨 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙩𝙖𝙥 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪. 𝘼𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙣𝙮𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙩𝙖𝙩𝙖𝙥 𝘿𝙞𝙢𝙖𝙨 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪,"gumam Bening yang tetap mencuri pandang pada Dimas.


"Kenapa? Apa kamu begitu mengagumi wajah tampan pria lain, sehingga saat suamimu ada di samping mu pun, kamu masih ingin menatap pria lain?"tanya Nando yang terdengar dingin. Sudah muak rasanya Nando melihat Bening mencuri pandang pada Dimas sedari tadi. Kebiasaan yang selalu Bening lakukan setiap kali ada Dimas yang selama ini tidak diketahui Nando.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.."


Bening tersedak mendengar kata-kata Nando yang terdengar dingin dan terang-terangan menegur dirinya di depan semua orang.

__ADS_1


"𝘼𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙜𝙞𝙡𝙖? 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜?"gumam Bening dalam hati seraya meminum air putih.


"Sayang, kamu ini bicara apa?"tanya Bening setelah merasa lebih baik karena tersedak tadi, pura-pura tidak tahu.


"Dari tadi kamu terus mencuri pandang pada Dimas. Kenapa? Kamu menyesal karena dulu telah mencampakkan dia?"tanya Nando membuat Bening semakin terkejut.


Nando benar-benar merasa sudah muak dengan sikap Bening. Selama ini Nando tidak pernah tahu jika Bening selalu mencuri pandang pada Dimas. Dan hari ini, Nando melihat dengan mata dan kepalanya sendiri bagaimana Bening mencuri pandang pada Dimas.


"𝘼𝙙𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙞𝙣𝙞? 𝘼𝙥𝙖 𝙉𝙖𝙣𝙙𝙤 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝘿𝙞𝙢𝙖𝙨. 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙘𝙖𝙧 𝙠𝙪?"gumam Bening yang semakin terkejut mendengar pertanyaan Nando.


"Sa.. sayang, kamu ini kenapa?"tanya Bening menjadi gugup saat menyadari semua orang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Semua orang berhenti makan. Padahal makanan mereka tinggal sedikit lagi. Sedangkan makanan di piring Nando baru dimakan sedikit karena dari tadi merasa geram pada Bening. Sejak duduk di kursi meja makan, Nando memperhatikan Bening yang sudah mulai mencuri pandang pada Dimas. Hingga Nando tidak bernafsu lagi untuk makan. Namun karena tidak ingin merusak acara makan malam itu, Nando menahan diri. Hingga akhirnya Nando benar-benar tidak tahan melihat tingkah Bening.


"Tidak usah berpura-pura lagi! Kamu pikir, kami tidak tahu apa yang kamu lakukan?"sahut Hilda yang juga sudah merasa sangat geram pada Bening.


"Berpura-pura apa maksud mama?"tanya Bening yang mulai merasa gelisah.


"Apa perlu kami jelaskan apa saja yang telah kamu lakukan?"tanya Diky tersenyum miring.


"Katakan padaku! Apa yang kamu lakukan dua hari yang lalu?"


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2