
Di sebuah gedung bertingkat yang menjulang tinggi, gedung milik pengusaha terkenal dan terkaya di negeri ini. Seorang pria paruh baya berjalan cepat menuju ruang CEO perusahaan itu.
"Tok! Tok! Tok!"
"Masuk!"terdengar suara seorang pria paruh baya dari dalam ruangan itu.
"Tuan!"ucap pria paruh baya yang tidak lain adalah Saman, orang kepercayaan Buston.
"Ada apa?"tanya Buston seraya mengernyitkan keningnya menatap Saman. Melihat ekspresi Saman, Buston merasa ada sesuatu yang sangat penting yang ingin di sampaikan oleh Saman.
"Ini ada sangkut pautnya dengan Tuan Muda Dimas, Tuan,"sahut Saman.
"Katakan!"pinta Buston.
"Kemarin ada kejadian yang menimpa istri Tuan Muda. Dan sekarang, beredar video tentang istri Tuan Muda yang viral di stasiun televisi dan juga media sosial, Tuan. Anda bisa melihat dua Vidio ini,"ucap Saman seraya menyodorkan tablet Android miliknya pada Buston.
Buston memutar video di tablet Android milik Saman. Setelah menonton dua Vidio yang di rekomendasikan oleh Saman, Buston menghela napas panjang, mengembalikan tablet Saman seraya menatap Saman.
"Jadi, gadis dalam video itu istri putraku?"tanya Buston seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya.
"Iya, Tuan,"sahut Saman.
"Dari dua Vidio yang aku tonton tadi, aku mengambil kesimpulan bahwa istri putraku mengalami trauma karena pria yang di pukuli nya itu. Benar begitu?"tanya Buston.
"Benar, Tuan. Mertua Tuan Muda sudah mengajukan tuntutan pada pemuda itu. Tuan muda juga mencari pengacara terbaik untuk menangani kasus ini,"sahut Saman.
"Lalu, apa yang membuatmu nampak khawatir seperti itu?"tanya Buston seraya mengernyitkan keningnya.
"Tuan Muda mendatangi seorang detektif terkenal untuk menyelidiki klub malam milik pemuda yang sudah membuat istrinya trauma itu. Pemuda itu adalah putra tunggal seorang pengusaha yang cukup terkenal. Saya rasa, orang tua pemuda itu pasti menggunakan berbagai macam cara untuk melepaskan putranya dari jeruji besi, Tuan,"jelas Saman.
"Apa putraku curiga ada aktivitas ilegal di klub malam pemuda itu?"tanya Buston seraya mengernyitkan keningnya.
"Saya rasa begitu, Tuan. Kalau tidak, mana mungkin Tuan Muda membayar detektif terkenal untuk menyelidikinya?"sahut Saman.
"Kalau begitu, bantu putraku secara diam-diam. Lakukan apa saja untuk membantu proses penyelidikan dan mempercepat proses hukum bagi pemuda pengganggu itu!"titah Buston.
"Baik, Tuan,"sahut Saman.
__ADS_1
"Oh, iya. Aku belum pernah melihat wajah istri putraku, di Vidio tadi, wajahnya juga di blur. Apa kamu memiliki foto istri putraku?"tanya Buston yang memang belum pernah melihat Ayana.
"Ada, Tuan. Saya memiliki banyak foto kebersamaan Tuan Muda bersama istrinya,"sahut Saman seraya mengutak-atik tabletnya, kemudian menyerahkannya kepada Buston.
Buston melihat foto-foto kebersamaan Dimas dan Ayana. Dari foto Dimas dan Ayana saat berada di gerbang sekolah Ayana, di pesta pernikahan Nando dan Bening, dan juga foto-foto kebersamaan Dimas dan Ayana di pantai.
"Dia sangat cantik. Pantas saja putraku tidak sabar untuk mempersunting dia. Mereka juga terlihat sangat bahagia. Syukurlah! Walaupun selama ini aku tidak ada untuknya, tapi yang penting saat ini dia bahagia,"ujar Buston tersenyum tipis menatap foto-foto kebersamaan Dimas dan Ayana yang rata-rata terlihat mesra.
"Maaf jika saya terlambat memberitahu anda soal trauma yang dialami istri Tuan Muda. Saya tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini. Tuan Muda rutin membawa istrinya ke psikolog""ucap Saman dengan kepala tertunduk.
"Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Asalkan putraku menikah dengan wanita baik-baik dan dia bahagia, aku juga ikut bahagia,"sahut Buston dengan seulas senyum di bibirnya.
***
Setelah menemui sahabat lamanya, Dimas bergegas pulang. Hari ini Dimas tidak pergi ke kantor, memilih mengerjakan semuanya dari rumah seraya menemani Ayana. Setelah hampir satu jam menempuh perjalanan, menembus kemacetan lalu lintas, akhirnya Dimas sampai juga di rumah kontrakannya.
"Di mana Ayana, Yib?"tanya Dimas saat melihat Toyib duduk di bangku yang ada di bawah pohon jambu.
"Tadi katanya pengen rebahan di kamar, Dim. Sepertinya dia kurang enak badan, Dim. Sudah, lihat dulu sana!"ujar Toyib yang tadi melihat wajah Ayana yang sedikit pucat.
"Baiklah,"sahut Dimas bergegas masuk ke dalam rumah setelah.memarkirkan motornya.
Dimas melepaskan jaket yang dipakainya, menggantung nya lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya.. Setelah itu, Dimas bergegas menghampiri Ayana. Mengelus lembut kepala Ayana.
"Kak!"gumam Ayana. Perlahan membuka matanya.
"Kenapa? Kamu merasa tidak enak badan?"tanya Dimas masih mengelus kepala Ayana.
"Hum,"sahut Ayana.
"Kita ke dokter, yuk?"tawar Dimas merasa khawatir.
"Tidak. Aku hanya ingin kakak temani aku di sini,"sahut Ayana terdengar lesu.
Dimas merebahkan tubuhnya di samping Ayana dan Ayana pun langsung masuk dalam dekapan suaminya. Nyaman. Itulah yang dirasakan Ayana saat berada dalam dekapan suaminya.
"Yakin, tidak mau ke.dokter?"tanya Dimas seraya membelai rambut Ayana dengan lembut.
__ADS_1
"Tidak. Aku hanya ingin bersama kakak,"sahut Ayana.
Mendengar keinginan Ayana, Dimas pun tidak lagi berkata apapun. Hanya memeluk Ayana dalam diam. Namun beberapa saat kemudian, tiba-tiba Ayana melepaskan pelukannya pada Dimas dan bergegas turun dari ranjang. Dengan langkah cepat, Ayana masuk ke dalam kamar mandi.
"Ay! Kenapa?"tanya Dimas yang melihat Ayana menutup mulutnya,. dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Dimas pun bergegas turun dari ranjang menyusul Ayana.
"Huek.. huek..huek.."
"Deg"
Spontan langkah Dimas terhenti. Tiba-tiba jantung Dimas serasa berhenti berdetak saat mendengar Ayana muntah-muntah.
"๐ผ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐๐๐ ๐จ๐๐๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐๐ฃ๐๐ช๐ฃ๐, '๐ ๐๐ฃ?"gumam Dimas dalam hati.
Dimas jadi teringat kata-kata Toyib. Ada sebagian ibu hamil yang mengalami mual dan muntah. Tiba-tiba Dimas menjadi gelisah. Jika benar Ayana sedang mengandung,.lalu Ayana mual dan muntah di sekolah, bukankah itu akan mengundang kecurigaan teman dan guru Ayana? Belum lagi usia Ayana yang masih terlalu muda untuk mengandung.
"Semua ini salahku. Setelah malam itu, aku benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Ayana. Seharusnya aku mengantisipasi hal ini dari awal,"gumam Dimas lirih, menghela napas berkali-kali merutuki kebodohan nya.
"Hueek.. hueek..hueek"
Suara Ayana yang kembali muntah-muntah itu membuyarkan lamunan Dimas. Pria tampan itu bergegas masuk ke dalam kamar mandi, lalu memijit tengkuk Ayana.
"Ayana muntah-muntah? Ayana tidak sedang hamil, 'kan?"gumam Toyib yang sedang lewat di depan kamar Dimas dan Ayana. Tidak sengaja mendengar Ayana muntah-muntah. Toyib menghela napas panjang, kemudian berjalan ke arah dapur.
"Sudah?"tanya Dimas setelah agak lama Ayana tidak lagi muntah-muntah.
Ayana tidak bersuara, hanya mengangguk kecil dengan mata yang terpejam. Kedua tangannya berpegangan pada pinggiran wastafel. Dimas memapah Ayana keluar dari dalam kamar mandi, kemudian membantu Ayana merebahkan tubuhnya.
...๐ธโค๏ธ๐ธ...
Notebook :
โขTablet Android adalah smartphone 'raksasa' dengan dimensi yang lebih besar dari smartphone dan phablet, yaitu 7 inci keatas. Pada awal kemunculannya, fitur tablet minus pada kemampuan bertelepon dan ber-SMS, karena pada awalnya memang didesain untuk entertaining.
โขTablet sejatinya adalah komputer portabel yang menyerupai laptop. Tablet punya layar sentuh yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan stylus atau pulpen digital saat mengoperasikannya. Komputer tablet tidak dilengkapi dengan keyboard melainkan memiliki keyboard virtual.
.
__ADS_1
To be continued