
Saat ini, Dimas, Ayana, Diky dan Wulan dalam perjalanan menuju kampung halaman Toyib. Rumah yang berada di sekitar air terjun dengan jalan yang berkelok-kelok. Namun udaranya terasa sejuk dan segar. Mereka tiba di rumah Toyib saat senja mulai menyapa.
Mobil mereka berhenti tidak jauh dari sebuah rumah yang terlihat sederhana. Rumah yang di pintu gerbangnya dihiasi tarub atau yang sering dikenal sebagai janur kuning yang terdiri dari dua buah pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohonnya.
Di sebelah rumah itu terlihat dua buah panggung yang berdampingan. Satu panggung untuk pelaminan dan satunya lagi panggung untuk memeriahkan acara pernikahan malam ini. Jika pada acara pernikahan Diky kemarin Toyib dan Dimas yang mendatangkan biduan, maka kali ini Diky dan Dimas lah yang mendatangkan biduan untuk memeriahkan pesta pernikahan Toyib.
"Capek?"tanya Dimas pada Ayana dengan senyuman lembut di bibirnya.
"Lumayan,"sahut Ayana saat mereka baru saja turun dari mobil.
"Akhirnya kalian datang juga. Aku kira kalian tidak jadi ke sini,"ujar Toyib yang tiba-tiba muncul.
"Sorry, kami terlambat. Ini gara-gara Diky yang harus menyelesaikan pekerjaan dadakannya,"sahut Dimas yang memeluk pinggang Ayana.
"Maklum aja, deh! Kalian tahu sendiri gimana pekerjaan ku yang tidak punya jadwal yang tentu,"sahut Diky yang merangkul pundak Wulan.
"Aku sangka tersesat, makanya nggak sampai-sampai,"sahut Toyib.
"Nggak tersesat, kok. Alamatnya mudah di cari. Cuma, jalannya berkelok-kelok seperti ular,"sahut Ayana.
"Namanya juga lereng gunung, Ay. Wajar aja kalau banyak tikungan mesranya,"sahut Toyib.
"Tikungan mesra?"tanya Wulan yang merasa aneh mendengar apa yang dikatakan oleh Toyib. Begitu pula dengan Dimas, Ayana, dan Diky.
"Iya, tikungan mesra. Kalau pas tikungannya tajam, kalian pasti pepet pepetan, 'kan? Lewat tikungan kiri mepet ke kiri, lewat tikungan ke kanan pun di dalam mobil bakal mepet ke kanan, 'kan?"tanya Toyib.
"Bisa aja kamu, Yib,"sahut Diky terkekeh kecil.
"Tapi yang seru itu, naik mobil di kursi penumpang bagian belakang. Duduk di tengah-tengah dua cewek cantik. Kanan kiri bisa mepetin cewek cantik kalau pas di tikungan mesra,"ujar Toyib kemudian terkekeh.
"Dasar gatel! Udah punya istri juga masih mikir begituan,"sambar Dimas.
"Jadi udah selesai, ya, bang, ijab kabul nya?"tanya Ayana seraya melihat sekeliling.
__ADS_1
"Baru saja selesai. Ayo masuk! Aku kenalkan pada istriku, kedua orang tuaku dan juga mertuaku!"ajak Toyib.
Toyib memperkenalkan ke empat sahabat yang sudah di anggap saudara itu pada, istri, orang tua dan juga mertuanya. Keempat orang itu disambut dengan ramah dan hangat oleh keluarga Toyib. Kehadiran mereka pun menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di tempat itu.
"Yib, ternyata kamu juga suka sama daun muda,"bisik Diky mengulum senyum.
"Sesama penyuka daun muda jangan saling meledek,"bisik Toyib pada Diky membuat keduanya sama-sama tertawa.
"Abang sama babang pasti lagi ngomongin yang aneh-aneh, deh!"ucap Ayana seraya memicingkan sebelah matanya, menatap Toyib dan Diky dengan tatapan curiga.
"Jangan suudzon sama Abang sendiri!"ujar Toyib seraya mengacak-acak rambut Ayana gemas.
"Emang gemesin ini anak!"ujar Diky ikut mengacak-acak rambut Ayana.
"Abang! Babang! Rambut aku jadi berantakan ini, gara-gara Abang. Padahal, kemarin baru saja aku smoothing,"gerutu Ayana dengan wajah bersungut-sungut seraya merapikan rambutnya yang berantakan karena Toyib dan Diky.
Dimas yang ada di sebelah Ayana pun hanya menghela napas melihat kelakuan dua orang sahabatnya itu. Dimas membantu Ayana merapikan rambut Ayana. Wulan hanya mengulum senyum melihat interaksi Ayana, Toyib dan suaminya. Sedangkan istri Toyib nampak diam seraya memperhatikan Toyib yang terlihat akrab dengan teman-temannya itu.
"Yib, cewek yang pakai gaun hitam itu siapa? Dari tadi lihatin kamu terus. Pas nyalami kamu, tatapan matanya juga kelihatan berbeda. Bahkan seperti enggan untuk mengalami istri kamu,"tanya Diky yang memang teliti dengan keadaan di sekitarnya. Jiwa detektif nya membuat Diky terbiasa mengamati tempat sekelilingnya berada.
"Dasar detektif! Tahu aja. Itu mantan istriku,"sahut Toyib.
"Kayaknya dia cemburu campur nyesel, bang. Gara-gara nggak sabar nunggu Abang jadi kaya, jadi nyesel sendiri karena sudah meninggalkan Abang,"celetuk Ayana.
"Walaupun dia nyesel, aku juga nggak bakal kembali sama dia, Ay,"sahut Toyib terlihat santai. Sangat jelas terlihat jika Toyib tidak lagi mencintai mantan istrinya itu. Tapi sebaliknya, matan istri Toyib terlihat masih mencintai Toyib.
"Yang di sebelahnya itu suaminya, ya, bang?"tanya Ayana terlihat penasaran.
"Hum. Itu suami barunya,"sahut Toyib.
"Pantesan dia nampak berbeda saat melihat Abang. Abang sekarang sudah kaya dan lebih ganteng Abang dari pada dia,"celetuk Ayana.
"Berani memuji pria lain di depan ku, ya?!"ujar Dimas seraya menjewer telinga Ayana.
__ADS_1
"Aduh! Ampun, kak! Abang memang ganteng, tapi jauh lebih ganteng kakak,"sahut Ayana tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang putih seraya memegangi tangan Dimas yang menjewer telinganya.
Disisi lain..
"Teman-teman Toyib dari kota itu ganteng-ganteng dan cantik-cantik, ya?"
"Iya. Toyib juga makin ganteng aja, setelah lama tinggal di kota,"
"Iya. Sepertinya juga banyak uang. Lihat saja, rumah kedua orang tuanya direnovasi jadi bagus sekali. Bahkan membelikan sawah dan kebun yang luas untuk kedua orang tuanya. Dan sekarang malah mengadakan pesta pernikahan besar-besaran seperti ini. Belum ada di kampung kita yang pesta pernikahannya sampai mengundang artis ibu kota, seperti pernikahan Toyib ini,"
"Aku dengar, Toyib juga akan memboyong istrinya ke kota. Kalau anaknya, katanya nggak mau ikut, lebih milih tinggal bersama kakek dan neneknya,"
"Mantan istri Toyib pasti menyesal karena telah selingkuh dari Toyib dan menikah dengan pria lain. Padahal masih ganteng Toyib dari pada suaminya yang sekarang. Dan sekarang, kemungkinan lebih kaya Toyib,"
"Makanya, jadi orang itu harus sabar. Coba saja dulu dia sabar menunggu Toyib merantau mencari uang. Pasti sekarang dia sudah bahagia bersama Toyib dan anak mereka,"
"Bahkan sekarang anaknya pun lebih dekat dengan istri Toyib sekarang dari pada ibu kandungnya sendiri,"
"Yahh.. begitulah kalau orang nggak sabar,"
Kasak-kusuk para tamu undangan yang hadir dalam acara pesta pernikahan Toyib. Tanpa peduli, jika mantan istri Toyib duduk tidak jauh dari mereka.
Mantan istri Toyib meremas dress-nya mendengar kasak-kusuk ibu-ibu yang membicarakan dirinya. Ada rasa sesal di hati wanita itu. Ada pula rasa iri karena Toyib mendapatkan istri yang lebih muda dan lebih cantik dari dirinya. Apalagi setelah menyadari hidup Toyib sekarang terlihat jauh lebih mapan dari pada saat masih bersama dengan dirinya dulu.
Terlihat dari rumah Toyib yang menjadi rumah terbagus di kampung mereka. Sawah dan kebun yang luas yang dibelikan Toyib untuk kedua orang tuanya. Dan tentunya pesta pernikahan yang digelar secara besar-besaran. Bahkan hiburannya mengundang artis ibu kota yang membuat heboh warga.
Mantan istri Toyib itu hanya bisa tertunduk diam menyesali keputusannya meminta cerai dari Toyib dulu.
Suami mantan istri Toyib pun telinganya menjadi panas mendengar kasak-kusuk orang-orang di sekitar mereka yang nampak tidak peduli sepasang suami-isteri itu mendengar pembicaraan mereka atau tidak.
"Ayo, kita pulang! Aku tidak mau dipermalukan lagi di sini,"ujar suami mantan istri Toyib seraya beranjak dari duduknya seraya menarik istrinya pergi dari tempat itu.
Smoothing adalah teknik meluruskan rambut dengan bahan kimia yang prosesnya menyejajarkan kembali susunan rambut sehingga rambut tampak lebih halus, rapi, dan mudah diatur. Proses pengerjaan smoothing bisa menghabiskan waktu sekitar 3-3,5 jam.
__ADS_1