
Saman mengernyitkan keningnya saat melihat panggilan masuk di handphone nya. Pasalnya, panggilan masuk itu berasal dari orang yang ditugaskan nya untuk menjaga putra majikannya dari jauh.
"Ada apa?"tanya Saman.
"Tuan, ada lima orang pria yang ingin menculik Tuan Muda. Tapi sepertinya mereka tidak mau melukai Tuan Muda. Saya rasa mereka ingin membawa Tuan muda ke suatu tempat. Apa saya harus menolong Tuan Muda sekarang?"tanya anak buah Saman.
"Asal tidak membahayakan Tuan muda, jangan melakukan apapun dulu! Ikuti saja permainan mereka dan cari tahu siapa orang yang berani mengusik Tuan Muda. Aku pastikan akan membuat perhitungan dengan dia,"ujar Saman dengan suara yang terdengar dingin.
"Baik, Tuan,"sahut anak buah Saman.
***
Saman berdiri di koridor hotel. Pria setengah baya itu tiba-tiba menghadang lima orang pria yang akan melewati koridor hotel itu.
"Hei! Minggir! Apa kamu sudah bosan hidup?"sergah salah seorang dari lima pria itu.
"Bukan aku yang bosan hidup, tapi kalian. Jika kalian membuat aku kesal, aku pastikan kalian besok hanya akan tinggal nama,"ucap Saman dengan suara dingin tersenyum miring.
Kelima pria itu saling menatap dan terkejut saat mengetahui bahwa kepala mereka telah di bidik dengan senjata api.
"A.. apa yang Tuan inginkan?"tanya salah seorang pria yang merasa kesulitan menelan ludahnya sendiri setelah mengetahui nyawanya dan nyawa teman-temannya dalam bahaya.
"Apa yang ingin dilakukan perempuan yang membayar kalian itu pada Tuan Dimas?"tanya Saman dengan tatapan dingin dan tajam.
"Di.. dia ingin bercinta dengan Tuan Dimas,"sahut salah seorang dari ke lima orang pria itu.
Lima orang itu berdiri terpaku di tempat mereka masing-masing dengan wajah tegang dan keringat dingin yang membasahi tubuh mereka.
"Dasar jalangg sialan! Beraninya dia melakukan hal semacam ini!"ujar Saman dengan wajah dingin penuh amarah, membuat ke lima orang pria itu semakin ketakutan.
"Kembali ke kamar jalangg itu dan puaskan dia! Jika kalian bisa memuaskan dia sampai pagi, aku akan mengampuni kalian. Cepat pergi dan puaskan ****** itu. Se-ka-rang!"titah Saman dengan tatapan tajam, aura dingin dan mengintimidasi yang terasa pekat, membuat ke lima orang pria itu ketakutan dan langsung berbalik arah, lalu bergegas kembali ke kamar Bening.
"Cepat bawa Tuan Muda pulang!"titah Saman pada anak buahnya.
"Baik, Tuan,"sahut anak buahnya kemudian bergegas menyusul lima orang pria tadi.
"Dasar jalangg sialan! Apa dia pikir, jalangg seperti dia pantas menyentuh Tuan muda? Jika dia tidak jera dengan peringatan ku ini, akan aku buat dia menyesal karena telah menganggu Tuan Muda,"gumam Saman dengan tatapan tajam dan dingin.
Di kamar Bening.
__ADS_1
"Tok! Tok! Tok!"
Baru dua kancing kemeja Dimas yang berhasil dibuka oleh Bening, tapi suara ketukan di pintu itu membuat Bening menghentikan aktivitasnya yang akan membuka kancing ketiga dari kemeja Dimas.
"Ck! Siapa, sih? Menganggu sekali!"gerutu Bening berdecak kesal.
Bening bergegas turun dari ranjang dengan wajah yang terlihat masam. Bening meraih bathrobe yang teronggok dilantai. Memakai kembali bathrobe yang tadi dilepaskan nya asal. Kemudian membuka pintu.
"Kalian? Mau apa kalian kembali lagi ke sini?"tanya Bening terlihat sangat kesal saat melihat yang ada di depan pintu kamar hotelnya itu adalah lima orang pria yang tadi di suruh nya untuk menculik Dimas. Namun satu pun dari ke lima orang itu tidak ada yang mau menjawab pertanyaan Bening.
"Mau apa kalian?"tanya Bening menatap lima orang itu dengan tatapan curiga, karena kelima orang itu menatap dirinya dengan tatapan aneh.
"Melakukan apa yang seharusnya di lakukan,"
"Bukankah kamu ingin bersenang-senang?"
"Bagaimana jika kami temani?"
"Kami akan memberikan kamu pelayanan dengan berbagai macam gaya, hingga kamu puas,"
"Kamu tidak akan kecewa dengan pelayanan kami"
"Kalian jangan macam-macam!"ucap Bening terlihat ketakutan.
Tiba-tiba ada dua orang pria lagi masuk ke dalam kamar itu dan menghampiri Dimas yang terbaring di atas ranjang.
"Hei! Siapa kalian! Mau apa kalian?"sergah Bening saat melihat dua pria yang baru saja masuk membangunkan tubuh Dimas dari atas ranjang dan memapahnya keluar dari kamar itu.
"Hei! Mau kalian bawa kemana dia? Siapa kalian?"pekik Bening.
"Mau kemana?"tanya salah seorang dari ke lima pria itu saat Bening ingin menghampiri Dimas. Pria itu menghadang Bening.
"Minggir kalian!"teriak Bening ingin mengejar Dimas yang di bawa dua orang pria yang tidak di kenal Bening, tapi di hadang ke lima pria itu.
"Ceklek"pintu kamar itupun tertutup.
"Kamu sangat ingin dipuaskan, bukan? Kami akan memuaskan mu hingga kamu tidak akan bisa melupakan malam indah bersama kami ini,"
"Ja.. jangan macam-macam! A.. aku sudah membayar kalian. Ke. kenapa kalian mengkhianati aku?"pekik Bening menjadi panik saat para pria itu mulai membuka baju atasan mereka.
__ADS_1
"Kamu lumayan cantik dan seksi. Aku penasaran bagaimana rasanya mencicipi tubuh kamu,"
"Jangan! Pergi kalian! Jangan mendekat ! Jangan sentuh aku! Dasar brengseek! Bajingan!"pekik Bening saat lima orang pria itu menyeret tubuhnya ke atas ranjang.
Sekuat apapun Bening berontak, dan berteriak, lima orang itu tidak menghiraukannya sama sekali.
"Lepaskan aku! Dasar brengseek!"pekik Bening saat tubuhnya dibaringkan secata paksa di atas ranjang dengan kedua tangan dan kaki yang dipegangi oleh empat orang pria,"Tolong lepaskan aku! Aku akan memberikan uang pada kalian!"bujuk Bening.
"Akan aku sumpal mulutmu! Berisik sekali,"
Akhirnya orang yang tidak memegangi Bening pun menyumpal mulut Bening. Sekuat apapun Bening berusaha memberontak, namun tidak bisa melepaskan diri dari empat orang pria itu.
"Woaahh.. dia sudah memakai baju yang begitu menggoda,"
"Tubuhnya seksi juga,"
"Ayo, kita nikmati bersama,"
Ujar para pria itu mulai melucuti helai demi helai kain yang menempel di tubuh Bening. Mereka menikmati tubuh Bening bersama-bersama. Ada yang menikmati bibir, leher, dada,, perut dan semua bagian tubuh Bening. Hingga ke lima pria itu bergiliran menyatukan tubuh mereka dengan tubuh Bening.
Bening tidak bisa melakukan apapun selain pasrah. Bagaimana pun tubuhnya yang sudah lama tidak di sentuh pria itu sangat menikmati saat lima orang pria itu menyentuh seluruh bagian tubuhnya dengan salah satu diantaranya bergerak di atas tubuh Bening mencari kenikmatan. Akhirnya saat kain yang menyumpal mulut Bening itu di buka, hanya ada racauan kenikmatan yang keluar dari mulut Bening. Pikiran Bening mengatakan tidak mau, tapi tubuhnya menginginkan dan menikmati. Sungguh tidak sinkron, bukan?
Di sisi lain.
Dimas yang terbangun dari pingsannya nampak terkejut menyadari dirinya sedang berada di dalam mobil yang sedang melaju. Seorang pria duduk di sebelahnya dan dua orang pria lagi yang duduk di depannya yang salah satunya sedang mengemudikan mobil.
"Siapa kalian?"tanya Dimas dengan kepala yang terasa pusing.
"Kami ditugaskan untuk mengantarkan anda pulang, Tuan,"sahut pria yang duduk di samping Dimas sopan.
"Kenapa?"tanya Dimas nampak bingung.
"Tadi anda di culik lima orang pria. Mereka adalah orang-orang yang di suruh perempuan yang bernama Bening untuk membawa Tuan ke hotel xx yang terletak di pinggir kota,"sahut pria itu.
"Bening yang menyuruh orang untuk menculik aku?"tanya Dimas yang mulai merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya.
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued