
"Hai, Ay! Naik motor nggak pakai helm itu berbahaya, loh! Aku antar pulang, yuk!"ucap Delvin tiba-tiba langsung menarik tangan Ayana.
"Lepaskan!"pekik Ayana yang terkejut saat tiba-tiba Delvin memegang dan menarik tangannya. Dengan sekuat tenaga, Ayana menarik tangannya yang di pegang oleh Delvin.
"Ay!"pekik Wulan langsung memeluk tubuh Ayana saat Ayana berhasil melepaskan pegangan Delvin. Semua orang yang ada di sekitar tempat itupun jadi memperhatikan ke-lima orang itu.
"Tolong jangan pegang sembarangan kak! Ayana tidak biasa di sentuh oleh orang asing,"ujar Wulan menatap tidak suka pada Delvin.
Wulan tidak akan lupa. Semenjak mengalami trauma waktu itu, Ayana benar-benar tidak nyaman jika didekati apalagi di sentuh pria asing. Walaupun trauma Ayana sudah sembuh, tapi Ayana tetap merasa tidak nyaman apabila di dekati apalagi di sentuh pria asing. Ayana bisa berbuat kasar dan brutal jika ada pria yang berbuat kasar padanya. Seperti Noval yang babak belur di pukuli helm oleh Ayana waktu itu.
"Ay!"panggil seorang wanita membuat semua orang menoleh.
"Bu Nur,"ucap Wulan.
Sedangkan Ayana nampak marah karena tidak suka dengan perbuatan Delvin yang memegang tangannya tadi.
"Ada apa? Apa yang terjadi?"tanya Bu Nur yang melihat wajah Ayana dan Wulan nampak tidak baik-baik saja.
Tadi Bu Nur sedang mengojek. Mengantar pelanggan yang rumahnya lumayan jauh dan kebetulan melewati kampus Ayana. Kebetulan juga Bu Nur melihat Wulan memeluk Ayana dengan ekspresi yang terlihat tidak baik-baik saja. Apalagi di depan kedua sahabat itu ada tiga orang pria. Bu Nur yang tahu trauma Ayana pun langsung berhenti dan menghampiri Ayana dan Wulan.
"Bu, tolong antar Ayana pulang!"ucap Wulan pada Bu Nur.
"Baik. Ayo, Ay! Ibu akan mengantarkan kamu pulang,"ucap Bu Nur langsung menggandeng Ayana ke arah motornya. Tanpa bertanya apapun lagi. Karena melihat kemarahan di wajah Ayana.
Tak lama kemudian, Bu Nur dan Ayana meninggalkan tempat itu. Wulan pun juga bergegas meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Delvin dan kedua orang temannya yang terdiam menatap kepergian ke tiga wanita itu.
"Wah, bos. Bos di tolak mentah-mentah,"ujar si keriting.
"Iya, bos. Baru kali ini dalam sejarah. Bos di acuhkan dan di tolak oleh gadis. Padahal kalau gadis yang lain, pasti sangat senang jika digandeng bos, diantar pulang naik mobil mewah bos. Tapi ini, disentuh bos saja langsung histeris. Ini sungguh sebuah penghinaan, bos,"ujar si gisul membuat Delvin merasa panas hati.
"Ayana itu memang sulit di dekati, kak. Dia itu punya trauma pada laki-laki. Jadi, dia selalu menghindar dari semua laki-laki. Dia menjadi histeris jika di sentuh laki-laki yang tidak dekat dengan dia. Bahkan bisa menghajarnya secara brutal. Dulu pernah beredar video tentang Ayana yang menghajar laki-laki yang ingin menculik dia,"ujar seorang Maba.
"Benarkah? Kamu mengenal dia?"tanya Delvin yang nampak tertarik mendengar cerita pemuda yang lebih muda dari dirinya itu. Maba di kampus itu.
"Iya, kak. Kebetulan aku teman satu kelas Ayana dan Wulan sejak kelas satu SMU,"sahut pemuda itu.
__ADS_1
"Menarik sekali. Dia selalu menghindari laki-laki? Jadi dia nggak punya pacar, dong?"tanya si gisul.
"Saat SMU, dulu ada cowok yang selalu mengantarkan Ayana berangkat. Tapi pulangnya selalu di jemput oleh perempuan yang bernama Bu Nur tadi. Aku nggak tahu, cowok yang selalu mengantar dia itu siapa,"sahut Maba itu.
"Thanks, ya, Fyi-nya!"ucap Delvin menepuk pundak Maba itu, kemudian meninggalkan tempat itu.
"Sama-sama, kak,"sahut Maba itu,"Lumayan kalau bisa berteman dengan kak Delvin,"gumam Maba itu tersenyum senang.
Di tempat lain.
Diky memasuki sebuah gedung perusahaan terbesar di negara ini. Pemuda itu nampak menghela napas sebelum masuk ke dalam gedung itu.
"Maaf, apa Tuan Buston nya ada?"tanya Diky pada resepsionis di perusahaan Buston.
"Anda siapa?"tanya resepsionis itu.
"Tolong katakan, saya detektif Diky, teman Tuan Dimas,"pinta Diky.
"Mohon tunggu sebentar!"ucap resepsionis itu ramah, lalu menghubungi seseorang.
"Tuan!"sapa Saman.
"Ada apa?"tanya Buston.
"Detektif Diky, teman dari Tuan muda ingin bertemu dengan Anda,"ucap Saman membuat Buston mengernyitkan keningnya heran.
"Ada apa detektif itu ingin bertemu dengan aku?"tanya Buston menatap Saman.
"Saya juga tidak tahu, Tuan,"sahut Saman yang juga merasa heran saat mengetahui Diky ingin menemui majikannya.
"Baiklah. Suruh dia masuk!"ucap Buston yang penasaran, ada apa detektif terkenal seperti Diky ingin menemui dirinya.
"Baik, Tuan,"sahut Saman yang juga penasaran akan maksud kedatangan Diky.
Tidak lama kemudian, Diky pun memasuki ruangan Buston bersama Saman. Diky merasa lega karena Buston akhirnya mau menemui dirinya.
__ADS_1
"Silahkan duduk Tuan Diky! Suatu kehormatan bagi saya karena seorang detektif muda dan terkenal seperti anda mau mengunjungi saya,"ucap Buston ramah.
"Terimakasih, Tuan. Anda terlalu menyanjung saya. Justru saya yang merasa terhormat karena pengusaha nomor satu di negeri ini mau menemui saya yang sebelumnya tidak membuat janji terlebih dahulu dengan, Tuan,"ucap Diky seraya duduk.
"Anda terlalu merendah. Ada apa gerangan hingga anda yang super sibuk ini menyempatkan waktu untuk mengunjungi saya?"tanya Buston lagi. Sedangkan Saman berdiri di samping Tuan Buston.
"Saya tidak akan membuat waktu anda yang berharga terbuang sia-sia untuk saya. Saya akan langsung saja pada inti masalahnya. Sebenarnya, beberapa hari yang lalu, Nyonya Liliana, istri Tuan meminta bantuan saya untuk menyelidiki anda,"ucap Diky membuat Buston dan Saman terkejut.
"Istri saya meminta Anda menyelidiki saya. Kenapa istri saya ingin menyelidiki saya? Dan kenapa anda malah memberitahu saya?"tanya Buston yang semakin penasaran.
"Istri anda meminta saya menyelidiki anda karena istri anda curiga jika anda berselingkuh dan memiliki putra lain selain Tuan Axelle dan Tuan Delvin di luar sana,"
"Deg"
Ucapan Diky itu membuat jantung Buston rasanya berhenti berdetak. Sudah puluhan tahun lamanya Buston menyembunyikan hal ini dari Liliana. Tanpa diduga sekarang Liliana mencurigai dirinya. Padahal Buston merasa sudah sangat rapi menyembunyikan kebenaran ini dari Liliana. Tidak ingin menyakiti hati wanita yang sangat dicintainya karena kesalahan yang tidak pernah ingin dilakukannya itu.
Saman juga ikut terkejut mendengar penuturan Diky. Karena selama ini merasa bahwa Tuan-nya dan dirinya tidak melakukan sesuatu yang mencolok untuk berinteraksi dengan Dimas.
"Jika istri saya meminta anda menyelidiki saya, kenapa anda malah memberitahu kepada saya?"tanya Buston terdengar tenang dengan seulas senyum di bibirnya. Menutupi perasaannya yang sebenarnya menjadi gelisah.
"Apa anda benar-benar ingin tahu kenapa saya memberitahukan soal ini pada anda?"tanya Diky yang salut melihat ekspresi wajah Buston yang terlihat tenang walaupun tadi terlihat sempat terkejut. Sedangkan wajah orang kepercayaan Buston yang tidak lain adalah Saman, pria itu tetap memasang wajah datarnya, walaupun tadi juga sempat terkejut.
"Jika anda tidak keberatan, saya benar-benar ingin tahu apa alasan Anda memberitahu hal yang seharusnya anda rahasiakan dari saya ini. Namun saya tidak akan memasak. Saya tahu, anda adalah orang yang loyal pada pekerjaan anda. Dan anda tidak tertarik dengan uang suap,"sahut Buston yang sebenarnya semakin penasaran.
Buston sudah mendengar banyak hal tentang detektif muda di depannya ini. Tentang sepak terjangnya dan loyalitasnya terhadap pekerjaannya. Lalu kenapa detektif muda ini tiba-tiba malah memberitahu dirinya jika istrinya sedang mencurigai dirinya dan ingin menyelidiki dirinya? Apa alasan detektif muda ini memberi tahu hal yang seharusnya dirahasiakan dari dirinya itu? Pertanyaan itulah yang membuat Buston menjadi sangat penasaran. Demikian pula dengan Saman.
...🌸❤️🌸...
•Fyi adalah singkatan yang berasal dari bahasa Inggris yaitu "For Your Information" artinya sekedar informasi.
•Loyal artinya patuh atau setia.
•Loyalitas adalah kesetiaan. Dikutip dari situs bpkpenabur.or.id, loyalitas adalah suatu kesetiaan yang biasanya timbul dengan sendirinya di diri seseorang, untuk memberikan layanan atau jasa secara baik.
.
__ADS_1
To be continued