SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
75. Sudah Menikah


__ADS_3

Toyib nampak berhenti di sebuah warung. Ingin membeli air mineral untuk menghilangkan dahaganya. Kebetulan Bu Lastri juga sedang berbelanja di warung itu.


"Eh, bang Toyib. Kak Dimas nya mana, bang?"tanya seorang wanita yang tidak lain adalah janda terkaya di kampung Pak Parman.


Janda yang naksir sama Dimas dan beberapa kali menyatakan perasaannya pada Dimas. Tapi tidak pernah ditanggapi oleh Dimas.


Mendengar nama Dimas di sebut, Bu Lastri pun memasang telinga nya baik-baik, sambil memilih sayuran.


"Dimas masih keliling di kampung lain, Bu. Sebentar lagi juga ke sini,"sahut Toyib.


"Jangan manggil Bu, dong! Umur saya masih dibawah tiga puluh tahun, loh!"ucap janda itu. Toyib hanya tersenyum tipis kemudian mengambil air mineral di lemari pendingin.


"Bang Toyib, comblang-in saya dan kak Dimas, dong! Nanti kalau saya jadian sama kak Dimas, saya bakal kasih bonus yang gede buat bang Toyib,"pinta janda itu. Bu Lastri yang sedang memilih sayuran pun melirik ke arah janda itu.


Janda satu ini memang sangat getol mendekati Dimas. Setiap Dimas masuk ke kampung itu, wanita itu selalu mencari cara untuk bertemu dengan Dimas. Bahkan selalu memesan pakaian dari Dimas agar bisa bertemu dengan Dimas. Tapi sayangnya, Dimas bersikap biasa saja, bahkan terkesan acuh.


"Maaf! Bukannya saya tidak mau. Tapi Dimas sudah punya pasangan,"sahut Toyib sambil duduk di salah satu kursi yang ada di warung itu meneguk air mineral untuk melepaskan dahaganya.


"Cuma pacar, 'kan? Bang, yang pacaran bisa putus, yang nikah bisa cerai seperti saya. Kalau Abang mau bantu comblang in, saya akan kasih bang Toyib uang lima juta,"tawar janda itu.


"Dasar janda gatel! Sudah tau nak Dimas nggak mau, masih juga di kejar-kejar,"gumam Bu Lastri lirih.


Bukan rahasia lagi, jika janda itu mengejar-ngejar Dimas, dan Dimas tidak menanggapi janda itu.


Bu Lastri jadi sewot pada janda itu karena sudah tahu dari Wulan, jika Ayana pacaran dengan Dimas. Bu Lastri yang sudah menganggap Ayana seperti putrinya sendiri pun tidak terima jika pacar Ayana ingin di rebut orang.


"Maaf! Saya tidak bisa,"sahut Toyib seraya memilih roti di atas meja.


"Sepuluh juta. Kalau saya bisa jadian dengan kak Dimas, saya akan berikan sepuluh juta,"tawar janda itu membuat Bu Lastri dongkol.

__ADS_1


"Saya tidak mau merusak hubungan sahabat saya sendiri,"sahut Toyib mulai memakan roti yang sudah di pilihnya.


"Bener bang Toyib, tidak baik merusak hubungan orang lain. Apalagi kalau pasangan yang saling mencintai,"sahut Bu Lastri sewot. Sedangkan pemilik warung hanya menjadi pendengar setia.


"Dua puluh juta. Bagaimana?"janda itu terus saja menaikkan tawarannya, tidak menghiraukan ucapan Bu Lastri, membuat Bu Lastri semakin geram.


Toyib tertawa tanpa suara mendengar tawaran janda terkaya di kampung Pak Parman itu.


"Sampai berapa juta yang bisa ibu berikan jika saya mau jadi comblang,"tanya Toyib mengernyitkan keningnya menatap janda itu.


Mendengar kata-kata Toyib itu, Bu Lastri meremas batang kangkung yang sedang di pegangnya. Menatap Toyib tajam seolah ingin menerkam Toyib.


"Lima puluh juta. Bagaimana? Mau tidak?"tanya janda itu dengan wajah serius.


"CK. Ibu ingin jadi pelakor? Walaupun ibu memberi saya uang seratus juta, saya tidak akan menjadi jalan orang lain untuk merusak rumah tangga sahabat saya sendiri. Apa ibu tidak tahu? Mengganggu dan juga merusak hubungan rumah tangga orang lain adalah haram hukumnya, dan bagi siapapun yang melakukannya akan mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka. Dimas sudah menikah, jadi jangan mengejar-ngejar Dimas lagi,"ujar Toyib panjang lebar.


Bu Lastri yang mendengar kata-kata Toyib barusan menjadi bingung. Bukannya Dimas adalah pacar Ayana? Mengapa Toyib mengatakan jika Dimas sudah menikah? Itulah pertanyaan yang ada di otak Bu Lastri. Namun enggan bertanya pada Toyib.


"Kalau tidak percaya, tanya saja pada orangnya sendiri. Istri Dimas pintar memasak, masih muda dan sangat cantik. Bahkan sangking cintanya Dimas pada istrinya, Dimas tidak mengijinkan istrinya keluar rumah jika tidak bersamanya,"ucap Toyib yang bagaikan menabur garam di atas luka sang janda.


Mendengar kata-kata Toyib, janda itu pun tidak bisa berkata-kata lagi. Sedangkan Bu Lastri nampak bingung. Karena setahu Bu Lastri dari Wulan, Ayana adalah pacar Dimas. Pemilik warung juga nampak tidak percaya dengan kata-kata Toyib.


Toyib membayar apa yang dimakan dan di minumnya. Duda muda itu tersenyum tipis dan mengangguk kecil pada Bu Lastri, kemudian mengendarai motornya meninggal warung itu


Janda itu terlihat kecewa setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Toyib. Sudah lama dirinya mengejar-ngejar Dimas, tapi nyatanya Dimas malah sudah menikah dengan orang lain. Namun janda itu merasa belum yakin jika belum bertemu Dimas secara langsung.


Bu Lastri kembali melanjutkan belanja nya yang sempat tertunda karena pembicaraan Toyib dan janda kaya itu.


"Kak Dimas! Tunggu!"teriak janda itu saat melihat Dimas melintas.

__ADS_1


Bu Lastri spontan menoleh, dan benar saja, Dimas berhenti saat di panggil janda itu. Si janda kaya itu pun langsung menghampiri Dimas.


"Ada apa, Bu?"tanya Dimas membuka kaca helm full face nya.


"Saya ingin bayar cicilan saya lebih awal. Soalnya tiga hari lagi saya mau bepergian,"ucap janda itu beralasan. Janda itu tahu benar jika Dimas tidak akan mau diajak bicara selain masalah dagangannya. Jadi janda itu pura-pura ingin membayar cicilan kreditnya.


Dimas melepaskan helm full face nya, kemudian turun dari motornya berjalan ke arah warung.


"Bu, numpang duduk sebentar, ya!"ucap Dimas pada pemilik warung.


"Iya, nak. Silahkan!"ucap si pemilik warung ramah.


Dimas membuka buku kecilnya untuk melihat berapa cicilan si janda kaya, itu.


"Kak Dimas, tawaran saya kemarin masih berlaku, loh. Jika kak Dimas mau jadi suami saya, saya akan membuatkan toko untuk berjualan pakaian yang besar untuk kak Dimas,"ujar janda itu dengan suara yang di buat selembut mungkin, membuat Bu Lastri kesal.


"Maaf, Bu! Saya sudah menikah,"ucap Dimas mengangkat tangannya, menunjukkan cincin pernikahan di jari manisnya pada janda itu.


"Jadi.. kak Dimas benar-benar sudah menikah?"tanya janda itu masih belum percaya.


"Saya sudah menikah tiga bulan yang lalu,"sahut Dimas kembali memeriksa buku tagihannya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Dimas, pemilik warung dan Bu Lastri pun terkejut, termasuk janda itu. Mereka memang belum percaya sepenuhnya pada kata-kata Toyib tadi. Tapi begitu Dimas mengaku sudah menikah dan menunjukkan cincin pernikahan nya, tiga orang wanita itu baru percaya.


Setelah mendengar jawaban Dimas, wajah janda kaya itu pun lesu. Sewaktu Dimas masih singel saja susah untuk mendekati Dimas. Dan sekarang Dimas malah sudah menikah. Menunggu dudanya? Kapan?


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2