SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
241. Terkejut


__ADS_3

Atas dukungan keluarga, saudara dan sahabatnya, akhirnya Ayana bangkit dari keterpurukannya. Menjalani aktivitasnya seperti biasanya. Bedanya, Ayana jarang pulang ke rumah kontrakan mereka. Ayana lebih banyak menghabiskan waktu untuk menjaga Dimas di rumah sakit. Sedangkan rumah kontrakan mereka, untuk sementara waktu ditempat Toyib dan Bunga.


Setelah kuliah, Ayana akan kembali ke rumah sakit. Seolah rumahnya kini berpindah ke rumah sakit. Tidur satu ranjang dengan suaminya. Membersihkan tubuh pria yang dicintainya itu sendiri, dan tidak mengizinkan siapapun membersihkan tubuh suaminya.


Selalu menceritakan aktivitas yang dijalaninya setiap hari pada suaminya yang masih terbaring koma tanpa bisa merespon apapun. Mengambil alih mengurus saham milik Dimas dan miliknya sendiri. Untung saja, Dimas sudah mengajari Ayana dan Toyib cara melakukan jual beli saham agar bisa mendapatkan keuntungan. Dan kebetulan, keduanya juga cepat bisa menangkap apa yang diajarkan oleh Dimas. Sehingga, saat keadaan Dimas seperti ini, Ayana dan Toyib bisa melakukan jual beli saham tanpa bantuan Dimas. Mungkin Dimas sudah punya firasat sehingga begitu gencar mengajari Ayana dan Toyib bagaimana caranya melakukan jual beli saham agar mendapatkan keuntungan.


Sedangkan keluarga besar Ayana sangat terkejut saat Tuan Buston dan Liliana menyatakan bahwa Dimas adalah putra mereka yang hilang karena musibah banjir. Keluarga besar Ayana semuanya mengetahui siapa Dimas sesuai apa yang diceritakan oleh Liliana. Sedangkan Diky merasa terkejut dengan cerita yang dikemukakan oleh Liliana, karena Diky tahu persis bagaimana cerita aslinya. Namun Diky merasa salut karena Liliana mau menerima Dimas, bahkan menutupi kenyataan buruk bahwa Dimas adalah anak yang hadir karena sebuah musibah. Musibah yang terjadi karena seseorang yang ingin curang dalam berbisnis. Dengan cerita Liliana itu, Dimas tidak akan dipanggil anak haram.


Buston dan Liliana juga selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi Dimas. Liliana juga rutin mengirimkan makanan bergizi untuk Ayana. Namun Tuan Buston dan Liliana belum memberitahu tentang Dimas kepada Axell dan Delvin, mengingat Axell masih di luar negeri.


Setelah mata kuliah selesai, Ayana membereskan peralatan tulisnya, lalu bergegas keluar dari kelasnya. Seperti biasanya, Ayana akan kembali ke rumah sakit menggunakan taksi online.


"Eh, kamu perhatiin, nggak? Akhir-akhir ini, aku nggak pernah lihat Ayana di antar dan di jemput sama suaminya,"


"Iya, kamu benar. Aku emang udah lama nggak pernah lihat Ayana di antar dan di jemput suaminya,"


"Padahal aku seneng banget kalau lihat wajah suami Ayana. Ganteng banget,"


"Aku juga,"


"Kenapa, ya, sekarang Ayana nggak pernah diantar dan dijemput suaminya lagi?"


"Meneketehek?"


( Meneketehek adalah bahasa gaul yang artinya mana ku tahu )


Pembicaraan dua mahasiswi itu tanpa sengaja di dengar oleh Delvin. Pemuda itu bergegas menyusul Ayana yang baru saja pergi. Kali ini entah mengapa Delvin berkeinginan untuk membuntuti Ayana dengan mobilnya. Tak lama kemudian, Delvin melihat Ayana menaiki taksi online.


"Benar kata dua orang mahasiswi tadi. Ayana tidak di jemput oleh suaminya,"gumam Delvin dalam hati seraya membuntuti taksi online yang di tumpangi Ayana.


Ayana yang berada di dalam taksi online nampak menatap ke arah luar jendela mobil. Suara lagu yang di putar di dalam mobil itu membuat Ayana terbawa perasaan.


Tenanglah, kekasihku..


Kutahu hatimu menangis.


Beranilah 'tuk percaya

__ADS_1


Semua ini pasti berlalu


Meski takkan mudah


Namun kau takkan sendiri


Ku ada di sini..


… Untukmu aku akan bertahan


Dalam gelap takkan kutinggalkan


Engkaulah teman sejati


Kasihku di setiap hariku


… Untuk hatimu ku 'kan bertahan


Sebentuk hati yang ku nantikan


Arti cinta yang t'lah kita punya


Lagu yang dilantunkan oleh Afgansyah Reza yang berjudul "Untukmu Aku Bertahan" itu benar-benar menyentuh hati Ayana.


Lagu yang bermakna tentang keberanian dan ketulusan seseorang dalam berkomitmen untuk setia. Tak peduli sesulit apa pun rintangan yang dihadapi oleh kekasihnya, orang pada lagu itu akan tetap setia menemani. Selain itu, dalam lagu ini juga diceritakan bagaimana kita mendapatkan perlindungan, dan kekuatan dari cinta.


"Aku harus yakin jika kakak akan sembuh. Demi buah hati kami,"gumam Ayana seraya mengusap perutnya dengan lembut. Sedangkan air matanya tanpa terasa menetes membasahi pipinya.


Ayana memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan dirinya. Lalu menghapus air matanya. Mengingat bagaimana selama ini orang-orang yang menyayangi dan disayangi nya mendukung dirinya melewati cobaan yang dihadapinya itu. Ayana tidak ingin terlihat sedih di depan mereka.


Bahkan Tuan Buston pun sampai mendatangkan beberapa dokter dari luar negeri untuk upaya kesembuhan Dimas. Pernyataan Liliana bahwa Dimas adalah putra mereka mempermudah Buston untuk mengupayakan kesembuhan Dimas semaksimal mungkin.


Delvin yang masih membuntuti Ayana, mendadak mendapatkan telepon hingga akhirnya kehilangan jejak taksi online yang ditumpangi oleh Ayana. Pemuda itu akhirnya melajukan mobilnya untuk pulang.


Malam harinya, keluarga Tuan Buston berkumpul di ruang makan. Setelah satu bulan, akhirnya Axell kembali dari luar negeri. Setelah makan malam selesai, Tuan Buston meminta kedua putranya ke ruangan keluarga.


"Axell, Delvin, papa ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin akan membuat kalian terkejut,"ujar Tuan Buston membuat Axell dan Delvin saling menatap, seolah saling bertanya, berita apa gerangan yang ingin disampaikan oleh papa mereka hingga papa mereka terlihat sangat serius.

__ADS_1


"Biar mama saja yang menceritakannya,"sahut Liliana lalu mulai bercerita,"Sebenarnya, papa kalian sudah menikah, sebelum menikah dengan mama. Papa kalian dan istri pertamanya bercerai karena merasa tidak cocok. Karena papa kalian yang lebih suka tinggal di kota dan istri pertamanya lebih suka tinggal di desa. Tapi setelah bercerai, ternyata istri pertama papa kalian malah mengandung. Namun mereka memutuskan untuk tidak rujuk karena sama-sama kukuh dengan pendirian mereka masing-masing. Satu ingin tinggal di kota, dan satunya lagi ingin tinggal di desa. Akhirnya mereka tetap berpisah dan sama-sama menikah lagi. Papa kalian menikah dengan mama dan istri pertama papa kalian menikah dengan pria yang sudah lama mencintai dia,"


"Walaupun begitu, kami tetap menafkahi dan mengunjungi anak dari pernikahan pertama papa kalian. Hingga suatu hari terjadi banjir bandang di desa tempat tinggal mantan istri papa kalian. Kami mencari putra papa kalian itu, ibunya dan ayah sambungnya, tapi tidak ketemu. Dan kami baru menemukan dia saat kecelakaan kemarin. Padahal, waktu itu putra pertama papa kalian juga pernah menolong kita, tapi kami tidak menyadari jika dia adalah putra pertama papa kalian yang hilang,"ujar Liliana persis sama seperti yang diceritakan Liliana pada Ayana dan keluarga Ayana. Dan tentu saja hal itu membuat Axell dan Delvin benar-benar terkejut.


"Jadi, kami memiliki seorang kakak dari pernikahan pertama papa?"tanya Delvin memperjelas cerita mamanya


"Iya. Dan dialah yang telah menyelamatkan kita dalam kecelakaan mobil yang hampir menewaskan kita berempat waktu itu. Dia juga yang mendonorkan darahnya untuk Axell, hingga Axell selamat. Dia kembali menyelamatkan mama kalian dalam kecelakaan mobil yang menimpa mama kalian satu bulan yang lalu,"Buston kembali menjelaskan.


"Lalu, di mana kakak kami itu?"tanya Axell.


"Dia masih terbaring koma di rumah sakit karena kecelakaan yang kami alami waktu itu,"sahut Liliana menghela napas panjang.


"Kenapa mama tidak menceritakan pada kami, jika kalian sudah menemukannya sebulan yang lalu?"tanya Delvin yang lebih terdengar seperti protes.


"Karena kakak kamu masih di luar negeri. Kami ingin mengatakan langsung pada kalian berdua seperti sekarang,"sahut Buston.


"Lagi pula, selama tiga hari mama di rumah sakit, kamu juga tidak menyempatkan waktu untuk menengok mama, Vin,"sindir Liliana.


"Mama bilang luka mama tidak parah, jadi aku tidak menengok mama,"sahut Delvin menyengir bodoh.


"Keterlaluan kamu, Vin! Mama masuk rumah sakit pun tidak kamu tengok,"sahut Axell.


"Sibuk, bikin skripsi, kak,"kilah Delvin


"Alasan! Dasar anak tidak berbakti! Apa kamu mau jadi anak durhaka?"ketus Axell.


"Jangan nyumpahin aku, dong, kak!"protes Delvin.


"Oh, ya, ma, pa, bolehkah aku mengunjungi kakak kami itu?"tanya Axell.


"Tentu saja. Kebetulan papa dan mama akan mengunjunginya. Bersiap-siaplah! Kita ke sana sekarang,"sahut Liliana.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2