
Bening sudah sampai di hotel yang rencananya akan di jadikannya tempat menginap bersama Dimas malam ini. Tepatnya adalah tempat yang akan dijadikan Bening untuk bercinta dengan Dimas. Tepat untuk berselinggkuh. Berselinggkuh dari suaminya, karena terobsesi pada pria yang pernah mengisi hatinya dan menjadi kekasih yang paling sempurna menurut nya.
Wanita itu bergegas masuk ke dalam hotel menuju kamar yang sudah di reservasinya sebelumnya. Bening membuka pintu kamar hotel itu, lalu masuk dengan wajah yang terlihat bahagia. Meletakkan sling bag miliknya di atas nakas.
"Aku akan membersihkan diri terlebih dahulu,"gumam Bening penuh senyuman.
Bening berjalan ke dalam kamar mandi, menuangkan sabun cair aroma buah ke dalam bathtub. Wanita itu masuk ke dalam bathtub dan membersihkan dirinya dengan perasaan bahagia.
"Aku harus bersih dan wangi saat bersama dengan Dimas nanti, agar dia tidak bisa melupakan malam ini. Malam saat dia bercinta dengan ku,"gumam Bening penuh senyuman.
Perhatian Bening teralihkan saat mendengar suara dering handphone nya. Wanita itu meraih handphonenya dan langsung menerima panggilan masuk itu setelah mengetahui siapa orang yang saat ini menghubunginya.
"Halo! Gimana? Kalian sudah berhasil menculik dia?"tanya Bening seraya memainkan busa sabun di dalam bathtub.
"Sudah. Kami sudah berhasil menculik dia. Ingat! Kami tidak akan memberikan orang nya pada kamu jika kamu tidak melunasi sisa pembayaran terakhir,"
"Bagus! Kalian memang bisa diandalkan. Tenang saja! Asalkan kalian menyerahkan orangnya tanpa lecet sedikitpun, maka aku akan melunasi sisa bayaran kalian,"sahut Bening seraya menulis nama Dimas di atas busa sabun dengan senyum yang terpatri di bibirnya.
"Kalian tidak melukai dia sama sekali, 'kan?"tanya Bening memastikan.
"Tidak. Kamu bisa melihatnya sendiri nanti,"
"Apa kalian sudah memberikan dia obat perangsang?"tanya Bening seraya memejamkan matanya membayangkan betapa tampannya wajah Dimas, pria yang pernah menjadi kekasihnya itu.
"Sudah. Setelah dia sadar nanti, dia pasti akan melayani mu dengan baik. Ha..ha..ha..."
"Aku tunggu kalian secepatnya,"ujar Bening terdengar ketus karena ditertawakan oleh orang yang diajak nya bicara.
__ADS_1
"Kami masih on the way ke sana, sebentar lagi sampai. Mungkin sekitar sepuluh menit lagi. Siapkan saja sisa uang pembayaran untuk kami,"
"Akan aku bayar sisanya setelah memastikan bahwa dia baik-baik saja dan tidak ada yang lecet sedikit pun,"sahut Bening kemudian mengakhiri panggilan.
Bening bergegas menyelesaikan ritual mandinya. Wanita itu memakai lingerie yang berwarna merah menyala. Lingerie tipis yang terlihat sangat seksi. Lekuk tubuh perempuan itu begitu indah, walaupun perutnya sedikit membuncit. Bening memakai parfum agar tubuhnya semakin wangi.
"Aku akan menggoda Dimas hingga dia tidak tahan untuk tidak menyentuh aku,"gumam Bening menatap dirinya melalui cermin di depannya,"Tubuh ku semakin seksi dan berisi, walaupun perutku sudah agak membuncit,"gumam Bening seraya meraba perutnya yang agak membuncit.
Bening meraih bathrobe, kemudian memakainya. Wanita itu mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Setelah agak kering, Bening menyisir rambutnya. Bening mulai memasang beberapa kamera untuk merekam percintaan nya dengan Dimas nanti. Mengatur kamera agar bisa merekam dengan jelas.
"Tok! Tok! Tok!"
Suara ketukan di pintu membuat kedua sudut bibir Bening tertarik ke atas membentuk lengkungan bulan sabit. Wanita itu bergegas berjalan menuju pintu.
"Kebetulan sekali. Aku baru saja selesai mempersiapkan semuanya,"gumam Bening penuh senyuman, kemudian membuka pintu kamar hotel itu.
"Ini pria yang kamu inginkan. Periksalah! Kami jamin tidak ada yang lecet sedikitpun,"ujar salah seorang pria yang saat ini berdiri di depan pintu sedang memapah Dimas bersama seorang temannya.
Dua orang pria yang memapah Dimas itu pun membawa Dimas masuk ke dalam kamar itu, lalu membaringkan tubuh Dimas di atas ranjang. Sedangkan tiga pria lainnya menunggu di luar kamar.
Dengan teliti, Bening memeriksa wajah Dimas dan tidak melihat luka atau pun memar sedikit pun di wajah tampan Dimas.
"Jika wajahnya saja tidak ada yang terluka, mana mungkin tubuhnya yang lain terluka. Jika kamu ingin mengagumi wajah dan tubuhnya, lakukan saja nanti. Cepat bayar sisa bayaran kami!"ujar salah seorang pria yang sudah tidak sabar saat Bening akan membuka jas yang di pakai Dimas.
Bening mendengus kesal, lalu mengambil handphone nya, membuka aplikasi mobile banking di handphone nya. Tak lama kemudian terdengar suara notifikasi pesan masuk di handphone pria yang bicara dengan Bening tadi.
"Sudah aku kirim. Sudah masuk, 'kan?"tanya Bening.
__ADS_1
"Ya. Terimakasih! Senang bekerjasama dengan kamu. Jika ada kerjaan lagi, hubungi saja kami. Padahal, jika hanya ingin bercinta, kami juga bisa memuaskan kamu. Tidak perlu mengeluarkan uang serupiah pun. Dengan senang hati kami akan melayani kamu,"ujar pria itu tersenyum penuh arti.
"Najis! Sudah! Sana, pergi!"ketus Bening mengusir kedua orang pria itu. Tapi kedua pria itu malah tertawa.
"Tunggu! Kapan dia akan sadar?"tanya Bening tiba-tiba.
"Sebentar lagi dia juga sadar. Kalau belum sadar juga, kasih minyak angin di hidungnya. Kalau tidak sadar juga, siram dengan air. Selamat bersenang-senang,"ujar pria itu enteng.
Kedua orang pria itu pun keluar dari dalam kamar itu, dan Bening pun bergegas mengunci pintu kamar hotel itu. Bening tersenyum cerah menatap Dimas yang masih memejamkan matanya di atas ranjang itu. Bening bergegas menghampiri Dimas seraya melepaskan bathrobe yang di pakainya. Sehingga menampilkan tubuh seksinya yang hanya berbalut lingerie. Dengan tidak sabar, Bening naik ke atas ranjang lalu melepaskan jas yang dipakai oleh Dimas.
"Aku sudah tidak sabar melihat tubuhnya,"gumam Bening penuh senyuman.
Bening mulai membuka dasi yang dipakai Dimas. Setelah dasi itu terlepas dari leher Dimas, Bening mulai melepas kancing kemeja Dimas.
"Tok! Tok! Tok!"
Baru dua kancing kemeja Dimas yang berhasil dibuka oleh Bening, tapi suara ketukan di pintu itu membuat Bening menghentikan aktivitasnya yang akan membuka kancing ketiga dari kemeja Dimas.
"Ck! Siapa, sih? Menganggu sekali!"gerutu Bening berdecak kesal.
Bening bergegas turun dari ranjang dengan wajah yang terlihat masam. Wanita itu meraih bathrobe yang teronggok dilantai, kemudian memakai kembali bathrobe yang tadi dilepaskan nya asal. Bening bergegas membuka pintu.
"Kalian? Mau apa kalian kembali lagi ke sini?"tanya Bening terlihat sangat kesal saat melihat yang ada di depan pintu kamar hotelnya itu adalah lima orang pria yang tadi di suruh nya untuk menculik Dimas. Namun satu pun dari ke lima orang itu tidak ada yang mau menjawab pertanyaan Bening.
"Mau apa kalian?"tanya Bening menatap lima orang itu dengan tatapan curiga, karena kelima orang itu menatap dirinya dengan tatapan aneh.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued