
Ayana baru saja sampai di rumah. Wanita itu menatap rumah tempat tinggalnya yang terlihat sepi.
"Bang Toyib dan babang Diky pada belum pulang, ya? Sepi amat,"gumam Ayana membuka pintu dengan kunci serep yang di bawanya. Ayana melangkah masuk ke dalam rumah setelah kembali mengunci pintu.
Ayana sudah terbiasa mengunci pintu dari dalam rumah saat dirinya hanya tinggal sendirian di dalam rumah. Wanita muda itu membuka pintu kamarnya.
"Eh? Aku tidak salah masuk kamar, 'kan? Tidak salah masuk rumah, 'kan?"gumam Ayana saat melihat kamar yang dimasuki nya tidak seperti kamar yang biasa di tempati nya.
Ayana sampai menutup pintu kamar itu lagi dan memeriksa seluruh ruangan, bahkan masuk ke dalam kamar Toyib dan Diky untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah masuk rumah dan tidak salah masuk kamar.
"Benar. Ini rumah kontrakan kami. Dan kamar ini memang kamar ku dan kamar kakak. Tapi kamarku, kok, jadi berubah total,"gumam Ayana mengamati seluruh ruangan kamarnya.
Ayana tersenyum senang melihat kamarnya saat ini. Terlihat lebih bersih, rapi, dan estetik menurut Ayana.
"Siapa yang mendekorasi ulang kamar ini? Rasanya semakin nyaman. Warnanya pun aku suka,"gumam Ayana dengan senyuman yang masih tersemat di bibirnya. Setelah puas melihat kamarnya, Ayana membersihkan diri dan bergegas mengganti pakaiannya.
"Hari ini aku akan masak menu masakan yang bikin ngiler. Karena yang aku masak agak ribet dan banyak macamnya, aku akan mulai menyiapkan semuanya dari sekarang,,"gumam Ayana yang saat ini hatinya merasa sangat senang.
Hari sudah sore, dan waktu sudah menunjukkan pukul enam sore saat Ayana sudah selesai memasak.
"Semuanya sudah selesai. Nanti pas mau makan malam, aku tinggal memanaskan ikan dan ayam nya di oven. Sekarang aku harus segera mandi, sebelum kakak pulang. Aku tidak mau bau bawang, bau amis Ayam dan bau amis ikan saat kakak mencium aku,"gumam Ayana penuh senyuman. Merasa puas dengan masakan yang akan di sajikan untuk makan malam nanti.
Ayana bergegas masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri. Beberapa menit kemudian, Ayana sudah selesai membersihkan diri. Wanita itu memakai pakaian yang rapi, dan tertutup seperti biasanya. Namun saat berada di kamar bersama Dimas, Ayana lebih sering memakai dress seksi dengan tapi kecil di kedua pundak nya yang mengekspos betis dan setengah pahanya yang putih mulus. Bahkan saat memakai dress seksi yang biasa di sebut lingerie itu, bagian dada Ayana juga terlihat menonjol dan terekspos separuh nya. Sangat menggoda.
Lingerie itu adalah dress yang di pakai Ayana untuk memanjakan mata suaminya. Dan tentu saja selalu berhasil membuat hasrat Dimas untuk bercinta naik.
"Kok, belum pada pulang, ya? Sebentar lagi sudah waktunya makan malam. Tumben,, belum pada pulang,"gumam Ayana saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
Sepuluh menit kemudian, terdengar suara motor yang berhenti di depan rumah. Tak selang lama, ada suara.motor yang berhenti lagi, kemudian ada suara satu motor lagi yang berhenti
"Eh, kita kok, pulangnya hampir barengan, ya?"ujar Toyib yang pulang lebih dulu, kemudian baru Dimas dan Diky.
'Kebetulan,"sahut Dimas tersenyum tipis.
__ADS_1
"Emm.. aku mencium bau masakan lezat,"ucap Diky seraya memejamkan matanya, menghirup aroma masakan lezat yang terdeteksi oleh indera penciuman nya.
"Aku lapar. Aku mandi di kamar, kamu mandi di kamar mandi dapur, Dik. Jangan lupa bawa baju ganti agar tidak dimarahi Ayana!"ujar Toyib bergegas masuk ke dalam rumah karena juga mencium aroma masakan lezat dari dalam rumah.
"Eh, kamu curang, Yib!"teriak Diky, tapi tidak di gubris Toyib. Duda muda itu bergegas masuk kedalam rumah.
"Kalau mandi di kamar mandi dapur, jangan lupa bawa baju ganti!"ucap Dimas mengingatkan Diky seperti Toyib. Pria itu bergegas masuk ke dalam rumah.
"Haiss.. keduluan, dah,"gumam Diky, kemudian menyusul Dimas masuk ke dalam rumah.
Dimas membuka.pintu kamarnya dan berhenti melangkah masuk. Pria itu mengamati ruangan di dalam kamar yang berubah.
"Siapa yang mendekorasi ulang kamar ini?"gumam Dimas, kemudian masuk dan menutup pintu,"Apa Ayana yang menyuruh orang untuk mendekorasi ulang kamar ini? Dekorasi nya bagus dan terasa lebih nyaman,"gumam Dimas kemudian bergegas menuju kamar mandi.
Diky bergegas masuk ke dalam kamar dan mengambil pakaian ganti. Menyampirkan handuk di bahunya. Pria itu kemudian berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam dapur.
"Babang mau mandi di kamar mandi dapur?"tanya Ayana yang melihat Diky menyampirkan handuk di bahunya.
"Jangan lupa bawa baju ganti!"ucap Ayana memperingati.
"Iya. Sudah bawa,"sahut Diky.
Lima belas menit kemudian, semua sudah tersaji di atas meja. Tiga orang pria yang menghuni rumah itu pun sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Menatap masakan yang tersaji penuh selera. Urap, perkedel kentang, perkedel jagung, tahu, tempe, kerupuk udang, peyek udang, sambal mentah, sambal kecap, ikan bakar dan ayam bakar yang masih mengepulkan uap panas, dan menebarkan aroma yang begitu menggoda sudah tertata rapi di atas meja.
"Waahh.. masakan hari ini benar-benar bikin ngiler,"gumam Diky yang masih bisa di dengar oleh semua orang yang ada di meja makan itu. Mata pria itu nampak berbinar melihat hidangan yang tersaji.
"Aku memasak masakan spesial hari ini, sebagai ucapan terimakasih pada orang yang telah mendekorasi kamar ku,"ucap Ayana penuh senyuman seraya menyendok nasi.
"Aku dan Toyib yang mendekorasi nya,"
"Aku dan Diky yang mendekorasi nya,"
Sahut Toyib dan Diky bersamaan.
__ADS_1
"Aku yang punya idenya,"ucap Diky bangga.
"Aku juga bantu mengerjakannya. Malah aku yang lebih banyak bekerja dari pada kamu,"sahut Toyib.
"Babang yang punya ide, dan Abang yang lebih banyak bekerja. Berarti seimbang. Terimakasih sudah mendekorasi ulang kamar ku. Aku sangat menyukainya,"sahut Ayana dengan senyum lebar, menengahi dua pria itu.
Dua orang pria yang selalu saling ingin terlihat lebih istimewa di hadapan Ayana itu. Benar-benar kekanak-kanakan. Dua pria dewasa yang mencari perhatian wanita muda, seperti dua orang anak yang bersaing mendapatkan perhatian dari ibu mereka. Itulah Toyib dan Diky.
Dimas menghela napas panjang menatap kedua sahabatnya yang menjadi kekanak-kanakan jika di depan istrinya itu.
"Apa motif kalian mendekorasi ulang kamar kami?"tanya Dimas mengernyitkan keningnya menatap dua orang sahabatnya itu bergantian.
"Agar dimasakin tiap hari,"sahut keduanya bersamaan, kemudian saling menatap.
"Itu alasan ku! Jangan ikut-ikutan!"ketus keduanya kembali bersamaan.
"Kalian kompak sekali. Sepertinya kalian benar-benar sehati,"ujar Dimas terkekeh kecil melihat kedua sahabatnya itu bertingkah persis seperti anak-anak.
"Sudah! Sudah! Aku pasti akan selalu masak buat kalian semua. Ayo, makan! Nanti ikan dan ayam bakarnya keburu dingin,"ujar Ayana menengahi.
"Emm.. ayam bakarnya, harum, kering di luar, lembut di dalam. Rempah-rempah nya meresap sampai ke dalam daging,"ujar Diky yang nampak menikmati ayam bakar.
"Kamu ini blogger kuliner, apa detektif sih!"celetuk Toyib.
"Sepertinya, dua-duanya, bang,"sahut Ayana terkekeh kecil.
"Terserah kalian. Aku mau menikmati makan malam ku,"sahut Diky yang benar-benar menikmati makanan nya.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1