
Sore ini, Ayana tidak memasak, karena berencana akan makan malam di rumah kedua orang tuanya. Ayana baru saja selesai membersihkan diri. Wanita muda itu keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
"Ceklek"
Suara pintu yang terbuka membuat Ayana menatap ke arah pintu. Kedua sudut bibir Ayana tertarik ke atas melihat suaminya yang membuka pintu itu.
"Kakak pulang lebih awal?"tanya Ayana dengan seulas senyum manisnya seraya menghampiri Dimas yang baru saja menutup pintu kamar itu.
"Hum,"sahut Dimas langsung memeluk pinggang Ayana, lalu mencium bibir bervolume milik Ayana itu beberapa kali yang disambut Ayana dengan lembut.
"Kamu wangi sekali,"ucap Dimas masih memeluk pinggang Ayana, menatap wajah cantik istrinya itu
"Tentu saja aku wangi. Aku baru saja selesai mandi,"sahut Ayana seraya melepaskan dasi Dimas. Sedangkan mata Dimas beralih menatap bibir bervolume milik istrinya itu.
Perlahan tangan Dimas terulur untuk menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Ayana.
"Kak, tadi ban motor Bu Nur kempes dan Wulan membantu kami ke bengkel dengan cara men-step motor Bu Nur. Lalu kebetulan kami ketemu sama babang Diky. Akhirnya babang Diky aku kenalkan pada Wulan,"ujar Ayana seraya melepaskan kancing kemeja Dimas.
"Memang kenapa jika kamu memperkenalkan Wulan pada Diky?"tanya Dimas sambil mengelus pipi Ayana.
"Babang kayaknya naksir sama Wulan,"sahut Ayana seraya terus melepaskan kancing kemeja Dimas.
"Ya sudah, biarkan saja. Kalau jodoh nggak bakal kemana,"sahut Dimas dengan mata yang fokus pada bibir Ayana.
Dimas menegang pipi Ayana, sedangkan tangan satunya masih memeluk pinggang Ayana. Ayana menatap Dimas yang mulai menundukkan kepalanya, lalu memagut bibir Ayana lembut. Ayana perlahan memejamkan matanya membalas ******* bibir Dimas.
__ADS_1
Sepasang suami-isteri itu saling memagut, melummat, menyesap dan saling membelitkan lidah. Dinas menarik tali bathrobe yang di gunakan Ayana. Tangan pria itu mulai menyentuh benda kenyal milik Ayana. Sedangkan Ayana mulai menyusupkan tangannya pada kemeja Dimas yang seluruh kancing nya sudah terbuka. Meraba dada bidang milik Dimas.
Dimas melepaskan pagutannya saat Ayana mulai kesulitan bernapas. Pria itu melepaskan jas dan kemeja yang dipakainya dengan cepat, kemudian mengangkat tubuh Ayana dan membawanya ke arah ranjang.
Dannn... terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Sepasang suami-isteri itu bergulat panas di atas ranjang hingga mereka mendapatkan apa yang ingin mereka inginkan. Dimas memeluk tubuh Ayana yang berbaring miring, menjadikan lengan Dimas sebagai bantalnya. Hanya selembar selimut yang menutupi tubuh mereka yang polos tanpa sehelai benang.
"Kak!"panggil Ayana seraya meraba dada Dimas yang masih basah oleh peluh karena aktivitas panas mereka di atas ranjang tadi.
"Hum,"sahut Dimas.
"Apa kira-kira yang akan dilakukan kak Nando nanti? Apakah kakak akan membongkar semua kebusukan mantan pacar kakak itu di depan kita lalu menceraikannya, atau kak Nando akan membongkarnya. saat mereka hanya berdua saja?"tanya Ayana dengan tangan yang terus merayap di dada dan perut Dimas.
"Mana aku tahu, Ay. Aku bukan cenayang yang bisa meramal masa depan,"sahut Dimas seraya mengelus kepala Ayana.
"Kalau kakak yang menjadi kak Nando, apa yang akan kakak lakukan?"tanya Ayana, mendongak menatap wajah suaminya.
Walaupun Nando tidak lagi mencintai Bening, tapi harga diri Nando sebagai seorang suami pasti terluka saat semua orang tahu jika istrinya menculik mantan pacarnya agar bisa memenuhi kebutuhan biologisnya. Sedangkan saat ini Nando belum bisa memberi nafkah batin pada istrinya itu.
"Tapi, itu, 'kan, karena kak Nando sedang sakit, kak. Seharusnya dia mengerti, bersabar dan menunggu kak Nando hingga sehat,"ujar Ayana menghela napas panjang.
"Tidak semua wanita pengertian seperti kamu, Ay,"ujar Dimas kemudian menciumi seluruh wajah Ayana.
"Kakak.."
***
__ADS_1
Di sisi lain, setelah menginap satu malam di hotel bersama lima orang yang di bayarnya untuk menculik Dimas tapi nyatanya malah meniduri dirinya secara beramai-ramai, Bening menginap satu malam di apartemen yang di tinggali ibunya.
Saat ini Bening mengendarai mobilnya menuju kediaman mertuanya.Tidak ada senyuman cerah di bibirnya seperti dua hari yang lalu. Khayalannya untuk bisa bercinta dengan Dimas hanya tinggal agan-angan yang tidak mungkin menjadi kenyataan. Tangan nya memegang erat kemudi mobil saat mengingat lima orang berwajah di bawah standar itu menikmati tubuhnya.
"Kenapa semuanya bisa jadi begini? Kenapa lima orang itu malah berbalik meniduri aku? Dan siapa dua orang pria yang membawa Dimas pergi waktu itu? Sekarang aku malah terjebak dengan lima orang pria brengseek itu. Bagaimana caranya agar aku bisa lepas dari mereka?"gumam Bening dengan pikiran kalut.
Beberapa menit kemudian, Bening sudah tiba di rumah mertuanya. Bening berusaha mengelola ekspresi wajahnya agar terlihat seperti biasanya. Menyembunyikan semua kekalutan di hatinya. Wanita itu keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju kamarnya. Bening melihat Nando yang sedang fokus pada laptopnya dengan earphone yang menempel di telinganya. Pria itu nampaknya tidak menyadari kehadiran Bening.
"Iya, kamu kirim saja file nya. Nanti aku bandingkan dengan file yang sebelumnya kamu kirimkan,"ucap Nando yang ternyata sedang berbicara melalui sambungan telepon dengan seseorang.
Walaupun tangannya belum sembuh total, namun Nando masih bisa mengoperasikan laptopnya. Karena tangannya sudah bisa digerakkan untuk melakukan hal-hal yang tidak berat.
Bening mendekati Nando dengan memasang senyum manis di bibirnya. Senyuman yang terpaksa di sunggingkan nya untuk menyenangkan hati Nando. Tidak ada cinta dalam hati Bening untuk Nando. Bening menjalin hubungan dan menikah dengan Nando hanya agar kehidupan nya terjamin dan tidak hidup miskin.
Sampai saat ini, pria yang dicintai Bening adalah Dimas. Namun keadaan Dimas yang jatuh miskin dan nama Dimas yang di blacklist waktu itu membuat Bening terpaksa meninggalkan Dimas. Dengan keadaan Dimas seperti saat itu, Bening menganggap bahwa Dimas tidak akan bisa membahagiakan dirinya. Bening mengira jika Dimas tidak akan mendapatkan pekerjaan yang bisa memenuhi kebutuhan nya jika mereka menikah. Karena itu, walaupun Bening masih mencintai Dimas, Bening tetap meninggalkan Dimas.
Bening lupa, jika nasib manusia bisa berubah dalam sekejap atas kehendak Sang Maha Kuasa. Saat ini kaya, tapi bisa mendadak miskin jika Sang Maha Kuasa ingin mengambil nya. Dan jika hari ini miskin, belum tentu satu tahun, dua tahun atau beberapa tahun ke depan akan tetap miskin. Kita tidak tahu takdir apa yang di tuliskan Tuhan untuk kita. Maka jangan bangga jika memiliki banyak harta. Karena semua akan raib dalam sekejap mata jika Tuhan menginginkan nya. Dan jangan merasa rendah jika saat ini tidak memiliki apa-apa. Selama masih mau berdoa dan berusaha, masih ada kemungkinan dan harapan untuk bisa hidup lebih baik di masa depan.
"Sayang!"panggil Bening dengan senyuman manis di bibirnya seraya mengelus lengan Nando.
Nando yang terlalu fokus pada layar laptopnya sempat terkejut dengan kehadiran Bening. Namun sesaat kemudian membuang napas kasar, menatap Bening sekilas.
"Jangan ganggu aku!"ucap Nando datar, kembali fokus pada layar laptopnya.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued