SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
239. Panggil Aku Mama!


__ADS_3

Liliana duduk bersandar di headboard ranjang tempat dirinya di rawat. Seorang pria yang baru saja masuk ke ruangan itu berdiri di samping Liliana.


"Bagaimana? Apa benar, orang yang bernama Dimas itu adalah putra suamiku?"tanya Liliana pada pria yang ada di sampingnya.


"Benar. Nyonya. Dimas Anggara adalah putra Tuan Buston. Dan istrinya adalah Ayana, putri seorang pengusaha makanan ringan yang akhir-akhir ini perusahaannya berkembang pesat semenjak Tuan Dimas memimpin perusahaan itu beberapa bulan yang lalu. Tuan Dimas ini sangat berbakat dalam bisnis, tapi memilih berinvestasi dan bermain di pasar saham dari pada mendirikan sebuah perusahaan. Hal itu karena Tuan Dimas terlalu mencintai istrinya. Dan yang membuat saya salut, walaupun saat ini Tuan Dimas memiliki banyak aset, tapi Tuan Dimas tetap tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama istri dan saudara-saudara angkatnya. Bahkan tidak membeli mobil dan memilih mengendarai motor. Hidup sederhana seperti orang biasa. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan istrinya. Tidak terlalu menunjukkan jika dirinya orang kaya,"


"Mengagumkan sekali. Zaman sekarang banyak orang yang mengaku kaya, tapi nyatanya orang biasa. Tapi dia yang aslinya kaya malah menampilkan diri bahwa dia orang biasa. Bahkan tidak mau jadi pebisnis karena ingin menghabiskan banyak waktu bersama istrinya? Aku sungguh merasa salut padanya. Oh, iya, istrinya itu terlihat masih sangat muda,"


"Benar, Nyonya. Istri Tuan Dimas memang masih muda. Tuan Dimas menikah dengan istrinya saat istrinya masih duduk di bangku SMU, awal semester genap,"


"Hah?! Astagaa..!"sahut Liliana yang terkejut mendengar informasi itu,"Ada berapa saudara yang dimiliki Ayana?"


"Satu kakak laki-laki, nyonya. Namanya Nando,"


"Lalu, apa detektif Diky itu saudara jauh Ayana? Sepupunya mungkin?"tanya Liliana karena melihat Diky di ruang rawat Ayana dan nampak sangat akrab dengan Ayana.


"Bukan, nyonya. Detektif Diky adalah sahabat Tuan Dimas dan kakak angkat nona Ayana. Ada lagi satu yang bernama Toyib, dia juga sahabat Tuan Dimas dan kakak angkat nona Ayana,"


"Aku tahu detektif Diky adalah sahabat Dimas dari pengakuannya sendiri. Aku hanya terkejut saat melihat detektif Diky terlihat dekat dengan Ayana,"


"Istri dari detektif Diky adalah sahabat nona Ayana dari SMU, nyonya,"


"Oh, ternyata mereka saling terkait,"


"Iya, nyonya. Mereka benar-benar sahabat bagai kepompong. Susah senang mereka lalui bersama. Persahabatan mereka sangat solid,"


"Anak itu sungguh beruntung. Kedua putraku malah sulit memiliki sahabat. Karena semua orang yang mendekati mereka tidak ada yang tulus menjadi teman apalagi sahabat. Mereka kebanyakan hanya mencari keuntungan dari putraku. Mungkin mereka akan berpikir ulang berteman dengan kedua putra ku, seandainya kedua putraku hanya orang biasa. Karena itu, kedua putra ku tidak memiliki sahabat,"ujar Liliana apa adanya.

__ADS_1


"Oh, ya, nyonya. Tuan Dimas akhirnya melewati masa kritisnya. Namun, Tuan Dimas mengalami koma dan kemungkinan untuk sadar sangat kecil,"


"Kasihan sekali anak itu. Apa masih ada lagi yang kamu ketahui?"


"Tidak Nyonya,"


"Baiklah, kamu boleh pergi,"


"Baik, nyonya,"sahut detektif itu kemudian keluar dari ruangan Liliana.


"Aku ingin menjenguknya,"gumam Liliana beranjak dari duduknya.


Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu berjalan menuju ruangan yang ditempati oleh Dimas. Liliana sangat penasaran dengan pemuda yang menjadi anak tirinya itu. Setelah bertanya pada perawat, akhirnya Liliana menemukan ruangan tempat Dimas di rawat.


"Ceklek,"


Liliana membuka pintu ruangan itu. Perlahan wanita paruh baya itu masuk dan mendekati ranjang pasien. Liliana menatap Dimas yang terbaring di atas ranjang. Pemuda dengan wajah rupawan dengan bentuk tubuh yang terlihat proporsional menurut Liliana.


"Ceklek"


Mendengar suara pintu ruangan itu di buka, Liliana pun menoleh ke arah pintu.


"Nyonya?"ucap Ayana yang nampak terkejut setelah membuka pintu ruangan tempat suaminya berada, karena melihat Liliana.


"Mama hanya ingin mengunjungi putra mama,"ucap Liliana membuat Ayana semakin terkejut. Wanita paruh baya itu berjalan menghampiri Ayana dengan senyuman lembut di bibirnya.


"Mama?"tanya Ayana seraya mengernyitkan keningnya,"Selama ini kak Dimas mengatakan jika kedua orang tuanya sudah meninggal. Lalu, kenapa istri pengusaha kaya di negeri ini tiba-tiba mengaku kalau kak Dimas adalah putranya? Aku tidak sedang berhalusinasi, 'kan? Atau Tante itu yang sedang berhalusinasi?"gumam Ayana dalam hati, menatap Liliana dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Kamu sudah baikan? Kemari lah!"ucap Liliana menuntun Ayana yang tertegun di depan pintu ruangan itu.


"Apa kamu mengalami morning sickness? Maksud mama, mual-mual karena kehamilan. Bahasa kerennya, 'kan, morning sickness,"ujar Liliana terkekeh kecil seraya menuntun Ayana untuk duduk di sofa.


"Ti.. tidak,"sahut Ayana dengan mata yang masih menatap Liliana penuh tanda tanya.


"Kamu pasti bingung, ya? Baiklah. Mama akan menceritakannya. Sebenarnya, suami mama sudah menikah dengan ibunya Dimas sebelum menikah dengan mama. Papa dan mama Dimas bercerai karena merasa tidak cocok. Karena papa Dimas yang lebih suka tinggal di kota dan mama Dimas lebih suka tinggal di desa. Tapi setelah bercerai, ternyata mama Dimas malah mengandung. Namun mereka memutuskan untuk tidak rujuk karena sama-sama kukuh dengan pendirian mereka masing-masing. Satu ingin tinggal di kota, dan satunya lagi ingin tinggal di desa. Akhirnya mereka tetap berpisah dan sama-sama menikah lagi. Papa Dimas menikah dengan Tante dan mama Dimas menikah dengan pria yang sudah lama mencintai dia,"


"Walaupun begitu, kami tetap menafkahi dan mengunjungi Dimas. Hingga suatu hari terjadi banjir bandang di desa tempat tinggal Dimas dan ibunya. Kami mencari Dimas, ibunya dan ayah sambungnya, tapi tidak ketemu. Dan kami baru menemukan dia saat kecelakaan kemarin. Padahal, waktu itu Dimas juga pernah menolong kami, tapi kami tidak menyadari jika Dimas adalah putra kami yang hilang,"ujar Liliana mengarang cerita.


"Kenapa.. anda.."


"Mama. Panggil aku mama!"pinta Liliana memotong kata-kata Ayana yang nampak ragu memanggilnya mama.


"Kenapa mama.. jadi tahu tahu kalau kak Dimas adalah putra kalian, setelah kecelakaan ini?"


"Karena sudah dua kali dia menyelamatkan mama dan keluarga mana. Mama merasa ini suatu kebetulan yang aneh. Mama dan papa merasa memiliki perasaan familiar pada Dimas. Jadi, kemarin kami melakukan tes DNA. Dan hasilnya, ternyata Dimas benar-benar putra kami yang hilang,"sahut Liliana menghela napas panjang. Namun wanita paruh baya itu nampak terkejut saat melihat seseorang yang berdiri di depan pintu ruangan itu yang setengah terbuka.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu, menurut saya sangat dalam artinya. Sahabat yang membantu di saat rapuh sehingga bangkit dari keterpurukkan. Sahabat yang ada di saat suka dan duka. Sahabat yang membimbing dari awalnya yang tidak tahu menjadi tahu dan menjadi lebih baik.


•Solid adalah kuat, kukuh atau berbobot.


Istilah ini dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang luar biasa dan membuat orang salud ketika melihatnya.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2