SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
119. Sahabat


__ADS_3

Setelah memberikan keterangan di kantor polisi, Dimas pergi ke suatu tempat yang pernah di kunjungi nya dua kali. Tapi tidak bisa bertemu dengan orang yang ingin di temuinya. Dimas memarkirkan motornya di area parkir yang lumayan luas. Kemudian masuk ke sebuah gedung berlantai dua dan berjalan menuju meja resepsionis.


"Permisi, bisa saya bertemu dengan Tuan Diky?"tanya Dimas sopan.


"Apa sebelumnya anda sudah membuat janji dengan beliau?"tanya resepsionis yang sudah tiga kali ini melihat Dimas dengan senyum yang di buat semanis mungkin. Wajah yang tampan dan tubuh yang profesional, tentu saja sulit dilupakan resepsionis itu.


"Katakan saja Dimas Anggara ingin bertemu,"sahut Dimas.


"Mohon tunggu sebentar!"ucap resepsionis itu sopan dengan senyum termanis nya.


"Terimakasih,"sahut Dimas dengan wajah tanpa ekspresi.


Resepsionis itu kemudian menghubungi seseorang seraya mencuri pandang pada Dimas. Beberapa saat kemudian, resepsionis itu selesai menghubungi seseorang.


"Silahkan naik ke lantai dua,"ucap resepsionis itu menatap lekat wajah Dimas.


"Terimakasih!"ucap Dimas, lagi-lagi tanpa ekspresi.


Pria itu berlalu dari meja resepsionis menuju lift. Sedangkan resepsionis itu masih menatap Dimas yang semakin menjauh.


"Astagaaa.. tampan banget, sih! Lebih tampan dari para artis di televisi. Mana tubuhnya proporsional lagi,"gumam resepsionis itu terus menatap Dimas yang akhirnya menghilang di balik lift.


"Tuan Dimas?"tanya seorang pria menyambut Dimas di lantai dua itu.


"Iya,"sahut Dimas singkat.


"Silahkan masuk! Tuan Diky sudah menunggu anda di dalam,"sahut pria itu seraya membukakan pintu untuk Dimas.


"Terimakasih!"ucap Dimas kemudian masuk ke dalam ruangan itu.


"Halo, bro! Kemana saja selama ini?"sapa pria yang berada di dalam ruangan itu. Pria itu langsung bangkit dari duduknya dan bergegas menghampiri Dimas, lalu memberi salam kepalan tangan pada Dimas. Dimas pun mengepalkan tangannya dan mengadu dengan kepalan tangan pria itu.

__ADS_1


"Aku berada di kota ini sudah beberapa tahun. Sudah tiga kali ini aku datang ke kantor mu ini, tapi aku baru bisa bertemu dengan kamu hari ini. Sulit sekali ingin bertemu dengan detektif terkenal sepertimu,"ujar Dimas tersenyum tipis.


"Oh, ya? Kamu sudah tiga kali datang ke kantor ku ini? Kenapa tidak meninggalkan pesan?"tanya pria yang bernama Diky itu.


"Aku tahu kamu pasti sibuk,"sahut Dimas.


"Ayo, duduk dulu!"ajak Diky memberi isyarat agar Dimas duduk di sofa yang ada di ruangan itu,"Oh, iya? Kamu bilang tadi sudah beberapa tahun di kota ini, apa pekerjaan kamu sekarang?"tanya Diky.


"Apa yang bisa aku lakukan setelah namaku di blacklist? Aku mencari nafkah dengan menjadi sales pakaian keliling dengan sisa uang yang aku miliki,"sahut Dimas menghela napas panjang.


"Maaf. Aku tidak ada, waktu kamu mengalami masa sulit,"ujar Diky penuh sesal.


"Tidak apa-apa. Aku tahu, waktu itu kamu sedang ada pekerjaan penting,"sahut Dimas pengertian.


"Aku tidak menyangka jika kamu berada di kota ini. Jika kamu butuh apa-apa, katakan saja padaku! Tidak perlu sungkan. Aku tidak menyangka jika karir cemerlang mu akan hancur oleh perempuan itu. Aku sangat menyesalkan kejadian itu,"ujar Diky menghela napas panjang.


"Kamu menyelidiki tentang kejadian itu?"tanya Dimas.


Padahal aku sudah mencari kamu ke seluruh kota tempat tinggal kita dulu dan ke beberapa kota lain, tapi tidak menemukan mu. Aku salah karena tidak mencari kamu di kota ini. Ngomong-ngomong, aku tidak menyangka jika Bening adalah perempuan egois. Setelah kamu berkorban begitu besar untuknya, dia malah pergi meninggalkan mu. Aku dengar dia menikah dengan anak seorang pebisnis di kota ini,"ujar Diky panjang lebar.


"Iya. Kamu benar. Dia perempuan yang tidak pantas untuk dicintai. Ngomong-ngomong, aku ke sini karena ingin meminta bantuan dari kamu,"ujar Dimas mengalihkan pembicaraan.


"Katakan saja. Jika aku bisa, aku pasti bantu,"sahut Diky, terlihat serius.


"Aku ingin kamu menyelidiki orang yang bernama Noval. Pemuda yang memiliki beberapa klub malam di kota ini. Tepatnya pria yang ada dalam Vidio yang saat ini sedang viral di televisi dan media sosial,"ujar Dimas serius.


"Noval putra pengusaha ekspor impor itu?"tanya Diky memastikan orang yang dibicarakan Dimas adalah orang yang diketahuinya.


"Yap. Dia orangnya. Aku sudah menyuruh seorang detektif untuk menyelidikinya, tapi dia tidak bisa mendapatkan bukti tindakan kriminal yang dilakukan Noval,"ujar Dimas yang memang menyuruh seorang detektif untuk menyelidiki Noval. Semenjak Ayana histeris saat bertemu dengan Noval di acara pesta pernikahan Nando dan Bening waktu itu. Dimas mencari Diky untuk menyelidiki Noval. Karena sudah dua kali tidak bisa bertemu dengan Diky, akhirnya Dimas menyewa detektif lain.


"Dia melakukan tindakan kriminal?"tanya Diky dengan wajah serius.

__ADS_1


"Yap. Detektif yang aku bayar curiga jika Noval melakukan perdagangan manusia,"sahut Dimas.


"Kenapa kamu ingin menyelidiki dia?"tanya Diky terlihat penasaran. Pasalnya, Diky tahu benar, bahwa Dimas tidak suka mengurusi urusan orang, apalagi mengusik orang lain.


"Karena dia telah berani mengusik istriku,"ucap Dimas dengan sorot mata tajam.


"Istri mu? Kau sudah menikah?"tanya Diky nampak terkejut.


"Sudah. Sekitar empat bulan yang lalu,"sahut Dimas.


"Kamu harus mengenalkan istri mu padaku. Oh ya, kamu bilang dia telah mengusik istrimu. Memangnya apa yang dia lakukan pada istrimu?"tanya Diky serius.


"Dia membuat istriku mengalami trauma. Dan kemarin, dia sepertinya memiliki maksud jahat pada istriku. Wanita berseragam SMA yang memukuli Noval dalam Vidio yang saat ini sedang viral itu adalah istriku,"jelas Dimas


"What? Kamu tidak bercanda, 'kan? Kamu menikah dengan gadis SMA? Oh My God! Apa kamu pedofil?"tanya Diky nampak tidak percaya.


"Ada alasan, kenapa aku menikahi dia yang masih sekolah, ceritanya panjang. Tapi intinya, kami sama-sama saling mencintai. Aku tidak akan tinggal diam jika wanita ku di ganggu,"ujar Dimas dengan wajah suram.


"Sepertinya kamu sangat mencintainya. Baiklah, akan aku bantu kamu. Aku akan menyelidikinya dan mencari bukti tindak kejahatannya,"sahut Diky.


"Katakan saja berapa biayanya. Aku pasti akan membayarnya. Pekerjaan sebagai sales pakaian keliling hanyalah pekerjaan sampingan ku. Aku punya pekerjaan lain selain itu. Jadi, kamu tidak perlu takut jika aku tidak bisa membayar mu,"ujar Dimas serius.


"Kamu seperti sama siapa saja. Walaupun tidak kamu bayar, aku akan tetap membantu mu. Karena kita adalah sahabat,"sahut Diky seraya menepuk pundak Dimas.


...🌟"Sahabat adalah teman yang akan tetap ada untuk kita, bahkan di saat-saat tersulit dan terpuruk kita."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2