
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, mobil yang mengantarkan Dimas pun sudah tiba di depan rumah kontrakan Dimas. Tanpa mengatakan apapun lagi, Dimas langsung keluar dari dalam mobil dan bergegas menuju rumah nya. Bahkan pria itu lupa untuk mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang telah mengantarkan dirinya pulang.
"Jalan!"ucap pria yang sedari tadi duduk di sebelah Dimas, setelah Dimas turun. Mobil itu pun melaju meninggalkan rumah Dimas.
"Kakak!"teriak Ayana saat melihat Dimas memasuki pekarangan rumah mereka. Wanita muda itu bergegas keluar dari rumah. Berlari menghampiri suaminya dengan senyuman lebar.
"Akhirnya Dimas pulang juga. Aku sangat mengkhawatirkan dia. Lega rasanya melihat dia pulang dan baik-baik saja,"gumam Toyib merasa lega.
"Syukurlah! Aku juga merasa lega melihat dia pulang dan baik-baik saja,"timpal Diky.
Ayana menghamburkan memeluk Dimas karena sangking bahagianya. Seolah-olah mereka sudah sangat lama tidak bertemu.
"Ay!"ucap Dimas dengan suara berat.
"Eh, kak!"
Ayana terkejut saat tiba-tiba Dimas mengangkat tubuhnya yang sedang memeluk Dimas. Pria itu mengangkat tubuh Ayana dalam posisi saling berhadapan. Hingga Ayana pun langsung melingkarkan tangannya di leher Dimas dan melingkarkan kedua kakinya di pinggang Dimas.
"Kak... Kakak kenapa?"tanya Ayana menatap wajah suaminya yang nampak berbeda. Bahkan Ayana dapat merasakan hembusan napas dan tubuh Dimas yang terasa panas. Ayana menjadi khawatir. Namun Dimas tidak mengatakan apapun. Pria itu bergegas masuk ke dalam rumah.
"Kak, kakak kenapa?"tanya Ayana semakin khawatir. Namun Dimas tetap diam dan terus berjalan cepat seraya menggendong Ayana.
"Dasar pengantin baru!"gumam Diky tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya pelan saat melihat Dimas langsung menggendong Ayana saat Ayana memeluknya.
"Ada apa dengan Dimas? Aku merasa aneh dengan sikapnya,"gumam Toyib yang merasa Dimas tidak biasa bersikap seperti itu.
Biasanya, saat Ayana menyambut nya, Dimas hanya akan mengacak rambut Ayana, memeluk Ayana dan merangkul Ayana masuk ke dalam rumah. Tapi kali ini Dimas langsung menggendong Ayana dengan ekspresi yang terlihat berbeda.
__ADS_1
Diky yang mendengar perkataan Toyib pun mengamati wajah Dimas yang hampir masuk ke dalam rumah.
"Dim.."Toyib tidak melanjutkan kata-katanya saat melihat wajah Dimas dari dekat.
Tanpa mengatakan apapun, Dimas langsung membawa Ayana masuk ke dalam kamar. Seolah tidak perduli dengan kehadiran Toyib dan Diky yang sedari tadi mengkhawatirkan dirinya.
"Dia kenapa? Kok, aneh banget?"gumam Toyib dengan ekspresi wajah yang sulit di baca
"Biarkan saja, Yib! Dia akan baik-baik saja selama bersama dengan Ayana,"ujar Diky menghela napas panjang, membuat Toyib mengernyitkan keningnya menatap Diky.
"Ada apa sebenarnya, Dik?"tanya Toyib yang merasa jika Diky mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya.
"Sepertinya Dimas sedang terpengaruh oleh obat perangsang,"sahut Diky kemudian duduk di sofa. Saat melihat wajah Dimas, Diky yang sudah lama menjadi detektif langsung tahu apa yang terjadi pada Dimas. Sudah sering Diky melihat hal semacam ini sebelumnya.
"Maksud kamu?"tanya Toyib agar Diky menjelaskan apa maksud nya.
"Sepertinya, Dimas diberikan obat perangsang untuk meningkatkan gairah bercinta. Dan aku rasa, ini adalah ulah perempuan jalangg itu. Aku tidak menyangka jika dia akan berbuat sejauh itu. Apa sebenarnya yang ada di dalam otak perempuan itu? Aku benar-benar tidak mengerti dan tidak habis pikir. Padahal dia sudah bersuami, bahkan saat ini sedang mengandung. Malah menculik Dimas dan memberi obat seperti itu pada Dimas. Apa dia sangat bernafsu pada Dimas hingga melakukan hal seperti itu? Orang yang di beri obat seperti ini, tidak bagus jika bercinta dengan wanita hamil. Itu bisa membahayakan kandungan,"ujar Diky yang tidak habis pikir dengan Bening.
"Dia benar-benar tidak waras,"gumam Diky geleng-geleng kepala mengetahui tentang apa yang dilakukan Bening.Diky mengambil handphonenya saat benda pipih itu kembali berdering.
"Ada informasi apalagi?"tanya Diky saat melihat yang menghubunginya adalah salah satu anak buahnya.
"Lima orang yang menculik teman bos di ancam akan di bunuh orang-orang yang mengantarkan teman bos pulang. Mereka di paksa untuk memuaskan perempuan yang bernama Bening itu. Saat ini, perempuan itu sedang menjerit merasakan kenikmatan yang di berikan lima orang pria itu,"lapor anak buah Diky.
"Wahh.. kedengaran nya seru. Apa bisa kamu mendapatkan gambar atau akan lebih baik jika Vidio saat perempuan itu menjerit kenikmatan,"ujar Diky tersenyum miring.
"Saya yakin bisa, bos. Orang-orang ini sepertinya tahu siapa kami dan berpihak pada kita. Mereka memberikan informasi ini tanpa kami minta, saat kami akan melakukan penyelidikan. Bahkan mereka bersedia memberikan semua bukti yang berkaitan dengan kejadian perempuan itu malam ini,"jelas anak buah Diky.
__ADS_1
"Benarkah? Siapa sebenarnya mereka?"tanya Diky nampak berpikir keras.
"Kamu tidak tahu, bos. Tapi yang pasti, orang-orang ini sepertinya melindungi teman bos,"sahut anak buah Diky.
"Ya, sudah! Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian, sambil mencari tahu siapa mereka. Berikan videonya padaku, saat kalian mendapatkannya!"pinta Diky.
"Baik, bos,"sahut anak buah Diky.
"Ada apa?"tanya Toyib yang penasaran, karena sedari tadi hanya bisa mendengar apa yang di katakan Diky, tapi tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh orang yang berbicara dengan Diky.
"Sepertinya ada orang yang melindungi Dimas. Orang-orang yang membawa Dimas dari hotel dan mengantar dia pulang tadi. Orang-orang ku masih menyelidiki siapa mereka,"sahut Diky.
"Ada orang yang melindungi Dimas?"siapa orang itu?"gumam Toyib nampak berpikir keras,"Oh, ya, kamu tadi bilang, kamu ingin Vidio. Vidio apa yang kamu maksud?"tanya Toyib penasaran.
"Orang-orang yang melindungi Dimas memaksa lima orang yang menculik Dimas untuk bercinta dengan perempuan itu,"sahut Diky.
"Apa? Lima pria itu akan bercinta dengan mantan Dimas yang kegatelan itu? Lima orang pria bercinta dengan satu orang wanita?"tanya Toyib terkejut.
"Iya. Biar tahu rasa perempuan itu. Dia, 'kan, sangat kegatelan. Mungkin setelah di garuk lima orang pria itu, dia tidak akan kegatelan lagi,"ujar Diky tersenyum miring.
"Sadis juga orang-orang yang melindungi Dimas ini. Aku jadi penasaran, siapa Tuan dari orang-orang itu. Dan apa hubungannya dengan Dimas,"ujar Toyib.
"Aku juga penasaran,"sahut Diky,"Sebaiknya kita makan duluan. Aku sudah sangat lapar. Aku rasa, mereka akan lama di dalam kamar sana,"ujar Diky seraya beranjak dari duduknya.
"Orang yang sedang bercinta tidak akan merasakan lapar,"sahut Toyib ikut beranjak dari duduknya mengikuti Diky menuju ruang makan.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued