SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
151. Pantas


__ADS_3

Dimas, Ayana, Toyib dan Diky akhirnya pulang setelah tujuan mereka pergi ke rumah Geno tercapai. Keempat orang itu merasa lega karena ternyata respon Nando tidak seperti apa yang mereka bayangkan. Karena ternyata Nando tidak mencintai Bening seperti apa yang mereka duga. Memang terlihat kekecewaan yang mendalam di wajah Nando. Tapi nampak bisa mengendalikan diri dan berpikir lebih bijak.


"Akhirnya sampai di rumah juga,"ujar Ayana seraya merenggangkan kedua tangannya, setelah turun dari motor.


"Apa kamu lelah?"tanya Dimas seraya membantu Ayana melepaskan helm nya.


"Enggak,"sahut Ayana.


"Jangan bohong!"ujar Dimas seraya mencubit hidung Ayana gemas.


"Enggak, kak!"sahut Ayana lagi.


"Kalau capek bilang aja, Ay! Dimas pasti dengan senang hati akan memijit kamu. Pijit plus-plus seluruh tubuh,"ujar Toyib kemudian terkekeh.


"Iiihhh.. Abang otaknya mesum!"sahut Ayana bergegas masuk ke dalam rumah dengan wajah memerah karena malu.


"Adik Abang sudah tidak polos lagi. Tapi tetap seru buat di godain,"ujar Toyib kembali terkekeh.


"Hentikan, Yib! Kamu itu selalu saja menggoda Ayana,"gerutu Dimas membuang napas kasar lalu bergegas menyusul Ayana. Sedangkan Diky hanya geleng-geleng kepala melihat dan mendengar segalanya.


Toyib dan Diky menyusul Dimas dan Ayana masuk ke dalam rumah. Empat orang itu akhirnya duduk di sofa ruang tamu.


"Aku merasa lega, karena reaksi kak Nando tidak seperti yang aku bayangkan,"ujar Dimas merasa lega.


"Sepertinya, Nando sudah terlalu banyak melihat perubahan Bening. Kalian ingat tidak? Waktu Bening ingin menggiring pemikiran kita untuk saling mencurigai dan memposisikan Ayana dalam keadaan terpojok dengan mengatakan tidak baik tinggal bersama pria asing?"tanya Toyib.


"Iya, aku ingat,"sahut Dimas.


"Aku tidak akan pernah lupa,"sahut Diky.

__ADS_1


"Aku juga tidak akan pernah lupa,"sahut Ayana


"Saat itu, jangankan membela Bening, bahkan Nando memarahi Bening. Kedua orang tua Ayana sepertinya juga terlihat tidak menyukai Bening waktu itu,"ujar Toyib.


"Kamu benar, Yib. Perempuan itu mengira, kita semua adalah orang bodoh yang mudah di hasutannya. Dan merasa paling pintar karena selama ini sudah bisa membohongi banyak orang,"sahut Diky.


"Sekarang, dia menerima semua akibat dari perbuatannya,"sahut Ayana.


"Seandainya dia mau menjalani rumah tangga nya bersama kak Nando dengan serius dan melupakan masa lalu, kejadiannya tidak akan begini,"ujar Dimas menghela napas panjang.


"Dia terlalu serakah. Sudah bisa mendapatkan Nando, tapi masih ingin memiliki kamu, Dim. Akhirnya, dia tidak mendapatkan keduanya dan malah mendapatkan lima orang brengseek itu,"sahut Diky tersenyum miris.


"Itu pantas untuk perempuan jalangg seperti dia. Sudah bersuami malah masih ingin merebut suami orang,"sahut Toyib.


"Kamu benar, Yib. Ngomong-ngomong, tadi, 'kan, di sana video jalangg itu tidak di putar sampai habis. Hanya di putar sampai perempuan itu di seret ke atas ranjang saja. Menurut kalian, apa setelah kita pulang mereka akan memutar Vidio itu sampai habis, ya? Terutama, kak Nando. Apa kira-kira dia akan memutar Vidio itu sampai habis?"tanya Diky.


"Iya, kau benar, Yib. Pasti Nando merasa harga dirinya terluka. Apalagi posisi nya saat belum bisa memberikan nafkah batin pada perempuan gatal itu. Aku hanya merasa kasihan pada ibunya. Perempuan itu benar-benar anak durhaka. Jangankan menyenangkan hati ibunya, uang bulanan yang diberikan Nando untuk ibu kandungnya sendiri pun di korupsi nya. Dia hanya memberikan sebagian uang yang diberikan Nando untuk ibunya,"sahut Diky yang mengingat ibu Bening harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena uang yang di berikan Bening tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


"Ternyata perempuan itu memang pantas mendapatkan hukuman. Bagaimana dia bisa baik pada orang lain, jika pada orang yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan dirinya saja tidak baik,"sahut Toyib.


"Aku tidak menyangka dia perempuan yang seperti itu,"sahut Dimas menghela napas kasar.


"Aku rasa, setelah ini, perempuan itu tidak akan bisa menganggu kamu lagi, Dim,"ucap Diky.


"Aku harap seperti itu,"sahut Dimas.


"Eh, ngomong-ngomong, kalian juga belum melihat video perempuan itu sampai selesai, 'kan, Dim? Kalau mau lihat, mending masuk kamar sana, gih! Biar kalau kepengen bisa langsung praktek,"ujar Toyib kemudian terkekeh.


"Dasar mesum!"umpat Dimas.

__ADS_1


"Kalian tahu? Diky sampai main solo di kamar mandi setelah menonton video si butek itu,"ujar Toyib kemudian tertawa.


"Sialan, kamu, Yib! Jangan buka rahasia, dong!"protes Diky membuat Toyib kembali tertawa,"Padahal situ juga main solo di kamar mandi dapur,"cibir Diky.


"Yaaa, gimana, ya? Aku ini masih normal. Jadi wajar, 'kan, kalau jadi kepengen setelah melihat video hot itu,"sahut Toyib lalu menyengir, tidak terlihat malu sama sekali.


Toyib masih ingat dengan jelas saat kemarin menonton video Bening yang main di atas ranjang beramai-ramai. Perempuan itu nampak sangat menikmati setiap sentuhan yang di berikan lima orang pria yang menyentuh nya secara bersamaan. Perempuan itu bahkan berulang kali menjerit, terlihat seperti sedang merasakan kenikmatan yang luar biasa. Sepertinya perempuan itu mendapatkan pelepasan berulang kali. Diky sampai tidak tahan menontonnya, melihat dan mendengar mereka dalam video yang nampak sangat menikmati bercinta ramai-ramai, hingga akhirnya Diky main solo di kamar mandi. Sedangkan Toyib juga sama saja, berakhir bermain solo setelah menonton video hot Bening bersama lima orang pria sekaligus.


"Sudah! Sudah! Mendingan tidur, sana!"ujar Dimas seraya mengangkat tubuh Ayana yang ternyata sudah tertidur.


"Wah, lawan main Dimas sudah tidur lebih dulu,"ledek Toyib kembali terkekeh. Namun Dimas tidak menanggapinya. Pria itu terus berjalan menuju kamarnya seraya menggendong istrinya.


Dimas membaringkan tubuh Ayana di atas ranjang, kemudian menyelimutinya. Mengecup kening Ayana dengan lembut.


"Seperti apa, sih, videonya?"gumam Dimas penasaran.


Akhirnya Dimas mengambil earphone dan mulai menonton video yang dikirimkan oleh Diky tadi sore. Dimas bisa melihat dan mendengar suara Bening yang menjerit beberapa kali. Sepertinya perempuan itu mendapatkan pelepasan berulang kali dan terlihat sangat menikmati percintaan nya dengan lima orang pria itu.


"Dasar perempuan sialan! Seharusnya waktu itu aku membiarkan dia di gilir beramai-ramai. Dia benar-benar perempuan jalangg yang hanya bisa menghancurkan kebahagian orang lain,"gerutu Dimas yang malah merasa jijik pada Bening setelah menonton video yang dikirimkan oleh Diky.


Dimas berhenti menonton video itu, lalu naik ke atas ranjang mendekati Ayana yang sudah terlelap. Pria itu merengkuh istrinya dalam dekapannya, mengecup bibir Ayana dengan lembut.


"Kamulah satu-satunya yang paling berharga bagiku. Aku berjanji akan menjaga kamu lebih baik lagi,"ucap Dimas mengusap lembut wajah Ayana, kemudian kembali mengecup bibir Ayana beberapa saat. Dimas tersenyum menatap wajah Ayana yang tidur begitu lelap. Pria itu mendekap erat tubuh Ayana, lalu ikut memejamkan matanya.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2