SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
140. Pudar


__ADS_3

Bening bersiap untuk pergi. Terlalu membosankan rasanya harus berdiam diri di dalam rumah mengurus dua orang pria cacat. Ingin mencari kesenangan di luar sana. Itulah yang ada di pikiran egois nya.


"Kamu mau kemana?"tanya Nando yang melihat Bening sudah rapi dan memakai sling bag nya.


"Aku ingin makan sesuatu di luar. Aku ingin sekali makan di tempatnya,"sahut Bening yang selalu pergi dengan alasan ngidam.


"Jangan terlalu lama! Setelah makan langsung pulang! Akhir-akhir ini kamu selalu keluar dengan alasan ngidam ingin makan sesuatu di tempatnya. Jangan jadikan alasan ngidam untuk keluyuran di luar sana! Walaupun aku tidak bisa kemana-mana, tapi aku tetap bisa mengawasi kemana kamu pergi. Dan ingat! Aku tidak akan memberikan uang tambahan untuk kamu. Makan dan minum sudah tersedia semua di rumah ini. Aku rasa, uang yang aku berikan padamu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan pribadi mu. Jangan terlalu boros!"ujar Nando terdengar datar.


"Aku mengerti. Aku pergi,"sahut Bening tersenyum tipis. Tepatnya senyum yang dipaksakan.


Bening berjalan keluar dari kamar itu dengan perasaan kesal, meninggalkan Nando yang berada di atas kursi roda.


"Kenapa semakin lama perasaan ku padanya semakin hambar dan pudar?"gumam Nando setelah Bening pergi.


Entah mengapa, Nando merasa Bening tidak lagi menyukai dirinya seperti dulu. Tidak bersikap mesra seperti dulu. Apalagi setiap ada Dimas, Nando merasa was-was dengan Bening. Dan anehnya bukan was-was karena takut kehilangan Bening seperti dulu. Tapi was-was karena takut Bening mempermalukan dirinya, jika sampai Bening berselingkuh dengan pria lain, apalagi pria itu adik iparnya. Karena keadaan dirinya yang saat ini tidak bisa memberikan nafkah batin kepada Bening. Bagaimana pun, adik iparnya itu lebih tampan, lebih berkarisma dan berwibawa. Memiliki tubuh yang lebih tinggi dan tegap dari pada dirinya. Mungkin Nando akan semakin was-was jika mengetahui Dimas juga lebih kaya dari dirinya dan merupakan mantan kekasih Bening.


Setelah kedatangan Dimas bersama Ayana, Toyib dan Diky kemarin. Sejak malam itu, Nando merasa semua orang membenci Bening. Karena waktu itu Bening memang seperti mencari gara-gara. Semakin lama perasaan Nando pada Bening semakin luntur karena Nando merasa Bening tidak ikhlas merawat dirinya. Perasaan Nando kepada Bening saat ini hanya terpaut pada darah daging nya yang saat ini di kandung Bening.


Bening bergegas keluar dari rumah dan segera pergi ke garasi mengambil mobilnya. Wanita hamil itu melajukan mobilnya menuju sebuah mall dengan perasaan kesal pada Nando.


"Dasar pria cacat sialan! Semakin lama semakin menyebalkan! Sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis ku, masih juga semakin pelit memberikan uang kepadaku. Dia itu tidak lebih tampan dan gagah dari Dimas. Apalagi sekarang menjadi pria cacat yang merepotkan, membosankan dan menyebalkan. Ohh.. aku ingin tahu, bagaimana rasanya bercinta dengan Dimas. Aku sudah lama tidak bercinta, karena si Nando pria pelit dan cerewet itu menjadi cacat. Aku ingin sekali bercinta dengan Dimas. Melihat postur tubuhnya, aku yakin, tubuh Dimas pasti sangat bagus. Tapi bagaimana caranya? Jika aku bisa membuatnya bercinta dengan ku, aku akan memberikan full servis padanya hingga dia klepek-klepek dan ketagihan untuk bercinta dengan aku,"gumam Bening begitu percaya diri dengan pikiran mesumnya.

__ADS_1


Entah mengapa, tiba-tiba Bening ingin bercinta dengan Dimas. Mengingat pria itu sangat tampan, berdada bidang dengan punggung yang lebar serta tubuh tinggi tegap. Bening benar-benar yakin jika tubuh Dimas pasti sangat bagus. Tebakan Bening memang benar. Tapi sayangnya, hanya Ayana yang pernah melihat dan menikmati tubuh indah Dimas.


Bening makan di sebuah restoran yang cukup mewah. Wanita itu tampak makan dengan lahap. Sudah lama Bening ingin makan di restoran ini, tapi baru hari ini bisa makan di restoran ini. Setelah beberapa menit, akhirnya Bening selesai makan siang juga.


"Dasar anak durhaka! Tidak mikirin orang tua. Tidak amanah. Ah, aku lupa kalau seorang pengkhianat tidak mungkin amanah, 'kan?"


Suara pria yang terdengar familiar dari meja di sebelahnya itu membuat Bening menoleh. Bening mengepalkan kedua tangannya saat melihat siapa yang baru saja bicara.


"Ada apa, sih, dengan kamu? Sepertinya kamu sengaja mencari gara-gara dengan aku. Kamu naksir sama aku, tapi nggak bisa memiliki aku, ya? Makanya jadi benci sama aku. Sorry, ya! Aku nggak selera sama kamu. Kamu bukan tipe aku,"ujar Bening narsis.


"Cih, naksir sama kamu? Isi perut ku jadi ingin keluar semua mendengar nya. Jangankan naksir, melihat kamu saja aku muak,"sahut pria yang tidak lain adalah Diky.


"Buktinya, kamu saat ini mengikuti aku,"ujar Bening percaya diri.


"Kau bersimpuh di kaki ku, menjilat sepatu ku, memohon untuk ku nikahi pun aku tidak sudi. Bahkan aku tidak sudi menjadikan kamu sebagai pembantu ku,"sahut Diky dengan tatapan merendahkan.


"Cih, mimpi! Aku tidak akan pernah menjadi pembantu siapa pun. Tidak ada dalam kamusku,"ujar Bening penuh percaya diri.


"Oh, ya? Kita lihat saja saat kehancuran kamu tiba! Kamu telah membuat karir sahabat ku hancur dan jatuh miskin. Aku tidak akan pernah melupakan itu. Suatu saat, kamu akan ada di posisi itu. Karena kamu wanita pengkhianat dan anak durhaka. Bahkan membelanjakan uang yang dititipkan Nando untuk ibumu demi kepentingan pribadi mu. Sehingga ibumu harus menjadi pembantu untuk memenuhi kebutuhan hidup nya. Pada ibu sendiri saja tega, apalagi pada orang lain,"ujar Diky terlihat sangat jijik saat menatap Bening.


"Dasar detektif sialan! Kamu menyelidiki aku?"sarkas Bening.

__ADS_1


"Jangan mencoba mendekati, apalagi mencoba merusak kebahagiaan Dimas lagi! Kali ini, aku akan memberimu pelajaran jika kamu berani melakukannya,"ancam Diky dengan tatapan dan wajah dingin.


Setelah mengatakan itu, Diky pun beranjak dari duduknya, lalu pergi meninggalkan Bening begitu saja.


"Sialan! Berani-beraninya dia menyelidiki dan mengancam aku! Dia bahkan tahu jika aku tidak memberikan uang yang diberikan oleh Nando untuk ibuku. Dia bikin bad mood,"gerutu Bening, menatap punggung Diky yang semakin menjauh.


Selama ini Nando memang selalu memberikan uang untuk ibu Bening melalui Bening. Untuk kebutuhan sehari-hari ibu Bening. Tapi akhir-akhir ini, Bening mengurangi uang belanja yang di berikan Nando untuk ibunya sendiri. Sehingga ibu Bening harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan bekerja sebagai tukang bersih-bersih rumah.


Bahkan selama tinggal bersama ibunya, Bening bertingkah layaknya majikan dan memperlakukan ibunya layaknya pembantu. Namun ibu Bening hanya diam menurut karena Bening adalah satu-satunya anaknya dan satu-satunya keluarganya.


"Perempuan tua itu pasti sudah bicara banyak pada Diky. Dasar perempuan tua sialan!"gumam Bening merasa geram pada ibu kandungnya sendiri.


Setiap kali pamit pulang menemui ibunya, sebenarnya Bening tidak benar-benar menemui ibunya, tapi bepergian kemana pun yang dirinya mau. Menghilangkan rasa jenuh dan bosan mengurus suami dan mertuanya yang cacat.


"Aku akan mencari cara untuk bisa mendapatkan Dimas. Dia akan aku jadikan budak ranjang ku,"gumam Bening penuh senyuman jahat.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2