SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
113. Di Bawah Pohon Jambu


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah Wulan, Ayana pun segera bersiap-siap untuk memasak hidangan makan malam. Setelah sekitar satu setengah jam berkutat di dapur akhirnya Ayana selesai memasak. Ayana pun bergegas untuk membersihkan diri. Tidak ingin badannya bau masakkan saat suaminya pulang nanti.


Ayana membersihkan dirinya di bawah shower sambil bernyanyi dengan suara cemprengnya. Menyegarkan dirinya setelah berkeringat karena memasak tadi.


"Dari kejauhan tergambar cerita tentang kita


Terpisah jarak dan waktu


Ingin ku ungkapkan rinduku lewat kata indah


Tak cukup untuk dirimu


Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata


Dunia berhenti sejenak menikmati indah mu.."


Dimas yang baru saja pulang dan masuk ke dalam kamarnya pun tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar suara cempreng istrinya dari dalam kamar mandi.


"Dan apabila tak bersamamu


Ku pastikan kujalani dunia tak seindah kemarin


Sederhana tertawamu sudah cukup


Lengkapi sempurnanya hidup bersamamu


Apabila tak bersamamu


Ku pastikan kujalani dunia tak seindah kemarin....'


Dimas melepaskan jas yang dipakainya, kemudian melepaskan kemeja dan celana panjang yang dipakainya. Hanya celana boxer saja yang saat ini menempel di tubuhnya. Dimas memutar kenop pintu kamar mandi dan kedua sudut bibirnya langsung tertarik ke atas saat mengetahui pintu kamar mandi itu tidak terkunci. Perlahan Dimas masuk dan mendekati istrinya yang masih bernyanyi di bawah shower seraya memegang botol shampo di depan bibirnya. Botol shampo yang di jadikan sebagai pengganti mic.


"Sederhana tertawamu sudah cukup


Lengkapi sempurnanya....Hidup bersamamu


Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata


Dunia berhenti sejenak menikmati in..... Aakkh! Kakak!"pekik Ayana tidak menyelesaikan lagunya karena terkejut saat tiba-tiba Dimas memeluk tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang dari belakang.


"Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata. Dunia berhenti sejenak menikmati indah mu,"Dimas mengulang bait lagu terakhir yang di nyanyikan oleh Ayana seraya meraba dua bukit kembar milik Ayana.

__ADS_1


"Kak.. ughh.."lenguh Ayana karena jemari nakal Dimas.


Dimas membalikkan tubuh Ayana agar menghadap dirinya, kemudian mencium bibir Ayana yang langsung mendapatkan sambutan dari Ayana. Beberapa menit kemudian suara gemericik air shower pun beradu dengan suara desahaan dan decapaan bibir dari sepasang pengantin baru yang sedang di mabuk cinta itu.


"Haiss.. ini risikonya kalau tinggal bersama pengantin baru. Selalu mendengar suara-suara yang meresahkan,"gumam Toyib yang sedang main game online di dalam kamarnya. Duda muda itu akhirnya memilih keluar dari dalam rumah dan duduk di bangku yang ada di bawah pohon jambu di depan rumah kontrakan mereka.


"Double Kill"


"Argkhh! Sialan! Mati lagi, dah!"gerutu Toyib membuang napas kasar.


Sedangkan di dalam kamar mandi Dimas dan Ayana, setelah puas bercinta di dalam kamar mandi, Dimas menggendong Ayana yang hanya melilitkan handuk di tubuhnya itu keluar dari dalam kamar mandi dan mendudukkan Ayana di tepi ranjang. Sedangkan Dimas sendiri juga hanya melilitkan handuk di pinggangnya.


"Apa dingin, hm?"tanya Dimas yang berdiri di depan Ayana seraya membungkuk menyelipkan anak rambut Ayana ke belakang telinga Ayana.


"Lumayan,"sahut Ayana yang memang agak kedinginan karena lumayan lama bercinta dengan Dimas di bawah guyuran air shower.


"Mau aku hangatkan?"tanya Dimas tersenyum penuh arti.


"Plak"


"Plak"


"Plak"


Karena hari yang sudah beranjak malam, Toyib yang duduk di bawah pohon jambu pun mulai di serang nyamuk-nyamuk nakal. Sehingga tidak bisa berkonsentrasi main game lagi.


Toyib berjalan masuk ke dalam rumah, kemudian duduk di ruang tamu dan kembali melanjutkan main game online nya.


Sedangkan di dalam kamar Dimas dan Ayana.


"Bagaimana caranya kakak menghangatkan aku? Mau di peluk?"tanya Ayana dengan polosnya.


"Iiiihhh.. bikin gemes aja, deh!"ucap Dimas seraya mencubit hidung Ayana gemas,"Gini cara menghangatkan kamu,"ucap Dimas kemudian merebahkan tubuh Ayana di atas ranjang lalu mengungkung Ayana dan mulai memagut bibir Ayana.


"Emmh.. kakak! Aku lelah,"ucap Ayana mendorong pelan dada Dimas, hingga Dimas melepaskan pagutannya.


"Katanya mau di hangatkan, hm?"tanya Dimas dengan senyuman penuh artinya.


"Nggak mau kalau caranya begini. Kakak sudah lama melakukannya di kamar mandi tadi. Apa kakak tidak lelah, masih ingin melakukannya lagi?"tanya Ayana yang sama sekali tidak melihat suaminya kelelahan.


"Sedikit, tapi kalau kamu pengen lagi, aku masih sanggup,"ucap Dimas seraya mengusap bibir Ayana lembut.

__ADS_1


"Kakak masih ingin?"tanya Ayana serata meraba dada Dimas, memastikan apakah suaminya itu masih ingin bercinta lagi atau tidak.


"Ughh.. Ay.. Jangan memancing aku jika kamu sudah merasa lelah. Sssstt..."desis Dimas seraya memejamkan mata saat merasakan hasratnya kembali naik karena Ayana menyusuri dada dan perutnya dan mengelus sesuatu di bawah sana.


"Kakak masih ingin?"tanya Ayana seraya membelai wajah Dimas.


"Hum,"sahut Dimas dengan mata yang sudah di penuhi kabut hasraat.


"Jika kakak masih ingin, kakak jangan menahannya lagi!”ujar Ayana masih membelai wajah Dimas.


"Tapi, kata kamu tadi, kamu lelah,"ujar Dimas.


"Aku akan tetap melayani kakak, walaupun aku lelah. Aku tidak mau kakak mencari wanita lain untuk melayani kakak,"sahut Ayana seraya membuka handuk yang melilit di tubuhnya sendiri, lalu membuka handuk yang melilit di pinggang Dimas.


Tak lama kemudian, suara lenguhaan dan desahaan pun kembali terdengar dari dalam kamar pengantin baru itu.


"Aihh.. tadi perasaan sudah selesai. Kenapa sekarang terdengar lagi? Sudah babak ke berapa ini? Belum final juga. Sepertinya aku harus membeli headset. Dua orang yang dimabuk cinta ini, baru merasakan indahnya surga dunia. Pasti akan kecanduan, mengulang lagi dan lagi untuk bercinta,"gumam Toyib menghela napas panjang, kemudian mengambil sarung dari dalam kamarnya. Duda muda itu kembali keluar dari rumah dan duduk di bangku di bawah pohon jambu lagi. Menutupi kakinya dengan sarung agar tidak di gigit nyamuk.


Sedangkan di dalam kamar sepasang suami-isteri yang baru merasakan indahnya surga dunia, Dimas dan Ayana masih berlayar mencari kenikmatan. Kamar itupun dipenuhi oleh suara desahaan dan lenguhaan keduanya. Hingga lenguhaan panjang Ayana dan Dimas terdengar bersamaan, menandakan keduanya telah berhasil mencapai puncak surga dunia secara bersamaan.


"Terimakasih!"ucap Dimas penuh senyuman.


Pria itu mengecup kening Ayana degan lembut. Kemudian mengecup bibir Ayana beberapa kali, dan tentu saja mendapatkan sambutan hangat dan Ayana. Keduanya saling menatap dan saling melempar senyum. Dimas kembali mengecup bibir Ayana dengan lembut, kemudian beranjak menyingkir dari atas tubuh Ayana dan membaringkan tubuhnya di samping Ayana. Merengkuh Ayana dalam pelukannya.


Beberapa menit kemudian, Ayana melepaskan pelukan Dimas.


"Mau kemana?"tanya Dimas.


"Mau membersihkan diri, lalu menyiapkan makan malam. Kakak dan Abang pasti sudah lapar, 'kan? Aku juga sudah lapar,"ujar Ayana.


"Kita membersihkan diri bersama-sama. Nanti aku bantu menyiapkan makan malam,"ujar Dimas, kemudian menggendong Ayana ke dalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian, keduanya sudah selesai membersihkan diri. Ayana menghangatkan makanan yang sudah di masaknya sebelum mandi tadi. Sedangkan Dimas membantu Ayana menyiapkan peralatan makan. Beberapa menit kemudian, keduanya sudah selesai menyiapkan makan malam.


"Abang! Makan malam sudah siap!"seru Ayana.


Toyib yang mendengar suara cempreng Ayana memangnya pun tersenyum simpul,"Akhirnya... aku makan malam juga setelah bersabar menunggu beberapa babak selesai,"ujar Toyib bergegas masuk ke dalam rumah penuh senyuman.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2