
Di sebuah restoran.
"Senang sekali bisa makan siang bareng nyonya Liliana,"
"Iya. Nyonya Liliana yang super sibuk mau makan siang bersama kami itu adalah sebuah kehormatan,"
"Terimakasih banyak! Karena di sela-sela kesibukan Nyonya, Nyonya mau meluangkan waktu untuk makan siang bersama kami,"
"Kami merasa terhormat bisa makan siang bareng istri pengusaha terkaya di negeri ini,"
Ucap para aktivis sosial yang saat ini sedang makan siang dengan Nyonya Liliana yang tidak lain adalah istri dari Tuan Buston.
"Kalian terlalu berlebihan. Seolah saya ini orang yang sangat penting,"sahut nyonya Liliana terkekeh kecil.
"Tentu saja Nyonya orang yang sangat penting. Nyonya adalah wanita terkaya di negeri ini,"
"Benar. Perusahaan nyonya adalah perusahaan yang menyerap paling banyak tenaga kerja di negeri ini. Banyak orang yang menggantungkan hidup dari bekerja di perusahaan nyonya,"
"Ah, kalian semua terlalu memuji. Perusahaan kami dulu juga tidak sebesar ini. Dan jika saya tidak menikah dengan suami saya, belum tentu perusahaan warisan dari almarhum kedua orang tua saya akan menjadi perusahaan besar seperti saat ini,"sahut nyonya Liliana merendah.
Liliana memang tidak pernah sombong, walaupun memiliki kekayaan yang berlimpah. Wanita itu suka berbagi pada sesama. Liliana juga tidak pandang bulu dalam berteman. Karena itulah, banyak yang menyukai Liliana.
"Nyonya selalu saja merendah,"
"Iya, nyonya Liliana tidak seperti wanita kaya lainnya. Rata-rata mereka itu sombong,"
"Iya, Nyonya benar-benar tidak pandang bulu dalam berteman,"
Ucap para aktivis itu masih terus memuji Liliana.
"Kita ini semua sama-sama manusia, kenapa harus di beda-bedakan? Bukankah tidak ada yang bisa memilih, di rahim siapa dan di keluarga mana kita dilahirkan? Lalu untuk apa kita membeda-bedakan orang dari status sosial dan kastanya?"sahut Liliana.
"Inilah yang kami sukai dari nyonya Liliana. Tidak berteman dengan orang lain karena memandang kasta dan status sosial,"
"Nyonya itu tidak cuma cantik di luar, tapi juga cantik di dalam,"
"Benar. Walaupun sudah punya dua jagoan yang sudah dewasa, nyonya Liliana tetap saja cantik, dan Tuan Buston juga tetap terlihat tampan,"
"Iya. Nyonya sangat beruntung, memiliki dua orang putra yang tampan, suami yang tampan, setia dan sangat pandai berbisnis,"
"Karena sikap nyonya yang rendah hati inilah, nyonya selalu beruntung,"
"Iya, keluarga nyonya juga selalu harmonis, jauh dari isu miring,"
Ucap pata aktivis itu tak henti-hentinya memuji nyonya Liliana.
"Sudah! Sudah! Jangan terlalu memuji, nanti saya jadi besar kepala,"ucap Liliana kembali terkekeh kecil.
"Kami tidak memuji. Kami hanya mengatakan fakta,"
__ADS_1
"Nyonya menyempatkan diri di tengah kesibukan Nyonya untuk membantu kami menggalang dana untuk anak-anak disabilitas. Nyonya juga memberikan banyak sumbangan untuk anak-anak itu. Sungguh, kami merasa sangat bersyukur,"
"Bukankah kita sebagai sesama manusia harus saling membantu? Apalagi membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan uluran tangan kita,"sahut Liliana.
"Iya, nyonya. Tapi banyak orang yang sebenarnya mampu, tapi mereka malah tidak mau membantu orang-orang yang memerlukan bantuan,"
"Eh, nyonya Liliana, bukankah itu Tuan Buston?"
"Iya, itu sepertinya Tuan Buston,"
Ucap para aktivis sosial itu menunjuk ke satu arah di mana Tuan Buston berjalan di iringi Pak Saman.
"Ah, iya. Kalian benar. Kalau begitu, saya duluan, ya! Makan siang kita sudah saya, bayar,"ujar Liliana seraya mengemasi barang-barangnya.
"Terimakasih, Nyonya!"ucap para aktivis itu bersamaan.
"Sama-sama!,"sahut Liliana, kemudian meninggalkan para aktivis itu.
"Sempurna sekali hidup nyonya Liliana,"
"Dari kecil terlahir kaya. Beruntung sekali dia,"
"Sudah! Jangan terus-terusan mendongak ke atas! Entar nggak kelihatan kalau jalannya berlobang. Nyungsep, dah!"
Ucap para aktivis itu menatap Liliana yang keluar dari restoran.
Liliana melangkah cepat mengejar suaminya yang berjalan menuju parkiran. Saman berhenti tidak jauh dari mobil majikannya saat ada panggilan masuk di handphonenya. Buston juga ikut berhenti di samping Saman. Sedangkan Liliana terus berjalan mendekati mereka.
"Seminggu lagi, Tuan muda akan berhenti bekerja dari perusahaan Tuan Geno, Tuan,"sahut orang dalam sambungan telepon.
"Kenapa?"tanya Saman mengernyitkan keningnya.
"Tuan muda ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan istrinya, Tuan,"
"Benar-benar tidak ada masalah dan murni karena Tuan muda ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan istrinya?"tanya Saman lagi.
Liliana yang mendengar kata-kata Saman pun menghentikan langkah kakinya, lalu bersembunyi di balik pilar yang ada di parkiran itu.
"Tuan muda ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan istrinya? Apa maksud Saman? Anak-anak ku belum ada yang menikah. Siapa Tuan muda yang dimaksud Saman?"gumam Liliana lirih. Merasa aneh dengan perkataan Saman.
"Tidak ada Tuan. Dari awal, Tuan Muda memang mengatakan hanya akan bekerja di perusahaan Tuan Geno sampai Tuan Geno dan Tuan Nando pulih. Bahkan Tuan Geno dan putranya sudah berkali-kali meminta Tuan Muda untuk tetap bekerja di perusahaan mereka, tapi Tuan muda tetap kukuh dengan pendiriannya,"
"Apa ada kabar lain lagi?"tanya Saman lagi.
"Tidak ada Tuan,"
"Terus awasi Tuan Muda! Pastikan Tuan Muda dan orang-orang terdekatnya baik-baik saja!"
"Baik, Tuan,"
__ADS_1
"Ada apa dengan putraku?"tanya Buston yang dari tadi menunggu Saman menerima panggilan telepon. Liliana yang sedang bersembunyi pun semakin mempertajam pendengarannya.
"Menurut orang yang saya tugaskan untuk mengawasi Tuan Muda, satu minggu lagi, Tuan muda akan berhenti bekerja di perusahaan mertuanya,"jawab Saman.
"Kenapa? Apa mertua dan kakak iparnya itu mempersulit dia? Apa mereka sengaja memanfaatkan putraku selama mereka sakit dan membuangnya setelah mereka tidak membutuhkan putraku lagi?"tanya Buston nampak terkejut, sekaligus curiga.
Sedangkan Liliana yang mendengar perbincangan Buston dan Saman pun semakin penasaran.
"Bukan seperti itu, Tuan. Katanya, Tuan muda ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan istrinya, Tuan. Bahkan, mertua dan kakak iparnya sudah berulang kali membujuk Tuan Muda untuk tetap bekerja di perusahaan mereka. Tapi Tuan muda tetap tidak mau,"jelas Saman.
"Sayang sekali. Padahal, dia sangat berbakat dalam berbisnis,"ujar Buston menyayangkan keputusan yang diambil Dimas.
"Lalu, kita harus apa, Tuan?"
"Biarkan saja dia melakukan apapun yang dia inginkan. Asalkan dia bahagia, itu sudah cukup bagiku,"sahut Tuan Buston menghela napas panjang.
"Apa kita akan kembali ke kantor, Tuan?"
"Kita ke perusahaan cabang yang di pimpin oleh Axelle. Aku dengar ada sedikit masalah di perusahaannya. Oh, ya, aku sudah lama tidak melihat Delvin,"ujar Buston seraya berjalan menuju mobilnya.
"Tuan muda Delvin masih sibuk dengan kuliahnya Tuan,"sahut Saman seraya mengiringi langkah kaki Buston.
"Siapa yang di maksud Tuan muda oleh Saman? Dan sudah memiliki istri? Papa tidak selingkuh di belakang ku dan memiliki anak lain selain kedua putra kami, 'kan?"gumam Liliana yang tiba-tiba hatinya merasa tidak tenang.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Aktivis sosial adalah istilah umum yang merujuk kepada kegiatan, baik yang dilakukan oleh perseorangan maupun lembaga swadaya masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat umum menuju kehidupan yang baik.
•Kasta berasal dari Indonesia bahasa Inggris dan bahasa Portugal (casta) yang berarti keturunan atau suku. Kasta pada abad ke-16 digunakan oleh penjelajah Portugis untuk mendeskripsikan pembagian kerja pada masyarakat India.
•Kasta dalam Hindu itu berarti tangga atau tingkatan. Tingkatan itu di bagi empat, Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra.
•Status sosial adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sehubungan dengan kelompok-kelompok lain di dalam kelompok yang lebih besar lagi. Dalam arti lingkungan pergaulan sehari-hari, prestisenya, dan adanya hak-hak serta kewajiban-kewajibannya. Wikipedia
•Status sosial juga bisa diartikan sebagai sesuatu yang menunjukkan peran dan posisi seseorang di masyarakat. Status sosial memiliki fungsi utama selain untuk membagi peran, status sosial juga digunakan untuk menunjukkan identitas seseorang.
•Status sosial biasanya didasarkan pada berbagai unsur kepentingan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu status pekerjaan, status dalam sistem kekerabatan, status jabatan dan status agama yang dianut.
•Fakta ( bahasa latin : factus ) adalah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi kenyataan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta adalah sesuatu hal yang benar-benar ada dan terjadi.
•Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak .
•Cacat fisik antara lain: a) cacat kaki, b) cacat punggung, c) cacat tangan, d) cacat jari, e) cacat leher, f) cacat netra, ¢ rungu, h) cacat wicara, i) cacat raba (rasa), j) cacat pembawaan.Cacat tubuh atau tuna daksa berasal dari kata tuna yang berarati rugi atau kurang, sedangkan daksa berarti tubuh.
•Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. Pilar/ tonggak/ penyangga, terbuat dari kayu, batu, beton, dan sebagainya.
.
__ADS_1
To be continued