SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
166. Meminta Bantuan


__ADS_3

Malam ini, Dimas, Ayana, Toyib dan Diky berkunjung ke rumah Geno. Sebelumnya, mereka menginformasikan jika ingin datang. Jadi, Hilda menyiapkan makan malam lebih banyak dari biasanya. Geno, Hilda dan Nando sangat senang mendengar jika mereka akan datang.


Saat mereka datang, Geno dan Hilda menyambut kedatangan mereka dengan hangat. Mereka makan malam bersama sambil mengobrol ringan hingga suasana di meja makan itu terasa hangat. Semua orang nampak senang, kecuali Bening. Semua yang ada di meja makan itu tidak ada yang mengajak Bening bicara, hingga Bening merasa di kucilkan. Namun mata Bening tetap saja mencuri pandang pada Dimas.


Usai makan malam bersama, mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


"Maaf! Aku merasa kurang enak badan. Aku ingin kembali ke kamar,"pamit Bening yang merasa tidak ada gunanya berkumpul dengan mereka, jika dirinya seperti tak dianggap.


"Iya, sebaiknya kamu beristirahat. Tidak baik bagi ibu hamil jika terlalu lelah,"ujar Hilda yang sebenarnya tidak suka melihat Bening yang masih saja mencuri pandang pada Dimas, sedangkan yang lainya hanya diam.


Bening meninggalkan mereka semua dengan hati yang terasa dongkol.


"Sial! Mereka seperti tidak menganggap aku ada. Seandainya saja aku punya uang, akan aku lenyapkan mereka semua. Dan akulah yang akan menjadi pewaris kekayaan karena aku adalah menantu keluarga ini, dan aku mengandung keturunan keluarga ini,"gumam Bening seraya berjalan menuju kamarnya.


Setelah masuk ke dalam kamarnya, perempuan itu duduk di tepi ranjang dan bersandar di headboard ranjang. Semenjak dirinya ketahuan menculik Dimas waktu itu, Nando, Hilda dan Geno tidak lagi menghormati Bening. Bahkan mereka nampak enggan untuk mengajak Bening bicara. Nando juga tidak lagi mentransfer uang bulanan untuk Bening. Takut uangnya di salah gunakan seperti kemarin. Nando hanya akan memberikan uang pada Bening saat Bening membutuhkan uang untuk keperluan yang penting-penting saja. Nando juga memberi uang kepada mertuanya tanpa melalui Bening lagi. Bening benar-benar tidak memiliki tabungan lagi. Karena semua tabungannya digunakan untuk menculik Dimas waktu itu. Dan sialnya Gatot, alias gagal total.


Bening tersenyum miring saat mendapatkan ide. Perempuan itu bergegas mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang.


"Halo!"suara orang yang dihubungi Bening.


"Aku akan melayani kalian semua. Tapi bantu aku melenyapkan orang,"ujar Bening pada orang yang dihubungi nya yang tidak lain adalah pria yang disuruh nya untuk menculik Dimas waktu itu.


"Siapa orangnya dan berapa bayaran yang bisa kamu berikan?"


"Aku akan . membayar kalian setelah pekerjaan kalian selesai. Sebagai DP nya, aku akan melayani kalian di atas ranjang,"sahut Benin tanpa ragu.


"Cih, melayani kami di atas ranjang itu adalah tugas kamu. Jika kamu tidak mau melayani kami, aku akan menyebarkan video-video saat kita bercinta beramai-ramai,"ancam pria itu yang selalu mengabadikan setiap momen mereka saat bercinta dengan Bening secara beramai-ramai.


"Tolong lah aku! Bukankah selama ini aku selalu memuaskan kalian?"


"Sekarang ini, kamu itu tidak punya apa-apa selain tubuh kamu. Jadi, mana mungkin aku percaya jika kamu akan membayar jasa kami,"ujar pria itu yang sudah tahu jika Bening tidak mendapatkan uang bulanan lagi dari suaminya.

__ADS_1


"Setelah kalian melenyapkan mereka, aku akan menjadi orang kaya. Dan aku pasti akan membayar jasa kalian,"


"Memangnya, siapa yang ingin kamu lenyapkan?"


"Seluruh keluarga mertuaku, kecuali Dimas,"


"Apa? Seluruh keluarga mertua kamu? Dasar perempuan jahat! Kamu ingin mewarisi kekayaan mereka dengan melenyapkan mereka semua lalu menikah dengan pria idaman kamu itu?"


"Tepat sekali. Jadi, kalian tidak perlu takut jasa kalian tidak aku bayar. Karena, jika misi ini berhasil,.aku akan menjadi orang yang kaya raya,"sahut Bening penuh keyakinan,"𝘿𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙨𝙞𝙡 𝙢𝙚𝙡𝙚𝙣𝙮𝙖𝙥𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖, 𝙢𝙖𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙚𝙣𝙮𝙖𝙥𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙪𝙙𝙖𝙠 𝙧𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙜𝙞"lanjut Bening dalam hati dengan seringai jahat di bibirnya.


"Cari saja orang lain untuk melenyapkan mereka. Kami tidak mau berurusan dengan keluarga Tuan Geno, apalagi dengan orang yang bernama Dimas itu. Kami semua hampir mati karena menculik dia waktu itu,"


"Hampir mati karena menculik Dimas? Apa maksud kamu?"tanya Bening yang terkejut mendengar kata-kata pria yang di ajaknya bicara itu.


"Kamu tidak perlu tahu! Intinya, kami tidak ingin berurusan dengan keluarga Tuan Geno dan orang yang bernama Dimas itu. Jika kamu ingin melenyapkan mereka, cari saja orang lain! Dan ingat! Besok kamu harus melayani kami!"


"Tut..Tut.. Tut.."


"Arrgkhh! Siaal! Siaal! Siaal!"pekik Bening saat panggilan telepon itu diakhiri secara sepihak, membuat Bening merasa sangat kesal. Apalagi saat dengan tegas pria yang di hubunginya menolak untuk melenyapkan keluarga Geno.


Sedangkan di ruangan keluarga Geno.


"Dim, apa kamu yakin ingin berhenti bekerja dari perusahaan kita?"tanya Geno membuka obrolan.


Geno dan Nando sudah hampir pulih setelah rutin menjalani pengobatan. Dan kemungkinan tidak sampai sebulan lagi Geno dan Nando akan sembuh total dan kembali ke perusahaan.


"Iya, pa. Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersama Ayana,"sahut Dimas.


"Sayang sekali. Padahal papa berharap kamu masih tetap bekerja di perusahaan kita,"sahut Geno yang benar-benar ingin Dimas tetap bekerja di perusahaannya.


"Jika papa. dan kakak benar-benar sudah merasa sehat, aku akan mengundurkan diri dari kantor. Tapi jika papa dan kakak membutuhkan bantuan ku, papa dan kakak jangan sungkan untuk mengatakannya. Aku akan membantu semampuku,"sahut Dimas.

__ADS_1


"Apa kamu akan kembali berjualan keliling lagi, Dim?"tanya Nando.


"Iya, kak,"sahut Dimas.


"Baiklah, jika itu keinginan kamu, kami tidak akan memaksa. Tapi jika kamu berubah pikiran dan ingin kembali bekerja di perusahaan, katakan saja! Papa akan dengan senang hati menerima kamu kembali ke perusahaan,"ujar Geno serius.


"Iya, pa. Terimakasih atas kepercayaan papa dan kakak. Oh, iya, pa, ma, kak. Sebenarnya kami ke sini untuk meminta bantuan pada papa dan mama,"ujar Dimas mengungkapkan maksud kedatangan nya.


"Katakan saja! Jika kami bisa membantu, pasti akan kami bantu,"sahut Geno yang malah merasa senang menantunya meminta bantuan dari nya. Karena selama ini Dimas lah yang sudah banyak berjasa untuk keluarga nya.


"Sebenarnya, Diky menyukai seorang gadis, dan Diky ingin menjalin hubungan serius dengan gadis itu. Tapi karena aku dan Diky sudah tidak memiliki orang tua lagi, dan orang tua Toyib juga berada di kampung, kami ingin meminta bantuan pada papa dan mama untuk melamar gadis itu untuk Diky,"ujar Dimas menyampaikan keinginannya.


"Wahh.. sudah pengen menikah ternyata,"sahut Hilda dengan senyum lebar.


"Iya, Tante,"sahut Diky tersenyum tipis.


"Siapa gadis yang beruntung itu, Dik?"tanya Nando antusias.


"Teman sekolah Ayana, sekaligus sahabat Ayana, Nan,"sahut Diky masih dengan senyum tipis di bibirnya.


"Wahh.. masih muda, dong!"sahut Geno tersenyum tipis.


"Iya, Om. Daun muda memang lebih menggoda,"sahut Toyib membuat semua orang tertawa.


"Jika hanya meminta bantuan untuk melamar gadis, itu bukan hal yang sulit. Tapi masalahnya, kira-kira lamaran kita diterima tidak? Jika ditolak, 'kan, malu-maluin,"canda Geno kemudian terkekeh kecil.


"Tenang saja, Om. Menurut feeling ku, 99,99%, pasti bakal diterima,"sahut Toyib penuh keyakinan.


"Kalau sudah yakin diterima. Kita siapkan saja keperluan untuk melamarnya,"sahut Hilda antusias.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2