SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
155. Muak


__ADS_3

"Apa perlu kami jelaskan apa saja yang telah kamu lakukan?"tanya Diky tersenyum miring.


"𝙋𝙧𝙞𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞! 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙤𝙟𝙤𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪?"gumam Bening menatap Diky dengan perasaan benci dan geram.


"Katakan padaku! Apa yang kamu lakukan dua hari yang lalu?"tanya Nando menatap tajam pada Bening.


"Deg"


Rasanya jantung Bening berhenti berdetak saat mendengar pertanyaan dari Nando itu. Apalagi saat melihat tatapan tajam Nando yang sebelumnya tidak pernah di lihat oleh Bening.


"Aku tidak melakukan apapun, sayang. Aku hanya berdiam diri di apartemen bersama ibu,"sahut Bening berusaha bersikap tenang dan biasa saja.


"𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪? 𝘼𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙪𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙡𝙪?"𝘼𝙥𝙖 𝘿𝙞𝙠𝙮 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙞𝙙𝙞𝙠𝙞 𝙖𝙠𝙪? 𝘿𝙖𝙣 𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙧𝙚𝙣𝙘𝙖𝙣𝙖 𝙠𝙪 𝙙𝙪𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙡𝙪? 𝙇𝙖𝙡𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜?"gumam Bening dalam hati. Merasa semakin was-was, jika apa yang dilakukan nya dua hari yang lalu terbongkar dan juga merasa curiga pada Diky. Bening curiga, Diky lah yang menggagalkan rencana sempurna nya dua hari yang lalu.


"Yakin, dua hari yang lalu kamu berdiam diri di apartemen dengan ibumu?"tanya Diky kembali tersenyum miring.


"Apa maksud kamu?"tanya Bening masih dengan tutur bahasa yang lembut, walaupun sebenarnya ingin rasanya mencekik leher Diky. Bening merasa Diky mengetahui sesuatu.


"Berhentilah bersandiwara! Aku sudah muak dengan kepura-puraan kamu itu. Semua orang sudah tahu belang kamu. Tidak ada lagi yang bisa kamu sembunyikan,"sarkas Nando dengan suara dingin dan berat menahan emosi.


"Sayang, ada apa sebenarnya?"tanya Bening masih tetap berpura-pura.


"𝘼𝙥𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙩𝙖𝙝𝙪𝙞 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙙𝙪𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙡𝙪? 𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙞𝙣𝙞?"gumam Bening dalam hati yang merasa semakin ketakutan jika perbuatan nya dua hari yang lalu diketahui oleh semua orang.


Sedangkan semua orang yang ada di ruangan itu nampak benar-benar merasa geram dan muak pada Bening yang masih terus berakting tidak tahu apa-apa..


"Cih, aku benar-benar sudah muak padamu. Dua hari yang lalu, kamu pergi ke hotel xx yang ada di pinggir kota. Kau membayar lima orang pria senilai delapan puluh juta untuk menculik Dimas agar kamu bisa bercinta dengan Dimas,"ucap Nando dengan suara dingin dan berat menahan emosinya yang semakin naik.


"Deg"

__ADS_1


Jantung Bening rasanya benar-benar berhenti berdetak mendengar apa yang dikatakan oleh Nando.


"Bruk"


Tiba-tiba Bening duduk berlutut di samping kursi roda Nando.


"Sayang, aku di jebak. Ada orang yang menelpon aku dan mengatakan telah menculik ibuku dan meminta uang tebusan seratus juta, tapi aku hanya memiliki delapan puluh juta. Aku percaya mereka menculik ibuku karena aku tidak bisa menghubungi ibuku dan di apartemen pun ibuku tidak ada. Aku tidak ingin membuat kamu khawatir, makanya aku tidak memberitahu kamu. Aku datang ke hotel xx di pinggir kota itu, tapi ternyata ibuku tidak ada di sana. Mereka mengambil secara paksa uang delapan puluh juta dari ku dan.. dan.. mereka melecehkan aku.. hiks.. hiks.. hiks.. Aku di jebak, sayang! Hiks.. hiks.. hiks.. "


Bening menangis tergugu, menampilkan jika dirinya benar-benar menjadi korban pelecehan karena dijebak. Memang benar, Bening menjadi korban pelecehan karena di jebak. Tapi itu semua juga karena dirinya sendiri yang memulai nya.


"Cih, akting kamu bagus sekali. Seharusnya kamu menjadi aktris saja. Jika kamu menjadi aktris, kamu pasti akan mendapatkan piala Oscar,"pujian sekaligus sindiran dari Diky melihat Bening terisak-isak menangis berlutut di kaki Nando.


"Pintar sekali berkilah. Menggabungkan kebohongan dan kebenaran,"ujar Toyib yang benar-benar muak pada Bening.


Wanita itu menggiring opini semua orang bahwa dirinya benar-benar murni sebagai korban. Padahal Bening lah yang awalnya berencana jahat.


"Ibu Bening menjual handphone untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sebelum bekerja?"tanya Nando nampak terkejut.


"Iya. Bening hanya memberikan uang yang kamu titipkan untuk ibunya sebagian saja. Jadi ibunya harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri,"sahut Diky.


"Kamu bahkan tega berbuat seperti itu pada ibu kandung kamu sendiri?"tanya Nando nampak sangat kecewa pada Bening.


"Itu tidak benar, sayang! Itu fitnah! Ibu hanya merasa bosan karena tidak memiliki kegiatan, jadi ibu mencari pekerjaan,"sahut Bening dengan cepat mencari alasan,"Aku tidak tahu kenapa, tapi sepertinya Diky sangat membenci aku, sayang. Aku yakin, dia lah yang menjebak aku. Aku ini korban, sayang,"ujar Bening membalikkan keadaan sambil terus menangis untuk menyempurnakan aktingnya..


"Cih, pintar sekali kamu membalikkan keadaan dan memfitnah aku,"sinis Diky.


"Aku benar-benar salut dengan akting kamu. Bisa langsung mencari alasan yang masuk akal untuk membalikkan keadaan,"sahut Toyib geleng-geleng kepala dengan kemampuan Bening membalikkan keadaan.


Jika semua orang belum melihat video dan semua bukti kelakuan Bening, mungkin mereka akan tertipu dan akan percaya pada Bening. Sayangnya semua orang sudah melihat semua bukti dan mengetahui kebenarannya.

__ADS_1


"Walaupun kamu menangis darah, semua orang di sini juga tidak akan percaya lagi dengan kata-kata kamu. Kami sudah melihat sendiri bagaimana kamu begitu bernafsu untuk menggerayangi tubuh Dimas. Menjijikkan sekali. Dasar jalangg! Bahkan wanita penghibur pun menjual diri untuk mendapatkan uang. Tapi kamu membayar orang untuk bisa berselingkuh dan bercinta dengan pria lain,"sinis Hilda yang sudah menonton semua video Bening.


Ayana yang mendengar apa yang dikatakan Hilda langsung menatap ke arah Dimas dengan tatapan tajam,"Jalangg itu menyentuh tubuh kakak?"tanya Ayana yang benar-benar tidak terima jika ada perempuan lain yang menyentuh dan melihat tubuh suaminya. Hanya dirinya yang boleh melihat dan menyentuh tubuh Dimas.


"Aku tidak tahu soal itu, Ay! Waktu itu, aku tidak sadarkan diri,"sahut Dimas kelabakan.


Toyib dan Diky malah mengulum senyum menahan tawa melihat Dimas yang kelabakan. Entah mengapa dua pria itu sangat menikmati jika melihat Dimas kelabakan karena Ayana.


"Benar kata Dimas, Ay. Dimas tidak sadarkan diri saat dia di bawa ke dalam kamar hotel. Perempuan itu baru sempat melepaskan jas dan tiga kancing kemeja Dimas. Setelah itu Dimas di bawa keluar dari kamar itu. Apa kamu tidak menonton vidio nya?"tanya Hilda setelah mejelaskan pada Ayana.


"Tidak,"sahut Ayana jujur adanya.


"Kamu bisa melihat video nya. Dia belum sempat menyentuh suami kamu,"ujar Hilda membuat Ayana merasa lebih tenang.


Bening masih menangis mendengar perkataan semua orang itu. Kali ini bingung harus beralasan apa. Hingga ujung-ujungnya hanya bisa tetap menangis. Namun kali ini bukan menangis karena drama, tapi menangis karena memikirkan nasibnya selanjutnya yang sudah dapat di prediksi tidak akan baik-baik saja.


"Sayang, tolong maafkan aku! Aku khilaf! Maafkan aku! Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba seperti itu. Mungkin ini karena bawaan bayi yang aku kandung, di...."


"Jangan mengkambing hitamkan bayi yang kamu kandung untuk menutupi kesalahan kamu! Tidak ada bayi didalam kandungan yang mendorong seorang ibu untuk melakukan tindakkan yang tidak baik,"sergah Geno yang dari tadi diam, memotong kata-kata Bening.


"Besok aku akan menyuruh pengacara ku untuk mengurus perpisahan kita. Aku akan memperjuangkan hak asuh untuk anak itu. Aku tidak mau anakku di rawat dan di besarkan oleh ibu yang tidak bermoral seperti kamu,"ujar Nando tegas tanpa keraguan.


"Sayang, kamu tega menceraikan aku di saat aku masih mengandung? Kamu juga ingin memisahkan aku dengan anak kita?"tanya Bening masih berlutut di lantai dengan wajah yang basah oleh air mata.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2