
Pagi menjelang, walaupun sudah terbangun, Ayana masih memeluk erat Dimas. Kamar tanpa AC tapi udaranya terasa begitu dingin walaupun sudah memakai selimut yang tebal. Dimas pun masih enggan melepaskan dekapannya pada Ayana.
"Kak!"
"Hum,"
"Udaranya dingin sekali. Aku malas untuk bangun, kak,"
"Ay, udara dingin membuatnya bangun lagi. Main lagi, yuk! Biar nggak dingin,"bisik Dimas dengan tangan yang sudah merayap di tubuh Ayana.
"Memang kakak nggak lelah? Semalam udah minta dua kali, loh,"
"Ya, gimana, dia bangun lagi, Ay! Lagian, dinginnya akan hilang jika kita melakukannya,"ujar Dimas yang merasakan miliknya sudah mengeras.
Ayana merasakan ada sesuatu di bawah sana yang terasa berdenyut-denyut menempel di pahanya. Sepertinya, suaminya itu benar-benar ingin mengulangi pergulatan panas mereka semalam.
Akhirnya Ayana mengiyakan keinginan Dimas. Pria itu nampak sangat senang karena Ayana mau melayani dirinya lagi. Pria itu kembali menikmati tubuh istrinya, membuat Ayana mengigit bibirnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara. Dimas membekap mulut Ayana dengan bibirnya saat Ayana sudah tidak bisa menahan desahaan karena rasa nikmat yang tercipta saat Dimas bergerak liar di atas tubuhnya.
"Sudah nggak dingin, 'kan? Ayo mandi!"ujar Dimas dengan wajah cerah, setelah mendapatkan apa yang diinginkannya.
Ayana merenggangkan pelukannya, dan menatap ke sekitar tempat tidur mereka.
"Cari apa?"tanya Dimas yang melihat Ayana seperti mencari sesuatu.
"Dimana kakak semalam melempar bajuku?"tanya Ayana seraya menatap Dimas.
"Biar aku cari dulu,"sahut Dimas mengecup bibir Ayana sekilas. Semalam Dimas melucuti pakaian Ayana dan melemparkannya asal. Entah dimana saja pakaian mereka tercecer.
Di kamar lain, suasananya tidak jauh berbeda. Semalam akhirnya Diky bisa berbuka puasa. Setelah satu minggu menahan diri untuk tidak meniduri istrinya. Akhirnya semalam Diky bisa mengambil haknya juga.
Sudah pernah melakukannya sebelum pernikahan membuat Diky sangat menantikan saat dimana dirinya akan melakukannya lagi dalam ikatan suci sebuah pernikahan. Namun sayangnya saat malam pertama pernikahan mereka, ternyata goa yang sangat ingin dimasukinya terkena banjir bandang. Dan terpaksa Diky harus menahan diri sampai goa itu bisa dimasukinya untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
Dan semalam saat mengetahuinya Wulan sudah tidak datang bulan lagi, tanpa menunda-nunda waktu, Diky pun meminta hak nya sebagai suami pada Wulan. Karena semalam adalah kedua kalinya Diky dan Wulan melakukan hubungan suami-istri, keduanya pun lepas kendali.
Kedua orang tua Toyib sempat terbangun beberapa kali karena sepasang pengantin baru itu melakukannya beberapa kali dan terdengar sampai di kamar kedua orang tua Toyib.
Berbeda dengan Dimas dan Ayana yang sudah sering dan hampir setiap hari melakukannya. Sepasang suami-isteri itu masih bisa meredam suara mereka saat bercinta.
Toyib baru datang bersama istrinya setelah Dimas, Ayana, Diky, Wulan, anak dan kedua orang tua Toyib selesai sarapan. Wajah Toyib terlihat cerah dan bersemangat. Berbanding terbalik dengan istrinya. Cara berjalan istri Toyib terlihat aneh dan wajahnya terlihat pucat. Dan hal itu membuat semua orang menahan diri agar tidak tertawa. Kecuali Wulan dan istri Toyib yang semalaman di hajar habis-habisan oleh suami mereka masing-masing.
Bedanya, Wulan tidak terlalu kelelahan seperti istri Toyib, karena sebelum menikah sudah pernah melakukan hubungan suami-istri. Jadi, saat melakukannya lagi, yang terasa hanya kenikmatan. Tidak ada.lagi rasa sakit seperti saat melakukannya pertama kali dulu.
"Eh, bapak dan ibu kenapa? Kok, seperti kurang tidur gitu?"tanya Toyib yang melihat lingkaran hitam di mata kedua orang tuanya.
"Nggak apa-apa, kok. Hanya saja, kemarin kecapean karena sudah beberapa hari ini mengurus persiapan pernikahan kamu,"sahut ibu Toyib tersenyum tipis.
Padahal ibu Toyib dan suaminya berulang kali terbangun karena suara tamunya yang tidak punya akhlak. Bercinta berulang kali hingga membuat dirinya dan suaminya tidak bisa tidur. Sepasang suami-isteri itu bahkan menutup telinga cuci mereka dengan kapas agar tidak terbangun karena mendengar suara-suara dari kamar tamunya yang begitu mengusik pendengaran mereka.
"Dik, kamu semalem main berapa ronde, sih? Berisik banget tahu? Itu, kedua orang tua Toyib pasti nggak bisa tidur karena mendengar suara kalian yang sedang bercinta,"bisik Dimas yang semalam juga mendengar suara dari kamar Diky yang ada di sebrang kamarnya.
Dimas hanya menghela napas panjang mendengar jawaban Diky dan menggelengkan kepalanya pelan.
Ayana menarik tangan Toyib hingga pria itu menundukkan kepalanya. Ayana kemungkinan berbisik,"Abang sudah gol berapa kali dari malam sampai pagi? Sampai muka istri Abang pucat gitu?"
"Anak nakal Beraninya bertanya seperti itu pada Abang kamu sendiri!"ujar Toyib lalu menjewer telinga Ayana.
"Aduh! Abang! Sakit, bang! Ampun, bang!"ujar Ayana pura-pura kesakitan. Padahal Toyib hanya menjewer pelan.
"Karena kalian sudah jauh-jauh datang ke mari. Aku ingin mengajak kalian berwisata. Kita akan pergi ke air terjun di dekat sini,"ujar Toyib penuh senyuman.
Mendengar ajakan Toyib, Ayana dan Wulan pun sangat antusias. Akhirnya tiga pasang suami-isteri itu pergi ke air terjun yang ada di dekat kampung Toyib. Suasana sejuk dan segar begitu terasa. Banyak pepohonan yang dan juga binatang-binatang yang tidak akan dijumpai di kota selain di kebun binatang.
"Pandangannya indah sekali. Hamparan sawah di kanan kiri jalan. Di depan rumah penduduk juga ditanami bunga mawar,"gumam Ayana nampak takjub selama perjalanan.
__ADS_1
Semakin dekat dengan air terjun, udara pun terasa semakin dingin. Suara air terjun pun semakin lama semakin terdengar jelas. Hingga akhir air terjun itu benar-benar terlihat.
Air Terjun Sedudo terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur , Indonesia . Air terjun ini terletak sekitar 30 km sebelah selatan ibukota kabupaten, Nganjuk , dan berada di ketinggian 1.438 meter di atas permukaan laut, dengan ketinggian sekitar 105 meter. Sedudo dekat dengan kaki Gunung Wilis, sebuah gunung berapi yang tidak memiliki sejarah letusan yang tercatat. Sedudo adalah air terjun tertinggi ketiga di Jawa Timur.
Tiga pasang suami-istri itu semakin bersemangat saat air terjun itu semakin dekat. Hingga akhirnya mereka benar-benar tiba di lokasi air terjun.
"Buset, dah! Banyak amat tangganya, Yib?"ujar Diky saat melihat ratusan anak tangga yang harus dilewati untuk menuju air terjun itu.
"Kenapa? Kamu tidak sanggup melewati anak tangga ini? Apa tenagamu sudah habis kamu pakai semalaman?"ledek Toyib.
"Siapa bilang? Aku sih, masih kuat. Tapi, apa para nyonya kita sanggup melewati anak tangga ini?"tanya Diky yang ragu jika Ayana, Wulan dan istri Toyib mampu melewati ratusan anak tangga itu.
"Kita buktikan saja,"ucap Ayana bergegas menuruni tangga. Wulan dan istri Toyib pun menyusul Ayana. Para suami mereka pun akhirnya mengikuti mereka.
"Indahnya!"gumam Ayana menatap indahnya air terjun di depan matanya itu.
"Banyak orang yang percaya bakal awet muda kalau mandi di air terjun ini. Pada malam 1 Sura, Air Terjun Sedudo menjadi tempat ritual siraman masyarakat. Pada malam 15 Sura juga begitu, masyarakat berbondong-bondong mandi di Air Terjun Sedudo ini untuk melakukan siraman. Air terjun Sedudo ini sudah terkenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Air terjun ini diyakini sebagai tirta suci yang mengalir dari kahyangan. Bahkan para raja, bangsawan dan pendeta pada zaman itu sering mempergunakan air terjun Sedudo untuk upacara ritual, yaitu memandikan arca atau senjata pusaka dalam upacara parna prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda. Sekarang, para kolektor keris biasanya sering menggelar ritual di hari-hari tertentu berdasarkan tanggalan Jawa untuk mencuci keris mereka di air terjun ini,"jelas Toyib panjang lebar.
"Ternyata ada cerita mistisnya, ya, bang?"sahut Wulan.
"Ya, begitulah. Ayo kita turun! Kita rasakan air terjun yang dingin menusuk kulit itu,"ujar Toyib langsung turun ke air terjun itu.
Tiga pasang suami-istri itu nampak bahagia. Bersenda gurau, bermain air, berfoto dengan pasangan masingmasing dan juga berfoto bersama.
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued