SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
142. Tanpa Melukai


__ADS_3

Senja telah menyapa, Bening sudah hampir tiba di hotel yang sudah di reservasi nya sebelumnya. Wanita hamil itu nampak bahagia. Hari yang di tunggu-tunggu nya , akhirnya tiba juga. Namun tiba-tiba wanita itu seperti teringat sesuatu. Sambil mengemudikan mobilnya, wanita itu menghubungi seseorang.


"Halo! Aku lupa mengatakan pada kalian. Aku tidak ingin dia terluka sedikitpun. Jika dia terluka sedikit saja, aku tidak akan membayar sisa bayaran kalian,"ujar Bening pada orang yang di telepon nya.


",𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙪𝙠𝙖, 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙨𝙮𝙞𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙧𝙪 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙖 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞. 𝘼𝙠𝙪 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙨 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙡𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩𝙥𝙪𝙣,"gumam Bening dalam hati.


"Jika kau tidak ingin dia terluka sedikitpun, kamu harus menambah bayaran kami. Sulit menculik orang jika dengan syarat tidak boleh terluka sedikitpun. Apalagi yang kami culik adalah seorang pria. Dia pasti melawan,"


"Baiklah. Berapa aku harus menambah bayaran kalian?"tanya Bening yang tidak memiliki pilihan lain.


"Kamu baru memberikan kami uang muka dua puluh juta, kami minta sisanya enam puluh juta,"


"Apa?! Apa kalian ingin memeras aku?! Kalian meminta bayaran delapan puluh juta untuk menculik dia? Itu terlalu besar,"ketus Bening terlihat emosi.


"Jika kamu tidak mau, ya sudah. Tapi jangan menyesal karena uang muka yang kamu berikan pada kami tidak akan kami kembalikan,"


"𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙪𝙖 𝙥𝙪𝙡𝙪𝙝 𝙟𝙪𝙩𝙖 𝙠𝙪 𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖,"gumam Bening dalam hati.


"Baiklah, aku setuju! Tapi pastikan, dia tidak terluka sedikitpun,"ujar Bening dengan hati yang kesal.


"Oke, kamu tenang saja!"


Tanpa bicara apa-apa lagi pada orang di seberang telpon, Bening langsung menutup teleponnya.


"Sialan! Mereka memeras aku. Karena aku harus membayar mahal pada mereka, aku akan mengurung Dimas untuk beberapa hari. Aku akan bercinta dengan dia sampai aku puas, baru aku akan melepaskan dia. Akan aku ikat dia di atas ranjang hingga aku bisa puas menikmati tubuhnya,"gumam Bening tersenyum penuh arti.


Di perusahaan Geno, Dimas mulai mengemasi barang-barang nya setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya.


"Tok! Tok! Tok!"


Pak Adit, orang kepercayaan Geno nampak berdiri di depan pintu ruangan Dimas yang terbuka.


"Oh, Pak Adit. Masuk, pak!"ujar Dimas mempersilahkan,"Ada apa, Pak?"tanya Dimas.


"Ini berkas-berkas yang Tuan minta tadi siang,"sahut Pak Adit menyodorkan setumpuk berkas di meja Dimas.


"Oh, iya. Terimakasih, Pak!"ucap Dimas.


"Sama-sama, Tuan. Apa Tuan sudah mau pulang?"tanya Adit.

__ADS_1


"Iya, pak,"sahut Dimas.


"Kalau begitu, mari kebawah bersama-sama!"ajak Adit.


"Iya, Pak,",sahut Dimas.


Kedua orang pria itu turun ke lantai satu bersama-sama. Sedangkan para karyawan yang bekerja di perusahaan Geno sudah pulang semua. Dimas memang selalu pulang paling belakang, karena jarang membawa pekerjaan nya pulang ke rumah. Lebih memilih menyelesaikan semua pekerjaan nya di kantor dan menghabiskan waktu di rumah bersama Ayana.


Setelah tiba di parkiran, kedua pria beda usia itu pun berpisah. Pak Adit menuju parkiran mobil, sedangkan Dimas ke parkiran motor. Kedua orang pria itu juga melajukan kendaraan mereka ke arah yang berbeda.


"Dia sudah keluar dari kantornya,"ucap seorang pria yang sedari tadi berdiri di dekat perusahaan Geno. Pria itu melihat Dimas sudah keluar dari gedung yang sedari tadi di awasi nya itu.


"Oke. Ikuti dari jauh. Kami akan menunggu di tempat yang sepi, seperti yang sudah kita rencanakan,"sahut suara orang yang di telepon orang itu.


"Oke. Aku akan mengikuti dia dari jauh,"


Dimas mengendarai motornya tanpa menyadari jika dirinya di ikuti oleh seseorang. Karena padatnya jalan yang di lalui Dimas, sehingga Dimas lebih memperhatikan jalan raya dari pada yang lainnya. Hingga akhirnya Dimas mulai melewati jalanan yang sepi. Barulah Dimas menyadari jika dirinya dibuntuti oleh seseorang yang juga mengendarai motor seperti dirinya.


"Ada orang yang membuntuti aku. Siapa dia? Apa motifnya membututi aku?"gumam Dimas dalam hati.


Dimas melajukan motornya lebih cepat, namun baru tiga meter Dimas berbelok, tiba-tiba ada sebuah mobil dari arah berlawanan memotong jalan Dimas.


Karena terkejut, reflek Dimas mengerem motornya hingga bagian belakang motornya terangkat ke atas.


"Sialan! Siapa mereka?"gumam Dimas mengamati orang-orang yang sudah mengepung dirinya. Ada empat orang pria dengan masker yang menutupi wajah mereka yang turun dari mobil, dan satu orang lagi yang mengikuti Dimas memakai motor tadi.


"Ikutlah dengan kami secara baik-baik. Karena kami tidak ingin membuat kamu terluka sedikitpun. Karena jika sedikit saja kamu terluka, kami tidak akan mendapatkan sisa bayaran kami,"ujar salah seorang pria.


"Siapa yang menyuruh kalian?"tanya Dimas yang masih duduk di atas motornya.


"Nanti kamu juga akan tahu,"sahut salah seorang pria.


"Brummm.."


Tiba-tiba saja Dimas melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membuat orang-orang yang menghadangnya terkejut dan reflek menyingkir dari jalan Dimas.


"Sialan! Cepat kejar dia!"


Orang-orang itu bergegas mengejar Dimas yang sudah melaju kencang meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Aku memang bisa ilmu bela diri. Tapi melawan lima orang sendirian terlalu berisiko. Mereka pasti juga memiliki kemampuan beladiri. Jika bisa menghindar, buat apa melawan. Belum tentu aku bisa menang melawan mereka. Dan aku juga tidak ingin terluka. Ayana tidak akan suka jika melihat aku terluka,"gumam Dimas dalam hati, terus melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Ckiiitt.."


"Brakk"


Dimas mengerem mendadak saat tiba-tiba seekor kucing menyeberang jalan. Pria itu langsung membanting stir hingga menabrak pohon di pinggir jalan. Dimas jatuh dari motor nya. Tapi untungnya tidak mengalami luka sedikitpun. Hanya motornya yang terlihat rusak di bagian depannya.


"Sial!"umpat Dimas.


Orang-orang yang mengejar Dimas pun sudah tiba di tempat itu dan langsung mengepung Dimas.


"Sebaiknya kamu ikut dengan kami secara baik-baik. Karena kami tidak ingin kamu terluka,"ucap salah seorang pria yang mengepung Dimas.


"Siapa yang menyuruh kalian?"tanya Dimas geram. Masih memakai helm nya. Hanya membuka kaca helm nya saja.


"Sudah kami bilang, kamu akan tahu nanti. Dia akan menemui kamu secara langsung,"ucap orang itu, kemudian memberi isyarat kepada orang-orangnya.


Orang-orang itu mendekat ke arah Dimas. Mau tak mau, Dimas pun memasang kuda-kuda untuk melawan lima orang itu. Orang-orang itu semakin mendekati Dimas. Dimas mulai menyerang mereka, namun mereka hanya menghindar tanpa mau menyerang balik. Dimas terus berusaha menyerang, namun lima orang itu terus menghindar dan mencari celah untuk membekuk Dimas tanpa menyakiti Dimas.


Hingga beberapa menit kemudian salah satu dari mereka berhasil memukul tengkuk Dimas. Akhirnya perlawanan Dimas pun berakhir. Kelima orang itu membawa Dimas masuk ke dalam mobil.


"Fiuhhh! Akhirnya kita bisa menangkap pria ini,"


"Perempuan itu pasti tergila-gila pada pria ini hingga rela membayar kita delapan puluh juta hanya agar bisa tidur dengan pria ini. Ha.ha.ha..."


"Wajar saja, pria ini sangat tampan dan bentuk tubuhnya juga proporsional. Seorang CEO, lagi. Pasti banyak wanita yang tergila-gila pada nya"


"Minumkan obat nya! Setelah itu kita antar ke hotel,"


"Baik, bos,"


"Menculik orang tanpa harus melukai itu merepotkan,"


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2