SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
163. RSSSS


__ADS_3

Ayana, Wulan dan Bu Lastri sengaja memasak banyak, karena sebagian masakan akan di bawa Ayana pulang. Ayana akan pulang agak sore agar bisa bertemu dengan Pak Parman. Kebetulan pula, Toyib juga agak sore baru bisa menjemput Ayana, karena tagihan Toyib hari ini banyak dan tidak hanya di satu kampung saja.


"Assalamu'alaikum! Bapak pulang!"ucap Pak Parman seperti biasanya.


"Wa'alaikumus salam!"sahut suara dari dalam rumah.


Dan seperti biasanya pula, Bu Lastri, Wulan, dan Ayana langsung menyambut Pak Parman dan mencium punggung tangan Pak Parman.


"Wahh.. anak gadis bapak satunya pulang,"ujar Pak Parman dengan senyum lebar saat melihat Ayana.


"Apa kabar bapak?"tanya Ayana setelah mereka semua duduk. Ayana duduk di sebelah Pak Parman.


"Bapak sehat. Apa kabar kamu?"tanya Pak Parman seraya mengelus kepala Ayana dengan seulas senyum di bibirnya.


"Sehat, Pak,"sahut Ayana tersenyum cerah.


"Syukurlah! Sepertinya anak bapak satu ini memang sangat sehat dan bahagia. Buktinya, badannya lebih berisi,"ujar Pak Parman kemudian terkekeh.


Semenjak menikah, tubuh Ayana memang lebih berisi, tapi malah membuat tubuh Ayana terlihat semakin bohay.


"Iiihhh.. bapak kok, ngatain aku gendut, sih! Sebel, deh, sama bapak,"protes Ayana bersungut-sungut.


"Loh.. loh .. bapak nggak bilang gendut, kok! Cuma bilang lebih berisi,"ujar Pak Parman meluruskan kata-kata nya.


"Sama aja!"sahut Ayana memalingkan wajahnya, masih bersungut-sungut. Namun Pak Parman malah terkekeh seraya mengacak-acak rambut Ayana.


"Bapak! Rambut ku jadi berantakan ini,"gerutu Ayana seraya merapikan rambutnya.


Sedangkan Wulan dan Bu Lastri hanya tersenyum tipis seraya menggeleng-gelengkan kepala melihat interaksi keduanya.


"Oh, ya, kemarin Wulan di antar pemuda yang namanya Diky. Dia mengaku sahabat Nak Dimas. Apa betul, Ay?"tanya Pak Parman yang tiba-tiba teringat dengan Diky.


Mendengar pertanyaan Pak Parman, Ayana yang tadinya kesal, wajahnya langsung berubah antusias. Ayana ingin tahu dari Pak Parman sendiri tentang penilaian Pak Parman kepada Diky.


"Benar, Pak. Babang Diky memang sahabat lama kak Dimas. Jauh sebelum kak Dimas bersahabat dengan bang Toyib. Cuma, sudah beberapa tahun mereka lost contact. Baru saat vidio soal aku akan diculik kemarin viral, Kak Dimas ketemu lagi sama babang Diky,"jelas Ayana,"Memangnya kenapa, Pak?"tanya Ayana mulai memancing Pak Parman untuk membahas soal Diky.


"Nggak apa-apa. Cuma baru lihat aja. Dan kaget, karena tiba-tiba mengantarkan Wulan pulang ke rumah,"sahut Pak Parman.

__ADS_1


"Kata Ayana, Nak Diky itu naksir sama Ayana, loh, Pak,"sahut Bu Lastri.


"Kalau bapak lihat, sepertinya juga seperti itu, Bu. Kalau Wulan, sih, ditanya malah diam aja, malu-malu meong. Berarti, 'kan, juga suka,"ujar Pak Parman tersenyum penuh arti pada Wulan.


"Ishh . bapak apaan, sih,"sahut Wulan yang wajahnya jadi memerah.


"Nah, tuh! Mukanya jadi memerah, 'kan?"goda Pak Parman.


"Bapak!"pekik Wulan dengan suara manja dan wajah yang semakin memerah.


Pak Parman, Bu Lastri dan Ayana malah tertawa melihat reaksi Wulan.


"Kalau seandainya bang Diky serius sama Wulan, apa bapak dan ibu setuju?"tanya Ayana serius setelah tawa mereka reda.


"Kata Wulan, mereka, 'kan belum terlalu dekat, Ay,"ujar Pak Parman.


"Memangnya, harus dekat dulu baru boleh serius, Pak?"tanya Ayana.


"Ya enggak juga, sih,"sahut Pak Parman.


"Babang Diky itu, orangnya sibuk, Pak. Nggak punya banyak waktu luang. Selama ini juga masih jomblo. Kalau mau mendekati cewek secara intens, babang Diky nggak bakal punya waktu. Umurnya juga sudah dewasa. Makanya, begitu merasa suka sama Wulan, Babang Diky ingin langsung serius sama Wulan,"jelas Ayana.


"Nak Diky itu, detektif terkenal yang beberapa waktu yang lalu mengungkap kasus tindakan ilegal sepasang anak dan ayah yang sempat gempar kemarin, Pak,"sahut Bu Lastri antusias.


"Detektif yang tidak mau menunjukkan wajahnya di depan publik itu?"tanya Pak Parman dengan wajah serius.


"Iya, Pak. Itu babang Diky, kak Dimas yang waktu itu meminta babang Diky buat menyelidiki Noval karena ingin menculik aku kemarin. Nggak di sangka, ternyata Noval dan ayahnya memiliki bisnis ilegal,"sahut Ayana.


"Wahh.. bapak nggak nyangka jika Nak Diky adalah detektif terkenal itu,"ujar Pak Parman nampak excited.


"Jadi, gimana menurut bapak, jika babang Diky ingin serius sama Wulan?"tanya Ayana serius.


"Ya, itu lebih baik, Ay. Kalau cuma pacaran buat bersenang-senang buat apa? Karena menurut bapak, kalau pacaran itu lebih banyak ruginya bagi cewek dan untung di pihak cowok. Kalian tahu sendiri gaya pacaran anak muda jaman sekarang? Pacaran, tapi bobok barengan. Akhirnya, sudah tekdung duluan sebelum duduk di pelaminan. Padahal, pacaran itu, 'kan, untuk penjajakan, bukan untuk bersenang-senang, apalagi untuk bobok barengan. Masih mending kalau cowoknya mau bertanggung jawab, kebanyakan kalau udah tekdung di suruh menggugurkan, atau di tinggal kabur, yang rugi, 'kan, di pihak ceweknya,"ujar Pak Parman panjang lebar.


"Jadi, bapak setuju jika babang Diky pengen serius sama Wulan?"tanya Ayana memastikan.


"Tentu saja bapak setuju,"sahut Pak Parman tanpa keraguan.

__ADS_1


"Eh, itu bang Toyib,"celetuk Wulan saat melihat Toyib memasuki pekarangan rumah mereka. Atensi semua orang pun beralih ke depan rumah di mana Toyib berada.


"Yahh.. sudah dijemput. Padahal masih kangen. Ya sudah, ibu ambil dulu makanan yang mau di bawa Ayana pulang. Lan, ayo, bantu ibu!"ujar Bu Lastri kemudian berjalan menuju dapur.


"Iya, Bu,"sahut Wulan bergegas mengikuti ibunya yang lebih dulu berjalan menuju dapur.


"Assalamu'alaikum!"ucap Toyib di depan pintu.


"Wa'alaikumus salam!"sahut Pak Parman dan Ayana bersamaan.


"Masuk, dulu, Nak! Duduk, dulu!"ucap Pak Parman mempersilahkan.


"Iya, Pak. Terimakasih!"sahut Toyib dengan seulas senyum, kemudian duduk di salah satu kursi.


"Sebenarnya, bapak ingin kamu mengajak Nak Dimas menginap di rumah bapak ini, Ay. Tapi bapak malu,"ujar Pak Parman kemudian menunduk tersenyum tipis.


"Kenapa bapak musti malu?"tanya Ayana..


"Karena keadaan rumah bapak RSSSS, Ay. Jadi, bapak nggak percaya diri meminta kalian menginap di rumah bapak. Takut nggak nyaman,"ujar Pak Parman tersenyum tipis.


"RSSSS ? Apa itu, Pak?"tanya Ayana seraya mengernyitkan keningnya. Begitu pula dengan Toyib.


"RSSSS, kepanjangan dari Rumah Sangat Sangat Sederhana Sekali,"jawab Pak Parman kemudian terkekeh.


"Pak Parman bisa aja,"sahut Toyib ikut terkekeh.


"Bapak tenang aja! Kapan-kapan, kalau kakak udah nggak kerja di kantor lagi, akan aku ajak kakak menginap di sini,"sahut Ayana tersenyum tipis seraya memegang tangan Pak Parman.


"Wahh.. bapak bakal senang sekali kalau kalian beneran menginap di sini. Bapak akan benar-benar merasa sudah punya menantu,"ujar Pak Parman dengan wajah cerah nya.


"Ini, makanan nya sudah siap di bawa, Ay,"ujar Bu Lastri mengalihkan atensi semua orang.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


Secara umum, lost contact adalah istilah untuk kasus di mana komunikasi atau hubungan antar manusia menjadi terputus atau hilang.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2