
Dimas dan Ayana masuk ke dalam kamar. Dimas memeriksa handphonenya dan Ayana bergegas mengganti pakaiannya dengan dress tanpa lengan bertali kecil di bahu nya yang panjangnya selutut. Ayana membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.
Sedangkan Dimas masih sibuk dengan handphonenya, Lima menit kemudian, Dimas baru meletakkan handphone nya diatas nakas. Dimas mengganti celana jeans yang dipakainya dengan celana pendek, kemudian menyusul Ayana naik ke atas ranjang.
"Belum tidur, 'kan? Aku tahu, kamu nggak bisa tidur jika nggak ada aku,"ujar Dimas seraya memeluk Ayana yang sudah memejamkan matanya, kemudian mencium pipi Ayana beberapa kali, hingga Ayana membuka matanya.
"Perempuan itu tidak menyentuh kakak, 'kan?"tanya Ayana membuat Dimas memicingkan sebelah matanya.
"Kenapa? Kamu tidak percaya? Atau kamu ingin melihat Vidio panas itu?"tanya Dimas menatap Ayana yang juga sedang menatapnya.
"Iiihh.. kakak, kok, menuduh aku seperti itu, sih!"protes Ayana memalingkan wajahnya seraya bersungut-sungut karena di tuduh ingin menonton video panas Bening.
"Habisnya, kamu seperti tidak percaya padaku,"keluh Dimas.
"Aku tidak rela jika ada yang melihat apalagi menyentuh tubuh kakak,"sahut Ayana yang masih memalingkan wajahnya.
"Iyaa.. aku hanya milik kamu,"ucap Dimas mencubit hidung Ayana gemas, kemudian mengeratkan pelukannya pada Ayana.
"Apa kakak mencintai aku?"tanya Ayana setelah sekian lama tidak pernah menanyakannya. Karena selama ini Dimas selalu menghindar jika ditanya tentang hal itu.
"Apa semua yang aku lakukan dan semua yang aku berikan untuk kamu tidak bisa mewakili perasaan ku dan kata itu?"tanya Dimas yang masih memeluk Ayana.
"Aku hanya ingin mendengar kakak mengatakan, kakak mencintai aku. Apa permintaan ku berlebihan?"tanya Ayana dengan suara pelan.
Sampai saat ini Dimas belum pernah mengatakan mencintai Ayana. Dan Ayana sangat ingin mendengar Dimas mengatakan jika Dimas mencintai dirinya.
Dimas menghela napas panjang, kemudian merenggangkan pelukannya. Memegang pipi Ayana agar menatap dirinya. Keduanya pun saling menatap.
"Aku lebih dari mencintai kamu. Kamu sangat berarti bagi ku melebihi apapun. Kamu adalah sumber kebahagiaan ku, segalanya bagiku. Dan aku ingin menghabiskan sisa hidupnya denganmu dan menua bersama mu,"ucap Dimas menatap lekat manik mata Ayana yang juga sedang menatapnya.
Ayana terdiam mendengar kata-kata Dimas, wanita itu menatap lekat manik mata Dimas. Menurut Ayana, pernyataan Dimas barusan melebihi kata cinta. Dan hati Ayana merasa berbunga-bunga saat mendengarnya.
"Apa itu belum cukup untuk mengungkapkan isi hatiku? Belum cukup untuk menyakinkan hatimu bahwa aku adalah milikmu?"tanya Dimas yang melihat Ayana hanya terdiam menatap dirinya.
"Aku mencintai kakak,"ucap Ayana masih menatap lekat manik mata Dimas.
Dimas menundukkan kepalanya, kemudian mencium bibir Ayana dengan lembut. Ayana pun memejamkan matanya dan membalas pagutan Dimas. Sepasang suami-isteri itu saling berpagutan, saling melummat dan menyesap. Jemari tangan mereka pun saling menyentuh tubuh pasangannya. Menikmati gelanyar aneh di tubuh mereka yang membuat tubuh mereka terasa semakin panas. Helai demi helai kain yang menempel di tubuh mereka pun terlepas. Dan terjadilah pergulatan panas di atas ranjang itu.
__ADS_1
***
Tanpa terasa, waktu terus berlalu dan hari pun terus berganti. Tidak terasa sudah empat bulan Dimas memimpin perusahaan Geno. Dan perusahaan Geno berkembang dengan pesat karena produk mereka yang diluncurkan sekitar tiga setengah bulan yang lalu masih digemari masyarakat. Bahkan saat produk yang mereka luncurkan meledak di pasaran, Dimas langsung berinvestasi di perusahaan Geno.Tuan Buston juga resmi bekerja sama dengan perusahaan Geno.
Sejak produk baru itu di luncurkan, perusahaan Geno semakin berkembang pesat karena di dukung dengan investasi yang cukup besar yang digelontorkan oleh Dimas dan Tuan Buston.
Dalam waktu singkat Dimas membuat perusahaan Geno mendapatkan keuntungan besar. Karena produk yang laris manis di pasaran itu di produksi secara besar-besaran oleh Dimas dengan bekerja sama dengan beberapa perusahaan lain yang didalamnya Dimas juga memiliki saham.
Saat ini Geno memiliki saham 40% di perusahaannya. Dimas dan Tuan Buston masing-masing memiliki saham 20% dan sisanya yang 20% adalah milik beberapa investor.
Namun Dimas juga masih memiliki saham lain di beberapa perusahaan dan juga masih aktif melakukan jual beli saham.
Sedangkan Bening, kandungan wanita itu sudah berusia enam bulan. Semenjak pisah ranjang dengan Nando, Bening berusaha membuat Nando kembali mencintai dirinya. Namun Nando tetap acuh pada Bening. Rasa kecewanya karena pengkhianatan Bening membuat hati Nando membeku. Sudah berbagai cara dilakukan Bening untuk mendapat hati Nando kembali, tapi semua usaha Bening sia-sia. Nando bersikap seperti orang asing pada Bening dan selalu menghindari Bening. Seolah enggan untuk melihat Bening.
Sedangkan Diky, di sela kesibukannya berusaha mendekati Wulan. Namun karena banyaknya pekerjaan, Diky tidak memiliki banyak waktu luang untuk melakukan pdkt pada Wulan. Hingga sampai saat ini, belum sekalipun Diky bisa ngedate dengan Wulan. Boro-boro ngedate, pdkt nya aja cuma lewat chating. Diky baru bertemu sekali dengan Wulan. Dan sejak saat itu hanya mengobrol lewat chat.
Hari ini, Ayana baru saja lulus dan akan mengikuti darma wisata. Gadis itu lulus dengan nilai yang memuaskan dan berniat melanjutkan kuliah di jurusan bisnis dan manajemen.
"Aku akan kangen sama kakak,"ucap Ayana seraya mengalungkan kedua tangannya di leher Dimas. Sedangkan Dimas memeluk pinggang Ayana dengan mesra.
"Aku juga akan merindukan kamu,"ujar Dimas, kemudian mencium bibir Ayana dan Ayana pun membalasnya.
"Saat aku kembali, kakak nanti akan menjemput aku, 'kan?"tanya Ayana setelah mereka melepaskan pagutan mereka.
"Pasti. Ayo, aku antar! Jika tidak berangkat sekarang, kamu akan ditinggalkan teman-teman kamu,"ujar Dimas seraya mencubit hidung Ayana gemas.
"Hum,"sahut Ayana dan mereka pun keluar dari dalam kamar.
"Sudah mau berangkat, Ay?"tanya Toyib.
"Iya, bang,"sahut Ayana.
"Jangan lupa oleh-oleh nya, ya!"ujar Toyib mengingatkan.
"Tenang saja! Aku tidak akan lupa membawakan oleh-oleh untuk Abang ku tersayang,"ujar Ayana.
"Memang harus begitu,"sahut Toyib.
__ADS_1
"Abang mau oleh-oleh apa?"tanya Ayana.
"Makanan khas daerah yang kamu kunjungi saja, Ay,"sahut Toyib.
"Beres. Pasti akan aku bawakan,"sahut Ayana tersenyum lebar.
"Hati-hati!"pesan Toyib.
"Iya, bang,"sahut Ayana.
"Ehh, sudah mau berangkat?"tanya Diky yang baru dari luar.
"Iya, bang,"sahut Ayana.
"Jangan lupa oleh-olehnya, ya!"ucap Diky.
'Mau oleh-oleh apa?"tanya Ayana.
"Apa saja. Yang penting ada oleh-oleh,"sahut Diky.
"Beres,"sahut Ayana.
Akhirnya sepasang suami-istri itu pun meninggalkan rumah itu. Hanya Toyib dan Diky yang ada di rumah itu.
"Huff.. mulai besok, terpaksa beli makanan di warung, dah,"gerutu Toyib.
"Iya, nih. Tapi cuma dua hari, 'kan, Ayana pergi,"sahut Diky.
"Iya. Tapi, pulang, 'kan, pasti istirahat dulu. Belum lagi, pasti melepas rindu. Kamu tahu sendiri, 'kan, bagaimana Dimas dan Ayana? Mereka itu saling menempel, tidak terpisahkan,"sahut Toyib.
"Iya juga, sih,"sahut Diky yang juga tahu persis bagaimana mesranya sepasang suami-isteri itu.
"Kamu sendiri gimana? Apa hubungan kamu sama Wulan sudah ada kemajuan?"
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued