
Diky melangkah masuk ke dalam kamar. Bergegas untuk membersihkan diri karena merasa tubuhnya benar-benar terasa lengket setelah seharian beraktivitas. Pria itu menanggalkan seluruh pakaiannya, mengguyur tubuhnya dengan air dingin di bawah kucuran air shower. Beberapa saat kemudian, Diky mematikan air shower dan mulai memakai sabun.
Di kamar sebelah.
"Ughh.. kak.."lenguh Ayana saat tubuh nya dan tubuh Dimas menyatu sempurna.
"Lebih cepat, Ay! Ughh.. Ay..."lenguh Dimas seraya meremas dua bukit kembar milik Ayana yang terombang-ambing karena Ayana terus bergerak di atas tubuhnya.
"Shiitt! Apa mereka sedang bercinta?"gumam Diky saat mendengar suara dari kamar sebelah.
"Hentak lebih kuat kak! Akkhh..."pinta Ayana saat Dimas memegang pinggulnya dan membantu Ayana menghentak lebih kuat.
"Ay.. ! Ughh..!"lenguh Dimas terus membantu Ayana menghentakkan pinggulnya.
"Terus kak! Aghhh.. nikmat sekali, kak! Ughh terus, kak!"pinta Ayana yang semakin bergerak liar di atas tubuh Dimas karena merasakan kenikmatan yang terus meningkat.
Suara itu terus terdengar di kamar sebelah, hingga tubuh bagain bawah Diky mulai bereaksi. Diky mengacak rambutnya frustasi saat melihat keris pusaka miliknya berdiri tegak karena mendengar suara erotis dari kamar sebelah.
"Sialan si Toyib! Jadi ini maksudnya mengatakan agar aku jangan menyesal karena dia telah memperingatkan aku? Kenapa tidak ngomong secara langsung kalau mereka sedang bercinta?"gerutu Diky yang terpaksa harus bersolo karir di dalam kamar mandi.
Setengah jam kemudian, Diky keluar dari rumah dengan wajah yang terlihat di tekuk. Dengan kasar pria itu mendaratkan bokong nya di kursi di sebelah Toyib duduk. Toyib melirik sekilas wajah Diky yang terlihat di tekuk itu, kemudian tertawa terbahak-bahak. Diky yang merasa Toyib menertawakan dirinya pun bersungut-sungut.
"Sialan, kamu, Yib! Kenapa tidak bilang kalau mereka sedang bercinta? Mana kedengarannya hot banget, lagi! Aku jadi solo karir di dalam kamar mandi di temani sabun cair,"gerutu Diky yang merasa kesal pada Toyib.
"Aku, 'kan, sudah bilang, duduk dulu di sini. Dan jangan menyesal karena aku telah memperingatkan kamu,"ujar Toyib menghentikan tawanya.
"Pantesan, si Dimas awet muda dan selalu terlihat segar. Punya bini masih muda yang hot begitu. Sepertinya mereka benar-benar merasa dunia milik berdua,"ujar Diky menghela napas panjang.
"Hampir setiap sore setiap pulang dari kerja, Dimas bercinta dengan Ayana. Dan biasanya nggak cukup satu ronde. Kalau sudah mendengar mereka bercinta, aku selalu keluar rumah dan duduk di sini. Dan sebaiknya, kita jangan masuk sebelum mereka memanggil kita untuk makan malam. Aku sudah pernah masuk ke rumah sebelum di panggil mereka. Hasilnya, aku mendengar mereka masih lanjut ke ronde selanjutnya,"sahut Toyib yang memang sudah hafal dengan tabiat sepasang suami-isteri itu.
"Tapi, kamu kelihatan santai-santai saja. Apa kamu tidak normal? Siapapun yang mendengar suara mereka yang sedang bercinta seperti tadi, pasti tidak akan tahan,"ujar Diky seraya mengernyitkan keningnya menatap Toyib curiga.
__ADS_1
"Sembarangan! Aku masih normal. Karena itu, aku memilih duduk di sini dari pada diam di dalam rumah mendengar suara mereka yang bikin seluruh tubuhku meremang,"sahut Toyib.
"Aku jadi pengen kawin,"gumam Diky yang masih bisa di dengar oleh Toyib.
"Kawin, sih, mudah. Yang susah itu nikah,"sahut Toyib kembali memainkan game online nya.
"Kawin sama nikah, 'kan cuma beda bahasa, Yib"sahut Diky santai.
"Bedalah! Yang kawin itu belum tentu nikah. Tapi kalau nikah, pasti kawin,"sahut Toyib tanpa dosa.
"Sialan kamu, Yib!"ketus Diky, tapi Toyib malah tertawa.
"Sudah, mending kamu pakai losion anti nyamuk. Dari pada kamu di paksa donor darah sama nyamuk-nyamuk nakal itu. Losion nya ada di sebelah kamu, tuh!"ucap Toyib.
Diky melihat botol losion anti nyamuk yang di maksud oleh Toyib, kemudian memakai nya.
"Kamu bahkan sudah menyiapkan losion anti nyamuk. Sepertinya kamu benar-benar sudah terbiasa dengan mereka,"ujar Diky seraya mengoleskan losion anti nyamuk ke tubuhnya.
"Aku sudah pernah menikah, Dik. Walaupun berakhir kandas. Aku mengerti dan sudah mengalami, bagaimana kalau lagi kepengen. Jadi, aku bisa memaklumi mereka. Nanti kalau kamu sudah menikah, kamu juga bakal merasakannya. Kalau sudah kepengen banget, kamu nggak bakal perduli sama apapun. Yang penting, keinginan kamu tersalurkan,"sahut Toyib yang sudah berpengalaman.
"Apa benar seperti itu? Kalau kepengen nggak bisa di tahan lagi? Aku jadi penasaran, Yib,"gumam Diky.
"Kalau penasaran, cari perempuan untuk di ajak nikah, jangan di ajak kawin doang, tapi nggak di nikahi. Berdosa!"sahut Toyib dengan mata dan tangan yang masih fokus pada layar handphonenya.
"Masalahnya, selama ini, aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku, Yib. Dan belum menemukan gadis yang bisa membuat aku jatuh cinta,"sahut Diky.
"Santai saja! Jodoh takkan kemana. Sudah di atur dari sono nya. Akan datang di waktu yang tepat. Nggak bakal datang lebih cepat, apalagi terlambat,"ujar Toyib masih dengan gaya santai nya.
"Aku baru ketemu orang yang santai tapi optimis dan selalu berpikiran positif seperti kamu, Yib. Aku suka gayamu. Ternyata tinggal di sini memang lebih menyenangkan dari pada tinggal sendirian,"ujar Diky penuh senyuman. Toyib melirik Diky sekilas, kemudian ikut tersenyum.
Sedangkan di dalam kamar Dimas dan Ayana, sepasang suami-isteri itu baru saja selesai melakukan aktivitas panas mereka. Dimas memeluk erat tubuh Ayana yang masih polos sama seperti dirinya. Hanya selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.
__ADS_1
"Ay, apa kamu sudah bilang pada mereka kalau kita akan makan malam di rumah papa?"tanya Dimas seraya mengelus lengan Ayana.
"Aku lupa, kak,"sahut Ayana yang memejamkan matanya seraya memeluk Dimas,"Tapi, kenapa papa dan mama juga mengundang mereka untuk makan malam bersama, kak?"tanya Ayana.
"Mungkin berkaitan dengan kasus Noval,"sahut Dimas.
"Iya, ya. Noval itu orang yang sangat mengerikan. Aku bersyukur bisa lolos dari dia. Jika tidak, aku tidak tahu, apa yang akan terjadi padaku,"sahut Ayana mengeratkan pelukannya pada Dimas.
"Sudah! Jangan mengingatnya lagi! Sekarang kamu sudah aman. Ayo, kita mandi dan bersiap untuk pergi. Kalau tidak, mereka akan kelamaan menunggu kita,"ucap Dimas seraya menyingkap selimut yang menutupi tubuh mereka, lalu mengangkat tubuh Ayana menuju kamar mandi.
"Ngomong-ngomong, apa masih lama mereka bercinta, Yib?"tanya Diky seraya men-scroll layar handphonenya.
"Tunggu saja sampai mereka memanggil kita,"sahut Toyib.
"Apa kalau malem mereka juga bercinta?"tanya Diky penasaran.
"Nggak tentu. Kadang seperti sekarang, kadang malem, subuh, pagi, siang, suka-suka mereka,"sahut Toyib santai.
"Buset, dah! Sampai segitunya. Apa enak banget sampai bisa kepengen kapan saja dan nggak bisa di pending?"tanya Diky yang memang masih perjaka ting-ting.
"Kalau nanti kamu sudah menikah, kamu nanti juga bakal tahu gimana rasanya. Jadi, mending beli headset buat nutupin telinga,"ujar Toyib.
"Tak"
"Ahh.. aku ada ide,"
...π"Jodoh selalu datang di waktu yang tepat, tidak akan datang lebih cepat, apalagi terlambat."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
__ADS_1
.
To be continued