
Dimas merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi terlentang. Pria tampan itu melipat kedua tangannya, lalu menjadikannya sebagai bantal. Memejamkan matanya untuk merilekskan tubuhnya yang terasa lelah.
Ayana yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi mengernyitkan keningnya melihat Dimas yang sudah memejamkan matanya.
"Pasti belum tidur, 'kan? Masa iya, sudah tidur? Perasaan baru aku tinggal sebentar,"gumam Ayana lirih. Perlahan Ayana mendekati ranjang tempat Dimas berbaring.
"Astaga!"pekik Dimas yang terkejut saat tiba-tiba Ayana sudah duduk di atas pangkal pahanya dengan posisi menghadap Dimas. Kaki Ayana berada di kanan dan kiri tubuh Dimas.
"Dasar nakal! Kamu membuat aku terkejut saja,"ucap Dimas mencubit hidung Ayana gemas.
"Habisnya, kakak pura-pura tidur, sih!"ucap Ayana terkekeh kecil. Masih duduk di atas pangkal paha Dimas.
"Aku nggak tidur, Ay! Aku cuma memejamkan mata,"sahut Dimas yang mulai merasa tidak nyaman karena Ayana duduk di atas pangkal pahanya.
"Kak, aku nanti mau makan bakso sama es kelapa muda di pinggir pantai. Lalu, makan satai ayam dan kambing dan minumannya es teh manis aja. Paginya kita akan melihat sunrise, lalu bermain di pinggir pantai. Sorenya, kita akan melihat sunset. Aku ingin kita berfoto dengan latar sunrise dan juga sunset, kak,"ujar Ayana antusias.
"Iya, kamu boleh melakukan apapun yang kamu suka,"sahut Dimas lalu menghela napas tidak berdaya.
"Tapi, kok, wajah kakak sepertinya tidak ikhlas gitu,"sahut Ayana menampilkan wajah masam.
"Bukan tidak ikhlas, Ay! Tapi, kamu itu terus bergerak, membuat.. "Dimas menggantung kata-katanya, menatap ke arah pangkal pahanya yang di duduki Ayana.
Ayana tersenyum miring setelah mengetahui kemana arah pandangan matta Dimas. wanita muda itu meletakkan tangan kanan dan kirinya di samping tubuh Dimas.
"Kenapa? Kakak kepengen?"tanya Ayana seraya menaik turunkan kedua alisnya.
Dimas menelan salivanya dengan kasar saat Ayana dalam posisi seperti ini. Karena dalam posisi Ayana saat ini, Dimas bisa melihat dua buah benda bulat, putih dan mulus yang hampir tiga perempat nya terlihat karena Ayana yang memakai dress itu .
"Ay, kamu sengaja menggoda aku?"tanya Dimas dengan suara berat.
"Kalau iya, memangnya kanapa?"tanya Ayana tersenyum miring.
"Kamu sudah selesai datang bulan?"tanya Dimas.
Jemari tangan Dimas mulai menyentuh wajah Ayana, lalu merayap turun ke leher, lalu turun ke kedua benda bulat yang sedari tadi membuat Dimas susah payah menelan salivanya.
__ADS_1
"Ughh.. kak.."lenguh Ayana saat Dimas menggoda dua buah benda bulat kenyal miliknya. Kemudian dengan agresif Ayana langsung mencium bibir Dimas.
Dimas menyambut hangat serangan Ayana. Menikmati perang bibir dan lidah dengan Ayana.
Jemari tangan Dimas terus bergerak nakal di tubuh Ayana membuat tubuh Ayana meremang. Helai demi helai kain yang menempel di tubuh mereka pun teronggok di lantai. Kali ini Ayana memimpin permainan. Dimas menikmati dua benda bulat kenyal milik ayana secara bergantian.
Ayana yang sedang bergerak dia atas tubuh Dimas pun meracau dan memanggil Dimas berkali-kali. Ayana merasakan kenikmatan yang tidak bisa di deskripsikan saat dirinya bergerak di atas tubuh suaminya, sedangkan suaminya menyusu padanya dan juga memainkan benda bulat miliknya yang satunya . Remasan dan hisapan Dimas di kedua bukit kembar miliknya itu membuat Ayana yang terus bergerak dengan liar itu semakin merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Keduanya melenguh secara bersamaan saat cairan hangat dari dalam tubuh mereka menyembur secara bersamaan. Ayana merebahkan tubuhnya di atas tubuh Dimas dengan napas yang tidak beraturan.
Dimas memejamkan mata seraya memeluk erat Ayana yang masih berada di atas tubuhnya. Menikmati denyutan di bagian inti tubuhnya yang masih terasa. Bahkan miliknya masih berada di dalam tubuh Ayana. Masih terasa hangat dan nikmat.
Beberapa saat kemudian, Dimas membalikkan posisi mereka, lalu kembali mengulangi penyatuan mereka. Membuat Ayana kembali meracau menikmati segalanya.
Dimas merebahkan tubuhnya di samping Ayana, kemudian mendekap tubuh Ayana erat. Keduanya akhirnya terlelap karena kelelahan. Dua jam kemudian, Dimas terbangun karena merasa haus. Pria itu melepaskan dekapannya pada Ayana yang masih terlelap. Dimas menghela napas melihat teko air di atas nakas yang isinya habis. Pria itu beranjak dari tempatnya berbaring, kemudian keluar dari kamarnya menuju dapur.
Saat akan kembali ke kamarnya, tanpa sengaja Dimas melihat Nando yang membuka pintu teras samping rumah. Dimas pun mengikuti Nando dan melihat Nando duduk di kursi teras sambil menunduk menyalakan sebatang rokok.
"Merokok tidak baik untuk kesehatan,"ucap Dimas seraya meletakkan teko air yang di bawanya di atas meja, kemudian duduk di kursi yang ada di sebelah Nando yang terpisah oleh meja.
Nando tersenyum masam mengingat dirinya yang juga sudah beristri, tapi beberapa bulan ini tidak pernah melakukan hubungan suami-istri dengan istrinya sendiri. Mirisnya, istrinya malah melakukannya dengan pria lain dan bukan hanya dengan satu orang pria saja.
"Kamu belum tidur?"tanya Nando kemudian menghisap rokoknya lalu menghembuskan asap putih dari mulutnya.
"Aku terbangun karena haus. Sebelumnya, aku tidak pernah melihat kakak merokok. Apa kakak perokok aktif?"
"Aku hanya merokok saat sedang banyak pikiran atau pikiran ku sedang tidak tenang saja,"sahut Nando kembali menghisap rokoknya.
"Jangan terlalu sering merokok! Tidak baik bagi diri sendiri dan orang lain. Jika kakak stress, coba salurkan melalui kegiatan lain,"
"Bagaimana kamu bertahan setelah di khianati?"tanya Nando tanpa menanggapi ucapan Dimas.
Dimas menghela napas panjang mendengar pertanyaan Nando, kemudian berkata,"Aku juga pernah terpuruk seperti kakak. Aku meninggalkan kota tempatku mengalami pengalaman pahit itu dan mencoba melupakan segalanya. Pikiran ku teralihkan saat aku mulai bekerja, hingga akhirnya benar-benar lupa dengan masalahku. Namun tetap saja, rasa sakit itu seringkali muncul. Tapi aku benar-benar bisa melupakan segalanya saat aku bertemu dengan Ayana. Duniaku terasa berpusat padanya semenjak aku jatuh cinta padanya. Bagiku, yang terpenting dalam hidupku adalah kebahagiaan Ayana. Melihatnya tersenyum dan tertawa sudah cukup membuat aku merasa bahagia,"sahut Dimas dengan senyuman di bibirnya.
"Aku ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri. Apa kamu bisa membantu aku?"tanya Nando tiba-tiba seraya mematikan rokoknya.
__ADS_1
Dimas terkejut mendengar keinginan Nando, lalu bertanya,"Membantu apa?"
"Tolong jangan berhenti dari perusahaan! Bantu papa selama aku melanjutkan pendidikan!"ucap Nando menatap Dimas serius.
"Apa kakak sudah membicarakan hal ini dengan papa dan mama?"tanya Dimas tanpa menjawab pertanyaan dari Nando.
"Belum,"sahut Nando menghela napas panjang.
"Apa kakak masih mencintai dia?"
"Tidak. Namun melihat dia, membuat aku merasa muak dan hatiku semakin sakit. Aku merasa harga diriku di injak-injak olehnya. Aku memang salah karena tidak bisa memberinya nafkah batin hingga dia mencari kepuasan di luar sana. Tapi aku benar-benar jijik padanya dan tidak ingin lagi bersamanya. Jika dia tidak mengancam membunuh anak itu, sudah lama aku menendangnya dari rumah ini dan dari hidupku,"ucap Nando dengan wajah yang tidak bisa diartikan.
"Aku mengerti perasaan kakak. Seharusnya istri kakak bisa mengerti keadaan kakak. Karena waktu itu kakak sedang sakit, jadi kakak tidak bersalah dalam masalah ini. Soal kakak ingin melanjutkan pendidikan, kita bicarakan saja dulu dengan mama dan papa,"
"Baiklah. Kita akan membicarakan hal ini dengan papa dan mama,"
"Sebaiknya kakak istirahat. Aku akan kembali ke kamar. Aku takut Ayana mencari ku,"ucap Dimas seraya beranjak dari duduknya dan mengambil teko air dari atas meja.
"Terimakasih karena telah menemaniku dan mendengarkan keluh kesah ku. Aku merasa lebih lega,"ucap Nando tulus.
"Sama-sama. Aku senang kakak percaya padaku,"sahut Dimas tersenyum tipis, lalu meninggalkan Nando.
...π"Tersenyum saat dikecewakan dan bersabar saat tak dihargai, adalah dua hal yang membuat lelah, karena harus berpura-pura tabah."π...
...π"Tidak ingin menyalahkan keadaan, cuma berharap masih ada hal baik di masa depan. Terus terang memang lelah, tapi bukan berarti ingin menyerah."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
Notebook :
Perokok Aktif adalah orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu Cuma 1 batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok Cuma sekedar menghembuskan asap walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.
.
__ADS_1
To be continued