SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
141. Rencana


__ADS_3

Bening keluar dari restoran dan bergegas menuju mobilnya. Wanita itu mengeluarkan handphone nya dari sling bag nya untuk menghubungi seseorang.


"Halo! Apa kamu bisa menculik seseorang untuk ku?"tanya Bening pada seseorang melalui sambungan telepon.


"Tentu saja bisa. Asalkan bayarannya sesuai,"sahut seseorang yang dihubungi oleh Bening.


"Berapa bayarannya?"


"Tergantung siapa yang akan di culik dan akan di apakan,"


"Aku hanya ingin kalian menculiknya, dan men-cekokki dia dengan obat perangsang. Setelah itu, bawa dia ke hotel,"sahut Bening dengan senyuman licik di bibirnya.


"Itu mudah. Tapi, siapa dulu orang yang harus kami culik,"


"Namanya Dimas Anggara. Dia sekarang ini memimpin perusahaan ayah mertua ku untuk sementara waktu. Kalian bisa menculik dia setelah dia keluar dari kantor,"


"Kami akan menyelidiki dulu orang itu. Setelah itu, kami akan menentukan berapa kamu harus membayar jasa kami,"


"Oke. Aku tunggu kabar baik dari kamu,"ucap Bening menutup teleponnya. Wajah wanita hamil itu tersenyum.


"Dimas, aku tidak sabar ingin melihat tubuhmu dan bercinta dengan mu. Selama kita pacaran, kamu bahkan tidak pernah melakukan apapun padaku selain memeluk ku. Aku benar-benar penasaran dengan bentuk tubuh mu. Aku ingin mencium mu dan melucuti seluruh pakaianmu. Akan aku rekam moment saat kita bercinta nanti. Setelah itu, aku akan memberikan vidio nya pada Ayana sialan itu. Dia akan histeris, stress, dan akhirnya masuk rumah sakit jiwa setelah melihat video itu,,"gumam Bening dengan pikiran mesumnya, kemudian tertawa terbahak-bahak membayangkan Ayana stress setelah melihat video percintaannya dengan Dimas dan akhirnya masuk rumah sakit jiwa.


Bening mengendarai mobilnya pulang ke kediaman keluarga Geno. Senyuman terus tersungging di bibirnya. Membayangkan bagaimana dirinya nanti bercinta dengan Dimas. Jablai, itulah Bening. Wanita hamil itu sudah lama tidak di belai semenjak Nando mengalami kecelakaan.


Ingin bercinta tapi lawan nya sedang sakit, akhirnya pikiran nya jadi korslet. Melihat mantan yang semakin tampan dan mempesona, membuat Bening yang sudah lama tidak merasakan surga dunia pun menjadi tidak waras. Hormon progesteron dan estrogen dalam tubuhnya meningkat drastis karena kehamilan, gairah nya meningkat, tapi lawan .... Ndak bisa di ajak duet. Ya... begini lah jadinya... malah ingin bercinta dengan mantan yang notabene sudah menjadi suami orang, tepatnya suami adik iparnya. Mantan yang sejatinya tidak bisa dilupakan. Sebut saja gagal move on. Itulah Bening.


***


Hari sudah malam, Bening baru saja masuk ke dalam kamar bersama Nando. Wanita itu merasakan handphone di saku bajunya bergetar dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk melihat siapa yang menghubunginya,

__ADS_1


"Dia menghubungi aku? Aku tidak bisa bicara dengan dia di sini,"gumam Bening yang kemudian keluar dari kamar mandi.


"Sayang, aku ingin ke dapur dulu untuk membuat susu hamil. Aku tadi lupa belum minum susu hamil,"pamit Bening beralasan.


"Hum,"sahut Nando.


Bening bergegas keluar dari dalam kamar dan berjalan ke arah kolam renang yang sepi. Mengamati sekitar tempat itu dan setelah merasa aman, Bening pun menelpon balik orang yang menghubunginya.


"Halo! Bagaimana?"tanya Bening.


"Kami sudah menyelidiki pria yang kamu maksud. Mau di bawa ke hotel mana setelah kami menculik dia?"tanya pria dari seberang telepon.


"Di hotel xx di pinggir kota. Aku akan menunggu kalian di sana,"ujar Bening tersenyum senang. Sebentar lagi bisa bercinta dengan Dimas, itulah yang dibayangkan nya.


"Baik, akan kami lakukan. Biayanya lima puluh juta,"


"Apa? Lima puluh juta? Itu terlalu mahal. Dia bukan orang kaya ataupun orang penting. Dia hanya sementara waktu memimpin perusahaan mertua aku. Masa kalian meminta lima puluh juta,"protes Bening yang merasa keberatan dengan nominal lima puluh juta yang harus di bayarnya agar bisa bercinta dengan Dimas.


"Baiklah. Aku transfer dua puluh juta dulu. Jika kalian sudah mengantarkan dia sampai hotel, aku akan memberikan sisanya,"sahut Bening yang akhirnya setuju.


"Oke, deal,"ucap pria dalan sambung telepon kemudian panggilan pun diakhiri.


"Dimas, aku benar-benar sudah tidak sabar ingin bercinta dengan mu,"gumam Bening kemudian menggigit bibirnya sendiri karena otaknya yang sedang membayangkan hal-hal yang mesum.


Bening kembali ke dalam kamarnya dengan wajah yang terlihat cerah. Sedangkan Nando sudah duduk bersandar di headboard ranjang. Pria itu sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit karena rutin melakukan fisioterapi. Nando sedang memeriksa file-file yang dikirim Dimas ke padanya melalui laptopnya.


Dimas memang rutin mengirimkan apapun yang berhubungan dengan pekerjaan yang seharusnya di handle oleh Nando. Dengan tujuan, agar saat Nando tetap mengetahui tentang perkembangan perusahaan dan akan langsung bisa bekerja secara normal saat kembali bekerja di perusahaan.


Dimas bahkan mengatakan pada Nando agar bertanya jika ada yang tidak dimengerti oleh Nando. Dengan begitu, secara tidak langsung, Dimas mengajari Nando secara online. Hal itu juga semakin membuat Nando dekat dengan Dimas dan tidak lagi membenci Dimas.

__ADS_1


"Sayang, besok aku ingin menginap di apartemen ibu. Boleh, ya?"ujar Bening meminta izin.


"Hum,"sahut Nando tanpa menatap Bening, nampak fokus pada layar laptopnya.


"Terimakasih,"sahut Bening kemudian mencium pipi Nando dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin. Namun Nando tetap fokus pada laptopnya.


Pagi mulai menyapa, hari ini Bening terlihat sangat bahagia. Bayangan dirinya akan bercinta dengan Dimas membuat mood nya benar-benar bagus.


"Hari ini kamu terlihat bahagia sekali,"celetuk Hilda menatap Bening saat mereka sedang sarapan pagi.


"Setiap hari, aku juga bahagia, kok, ma,"sahut Bening dengan seulas senyum.


"𝙏𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖. 𝙃𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙣𝙞, 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘿𝙞𝙢𝙖𝙨. 𝘼𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝘿𝙞𝙢𝙖𝙨 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙘𝙖𝙪 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙣𝙞𝙠𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣.𝙎𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪, 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝘼𝙮𝙖𝙣𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙟𝙞𝙬𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙩𝙧𝙚𝙨 𝙢𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝘿𝙞𝙢𝙖𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪,"gumam Bening dalam hati. Merasa rencananya kali ini benar-benar sempurna dan akan berjalan mulus sesuai ekspektasi nya.


"𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙖𝙞𝙠, 𝙮𝙖?"gumam Hilda dalam hati.


Wanita paruh baya itu menatap Bening dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Entah mengapa, Hilda melihat ada sesuatu yang janggal dengan kebahagiaan yang ditampilkan oleh Bening.


"Jangan lupa! Hari ini adalah jadwal Nando pergi ke dokter syaraf,"ujar Hilda mengingatkan.


"Iya, ma. Aku ingat, kok,"sahut Bening tersenyum manis.


"𝘼𝙠𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙗𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙨𝙤𝙧𝙚 𝙩𝙞𝙗𝙖. 𝘼𝙠𝙪 𝙮𝙖𝙠𝙞𝙣, 𝘿𝙞𝙢𝙖𝙨 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙧𝙠𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙉𝙖𝙣𝙙𝙤. 𝙎𝙚𝙘𝙖𝙧𝙖, 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙤𝙨𝙩𝙪𝙧 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙪𝙧𝙣𝙖 𝘿𝙞𝙢𝙖𝙨 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙉𝙖𝙣𝙙𝙤,"gumam Bening dalam hati.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


Saat usia kehamilan memasukki trimester kedua, hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh ibu hamil akan meningkat cukup drastis yang membuat ibu hamil lebih bergairah untuk melakukan hubungan intim. Hal ini ditandai dengan payudaraa yang semakin membesar dan bagian inti tubuh ibu hamil yang lebih sensitif

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2