
Di dalam kamar Dimas dan Ayana. Dimas langsung membaringkan tubuh Ayana di atas ranjang mereka dan langsung menindih dan mencium Ayana seperti orang yang kehausan dan kelaparan. Ayana sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Dimas, tapi membiarkan Dimas melakukan apa yang diinginkan nya.
Pria itu nampak tidak sabar untuk bercinta. Melucuti pakaian Ayana dengan cepat. Bahkan membuka kemeja yang dipakainya dengan kasar hingga kancing kemejanya lepas dan berhamburan.
"Kak..."
Ayana agak sedikit ngeri melihat ekspresi Dimas yang seolah-olah ingin memakannya sampai habis tak tersisa. Namun Ayana tetap membiarkan Dimas melakukan apa yang diinginkan nya. Melayani Dimas yang malam ini sedikit kasar dan tidak sabar.
Hingga beberapa jam kemudian pria itu nampak sudah puas setelah beberapa kali mendapatkan pelepasan. Sedangkan Ayana terlihat sangat kelelahan.
"Maaf!"ucap Dimas mendekap tubuh Ayana yang kelelahan.
"Kakak kenapa?"tanya Ayana dengan suara lemah.
"Ada orang yang memberikan obat perangsang padaku. Aku tidak bisa mengendalikan diriku untuk bercinta. Apa aku menyakiti mu, hemm?"tanya Dimas seraya mengelus pipi Ayana. Menatap Ayana dengan perasaan bersalah. Sadar jika malam ini dirinya agak kasar pada Ayana.
"Tidak,"sahut Ayana tersenyum tipis. Walaupun sebenarnya Ayana sedikit merasa sakit karena kali ini Dimas sedikit kasar saat bercinta dengan nya. Tapi Ayana tidak mau mengatakannya. Karena takut Dimas merasa bersalah padanya.
"Apa kamu sudah makan?"tanya Dimas yang merasa lapar setelah melakukan aktivitas panas mereka di atas ranjang. Apalagi, saat ini juga sudah larut malam.
"Belum,"sahut Aurora.
"Kita makan sekarang?"tanya Dimas seraya membelai rambut Ayana.
"Hum,"sahut Ayana.
***
Hari sudah beranjak siang saat Bening membuka matanya. Merasakan sakit dan pegal di sekujur tubuhnya. Bening mengamati ruangan tempatnya berada saat ini. Kedua tangannya terkepal saat mengingat apa yang terjadi pada dirinya semalam.
Bening menatap tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang. Bahkan tidak tertutup apapun. Setelah menikmati tubuh Bening sampai puas, kelima orang yang meniduri Bening pergi begitu saja meninggalkan Bening. Membiarkan tubuh polos Bening tidak tertutup apapun. Bening yang sangat kelelahan di gilir lima pria itu pun tertidur tanpa memikirkan keadaannya tubuh nya.
"Brengsek! Sialan!"umpat Bening penuh amarah.
__ADS_1
Dering suara handphone nya membuat perhatian Bening teralihkan. Bening meraih handphonenya dan wajahnya terlihat semakin emosi saat mengetahui siapa yang menghubunginya.
"Dasar brengseek! Kenapa kalian melakukan semua ini padaku? Aku telah membayar mahal kalian, tapi kenapa kalian berbuat seperti ini padaku?"sarkas Bening yang amarahnya meledak-ledak.
"Ho..ho..ho... jangan marah, sayang! Apa yang semalam masih kurang? Jika masih kurang, kami akan memuaskan kamu lagi nanti malam,"ujar pria dari sambungan telepon.
"Kau! Aku akan melaporkan kalian ke polisi karena perbuatan kalian ini!"ancam Bening yang merasa frustasi karena kejadian semalam.
"Silahkan saja! Aku ingin lihat, apakah kamu berani melaporkan kami ke polisi. Kami telah merekam semua pembicaraan kita tentang kamu yang membayar kami untuk menculik orang yang bernama Dimas itu. Dan kami juga punya rekaman percintaan kita semalam. Aku masih ingat dengan jelas, betapa kamu sangat menikmati permainan kita beramai-ramai semalam. Kamu tidak berhenti mendesaah dan melenguuh saat kita bercinta ramai-ramai semalam. Sepertinya kamu sangat menyukai bermain ramai-ramai. Ha.ha.ha..."
"Dasar brengseek! Bajingan!"pekik Bening sangat emosi.
"Dengar! Mulai saat ini, kamu harus melayani kapanpun kami mau. Jika kamu berani menolak, kami akan menyebarkan video percintaan kita semalam. Dan ingat, pastikan nomor telepon kamu selalu aktif, jika sampai kami tidak bisa menghubungi kamu, kami akan mendatangi rumah mertua kamu dan menunjukkan video semalam pada suami dan mertua kamu!"ancam orang itu kemudian memutuskan panggilan.
"Arghhh..!!"pekik Bening benar-benar merasa frustasi.
"Kenapa semuanya jadi begini? Kenapa?!"pekik Bening.
***
Di sebuah ruangan kerja, Saman berdiri di depan meja kerja Tuan Buston.
"Aku dengar, ada orang yang berani menculik putra ku,"ujar Buston seraya bersandar di kursi kerjanya, tersenyum dingin.
"Iya, Tuan. Saya sudah memberi pelajaran pada perempuan itu,"sahut Saman.
"Perempuan?"tanya Buston tersenyum miring.
"Iya, Tuan. Setelah saya selidiki, perempuan itu ternyata adalah mantan pacar Tuan Muda yang sekarang menjadi kakak ipar Tuan Muda. Sekaligus orang yang membuat karir Tuan Muda hancur. Tuan muda terpaksa menandatangani surat pernyataan bahwa Tuan Muda menggelapkan uang perusahaan. Karena diancam orang-orang yang menculik Tuan Muda dan perempuan itu. Mereka mengancam akan menggilir perempuan itu jika Tuan Muda tidak menandatangani surat pernyataan itu. Akhirnya, Tuan Muda menadatangani surat pernyataan itu dan terpaksa mengembalikan uang yang tidak pernah di gelapkannya. Tuan Muda jatuh miskin karena itu. Parahnya, perempuan itu malah meninggalkan Tuan Muda dalam keadaan terpuruk. Setelah tahu perempuan itu meninggalkannya, Tuan Muda merantau ke kota ini dan bertemu dengan pria yang bernama Toyib. Pria itu mengajak dan mengajari Tuan Muda berdagang pakaian keliling. Karena kebaikan pria yang bernama Toyib itu, Tuan Muda bisa melewati masa-masa sulitnya waktu itu. Hingga akhirnya Tuan Muda bertemu dengan Tuan. Dan detektif yang bernama Diky itu juga teman baik Tuan Muda. Kemarin saat Tuan Muda terlambat pulang dan tanpa kabar, orang yang bernama Diky itu mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Tuan Muda,"jelas Saman panjang lebar.
"Ternyata putraku dikelilingi oleh orang-orang yang baik padanya,"ujar Buston tersenyum tipis.
"Iya, Tuan. Sekarang Tuan Muda tinggal bersama istri dan kedua sahabatnya itu. Walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah, tapi mereka seperti keluarga yang rukun dan bahagia. Keluarga Nona Muda juga terlihat menerima Tuan Muda dengan baik,"jelas Saman.
__ADS_1
"Apa kamu sudah memberi pelajaran pada perempuan itu?"tanya Buston.
"Sudah Tuan. Dan hukuman nya akan berlanjut. Saya menyuruh orang-orang yang telah di bayar perempuan itu untuk menggilir perempuan itu. Saya menyuruh mereka menggilir perempuan itu, minimal seminggu sekali,"sahut Saman.
"Ck, itu hukuman yang mengenakkan,"decak Buston.
"Tapi wajah orang-orang itu tidak ada yang tampan, Tuan. Saya pikir perempuan itu akan sangat benci dan frustasi jika harus melayani mereka berlima sepanjang hidupnya,"sahut Saman tersenyum miring.
"Kenapa kamu memberinya hukuman seperti itu?"tanya Buston seraya mengernyitkan keningnya menatap Saman.
"Karena tujuan perempuan itu menculik Tuan Muda adalah untuk bercinta dengan Tuan Muda. Dia memberikan obat perangsang pada Tuan Muda dan telah menyiapkan kamera di kamar hotel itu dan memakai lingerie. Sepertinya, dia ingin mengendalikan Tuan Muda dengan Vidio yang akan dibuatnya untuk mengancam Tuan Muda dan kemungkinan juga untuk menyingkirkan istri Tuan Muda. Karena menurut informasi dari orang kita yang kita tempatkan di rumah Tuan Geno, perempuan itu selalu mencari celah untuk menjatuhkan dan memojokkan istri Tuan Muda. Perempuan itu membenci istri Tuan Muda,"jelas Saman.
"Jangan biarkan perempuan itu hidup tenang! Beraninya membuat putraku menderita dan mempermainkannya,"ujar Buston dengan wajah yang terlihat dingin.
"Baik, Tuan,"sahut Saman.
"Lindungi orang-orang yang menyayangi putraku! Bantu apapun kesulitan mereka,"titah Buston.
"Iya, Tuan,"sahut Saman.
"Ngomong-ngomong, apa yang bisa membuat putraku bahagia?"tanya Buston.
"Istrinya, Tuan. Nona Muda adalah sumber kebahagiaan Tuan Muda. Walaupun dari keluarga kaya, Nona Muda bersedia hidup sederhana bersama Tuan Muda. Tidak pernah meminta apapun pada Tuan Muda, selain perhatian dan waktu Tuan Muda,"sahut Saman.
"Syukurlah! Dia menemukan wanita yang tulus padanya Kapan aku bisa bertemu dengan putra ku lagi?"
"Lusa Tuan,"sahut Saman.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1