SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
76. Kenapa? Cemburu?


__ADS_3

Setelah beberapa saat mencari nama si janda di dalam buku catatan kreditnya, akhirnya Dimas menemukan nama si janda.


"Cicilannya dua ratus lima puluh ribu, Bu,"ucap Dimas.


Janda kaya itupun mengeluarkan uang dari dalam dompetnya, kemudian memberikannya pada Dimas dengan wajah lesu.


"Kalau begitu, saya permisi. Terimakasih Bu!"ucap Dimas menatap janda kaya itu, lalu menatap pemilik warung seraya mengangguk kecil.


"Sama-sama, nak,"sahut pemilik warung.


"Mari Bu Lastri!"ucap Dimas pada Bu Lastri.


"Iya, Nak,"sahut Bu Lastri.


Dimas pun kembali mengendarainya motornya meninggalkan warung itu. Bu Lastri segera membayar belanjaannya. Sedangkan sang janda berjalan menuju rumahnya dengan wajah lesu.


Bu Lastri bergegas pulang untuk menemui Wulan, ingin menanyakan hubungan antara Dimas dan Ayana pada Wulan.


"Assalamualaikum!"ucap Bu Lastri langsung membuka pintu rumah.


"Wa'alaikumus salam,"sahut Wulan dari dalam kamarnya.


Bu Lastri bergegas meletakkan belanjaannya di dapur lalu menghampiri Wulan di kamarnya.


"Lan, sebenarnya,.apa hubungan Ayana dan nak Dimas?"tanya Bu Lastri menerobos masuk ke dalam kamar Wulan yang sedang membaca buku.


"Kenapa tiba-tiba ibu bertanya tentang hal itu?"tanya Wulan seraya mengernyitkan keningnya menatap wajah ibunya yang terlihat serius.


"Tadi, saat ibu belanja sayur di warung, ibu ketemu sama janda kaya di kampung kita dan juga bang Toyib. Bang Toyib bilang kalau nak Dimas sudah menikah, saat janda kaya itu bilang ingin dicomblangi dengan nak Dimas. Setelah itu, karena nggak percaya sama bang Toyib, janda itu memanggil nak Dimas yang kebetulan lewat dengan alasan pengen bayar cicilan. Dan kamu tahu?.."


"Tidak,"sahut Wulan dengan ekspresi bodoh memotong kata-kata Bu Lastri yang terlihat sangat serius membuat Bu Lastri kesal.


"Nak Dimas juga mengaku kalau dia sudah menikah. Nak Dimas bilang sudah menikah selama tiga bulan. Bahkan nak Dimas menunjukkan cincin kawin di jari manisnya,"ujar Bu Lastri serius.


"Yang bener, Bu?"tanya Wulan terlihat tidak percaya.


"Benar, Lan. Ibu mendengar dan melihat sendiri,"sahut Bu Lastri mengangguk penuh keyakinan.

__ADS_1


"Aku telepon Ayana dulu,"ucap Wulan.


"Iya, cepetan telepon Ayana!"pinta Bu Lastri yang penasaran.


Wulan bergegas meletakkan buku yang di pegangnya dan mencari handphonenya, lalu segera menghubungi Ayana.


"Halo, Lan! Ada apa?"tanya Ayana dari sambungan telepon.


"Ay, sebenarnya, apa benar kamu ada hubungan dengan kak Dimas? Apa benar kalian pacaran? Ibu tadi dari warung, nggak sengaja ketemu bang Toyib. Bang Toyib bilang kalau kak Dimas sudah menikah. Dan saat ibu ketemu kak Dimas, kak Dimas juga mengaku sudah menikah. Bahkan kak Dimas menunjukkan cincin pernikahannya,"cerocos Wulan.


"Nanti aku jelasin kalau ketemu aja, ya! Nggak enak kalau ngomong lewat sambungan telepon,"sahut Ayana.


"Baiklah. Kita bicara kalau ketemu aja,"sahut Wulan yang sebenarnya agak kecewa dengan jawaban Ayana. Tapi tidak mungkin juga memaksa Ayana untuk mengatakan sesuatu yang tidak ingin dia katakan bukan? Apalagi hal itu menyangkut masalah pribadi.


***


Toyib, Dimas dan Ayana baru saja selesai makan malam. Ketiganya duduk di ruang tamu dengan televisi yang menyala, namun hanya Ayana yang menonton. Pasalnya Toyib sibuk dengan game online nya dan Dimas sibuk dengan handphonenya. Membaca berita seputar bisnis atau melihat harga saham. Bermain saham memang tidak mudah. Salah membeli saham atau tidak menjual saham pada waktu yang tepat juga bisa merugikan.


Dilansir dari CNBC Indonesia. Perkembangan teknologi jaman sekarang memungkinkan setiap orang dengan mudah bisa melakukan investasi saham. Tidak perlu membayangkan diri Anda repot-repot memantau harga saham seperti yang ada di film 'The Wolf of Wall Street'. Anda juga tidak perlu berdandan rapi kemudian pergi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan jual-beli saham.


Kini jual-beli (trading) saham bisa dilakukan hanya dengan ponsel pintar (smartphone). Tentunya, Anda harus pastikan smartphone Anda terisi paket data, bukan terisi air gara-gara habis kecebur bak mandi akibat buang air sambil bawa smartphone.


Ayana duduk menempel di samping Dimas seraya memeluk lengan Dimas dan menyandarkan kepalanya di bahu Dimas. Menonton televisi, sesekali mengganti channel TV saat iklan.


"Tidurlah lebih dulu!"ucap Dimas saat melihat beberapa kali Ayana menguap.


"Nggak mau. Aku tunggu kakak aja. Aku nggak bisa tidur kalau nggak ada kakak,"sahut Ayana yang sudah terbiasa tidur dipeluk Dimas.


"Aku masih ada kerjaan, Ay,"ucap Dimas yang ternyata sedang melakukan diskusi jual beli saham melalui smartphone nya.


"Ya udah, aku tungguin,"sahut Ayana.


Toyib hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Ayana.


Sedangkan Dimas hanya bisa menghela napas. Ayana memang selalu manja saat ada di dekatnya. Tapi justru itu yang membuat Dimas selalu gemas pada Ayana.


"Ya sudah, kalau capek duduk, berbaring di sini aja,"ucap Dimas seraya menepuk pahanya sendiri, memberi isyarat agar Ayana tidur di pangkuannya. Tidak tega melihat Ayana yang sudah mengantuk duduk bersandar di bahunya.

__ADS_1


Tanpa berkata apa-apa, Ayana langsung merebahkan kepalanya di paha Dimas. Beberapa saat kemudian, gadis itu sudah terlelap.


Setelah selesai melakukan diskusi jual beli saham, Dimas pun menggendong Ayana masuk ke dalam kamar. Membaringkan Ayana di atas ranjang.


Dimas meninggalkan Ayana untuk pergi ke kamar mandi. Namun saat kembali dari kamar mandi, Dimas melihat Ayana sudah duduk di tepi ranjang.


"Kenapa bangun?"tanya Dimas menghidupkan lampu tidur lalu mematikan lampu utama. Setelah itu menghampiri Ayana.


"Aku kebangun dan kakak nggak ada,"sahut Ayana.


"Ya sudah. Ayo, tidur lagi!"ajak Dimas.


"Kak, tadi Wulan nanyain tentang hubungan kita lagi. Karena.."


"Karena aku dan Toyib bilang kalau aku sudah menikah?"tanya Dimas memotong kata-kata Ayana.


"Hum,"sahut Ayana.


"Aku mengatakan bahwa aku sudah menikah agar tidak ada yang deketin aku lagi. Apalagi janda kaya di kampung Pak Parman itu. Dia selalu mencari alasan untuk bertemu dengan aku. Karena itu, aku sengaja mengaku kalau aku sudah menikah. Agar dia nggak mengejar-ngejar aku lagi,"jelas Dimas.


"Apa di kampung lain juga ada yang mengejar-ngejar kakak seperti janda itu?"tanya Ayana menatap Dimas seraya memicingkan matanya.


"Kenapa? Cemburu?"tanya Dimas tersenyum tipis seraya memicingkan sebelah matanya.


"Tentu saja,"sahut Ayana tanpa menutup-nutupi perasaannya.


Dimas menjadi gemas dibuatnya. Pria itu mencubit hidung Ayana karena merasa gemas dengan ekspresi wajah Ayana saat mengatakan dirinya cemburu.


"Lalu, kamu mau bilang apa pada Wulan?"tanya Dimas kembali pada topik pembicaraan.


"Aku belum jawab. Aku bilang akan aku jelaskan saat kami bertemu nanti,"sahut Ayana


"Kamu mau jawab apa nanti?"tanya Dimas lagi.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2