
Hilda mengepalkan kedua tangannya saat mendengar setiap kata yang keluar dari mulut menantunya itu. Wajah wanita paruh baya itu pun berubah menjadi suram.
"Apa maksud kamu? Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan?"tanya Hilda yang terlihat tidak suka.
"Maaf, ma. Walaupun Ayana tinggal bersama suaminya, tapi Ayana juga tinggal bersama dua orang pria yang notabene adalah orang asing yang tidak ada hubungan apa-apa dengan Ayana. Jika orang lain tahu, aku takut, mereka akan menganggap Ayana.... wanita yang nggak benar,"jawab Bening dengan suara kecil di ujung kalimat.
"Pikiran dulu sebelum kamu bicara!"geram Nando yang merasa Bening mengatakan sesuatu yang menyinggung semua orang yang ada di ruangan itu.
"Sebelum aku menikahi Ayana, aku, Ayana dan Toyib tinggal bersama selama enam bulan. Tapi kami tidak pernah melakukan sesuatu di luar batasan norma dan agama. Ayana tetap bisa menjaga kehormatan dirinya sebagai seorang wanita. Walaupun tinggal bersama, dan kami dulunya adalah orang asing bagi Ayana, tapi kami tahu batasan kami masing-masing. Kami tidak pernah melakukan hubungan intim di luar nikah. Bahkan di rumah inilah, pertama kalinya aku mengambil hak ku sebagai seorang suami. Dan Ayana menyerahkan mahkota yang sudah di jaganya selama ini hanya padaku, setelah kami resmi menjadi pasangan suami-istri yang sah di mata hukum dan agama,"ujar Dimas tenang dan penuh wibawa. Menampik semua asumsi buruk Bening pada mereka berempat.
Bening dan Nando meras tertampar oleh kata-kata Dimas. Pasalnya, mereka telah melakukan hubungan suami-istri sebelum mereka menjadi pasangan suami-isteri yang sah di mata hukum dan agama. Bahkan Bening mengandung sebelum mereka menikah.
Toyib angkat bicara,"Status ku memang teman Dimas, tapi aku sudah menganggap Dimas sebagai saudara ku sendiri dan menganggap Ayana sebagai adikku sendiri. Aku menganggap dan menyayangi mereka seperti keluarga ku sendiri. Walaupun aku bukan kakak kandung Ayana, tapi aku sangat menyayangi Ayana. Karena Ayana memperlakukan aku seperti kakak kandungnya sendiri. Sedikit pun, aku tidak punya pikiran kotor untuk menyentuh wanita yang tidak halal bagiku. Apalagi wanita yang sudah menjadi milik orang lain. Aku punya iman dan harga diri. Aku tidak mau menyentuh yang haram untuk aku sentuh. Dan aku tidak mau merendahkan harga diri ku dengan menginginkan milik orang lain,"ujar Toyib yang sekali lagi menampar Bening dengan kata-kata. Karena Bening sudah menikah tapi masih menginginkan Dimas yang notabene sudah memiliki pasangan hidup.
Diky yang benci dan geram pada Dimas pun angkat bicara,"Dan aku, aku memang orang asing bagi Ayana. Bahkan kami baru beberapa hari saling mengenal. Tapi aku sangat menghargai dan menghormati persahabatan dan kesetiaan. Aku tidak suka dengan seorang pengkhianat. Karena itu, aku juga tidak akan berkhianat. Aku bukan tipikal orang yang tidak setia, apalagi meninggalkan orang yang sudah banyak berjasa padaku di saat dia sedang terpuruk dan membutuhkan dukungan ku. Aku bukan tipe manusia brengseek, yang tidak tahu diri dan tidak punya hati seperti itu,"ujar Diky menatap tajam pada Bening dengan kata-kata penuh penekanan. Meluapkan kebencian nya terhadap Bening yang telah membuat nama sahabatnya di blacklist, karir yang dirintis sahabatnya dari nol hancur, dan jatuh miskin.
__ADS_1
Sekali lagi dan lagi, Bening tertampar, dan kali ini oleh kata-kata Diky. Mengingatkan Bening yang tidak setia pada Dimas dan meninggalkan Dimas dalam keadaan jatuh terpuruk karena dirinya.
"𝙎𝙞𝙖𝙡𝙖𝙣! 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙞 𝘼𝙮𝙖𝙣𝙖, 𝙨𝙞𝙝! 𝙈𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙤𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙤𝙣𝙨𝙥𝙞𝙧𝙖𝙨𝙞 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙤𝙟𝙤𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪,"geram Bening dalam hati yang merasa terpojok.
Bening berusaha membuat Ayana di pandang hina dan direndahkan, tapi nyatanya, saat ini dirinya lah yang terpojok dan dikuliti habis-habisan oleh ke tiga pria itu.
"Mama juga yakin, Diky dan Toyib tidak akan melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan pada Ayana. Waktu itu, Toyib sangat marah pada Dimas saat Dimas menolak menikahi Ayana. Toyib rela berlari untuk mencari dan membawa pak ustad pulang ke rumah kontrakan mereka untuk menikahkan Dimas dan Ayana. Dan Diky, dia bahkan tidak mengharapkan imbalan apapun untuk membantu Dimas mengungkap masalah Noval dan ayahnya. Mama sangat yakin. mereka ini para pemuda yang bisa dipercaya dan mempunyai prinsip yang baik dalam hidup mereka,"timpal Hilda.
"Papa juga percaya jika Toyib dan Diky adalah orang baik. Karena Dimas tidak mungkin percaya pada sembarang orang. Kecuali orang itu bermuka dua. Karena sangat sulit mengetahui sifat asli orang yang bermuka dua,"imbuh Geno.
Lagi dan lagi, Bening semakin terpojok dengan kata-kata semua orang itu. Sedangkan Nando hanya diam, malu karena istrinya membuat semua orang yang ada di ruangan itu menjadi tersinggung.
"Aku tidak perduli dengan penilaian orang lain. Karena aku tidak makan dari mengemis pada orang lain. Walaupun aku masih muda, aku juga tahu batasan hubungan antara pria dan wanita. Aku juga masih waras dan sadar kalau aku adalah wanita yang sudah bersuami. Aku sangat mencintai suamiku dan tidak akan pernah mengkhianati suamiku. Tidak ada sedikitpun tempat yang tersisa di hati ku untuk pria lain. Aku tidak akan melirik pria lain dengan alasan apapun. Apalagi menjadi pelakor di saat status ku masih sebagai istri orang,"sahut Ayana yang lagi-lagi menampar Bening dengan kata-kata.
Bening mengepalkan kedua tangannya. Kata-kata apapun yang keluar dari mulutnya malah menjadi bumerang yang merugikan sendiri.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu diam dari pada bicara, tapi tidak berdasar. Membuat malu saja,"ketus Nando pada Bening.
"Iya, sebaiknya kak Nando lebih mengawasi dan mendidik istri kakak. Ajarkan bagaimana caranya berkomunikasi yang baik. Jangan biarkan dia membicarakan sesuatu yang tidak penting yang bisa menyinggung orang lain. Ada yang mengatakan, 'Silent is gold'. Jadi, lebih baik diam dari pada bicara tapi tidak bermutu. Karena itu akan membuat kamu terlihat tidak berpendidikan,"sarkas Diky.
"Maafkan istriku, Dik! Aku akan mendidiknya lebih baik,"sahut Nando merasa tidak enak hati karena Bening telah menyinggung detektif terkenal yang dikagumi banyak orang.
"Aku memaafkan istri kakak, karena memandang dan menghargai semua orang yang ada di sini. Aku merasa, kakak tidak pantas menikah dengan perempuan yang berpikiran picik seperti dia. Kakak seharusnya mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia. Dia tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga kalian yang terpandang dan berpendidikan. Karena mulutnya seperti mulut orang munafik,"sarkas Diky tanpa takut orang lain tersinggung karena yang dikatakan nya adalah kebenaran. Memang kebenaran itu terkadang pahit bukan?
"𝘿𝙖𝙨𝙖𝙧 𝘿𝙞𝙠𝙮 𝙨𝙞𝙖𝙡𝙖𝙣! 𝘽𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙞𝙣𝙖 𝙖𝙠𝙪!"umpat Bening dalam hati, merasa sangat kesal dan geram pada Diky.
"𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝘿𝙞𝙠𝙮 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙪𝙠𝙖𝙞 𝘽𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜. 𝘼𝙙𝙖 𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙚𝙣𝙘𝙞𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙩𝙖 𝘿𝙞𝙠𝙮 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙩𝙖𝙥 𝘽𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜," gumam Hilda dalam hati.
"𝙍𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣! 𝙎𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙝𝙪, '𝙠𝙖𝙣, 𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙣𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙥𝙤𝙟𝙤𝙠𝙠𝙖𝙣?"gumam Ayana dalam hati yang merasa sangat menikmati perdebatan itu.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued