SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
24. Jontor


__ADS_3

"Plak"


"Auwh!"pekik Toyib ketika sebuah sandal melayang, pas mengenai kepala bagian belakang nya.


"Dasar duda gatel! Pikirkan nya ngeres kayak pasir! Yang dipikirin masalah 21 plus! Rasakan ini!"bentak Ayana yang tiba-tiba sudah berada di belakang Toyib, langsung menyerang Toyib dengan pukulan sendal.Bahkan Ayana melempar sendal itu lagi pada Toyib, kemudian meraih panci kosong yang ada di tempat itu dan terus mengejar Toyib.


"Woi! Hentikan! Dasar gadis tengil!"pekik Toyib yang berlari dikejar Ayana. Dimas hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan dua orang itu.


Gelas di atas meja di samping Dimas duduk yang berisi air putih terguling karena tidak sengaja tersenggol oleh Toyib yang berlari mengelilingi meja di kejar Ayana yang sempat menyambar panci untuk memukul Toyib.


"Syuut"


"Gedebuk"


Toyib terpeleset dan jatuh disebelah kursi Dimas yang sedang duduk. Akibat air yang tumpah tadi.


"Akkh"pekik Toyib kesakitan.


"Brugk"


Ayana yang mengejar Toyib berhenti mendadak karena Toyib jatuh, hingga kehilangan keseimbangan dan menabrak Dimas.


"Cup"


Tanpa sengaja bibir mereka malah kembali bertemu untuk kedua kalinya.


"Bugk"


"Auwh!"


Toyib yang jatuh terlentang di samping Dimas, bibirnya malah ketiban panci yang terlepas dari tangan Ayana.


Dinas dan Ayana diam terpaku dalam posisi Dimas memegang kedua lengan Ayana dan Ayana memegang dada Dimas. Dengan bibir keduanya yang masih saling menempel. Jantung keduanya berdegup kencang. Seolah bumi berhenti berputar.


"Woi! Kalian berdua tega sekali! Kalian berciuman mesra di depan mata ku yang sedang terkena kesialan,"teriak Toyib yang punggungnya sakit, belum lagi bibirnya yang ditimpa panci langsung jontor.

__ADS_1


Mendengar teriakkan Toyib, Dimas dan Ayana pun segera saling menjauhkan diri. Keduanya nampak canggung. Ayana pun bergegas berlari masuk ke dalam kamar.


"Brakk"


Ayana menutup pintu dengan kuat dan berdiri di balik pintu dengan wajah yang memerah seperti udang rebus.


"Ya ampun! Kenapa kejadian lagi, sih? Ini semua gara-gara bang Toyib! Awas saja! Lain kali akan aku pukul dengan penyapu,"gerutu Ayana kemudian memegangi bibirnya dan wajahnya kembali memerah. Gadis itu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan menutup kepalanya dengan bantal.


"Aakkh!"Malu sekali!"gerutu Ayana dengan kaki yang menghentak hentak di ranjang.


"Hais, aku yang apes, tapi kamu malah ketiban rejeki nomplok. Kamu dicium bibir, aku dicium panci. Lihat, nih! Bibirku jadi jontor gara-gara dicium panci,"gerutu Toyib beranjak dari lantai sambil menunjukkan bibirnya yang terlihat jontor karena di timpa panci.


"Kenapa juga kamu mau di cium panci?"sahut Dimas mencoba menetralkan degup jantungnya.


"Siapa juga yang mau di cium panci. Aku maunya juga di cium cewek cantik seperti kamu,"ketus Toyib.


"Itu namanya apes!"ujar Dimas malah menertawakan Toyib. Namun jantung nya masih berdegup kencang karena ciuman tidak sengaja yang sudah terjadi dua kali dengan Ayana. Entah, apakah tadi Ayana merasakan detak jantung nya atau tidak. Karena tadi tangan Ayana menempel di dada Dimas.


Sementara'itu di tempat lain.


"Belum, pa. Di tempat terakhir dia menginap juga tidak ada,"sahut Hilda yang sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari Ayana.


"Anak itu selalu saja menyusahkan kita,"gerutu Nando,"Sebenarnya kenapa dia sampai kabur, ma?"tanya Nando.


"Noval bilang, dia tiba-tiba meminta Noval mengehentikan mobilnya kemudian Ayana langsung turun dan kabur. Noval sudah mengejarnya, tapi gadis badung itu cepat sekali sudah menghilang,"sahut Hilda yang mendengar dari cerita Noval.


Malam waktu terjadi insiden itu, setelah tidak berhasil mengejar Ayana, Noval putar balik ke rumah Ayana dan mengatakan jika tiba-tiba Ayana kabur. Dan Noval berulangkali meminta maaf pada Geno dan Hilda karena tidak bisa mencegah Ayana kabur.


Hal itu membuat keluarga Ayana tidak curiga dengan Noval yang sebenarnya berniat jahat pada Ayana. Apalagi keluarga Ayana tahu jika Ayana memang hobi kabur dari rumah. Ditambah lagi malam itu Ayana memang sempat menolak saat akan dikenalkan pada para pebisnis muda. Dan juga nampak keberatan saat Hilda menyuruh Ayana pergi bersama Noval.


"Noval itu pebisnis muda yang mempunyai beberapa klub malam, 'kan?"tanya Nando.


"Iya,"sahut Geno. Sedangkan Hilda sendiri juga baru tahu dari suaminya tentang siapa Noval setelah Noval pamit pulang.


"Dia bilang suka sama Ayana dan bersedia menjadikan Ayana istrinya,"ujar Hilda.

__ADS_1


"Wah, bagus, dong! Tunangan dulu, setelah Ayana lulus bisa langsung dinikahkan. Aku akan mempunyai ipar pemilik klub malam dan aku bisa gratis nongkrong di klub malamnya,"ujar Nando antusias.


Noval memang pengusaha muda yang memiliki beberapa klub malam. Namun tidak ada yang tahu jika Noval juga menjerat para gadis untuk dijadikan wanita penghibur. Melihat Ayana yang cantik, waktu itu Noval berniat menjadikan Ayana penghangat ranjang nya. Noval akan menikahinya, tapi setelah bosan akan dijualnya. Itulah rencana awal Noval ketika melihat Ayana.


"Oh, iya, papa dengar kamu membelikan apartemen untuk Bening,"ujar Geno menatap Nando mengalihkan pembicaraan.


"Iya, pa. Selama ini dia hanya tinggal di rumah kontrakan kecil bersama ibunya. Jadi aku belikan apartemen,"sahut Nando.


"Kamu benar-benar sudah mantap dengan gadis itu?"tanya Hilda lagi.


"Iya, ma. Dia itu gadis yang polos, pintar dan cantik. Karena itu aku menyukainya,"sahut Nando dengan seulas senyum di bibirnya.


"Masih polos beneran apa pencitraan, alias pura-pura. Banyak gadis jaman sekarang yang melakukan apapun demi menjerat pria yang diinginkan. Sulit sekali untuk mengetahui sifat asli mereka,"ujar Geno memperingati.


"Papa masih saja curiga. Aku sudah menyelidiki dia sebelum kami bertunangan kemarin, pa. Dia pindah dari kota lain ke kota ini sudah satu tahun ini. Dia juga nggak pernah kemana mana setelah pulang dari bekerja,"ujar Nando yang sudah menyelidiki Bening sebelum memutuskan untuk bertunangan dengan Bening.


"Papa hanya tidak ingin kamu tertipu dengan sikap dan penampilan palsu seorang wanita. Jaman sekarang sangat sulit mencari wanita untuk dijadikan teman hidup. Kalau teman ranjang, asal kamu punya banyak uang, akan banyak wanita yang bersedia merangkak ke atas ranjang mu,"ujar Geno lagi.


"Apa maksud papa berkata seperti itu? Jangan-jangan papa selingkuh, ya? Papa tidur dengan wanita lain?"tanya Hilda seraya memicingkan sebelah matanya.Mentatap tajam pada suaminya.


"Mana ada yang seperti itu, ma? aku tidak punya waktu luang untuk bersenang-senang dengan perempuan lain,"kilah Geno yang memang tidak pernah melakukan hal semacam itu. Geno terlalu sibuk bekerja hingga tidak sempat berpikir, apalagi melakukan hal seperti itu.


"Syukurlah kalau papa tidak melakukan nya. Mama pastikan papa akan menyesal jika berani berselingkuh dari mama,"ancam Hilda.


"Tidak. akan, ma,"sahut Geno menghela napas panjang.


Sedangkan Nando hanya menggeleng pelan melihat perdebatan kedua orang tuanya itu.


...🌸❤️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2