
Ayana baru saja sampai di kampus di antar Toyib, karena Dimas harus pergi ke perusahaan Geno.
"Abang pulang, ya, Ay!"pamit Toyib setelah Ayana memberikan helmnya pada Toyib.
"Iya, bang. Hati-hati!"ucap Ayana.
"Iya. Ingat! Pulangnya naik taksi online aja!"
"Iya, bang,"sahut Ayana tersenyum cerah.
Tak lama setelah Toyib pergi, terlihat Wulan yang menaiki motor bututnya. Ayana pun tersenyum melihat Wulan.
"Lan!"panggil Ayana seraya melambaikan tangannya pada Wulan.
"Hai, Ay! Kamu baru datang juga?"tanya Wulan setelah menghentikan motornya di dekat Ayana.
"Iya. Tadi Abang baru saja pulang,"sahut Ayana dengan wajah cerianya.
"Ya sudah, ayo naik! Kita masuk ke kampus!"ajak Wulan.
"Okey,"sahut Ayana langsung naik ke boncengan motor Wulan,"Kenapa Wulan nggak pakai motor yang diberikan oleh babang, ya? Apa Wulan tidak suka dengan motor yang di berikan oleh babang?"gumam Ayana dalam hati, karena Wulan masih memakai motor bututnya.
"Apa aku harus bertanya pada Ayana soal nomor bang Diky yang nggak aktif, ya? Tapi, aku sungkan jika harus bertanya pada Ayana. Soalnya, hubungan Ayana sama bang Diky lebih dekat dari pada hubungan ku dengan Ayana sekarang,"gumam Wulan dalam hati. Wulan jadi kelabakan sendiri karena sudah dua hari tidak ada kabar dari Diky. Bahkan nomor Diky juga tidak aktif.
Setelah Wulan memarkirkan motornya, keduanya pun keluar dari parkiran. Walaupun penampilan Ayana tidak mencolok, tapi wajahnya yang cantik dan body nya yang bohay, tentu saja menarik perhatian mata kaum Adam yang melihatnya.
"Eh, lihat itu! Beuuhh.. cantik banget tuh cewek. Temennya juga cantik sih, tapi lebih cantik dia,"ucap mahasiswa bergigi gisul.
"Bener. Cantik-cantik juga, tuh, junior,"ucap mahasiswa berambut keriting.
"Bos Delvin, lihat dulu, bos! Montok banget, tuh cewek, bos! Bohay!"ucap mahasiswa bergigi gisul
"Heboh banget, sih!"ketus Delvin yang masih asyik bermain game di handphonenya.
"Ini benar-benar cantik bak bidadari, bos. Pacar bos si Clara itu tidak bisa dibandingkan dengan tuh, cewek. Apalagi sekarang si Clara itu semakin banyak maunya sama bos,"ujar si keriting.
"Benar, tuh. Bos nyadar, nggak sih, kalau sekarang si Clara itu menjadikan bos sebagai ATM berjalannya?"timpal si gisul membuat Delvin berhenti main game.
"Mana cewek yang kalian bilang cantik?"tanya Delvin jadi penasaran.
Delvin telah memacari Clara, primadona tercantik di kampus itu. Tapi kedua temannya bilang jika ada yang lebih cantik dari Clara. Delvin pun jadi penasaran. Apalagi Delvin juga membenarkan perkataan kedua temannya, jika akhir-akhir ini Clara memang semakin banyak maunya. Clara semakin berani meminta uang untuk perawatan dan minta dibelikan barang-barang mewah pada Delvin.
"Itu, bos!"ucap si keriting dan si gisul bersamaan, menunjuk ke satu arah.
Delvin melihat kemana arah jari telunjuk kedua temannya mengarah dan melihat dua orang gadis yang satunya cantik dan manis, dan yang satunya sangat cantik dengan body yang bohay.
"Cantik sekali,"gumam Delvin tanpa sadar.
__ADS_1
"Ayo samperin, bos! Sebelum ada yang nyamperin duluan,"ucap si keriting.
Delvin bergegas bangkit dari duduknya dan pergi dari tempat itu.
"Eh, bos! Bos salah jalan! Bukan ke situ arahnya kalau pengen nyamperin tuh cewek!"ucap si gisul menyusul Delvin bersama si kriting.
"Aku mau nyamperin Clara dulu. Soal Maba ( mahasiswa baru ) itu nanti saja setelah mereka selesai ospek,"sahut Delvin tanpa menghentikan langkahnya.
"Emangnya, bos mau ngapain ketemu sama Clara?"tanya gisul kemaks, alias kepo maksimal. Si gisul masih setia mengekor di belakang Delvin bersama si keriting.
"Mau mutusin si Clara,"sahut Delvin enteng.
Si gisul dan si kriting langsung saling bertatapan karena merasa terkejut mendengar jawaban Delvin. Keduanya saling bertatapan seraya mengernyitkan kening mereka.
"Bos, yakin, mau mutusin si Clara?"tanya si gisul.
"Bos, 'kan, belum pedekate (pendekatan), sama, tuh, Maba. Apalagi jadian. Kenalan aja belum. Kenapa udah mau mutusin Clara duluan?"timpal si kriting membuat Delvin langsung menghentikan langkahnya.
"Kalian tahu sendiri, 'kan? Selama kami berpacaran, Clara itu sangat posesif. Dia tidak membiarkan seorang mahasiswi pun mendekati aku. Aku tidak mau jika saat aku mendekati Maba baru itu, dia menganggu aku. Jadi, lebih baik aku putuskan dia sekarang, agar aku bisa bebas mendekati Maba itu,"jelas Delvin.
"Benar juga kata bos,"sahut si gisul.
Waktu terus berputar, pada akhirnya, kegiatan ospek hari ini selesai juga. Ayana dan Wulan duduk di kursi yang ada di taman kampus itu.
"Akhirnya selesai juga,"gumam Ayana memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi karena merasa lelah.
"Hai! Boleh kenalan nggak?"
Suara bariton seorang pria membuat Ayana dan Wulan terkejut. Keduanya langsung membuka mata dan memperbaiki posisi duduk mereka. Tiga orang mahasiswa nampak berdiri di depan mereka berdua.
"Capek banget, ya?"tanya salah seorang mahasiswa yang berdiri di tengah dan paling tampan, yang tidak lain adalah Delvin dan kedua temannya,"Kenalkan! Aku Delvin, dan ini kedua temanku. Kalau boleh tahu, siapa nama kalian?"tanya Delvin yang menatap pada Ayana.
"Aku Ayana dan ini sahabatku, Wulan,"sahut Ayana menatap tiga mahasiswa di depannya sekilas.
"Sebagai perkenalan, kita nongkrong di kafe depan, yuk! Nanti aku yang traktir,"tawar Delvin yang mulai melakukan pedekate.
"Maaf! Kami harus segera pulang. Iya, 'kan, Lan?"tanya Ayana pada Wulan. Merasa tidak nyaman dengan kehadiran tiga mahasiswa itu.
"Iya. Ayo, kita pulang, Ay!"sahut Wulan yang juga tidak nyaman dengan kehadiran tiga mahasiswa itu.
"Biar aku antar kalian pulang,"tawar Delvin.
"Terimakasih. Tapi kami membawa kendaraan sendiri. Ayo, Lan," ucap Ayana langsung menggandeng Wulan bergegas meninggalkan tempat itu.
"Widiihh... dua cewek itu beda banget sama cewek yang lain. Kalau cewek lain, begitu didekati bos langsung tersenyum manis. Bahkan saat bos lewat pun, mereka bakal caper (cari perhatian). Tapi dua cewek itu malah kabur saat di dekati bos,"celetuk si keriting.
"Jangan-jangan, mereka pada kabur karena bau parfum kamu. Aroma parfum kamu, 'kan, Jasmine (melati). Jadi, mereka sangka kita ini hantu. Makanya mereka langsung kabur saat kita samperin,"ujar si gisul pada si keriting.
__ADS_1
"Sembarangan kalau ngomong,"protes si keriting,"Belum pernah bos dicuekin cewek kek begini. Itu cewek pemecah rekor, bos. Penghinaan ini. Masa bos yang seganteng ini dan anak orang terkaya di negeri ini di cuekin lalu di tinggal begitu saja?"ujar si keriting memprovokasi.
"Ayo, bos, pepet mereka,"ujar si gisul ikut memprovokasi Delvin.
Ketiga mahasiswa itu akhirnya mengikuti Ayana dan Wulan ke parkiran. Mengawasi kedua gadis itu dari jarak yang agak jauh.
"Hahh?! Nggak salah, nih? Gadis-gadis cantik kayak begitu naik motor butut?"gumam si keriting menatap Ayana dan Wulan yang naik motor butut.
"Tapi pakaian mereka branded, loh!"sahut si gisul.
"Buat menunjang penampilan kali,"sahut si keriting.
"Sayang banget, cantik-cantik naik motor butut. Mana yang paling cantik nggak pakai helm lagi,"ujar si gisul.
"Ayo, bos! Anterin pulang, tuh, cewek! Cantik-cantik gitu, cocoknya naik mobil mewah. Nggak pantes naik motor butut kayak begitu,"ujar si keriting memprovokasi.
"Bener, bos! Kesempatan ini,"timpal si gisul ikut memprovokasi.
"Ay, kamu sudah dapat belum, taksi online nya?"tanya Wulan yang sedang membonceng Ayana.
"Sudah. Taksi online nya lagi otw ke sini,"sahut Ayana seraya menatap layar handphonenya.
"Kalau taksi online nya belum sampai, aku temani kamu sampai taksi online nya sampai,"
"Makasih, Lan,"
Kedua sahabat itu akhirnya berhenti di dekat gerbang kampus untuk menunggu taksi online yang dipesan Ayana. Namun baru saja mereka berhenti, sebuah mobil ikut berhenti di sebelah mereka. Pintu bagian pengemudi mobil itu terbuka dan terlihat Delvin keluar dari dalam mobil mewah itu.
"Hai, Ay! Naik motor nggak pakai helm itu berbahaya, loh! Aku antar pulang, yuk!"ucap Delvin tiba-tiba langsung menarik tangan Ayana.
"Lepaskan!"
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
Notebook :
•Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) adalah kegiatan awal bagi setiap mahasiswa baru yang menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi agar mahasiswa mempunyai gambaran dengan lingkungan dan sistem perkuliahannya.
•Ospek ini bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru yang masuk ke fakultas tersebut. Biasanya ospek fakultas juga lebih disiplin dan banyak persyaratan daripada ospek jurusan.
•Ospek memiliki tujuan untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada para mahasiswa baru.
.
__ADS_1
To be continued